SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Analisis KTSP Kombinasi Standar Nasional dengan Cambridge International Primary Program (CIPP) pada Mata pelajaran Sains di SD Laboratorium UM
AbstrakOktawirani, Panca. 2009. Analisis KTSP Kombinasi Standar Nasional denganCambridge International Primary Program (CIPP) pada MataPelajaran Sains di SD Laboratorium UM.. Skripsi, Program StudiPendidikan Biologi,FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Prof. Dr. Hj. Mimien H. Irawati, M. S, (II) Dr. Hadi Suwono. M.Si.Kata kunci: KTSP, Cambridge International Primary Program, Mata PelajaranSains, SD Laboratorium UM.Perkembangan dan perubahan dunia menjadikan sekolah sebagai institusipendidikan dituntut untuk terus aktif dan inovatif dalam melaksanakanpendidikan. Dasar hukum dari keleluasaan satuan pendidikan untukmengembangkan dan menerapkan bentuk dan proses pembelajaran tertera dalamPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan yang mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada tingkatsatuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menegah yang disebut denganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu bentuk implementasiKSTP yang dikembangkan sekolah adalah kombinasi Standar Nasional danCambridge International Primary Program (CIPP) oleh SD Laboratorium UM.Perpaduan dua standar yaitu Standar Nasional dan CIPP berpengaruh terhadapbentuk silabus yang disusun sekolah khususnya dalam mata pelajaran Sains.Tujuan dari penelitian adalah 1) mengidentifikasi tahap-tahap prosespengembangan KTSP kombinasi Standar Nasional dengan CIPP pada matapelajaran Sains di SD Laboratorium UM, 2) mendeskripsikan bentuk silabusKTSP Kombinasi Standar Nasional dengan CIPP pada mata pelajaran Sains di SDLaboratorium UM, 3) mendeskripsikan hal-hal yang dapat dipelajari dari prosespengembangan KTSP kombinasi Standar Nasional dengan CIPP pada matapelajaran Sains di SD Laboratorium UM. Penelitian ini termasuk penelitiandeskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2009. Lokasipenelitian berada di SD Laboratorium UM, Jl Bogor No 19 Malang. Data yang didiambil yaitu tahap proses pengembangan KTSP dan contoh silabus kelas III ICPmata pelajaran. Teknik pengumpulan data tahap proses pengembangan KTSPdengan menggunakan instrumen lembar pedoman wawancara sedangkan teknikpengumpulan data bentuk silabus Sains dengan menggunakan lembar analisisdokumen KTSP dan penilaian kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap proses pengembangan KTSP terdiridari dua tahap yaitu tahap sosialisasi KTSP yang meliputi tahap perencanaan,rintisan dan desiminasi. Tahap pengembangan silabus meliputi tahap penyusunan,diskusi, review dan revisi, dan finalisasi. Bentuk silabus Sains SD Laboratoriummeliputi komponen identitas, SK (Standard Competence), KD (BaseCompetence), IK (Indicator), alokasi waktu (Time Allocation), kegiatanpembelajaran (Teaching and Learning Activities), dan penilaian (Evaluation).Dalam silabus tidak terdapat komponen berupa materi dan sumber belajar. Hal-halyang dapat dipelajari dari proses pengembangan KTSP kombinasi StandariiNasional dengan CIPP pada mata pelajaran Sains di SD Laboratorium UM adalahpihak sekolah harus berinteraksi dengan pihak Cambridge, terus mengevaluasidan memperbaiki dalam penyusunan silabus. Silabus yang disusun merupakanperpaduan dari dua format yaitu Standar Nasional dan CIPP. Berdasarkan hasilpenelitian ini, dapat disarankan agar diadakan penelitian lebih lanjut yangmengidentifikasi komponen KTSP yang lain, visi dan misi, tujuan pendidikansatuan pendidikan, kalender pendidikan, struktur muatan KTSP, dan RPP
ANALISIS KELAYAKAN BUKU TEKS PELAJARAN BIOLOGI SMA/MA KELAS XII TERBITAN ESIS UNTUK DIGUNAKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DITINJAU DARI KOMPONEN KELAYAKAN ISI, KOMPONEN KEBAHASAAN, DAN KOMPONEN PENYAJIAN.
Kata Kunci : buku teks, komponen kebahasaan,komponen kelayakan isi, komponen penyajianBuku teks adalah buku acuan wajib untuk digunakan di satuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kepekaan dan kemampuan estetis, peningkatan kemampuan kinestetis dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. Buku teks berperan sebagai buku sumber, memberi petunjuk kegiatan, memberi motivasi, memberi pertanyaan-pertanyaan, menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Buku teks yang baik harus memilikikebenaran isi, penggunaan bahasa dan keterbacaan yang baik, serta penyajian yang sistematis. Kelayakan ini ditentukan oleh penilaian yang dilakukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Buku teks yang dapat digunakan sebagai penunjang bahan ajar adalah buku teks yang isinya layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dan ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang layak digunakan dalam proses pembelajaran berdasar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2007 tentang penetapan buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran telah ditetapkan delapan belas buku teks pelajaran biologi untuk kelas XII SMA/MA yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Melengkapi Permendiknas Nomor 22 Tahun 2007 tentang penetapan buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran dikeluarkan Permendiknas Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran telah ditetapkan sembilan buku teks biologi kelas XII SMA yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.Berdasar hasil observasi terhadap 13 SMA/MA kelas XII se-kota Malang pada bulan November 2008-Januari 2009 yang terdiri dari 11 SMA Negeri, 1 SMA Swasta, dan 1 MAN dimana masing-masing sekolah diambil sebanyak 10 siswa kelas XII yang dipilih secara acak, diperoleh hasil sebanyak 67,69% dari siswa menggunakan buku teks pelajaran Biologi terbitan Esis yang disusun oleh Dyah Aryulina, Choirul Muslim, Syalfinah Manaf Endang dan Endang Widi Winarni yang belum mendapatkan rekomendasi dari BSNP sebagai salah satu buku teks pelajaran yang dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat kelayakan buku teks pelajaran Biologi SMA/MA Kelas XII terbitan Esis untuk digunakan dalam proses pembelajaran ditinjau dari komponen kelayakan isi, (2) Mengetahui tingkat kelayakan buku teks pelajaran Biologi SMA/MA Kelas XII terbitan Esis untuk digunakan dalam proses pembelajaran ditinjau dari komponen kebahasaan, (3) Mengetahui tingkat kelayakan buku teks pelajaran Biologi SMA/MA Kelas XII terbitan Esis untuk digunakan dalam proses pembelajaran ditinjau dari komponen penyajian. Untuk menjawab permasalahan di atas, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif dengan menggunakan Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Biologi SMA/MA dari BSNP. Subyek penelitian ini adalah buku teks pelajaran Biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esis yang disusun oleh Dyah Aryulina, Choirul Muslim, Syalfinah Manaf Endang dan Endang Widi Winarni edisi Tahun 2007.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, buku teks pelajaran Biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esis memiliki skor kelayakan isi sebesar 2,26 (56,5%). Artinya, buku teks pelajaran Biologi SMA/MA terbitan Esis memiliki kriteria kelayakan isi yang tergolong cukup; kedua, buku teks pelajaran Biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esis memiliki skor kebahasaan sebesar 3,71 (92,75%). Artinya, buku teks pelajaran Biologi SMA/MA terbitan Esis memiliki kriteria kebahasaan yang tergolong tinggi; ketiga, buku teks pelajaran Biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esis memiliki skor penyajian sebesar 2,4 (60%). Artinya, buku teks pelajaran Biologi SMA/MA terbitan Esis memiliki kriteria kebahasaan yang tergolong cukup.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pemakai buku dapat memakai buku teks pelajaran biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esis dengan bijak dengan mengambil kelebihan-kelebihannya misalnya: cakupan materi, akurasi materi, kesesuaian terhadap perkembangan peserta didik, bahasa yang komunikatif, lugas, koherensi dan keruntutan alur pikir, kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Selain itu, karena pada penelitian ini ditemukan fakta bahwa buku teks pelajaran biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esis hanya memiliki skor kelayakan isi sebesar 2,26 (56,5%) diharapkan pengguna lebih selektif dalam memanfaatkan informasi yang terdapat dalam buku
Kajian Tentang Keanekaragaman dan Spesies Kapang Fusarium spp. Dominan pada Rizosfer Tanah Pertanian Kubis ( Brassica oleracea L. ) di Daerah Batu dan Tumpang
ABSTRAK Permatasari, Dian. 2009. Kajian Tentang Keanekaragaman dan Spesies Kapang Fusarium spp. Dominan pada Rizosfer Tanah Pertanian Kubis ( Brassica oleracea L. ) di Daerah Batu dan Tumpang. Skripsi. Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata Kunci : Kapang Fusarium spp, Rizosfer Tanah Pertanian Kubis Tanah merupakan salah satu faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan suatu tanaman. Di dalam tanah pertanian banyak mengandung mineral-mineral tanah maupun nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroflora. Tanah disekitar tanaman ( rizosfer ) banyak mengandung nutrisi tanah dibandingkan tanah yang jauh dari tanaman. Kubis ( Brassica oleracea L. ) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Tanaman kubis merupakan salah satu jenis tanaman sayur mayur yang rawan terserang oleh berbagai jenis penyakit akibat serangan kapang, seperti penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh kapang Fusarium oxysporum. Infeksi kapang dapat terjadi karena kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang, tersedianya nutrisi yang dibutuhkan kapang, dan adanya bagian tanaman kubis yang mengalami luka sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya infeksi spora kapang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui spesies-spesies kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang ; 2) Mengetahui jumlah koloni kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang; 3) Mengetahui spesies kapang Fusarium spp yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, mulai bulan Maret 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Sampel yang digunakan ialah tanah pertanian kubis yang terdapat di daerah Batu dan di daerah Tumpang. Tiap-tiap daerah pengambilan sampel dipilih tiga titik yang berbeda, kemudian sampel tanah diambil masing-masing sebanyak 10 gram dan dilakukan dalam 3 kali ulangan. Sampel tanah dilarutkan dalam aquades steril dan diencerkan pada tingkat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5; kemudian diinokulasikan pada medium lempeng Czapek Agar. Penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang Fusarium spp dilakukan setelah biakan diinkubasikan selama 7 x 24 jam. Kemudian dilakukan penentuan spesies kapang Fusarium spp yang dominan berdasarkan jumlah koloni dalam sampel. Identifikasi spesies-spesies kapang Fusarium spp dilakukan melalui tahap deskripsi morfologi koloni dan pengamatan mikroskopis preparat kapang lalu dirujukan pada buku acuan identifikasi kapang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kapang Fusarium spp yang ditemukan di daerah Batu dan Tumpang sebanyak 10 spesies kapang Fusarium spp yaitu Fusarium avenaceum (Fr.) Sacc, Fusarium equiseti (Corda) Sacc, Fusarium solani (Mart.) Sacc, Fusarium sporoticoides Sherb, Fusarium subglutinan (Wollenw & Reinking) Nelson et al, Fusarium semitectum Berk & Ravenel, Fusarium gramineaum Schwabe, Fusarium acuminatum Ellis & Everhart, Fusarium culmorum (W.G. Smith), Fusarium oxysporum Schlecht.; 2) Jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada rizosfer tanah pertanian kubis di daerah Batu ialah 1,2 x 105 cfu/g, dan jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada tanah pertanian kubis di daerah Tumpang yaitu 4,2 x 104 cfu/g; 3) Spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Batu yaitu Fusarium solani (Mart.) Sacc dengan angka lempeng total sebesar 4,8 x 104 cfu/g, sedangkan spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Tumpang yaitu spesies kapang Fusarium semitectum Berk & Ravenel dengan angka lempeng total sebesar 1,4 x 104 cfu/g
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII C MTs Surya Buana Malang
i ABSTRAK Harliawati, Irma. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd dan (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Proses pembelajaran Biologi di MTs Surya Buana Malang sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja aplikasi pembelajaran yang mengarahkan pada ke-mandirian siswa masih belum dapat dikembangkan sebagaimana yang diharapkan oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu tujuan KTSP adalah untuk mengembangkan seluruh kompetensi siswa atau life skill siswa. Hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Biologi di MTs Surya Buana Malang menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi tergolong masih rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat dilihat dari: (1) siswa kurang diberi kesempatan untuk berpikir mencari jawaban dan saling berbagi dengan sesama temannya sehingga mengakibatkan 54,54% siswa menjadi kurang berani dalam mengungkapkan pertanyaan atau pendapat tentang materi yang diberikan, (2) 50% siswa kurang memperhatikan guru ketika menjelaskan materi, (3) 45,45% siswa kurang antusias dan bersema-ngat dalam proses pembelajaran, dan (4) 63,63% siswa kurang dapat bekerja sama dengan teman sekelompoknya dan tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya. Guru juga masih terpaku pada buku paket sehingga mengakibatkan siswa sering tidak paham dengan materi dan cenderung merasa bosan. Hal ini juga mengaki-batkan motivasi siswa menurun sehingga hasil belajarnya juga menurun. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada evaluasi materi pra tindakan (Struktur dan Fungsi Tumbuhan) menunjukkan bahwa hanya 31,81% siswa yang telah meme-nuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di MTs Surya Buana Malang, sedangkan persentase ketuntasan belajar secara klasikal harus mencapai 85% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65%. Materi Fotosintesis dan Gerak pada Tumbuhan merupakan materi yang cukup sulit untuk dipahami siswa karena membutuhkan penerapan konsep yang benar. Penerapan konsep tersebut akan lebih sesuai jika diterapkan dengan me-ngangkat fenomena yang berasal dari lingkungan siswa dan dengan model pem-belajaran yang lebih menarik, yaitu pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Model pembelajaran ini terdiri dari: tahap penomoran (Num-bering), tahap pengajuan pertanyaan (Questioning), tahap berpikir bersama (Heads Together), dan tahap menjawab pertanyaan (Answering). Keunggulan model pembelajaran ini adalah lebih banyak melibatkan siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek pemahaman me-reka terhadap isi pelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang semester II tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 22 siswa, yaitu 16 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan April 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui ob-servasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi (minat, perhatian, konsentrasi, dan ketekunan) belajar Biologi siswa kelas VIIIC MTs Surya Buana Malang sebesar 10,36%. Demikian halnya dengan hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan sebesar 5,32%. Saran yang dapat dikemukakan berdasar-kan hasil penelitian ini adalah: (1) guru dapat menggunakan pembelajaran koo-peratif model Numbered Heads Together pada pokok bahasan dan jenjang pen-didikan yang lain untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa, (2) guru dapat menciptakan variasi pembelajaran seperti menggabungkan pem-belajaran kooperatif model Numbered Heads Together dengan kegiatan prakti-kum untuk menghindari perasaan bosan pada siswa.