SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM ) Materi Bioteknologi di SMA Muhammadiyah 1 Malang.

    No full text
    RINGKASAN Zuhri, Farah Adibah. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM ) Materi Bioteknologi di SMA Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, STEM, Bioteknologi Abad 21 memberikan tantangan dalam penguasaan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi. Dibutuhkan model pembelajaran yang tepat yang dapat menjawab tantangan abad 21. Model pembelajaran berbasis  Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) merupakan model pembelajaran yang berfokus pada peningkatan ilmu pengetahuan dan matematika sebagai disiplin ilmu yang terintegrasi dengan teknologi dan rekayasa sehingga dapat menjawab tantangan abad 21. Salah satu materi yang dapat diajarkan dengan model pembelajaran berbasis STEM adalah bioteknologi. Materi bioteknologi yang terintegrasi STEM perlu dibelajarkan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  Mengembangkan produk berupa perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, LKS dan Handout) sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah 1 Malang materi bioteknologi. (2) Mengetahui validasi perangkat pembelajaran berbasis STEM (Silabus, RPP, LKS dan Handout) untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan pembelajaran. (3) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran berbasis STEM pada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Muhammadiyah 1 Malang. (4) Mengetahui kepraktisan LKS dan Handout berbasis STEM pada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Muhammadiyah 1 Malang. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba implementasi yaitu siswa kelas XII MIPA 1 SMA Muhammadiyah 1 Malang sebanyak 19 siswa. Uji yang dilakukan pada penelitian ini terdapat 4 uji yaitu uji kelayakan, uji keefektivan, uji kepraktisan dan keterlaksanaan sintaks pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) uji kelayakan: rerata validasi perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid. (2) uji kepraktisan : rerata kepraktisan pada LKS dan Handout dinyatakan praktis. (3) uji keefektifan: diperoleh skor n-gain sebanyak 3,25% sehingga dinyatakan produk ini efektif digunakan. (4) keterlaksanaan sintaks pembelajaran: rerata pada pertemuan 1 adalah 97,4 dengan kriteria sangat baik dan  rerata pertemuan 2 adalah 94,27 dengan kriteria sangat baik

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING CONCEPT MAP-GROUP INVESTIGATION (REMAP-GI) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS X SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG

    No full text
    Keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan yang penting untuk dikembangkan dalam pendidikan abad 21. Keterampilan berpikir pada siswa perlu dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Selain itu, berpikir juga diperlukan untuk memecahkan masalah kehidupan yang kompleks sehingga diharapkan siswa memiliki keterampilan pemecahan masalah untuk bekal masa depan. Namun, faktanya keterampilan berpikir dan pemecahan masalah siswa masih rendah ditandai dengan pencapaian hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan pemecahan masalah tersebut diperlukan model pembelajaran yang menunjang, yaitu Reading Concept Map-Group Investigation (Remap-GI). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran Remap-GI terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X SMA BSS, dan (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran Remap-GI terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa kelas X SMA BSS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasy experimental design. Bentuk desain yang digunakan adalah non-equivalent pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA BSS. Sampel penelitian yang digunakan adalah kelas X3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X4 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Teknis analisis data menggunakan analisis data kuantitatif melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis anakova. Hasil penelitian ini yaitu: (1) ada pengaruh model pembelajaran Remap-GI terhadap hasil belajar kognitif siswa ditandai dengan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada siswa pada kelas kontrol,  (2) ada pengaruh model pembelajaran Remap-GI terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa ditandai dengan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada siswa pada kelas kontrol

    Karakterisasi Protein Membran Spermatozoa Pada Sapi Bali (Bos sondaicus) sebagai Pendukung Penentuan Kualitas Spermatozoa

    No full text
    RINGKASANTrisnawati, Mega Dwi , 2019.  Karakterisasi Protein Membran Spermtozoa Sapi Bali (Bos sondaicus) Sebagai Pendukung Penentuan Kualitas Spermatozoa . Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing:   (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci:   Spermatozoa, sapi Bali (Bos sundaicus), aktivitas fosforilasi, glikoprotein. Inseminasi buatan merupakan suatu pelaksanaan yang dilakukan untuk pemuliaan ternak demi meningkatkan potensi genetik (Kishida et al., 2015). Inseminasi Buatan di Indonesia, dilaksanakan untuk  mempertahankan ternak yang memiliki bibit unggul dalam pelestarian plasma nutfah. Salah satu  badan pelaksanaan IB di Indonesia yaitu Balai Besar Inseminasi Buatan Tingkat Nasional yang terletak di Singosari, Kabupaten Malang. Sapi Bali merupakan salah satu ternak unggul yang sering dimanfaatkan dalam program IB di BBIB. Pelaksanaan IB dilakukan dengan teknologi semen beku. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terdapat kurang lebih 30% spermatozoa yang mengalami kematian selama proses pembekuan. Spermatozoa yang mampu bertahan hidup selama proses tersebut memiliki fertilitas rendah. Penurunan fertilitas spermatozoa dapat berpengaruh terhadap penurun IB secara bertahap. Pada tahun 2014-2017, pelaksanaan IB memiliki  rerata sebesar 3,86 persen per tahunnya. Pemerintah mengupayakan kembali untuk meningkatkan kualitas IB (Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2019). Penentuan kualitas sermatozoa dapat diketahui dari keberhasilan  fertilisasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi protein membran spermatozoa sapi Bali (Bos sondaicus) sebagai alternatif penentuan kualitas spermatozoa, dengan melihat aktivitas fosforilasi dari protein membran spermatozoa yang telah diketahui berat molekulnya dan mengidentifikasi glikoproteinnya. Penelitian ini menggunakan metode elektroforesis SDS-PAGE untuk menganalisis protein membran spermatozoa. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, berat molekul protein membran spermatozoa yaitu denga rentangan antara 156,5 − 159,2 kDa; 117,9 − 121,3 kDa; 104,2 − 105,4 kDa;  84,9 − 86,3  kDa;  74,1 − 76,6 kDa; 66,3 − 67,1 kDa; 57,8 − 59,1 kDa; 43,9 − 47,2 kDa; 33,5 − 33,9 kDa; 26,0 − 26,5 kDa; 20,7 − 20,9 kDa. Protein yang telah diketahui berat molekulnya akan diukur nilai aktivitas fosforilasi dengan menggunakan suhu inkubasi yang berbeda. Suhu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 35ºC, 37ºC dan 39ºC. Perbedaan suhu ini dilakukan untuk mengetahui nilai aktivitas fosforilasi dari spermatozoa ketika berada pada suhu dibawah normal dan diatas normal dari oviduk. Nilai rata-rata aktivitas fosforilasi yang diperoleh pada suhu 35ºC yaitu sebesar 14,1 x 10-2 , pada suhu 37ºC sebesar 13,8 x 10-2 , dan pada suhu 39ºC  sebesar 15,1 x 10-2 . Nilai aktivitas fosforilasi yang lebih tinggi dari rata-rata yang telah diketahui berpotensi dalam pelepasan gugus fosfat yang lebih besar dari ATP per satu menit. ATP digunakan sebagai sumber energi bagi spermatozoa sapi dalam membantu fertilisasi. Fosforilasi berperan dalam membantu pemecahan ikatan fosfat dari ATP, apabila ikatan fosfat yang memiliki energi tinggi mampu dipecah maka energi dengan jumlah yang besar pula akan dilepaskan. Semakin banyak ATP yang dipecah, maka semakin besar energi yang dilepaskan sehingga aktivitas spermatozoa semakin meningkat. Banyaknya ATP yang diperoleh berpengaruh pada proses kapasitasi dan keberhasilan fertilisasi. Fertilisasi didukung juga dengan adanya ikatan antara reseptor pada membran spermatozoa dengan oosit. Reseptor membran spermatozoa sapi Bali (Bos sondaicus) mengandung glikoprotein. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya glikoprotein yaitu sesuai dengan prosedur pewarnaan glikoprotein kit nomor 24562. Hasil positif yang menunjukkan adanya glikoprotein yaitu terbentuknya suatu pita dengan warna magenta. Pita protein yang berwarna magenta terbentuk diakibatkan karena adanya reaksi antara gugus aldehid pada protein membran dan Schiff Staining Glycoprotein reagent. Adanya reaksi oksidasi pada saat pewarnaan glikoprotein akan mengubah glycol pada gel elektroforesis SDS-PAGE menjadi gugus aldehid. Aldehida ini yang nantinya akan berikatan dengan pewarna glikoprotein. Membran spermatozoa sapi Bali (Bos sondaicus) memiliki glikoprotein dengan rentangan berat molekul 117,8−121,9 kDa; 104,5−105,4 kDa; 74,0−76,4 kDa; dan 57,9−59,0 kDa. Glikoprotein pada membran spermatozoa memiliki peran sebagai reseptor dalam mengenali sel target pada saat fertilisasi. Keberhasilan fertilisasi terjadi akibat adanya ikatan antara reseptor pada spermatozoa dengan oosit

    Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Realia untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIA MA Al-Ma’arif Singosari

    No full text
    RINGKASANMuhibbudin, Muhammad Faris. 2019. Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Realia untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIA MA Al-Ma’arif Singosari. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., (2) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S.Kata Kunci: discovery learning, media realia, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar biologi.Kemampuan seseorang untuk dapat berhasil dalam kehidupannya antara lain ditentukan oleh keterampilan berpikirnya, yang sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai permasalahan. Keterampilan berpikir kritis siswa penting dibelajarkan karena keterampilan tersebut berkontribusi terhadap hasil belajar siswa lebih dari lima puluh persen dari pada faktor lain. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di MA Al-Ma’arif Singosari pada siswa kelas X MIA-2 bahwa model pembelajaran yang sangat diminati adalah model pembelajaran kooperatif dan ceramah yang belum begitu menekankan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir siswa. Diperlukan pengembangan Pendidikan di Indonesia yang meliputi pola pengajaran, model pembelajaran yang bervariasi dan kreativitas dalam penggunaan media pembelajaran yang dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Model discovery learning yang diterapkan dengan berbantuan media realia merupakan inovasi pembelajaran yang efektif untuk diterapkan di Madrasah Aliyah Al-Maarif Singosari. Penggunaan model discovery learning selaras dengan media realia yang akan digunakan karena dalam model pembelajaran ini siswa tidak disajikan pelajaran dalam bentuk final, melainkan berupa fenomena di lapangan yang merupakan karakter dari media realia.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan- tindakan yang tepat dengan menerapkan model discovery learning berbantuan media realia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas X- MIA 2 MA Al-Ma’arif Singosari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini berlangsung selama 2 siklus. Tahapan dalam masing-masing siklus terdiri atas empat tahap, yakni 1) Perencanaan (planning), 2) pelaksanaan (implementing), 3) Observasi (observing), 4) refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengukur keterlaksanaan sintaks yang dilakukan siswa sementara tes digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 190 %. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 55,69%.  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan media realia dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti ialah pembelajaran yang menggunakan model discovery learning dengan berbantuan media realia pada materi keanekaragaman tumbuhan dan keanekaragaman hewan dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran di kelas X- MIA 2 Madrasah Aliyah Al- Ma’arif Singosari karena dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar kognitif siswa

    Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Turen pada Materi Sistem Hormon

    No full text
    Multimedia interaktif merupakan suatu media pembelajaran yang menggabungkan teks, gambar, video, audio, dan animasi untuk menyampaikan suatu informasi dengan cara yang dapat menciptakan situasi responsif antara pengguna dengan multimedia.. Hasil wawancara dengan guru biologi dan pembagian angket kepada siswa di SMA Negeri 1 Turen menunjukkan bahwa materi Sistem Hormon merupakan materi yang sulit untuk dipahami karena di dalamnya memuat beberapa konsep yang abstrak dan guru merasa kesulitan untuk memvisualisasikan konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan multimedia interaktif berbasis Android pada materi Sistem Hormon yang valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. (2) menguji keefektivan multimedia interaktif berbasis Android materi Sistem Hormon yang dikembangkan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Turen. Produk ini dikembangkan dengan menggunakan desain pengembangan Lee & Owens yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) penilaian/analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Hasil validasi produk yang diperoleh dari ahli media sebesar 89%, dari ahli materi sebesar 100%, dari praktisi lapangan sebesar 100%. Hasil uji kepraktisan yang diperoleh sebesar 98%. Hasil uji normalisasi gain yang diperoleh dari skor pretest dan posttest siswa sebesar 0,76. Hasil tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning Materi Sistem Respirasi Manusia untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 8 Malang

    No full text
    Salah satu keterampilan abad ke-21 yang harus dimiliki oleh siswa adalah keterampilan dalam berliterasi. Sesuai dengan tuntutan Kompetensi Dasar (KD) pada ranah keterampilan kelas XI matapelajaran biologi yaitu KD 4.8 yaitu “Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan studi literatur”. Literasi yang memungkinkan terjadi pada peserta didik abad ke-21 adalah literasi digital. Cara yang ideal untuk mengembangkan keterampilan literasi digital siswa adalah melalui model pembelajaran berbasis pemecahan masalah yaitu Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran sistem respirasi manusia dengan model Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan hasil belajar siswa yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran model Problem Based Learning ini diimplemtasikan pada kelas XI MIPA 2 SMAN 8 Malang. Hasil validasi membuktikan bawha perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan rata-rata dalam kriteria sangat valid, begitu juga hasil ujicoba membuktikan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan rata-rata dalam kriteria sangat praktis. Hasil analisis yang diuji dengan uji N-gain menunjukkan bahwa setiap indikator keterampilan literasi digital dalam kriteria sedang. Hasil belajar siswa dengan sembilan indikator yang dianalisis dengan uji N-gain juga rata-rata dalam kriteria sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran model Problem Based Learning yang telah dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan literasi digital dan hasil belajar siswa.   Kata Kunci: Problem Based Learning, keterampilan literasi digital, hasil belajar

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TUREN PADA MATERI SISTEM HORMON

    No full text
    Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Hasil Belajar Kognitif, Sistem Hormon   Multimedia interaktif merupakan suatu media pembelajaran yang menggabungkan teks, gambar, video, audio, dan animasi untuk menyampaikan suatu informasi dengan cara yang dapat menciptakan situasi responsif antara pengguna dengan multimedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas XI dan pembagian angket kebutuhan siswa di kelas XII IPA 6 SMA Negeri 1 Turen, diketahui bahwa materi Sistem Hormon merupakan materi yang sulit untuk dipahami karena di dalamnya memuat beberapa konsep yang abstrak. Pada kegiatan pembelajaran Sistem Hormon, guru lebih sering menggunakan metode ceramah, dan media yang paling sering digunakan yaitu gambar dan powerpoint. Hal ini menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Turen diperlukan adanya media pembelajaran yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan materi yang memuat konsep abstrak sehingga siswa lebih mudah untuk mempelajarinya dan hasil belajar kognitif siswa pada materi tersebut meningkat. Multimedia interaktif ini juga bermanfaat untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan keterampilan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan multimedia interaktif berbasis Android pada materi Sistem Hormon yang valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. (2) menguji keefektivan multimedia interaktif berbasis Android materi Sistem Hormon yang dikembangkan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Turen. Produk ini dikembangkan dengan menggunakan desain pengembangan Lee & Owens yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) penilaian/analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa multimedia interaktif yang berformat .apk dan dapat dioperasikan pada perangkat telepon seluler dengan sistem operasi Android. Produk yang dihasilkan akan dibagikan kepada siswa melalui google drive. Hasil analisis data dari validasi ahli media menunjukkan nilai validitas sebesar 89%, validasi ahli materi sebesar 100%, dan validasi praktisi lapangan sebesar 100%. Ketiga nilai validitas tersebut termasuk dalam kategori sangat valid, sehingga multimedia interaktif yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan hanya membutuhkan sedikit revisi. Hasil analisis data respon subjek uji coba menunjukkan nilai kepraktisan sebesar 98%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis Android materi Sistem Hormon termasuk dalam kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji normalisasi gain yang diperoleh dari selisih skor pretest dan posttest subjek uji coba menunjukkan nilai sebesar 0,76. Nilai tersebut termasuk dalam kategori tinggi karena (0,76) > 0,70. Hal tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis Android materi Sistem Hormon yang dikembangkan terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Turen

    UJI DAYA ANTAGONIS Trichoderma spp. TERHADAP Colletrotichum capsici, Phytophthora infestans DAN Alternaria solani YANG DIISOLASI DARI TANAH PERTANIAN TOMAT (Lycopersicon esculentum) SECARA IN VITRO SERTA MEKANISMENYA

    No full text
    AbstrakTomat (Lycopersicon esculentum) merupakan sayuran yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi. Penurunan hasil panen tomat, dapat disebabkan oleh serangan kapang patogen sehingga merugikan para petani tomat. Berdasarkan hal tersebut diperlukan agen pengendali hayati dengan menggunakan  kapang antagonis Trichoderma spp. yang secara alami terdapat dalam ekosistem tanah. Penelitian ini bertujuan : 1) untuk menguji perbedaan daya antagonisme T. harzianum dan T. aureoviride terhadap kapang patogen C. capsici, P. infestans dan A. solani, 2) menentukan spesies Trichoderma yang mempunyai daya antagonisme tertinggi terhadap kapang patogen dan 3) mengkaji mekanisme antagonisme antara Trichoderma  spp.  terhadap  kapang patogen secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang terdiri dari :  identifikasi kapang antagonis dan patogen yang diisolasi dari tanah pertanian tomat. Pengamatan mekanisme antagonisme antara kapang antagonis T. harzianum dan T. aureoviride terhadap kapang patogen diamati menggunakan mikroskop elektron (SEM). Hasil penelitian menunjukan 1) uji daya antagonisme membuktikan adanya perbedaan antara T. harzianum dan T. aureoviride terhadap penghambatan kapang patogen, 2) T. harzianum memiliki daya antagonisme lebih tinggi terhadap kapang patogen C. capsici, P. infestans dan A. solani dibandingkan dengan kapang T. aureoviride, 3) Mekanisme antagonisme antara kapang antagonis Trichoderma spp. terhadap kapang patogen yang diteliti berupa kompetisi substrat, antibiosis dan mikoparasitisme dengan cara hifa kapang antagonis menempel dan membelit hifa kapang patogen sehingga menimbulkan kerusakan pada hifa dan menghambat pertumbuhan koloni kapang, selanjutnya kapang patogen tidak dapat menyerang tanaman tomat.Keywords : Daya antagonisme, Trichoderma spp., C. capsici, P.infestans dan A.solani

    Penerapan STAD (Student Team Achievement Division) Berbantuan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 7 Malang.

    No full text
    RINGKASANIzzah, Lailatul. 2019. Penerapan STAD (Student Team Achievement Division) Berbantuan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph. D., (2) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D.Kata Kunci: Hasil belajar, kolaborasi, mind mapping, STAD.Kemampuan kolaborasi siswa dalam kelas termasuk salah satu aspek penting yang harus diperhatikan selain hasil belajar siswa. Kolaborasi merupakan interaksi antar individu yang bertanggung jawab terhadap perilakunya, termasuk cara belajar dan menghargai kemampuan dan kontribusi teman kelompoknya. Guru biologi SMA Negeri 7 Malang belum memaksimalkan penerapan model dan metode pembelajaran yang bervariasi dalam mengukur kemampuan kolaborasi dan juga hasil belajar siswa. Kemampuan kolaborasi dapat dibangun melalui model pembelajaran STAD, siswa akan berkelompok untuk mengerjakan tugas, metode yang menarik sangat diperlukan, salah satunya adalah metode mind mapping. STAD merupakan model pembelajaran yang pembagian kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa sehingga jumlah tersebut dapat membuat seluruh siswa aktif dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemberian tindakan yang dapat meningkatkan kemampuan kolaborasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran menggunakan STAD berbantuan mind mapping pada materi sistem ekskresi dan sistem koordinasi. Tahapan penelitian ini diawali dengan pemberian materi belajar, pembagian kelompok, pembuatan mind map, evaluasi hasil mind map, pemberian penghargaan kelompok.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 7 Malang. Data penelitian berupa skor kemampuan kolaborasi siswa, skor pretest dan posttest, skor mind map, skor sikap sosial dan spiritual serta skor psikomotor siswa. Penelitian dilakukan selama dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan mind mapping dapat meningkatkan kemampuan kolaborasi dan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dapat meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa melalui penerapan model STAD berbantuan mind mapping yaitu membiasakan siswa untuk berkelompok 4-5 siswa tiap kelompok dengan tujuan agar seluruh siswa dapat berperan aktif dalam kelompok, membimbing siswa agar ikut terlibat aktif saat pembuatan mind map, seluruh siswa dibimbing untuk presentasi hasil mind map saat pemberian evaluasi, siswa dibimbing agar menjadi kelompok terbaik saat pemberian penghargaan setelah pembuatan mind map. Tindakan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu saat siswa dibimbing untuk aktif berdiskusi melalui tahap pemberian materi belajar, siswa dibiasakan untuk saling bertukar pengetahuan dan dibimbing untuk menjaga sikap serta dibimbing untuk mengembangkan keterampilannya pada tahap pembuatan mind map, siswa dibimbing untuk presentasi pada tahap pemberian evaluasi

    Toksisitas Asap Cair Tembakau terhadap Mortalitas, Pertumbuhan dan Perkembangan

    No full text
    RINGKASANFirdaus, Yusliha Fitria. 2019. Toksisitas Asap Cair Tembakau terhadap Mortalitas, Pertumbuhan dan Perkembangan Ulat Krop (Crocidolomia binotalis Zell.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Heri Prabowo, M.Sc. Kata Kunci: Toksisitas, asap cair tembakau, Crosidolomia binotalis Zell.Penggunaan insektisida sintetis yang tidak bijaksana akan menimbulkan dampak negatif baik secara ekonomi, kesehatan maupun ekologi. Upaya penanggulangan serangan serangga hama yang lebih ramah lingkungan saat ini sangat diperlukan. Penggunaan insektisida nabati merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh para petani. Asap cair tembakau merupakan salah satu pestisida nabati yang berpotensi menanggulangi serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan salah satu hama tanaman Brassicaceae, yaitu ulat krop (Crocidolomia binotalis Zell.). Hal tersebut ditinjau dari kandungan senyawa aktif asap cair tembakau, yaitu asam asetat dan nikotin. Asam asetat dapat merusak permeabilitas kutikula serangga dan nikotin bekerja sebagai racun syaraf yang menyebabkan kejang pada serangga.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan menyemprotkan asap cair tembakau sesuai konsentrasi yang telah ditentukan ke lembaran daun pak choy, kemudian diberikan sebagai pakan untuk larva instar II, setelah itu diamati efek toksisitasnya. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap uji, yaitu uji pendahuluan, uji pemantapan dan uji efek lanjutan. Uji pendahuluan menggunakan 7 perlakuan, yaitu konsentrasi 0%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Semua perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil uji ini kemudian dianalisis untuk menentukan Lethal Concentration (LC) yang akan digunakan dalam uji pemantapan. Uji selanjutnya yaitu uji pemantapan. Uji ini dilakukan untuk mengamati toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas larva. Uji ini menggunakan 7 perlakuan berupa Lethal Concentration (LC), yaitu konsentrasi 0% sebagai kontrol, 3%, 6%, 12%, 16%, 26% dan 74%. Semua Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Uji terakhir yaitu uji efek lanjutan. Uji ini dilakukan untuk mengetahui toksisitas asap cair tembakau terhadap pertumbuhan dan perkembangan ulat krop yang diamati melalui data berat larva, berat pupa, persentase keberhasilan larva menjadi pupa, dan persentase keberhasilan pupa menjadi imago. Uji ini menggunakan 7 perlakuan berupa dosis subletal, yaitu 0% sebagai kontrol, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, dan 18%. Hasil uji pemantapan dan uji efek lanjutan kemudian dianalisis menggunakan analisis varian, apabila terdapat pengaruh nyata, maka analisis dilanjutkan menggunakan uji lanjut Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tembakau berpengaruh terhadap mortalitas ulat krop (Crocidolomia bionotalis Zell.). Semakin tinggi konsentrasi asap cair tembakau, maka semakin tinggi pula persentase mortalitas ulat krop. Hal tersebut disebabkan karena adanya kandungan senyawa asam asetat yang dapat merusak kutikula serangga dan senyawa nikotin yang mengganggu sistem saraf serangga. Konsentrasi asap cair tembakau yang paling efektif menyebabkan mortalitas ulat krop adalah konsentrasi 12%, karena konsentrasi tersebut merupakan konsentrasi terendah yang mampu menyebabkan mortalitas lebih dari 50%, yaitu mencapai 75,33%. Asap cair tembakau tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ulat krop. Hal tersebut dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa berat larva, berat pupa, persentase keberhasilan larva menjadi pupa, dan persentase keberhasilan pupa menjadi imago yang tidak berbeda nyata antara perlakuan kontrol dan perlakuan yang lain. Konsentrasi asap cair tembakau yang berbeda tidak menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda pada ulat krop, sehingga tidak terdapat konsentrasi tertentu yang efektif menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan ulat krop.SUMMARYFirdaus, Yusliha Fitria. 2019. Toxicity of Tobacco Liquid Smoke againts Mortality, Growth and Development of Crocidolomia binotalis Zell. Undergraduated Thesis, Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Heri Prabowo, M.Sc. Keyword: Toxicity, tobacco liquid smoke tobacco, Crosidolomia binotalis.Unwise use of synthetic insecticides will cause a negative impact. Other alternative to overcome the attacks of pest that are more environmentally friendly are needed. The use of botanical pesticides is alternative that can be used by farmers.Tobacco liquid smoke is one of the botanical pesticides that has the potential to overcome pest insects. This study aimed to determine the toxicity of tobacco liquid smoke to mortality, growth and development of Crocidolomia binotalis Zell. Tobacco liquid smoke has active compounds, that is acetic acid and nicotine. Acetic acid can damage the permeability of insect cuticles and nicotine acts as a nerve poison that causes seizures in insects.This study uses a completely randomized design (CRD). This research was carried out by spraying tobacco liquid smoke into Pak Choy leaf, then given as feed for the instar II larvae, then the effects of toxicity were observed. This study consisted of 3 test stages, namely the preliminary, definitive, and continuation test. The preliminary test uses 7 treatments, 0%; 3,125%; 6,25%; 12,5%; 25%; 50% and 100%. All treatments were repeated 3 times. The results of this test were analyzed to determine the Lethal Concentration (LC) to be used in the definitive test. The next test is the definitive test. This test was conducted to observe the toxicity of tobacco liquid smoke to larval mortality. This test uses 7 treatments of Lethal Concentration (LC), 0% as a control, 3%, 6%, 12%, 16%, 26% and 74%. All treatments were repeated 3 times. The continuation test is the test for further effects. This test was carried out to determine the toxicity of tobacco liquid smoke on growth and development of C. binotalis. This test uses 7 treatments of sublethal doses, 0% as a control, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, and 18%. The results of the continuation test were analyzed using variance analysis, if there was a real effect, then the analysis was continued using Duncan's test.The results showed that tobacco liquid smoke caused mortality of crop caterpillars (Crocidolomia bionotalis Zell.). The higher the concentration of tobacco liquid smoke, the higher the percentage of mortality. Acetic acid can damage insect cuticles and nicotine compounds that disrupt the nervous system of insects. The most effective concentration of tobacco liquid smoke is 12%, because that is the lowest concentration that can cause more than 50% mortality, which reaches 75.33%. There is no effective concentration of tobacco liquid smoke that can cause growth and development abnormalities of larva

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇