Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Kebermaknaan Hidup Transjender di Kabupaten Jombang

    No full text
    RINGKASANRachmawati, Rani, 2018. Kebermaknaan Hidup Transjender di Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing(1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed.,(2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci : kebermaknaan hidup, transjender, Kabupaten JombangMakna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting, benar dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Selain itu kebermaknaan hidup adalah sebuah motivasi yang kuat dan mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang berguna. Kebermaknaan hidup merupakan sesuatu yang bersifat personal dan unik. Untuk menemukan kebermaknaan hidup, individu bebas menggunakan cara sendiri namun faktor lingkungan juga dibutuhkan untuk membantu proses penemuan makna. Apabila makna hidup berhasil ditemukan, maka akan menimbulkan perasaan bahagia.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kebermaknaan hidup transjender ditengah masyarakat yang menolak kehadiran mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan model penelitian fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, informan dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi hasil menggunakan triangulasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Jombang dengan jumlah 3 partisipan transjender. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa kebermaknaan hidup transjender di Kabupaten Jombang tergolong baik. Kebermaknaan  hidup yang baik tersebut dapat ditunjukkan dengan adanya tujuan hidup yang jelas, mampu bertanggung jawab dengan semua pilihan hidupnya, dan menikmati kehidupannya sebagai seorang transjender. Transjender di Kabupaten Jombang juga berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan selalu berbuat baik dengan masyarakat sekitar agar dapat diterima. Saat ini transjender di Kabupaten Jombang merasakan kebahagiaan dalam hidupnya karena semua keinginannya telah terpenuhi. Orang tua, keluarga dan masyarakat juga sudah dapat menerima kehadirannya sebagai seorang transjender di tengah kehidupan mereka

    efektivitas hypnobirthing dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil dikelurahan songgokerto, kota batu

    No full text
    Efektivitas Hypnobirthing dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu Komang Dita Yani ParwatiProdi S1 Psikologi Universitas Negeri MalangEmail: [email protected]                                                                          ABSTRAKKecemasan pada saat kehamilan memiliki dampak negatif pada fisiologi ibu hamil dan janinnya. diantaranya adalah bayi lahir premature dan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil ini dilakukan dengan pemberian Hypnobirthing training. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas hypnobirthing dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Penelitian menggunakan rancangan penelitian quasi esperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu Hamil yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu dengan teknik purposive sampling. Treatment dilakukan menggunakan Panduan pelaksanaan hypnobirthing training. Hasil penelitian ini adalah hypnobirthing efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. . Penurunan tersebut terlihat pada ketiga aspek kecemasan. Penurunan tertinggi terjadi pada aspek fisik, diikuti oleh aspek kognitif dan terakhir pada aspek emosi.Kata Kunci: hypnobirthing, tingkat kecemasan, ibu hamil Pendahuluan Kehamilan adalah salah satu peristiwa yang unik dalam kehidupan wanita dan merupakan bagian dari pengalaman yang signifikan bagi pasangan suami istri.  Masa kehamilan dan persalinan adalah suatu momen penting bagi wanita dan keluarga baik secara fisik, psikologis dan budaya (Bülez, Turfan  & Soğukpınar, 2018). Secara tradisional, kehamilan telah dianggap sebagai periode kesejahteraan dan kebahagiaan dimana keadaan kehamilan itu sendiri dianggap melindungi wanita dari kecemasan dan depresi (Bonari, 2003), akan tetapi kehamilan juga dapat menyebabkan kegelisahan dan kecemasan. Hal ini disebabkan kehamilan penuh dengan perasaan cemas dan takut mengenai hal-hal buruk yang akan terjadi terutama saat proses persalinan. Kecemasan adalah keadaan emosi yang memiliki rangsangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan dan adanya perasaan takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, (Nevid, Rathus dan Greene, 2005). Maimunah (2007) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa selama kehamilan ibu hamil mengalami keccemasan. Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil baik di trimester pertama, kedua dan ketiga menunjukkan kecemasan yang berkaitan dengan hal-hal seputar persalinan menduduki peringkat tertinggi dengan presentase sebesar 43.1%  pada kehamilan trimester pertama, 55.7% pada kehamilan trimester kedua, dan 57.8%  pada kehamilan trimester ketiga (Maimunah, 2007).Pada saat kehamilan, kecemasan dapat memiliki dampak negatif pada fisiologi ibu hamil dan janinnya. Spitz (2013) menjelaskan terdapat beberapa dampak negatif dari kecemasan pada ibu hamil, diantaranya adalah bayi lahir premature dan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan penelitian di bidang psikoneuroimunologi diperoleh butki bagaimana emosi negative dapat diartikan dan mempengaruhi perubahan fisiologis (Philip, 2012). Philip (2012) menyebutkan bahwa persepsi rasa cemas dan stress mengaktifkan cabang simpatik sistem saraf otonom dan mengaktifkan respons "melawan atau mundur", sehingga menyebabkan sekresi hormon stres, yang mempersiapkan tubuh untuk terlibat dalam respons perlindungan sehingga menghasilkan penyempitan pembuluh darah. Hasil dari respon perlindungan tersebut adalah aliran darah dikeluarkan dari organ reproduksi dan mengalir ke otot dan otak belakang (Rice, 1992; Church, 2009).  Kota Batu sebagai salah satu kota di Jawa Timur turut menyumbangkan angka kematian bayi di Indonesia. Berdasarkan informasi Departemen Kesehatan Di Kota Batu, kematian neonatal pada Tahun 2014 adalah sebesar 312/1000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi lima tahun terakhir menunjukkan grafik yang tidak signifikan. Kematian bayi di Kota Batu sebagian besar diakibatkan karena Berat Badan Lahir Rendah dan kelainan bawaan. Teknik relaksasi sejauh ini merupakan metode yang paling umum diterapkan untuk mengurangi stres dan kecemasan. Manzoni (2008) dalam penelitian menemukan bahwa teknik relaksasi cukup efektif dalam mengurangi kecemasan. Hypnosis adalah metode yang efektif dalam menurunkan kecemasan (dalam penelitian Manzoni, 2008). Hypnobirthing adalah metode kombinasi antara proses kelahiran alami dengan hypnosis yang dimana metode ini memberikan teknik-teknik untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman pada saat akan melakukan proses persalinan, dimana disini ibu hamil akan mampu bekerjasama dengan tubuh dan sensasi nyeri persalinan dibandingkan dengan berjuang melawannya (Mongan, 2007).Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Hypnobirthing dalam Menurukan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu” MetodePenelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen satu kelompok atau One-Group Pretest-Postest Design. Pre-test dilaksanakan satu minggu sebelum dilakukannya treatment tepatnya pada tanggal 8 April 2019. Pre-test dilaksanakan satu minggu sebelum dilakukannya treatment tepatnya pada tanggal 8 April 2019. Sedangka Hypnobirrthing training dilakukan pada tanggal 15 April 2019 di Balai Kelurahan Songgokerto Kota Batu dengan responden sebanyak 30 orang, yang dimana responden ini sama dengan responden saat pre-test. Setelah diberikan Hypnobirthing training, responden diminta untuk mengerjakan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran tingkat kecemasan sesudah diberikan treatment. Kegiatan Hypnobirthing treatment ini dilakukan  Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Adapun data jumlah ibu hamil menurut Puskesmas Kota Batu kurang lebih sekitar 120 orang. Adapun Karakteristiknya adalah Ibu hamil primigravida dan multigravida serta  Ibu hamil dengan usia kandungan  kehamilan 9-42 minggu. Pada penelitian ini Peneliti mengambil 30 respoden atau 25% dari 120 ibu hamil sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pada penelitian kali ini, peneliti menetapkan dua jenis variabel yaitu Variabel Bebas dan Variabel Tergantung. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan timbulnya variabel dependen atau terikat (Sugiyono, 2017). Variabel bebas pada penelitian ini adalah hypnobirthing. Variabel tergantung merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2017). Variabel tergantung pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan ibu hamil. Dalam penelitian ini variable yang dikontrol adalah usia kandungan yaitu ibu hamil dengan usia kandungan 9-42 minggu, sedangkan untuk umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan tipe kepribadian pada ibu hamil tidak dikontrol dalam penelitian ini. Penelitian ini memiliki satu kelompok data yaitu data Tingkat Kecemasan. Instrumen yang digunakan untuk mengukurnya adalah skala kecemasan. Uji coba skala kecemasan ini dilakukan kepada 32 ibu hamil menghasilkan 42 aitem valid dan 18 aitem gugur. Aitem valid terdiri dari 21 aitem unfavorable dan 21 aitem favorable, juga diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,837. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov  dan Uji beda pada penelitian ini menggunakan paired sample t-test. Uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Rumusan hipotesis jika signifikansi ≤0,05  maka H1 diterima yang berarti hypnobirthing efektif dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota batu. Apabila signifikansi ≥0,05  maka H0 diterima yang berarti hypnobirthing tidak efektif dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat dinyatakan bahwa sebelum dilakukan treatment Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu termasuk dalam Kategori Tinggi. Hal ini disimpulkan dari 30 responden  penelitian dimana sebaran datanya terdapat 21 orang atau sebesar 70% yang memiliki tingkat kecemasan tinggi,  9 orang atau sebesar 30% yang memiliki tingkat Kecemasan sedang dan tidak ada orang atau sebesar 0% termasuk dalam kategori tingkat Kecemasan rendah. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Tingkat Kecemasan yang dimiliki oleh Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu sebelum diberikan treatment di dominasi dalam Kategori tinggi. Adapun diketahui bahwa dari hasil analisis rata-rata responden penelitian berusia 20 -25 tahun dengan paritas di dominasi primigravida. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kaplan dan Sadock (1998) yang menjelaskan bahwa kecemasan dapat terjadi terjadi  pada  pengalaman baru, seperti kehamilan, persalinan atau kelahiran anak. Harahap (2016) menjelaskan bahwa  faktor paritas merupakan salah satu penyebab kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan dimana primigravida mayoritas mengalami cemas berat karena belum memiliki pengalaman sebelumnya tentang persalinan.Usia Kandungan Ibu Hamil pada penelitian ini di dominasi berusia 1 – 13 minggu atau disebut juga trimester pertama. Menurut Mochtar (2008) kecemasan pada ibu hamil mulai dirasakan pada trimester pertama dimana disini kecemasan timbul akibat adanya perubahan fisiknya seperti payudara yang membesar dan rahim yang mulai membesar. Selain dikarena faktor perubahan fisik, Pieter (2012) menjelaskan bahwa Faktor kecemasan ibu pada trimester pertama berkaitan dengan kondisi kesejahteraan ibu dan janin, rasa aman dan nyaman selama kehamilan, pengalaman keguguran atau hal buruk selama kehamilan sebelumnya, sikap menerima kehamilan serta dukungan dari suami dan keluarga.Hasil analisis data skor post-test menunjukkan bahwa setelah dilakukan treatment terjadi perubahan pada kategori kecemasan, bahwa setelah dilakukan treatment Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu termasuk dalam Kategori Rendah. Hal ini disimpulkan dari 30 responden  penelitian dimana sebaran datanya terdapat 19 orang atau sebesar 63,3% yang termasuk dalam kategori tingkat kecemasan rendah, dan tidak ada orang atau sebesar 0% termasuk dalam kategori tingkat Kecemasan tinggi. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Tingkat Kecemasan yang dimiliki oleh Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu setelah diberikan treatment di dominasi dalam Kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis diketahui ada perbedaan kecemasan antara skor Pre-test dan Post-test. Diketahui pada saat sebelum diberikan treatment mean skor pre-test kecemasan (122,07) lebih tinggi dibanding dengan mean skor post-test (93,50) setelah diberikan treatment. Selain itu diperoleh juga informasi bahwa nilai thitung adalah 16,023 sedangkan ttabel sebesar 2,04523 sehingga dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel. Nilai Signifikansi p-value didapatkan hasil 0,000 < 0,05 yang artinya ada perubahan sebelum dan sesudah diberikan treatment. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak , yang artinya Hypnobirthing efektif dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu, hal ini dapat dilihat adanya perubahan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan perlakuan (treatment).Kecemasan adalah keadaan emosi yang memiliki ransangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan dan adanya perasaan aprehensif bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, (Nevid, dkk, 2005). Kecemasan pada ibu hamil dipengaruhi oleh usia, paritas, pendidikan dan pekerjaan (Wibisono, 2005). Responden rata-rata merupakan primigravida berusia 20-25 tahun dan berpendidikan SMA serta Perguruan Tinggi, ibu-ibu hamil tersebut sebagian besar memiliki tingkat kecemasan tinggi. Pada saat kehamilan, kecemasan dapat memiliki dampak negatif pada fisiologi ibu hamil dan janinnya. Spitz (2013) menjelaskan terdapat beberapa dampak negative dari kecemasan pada ibu hamil, diantaranya adalah bayi lahir premature dan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Kecemasan pada ibu hamil dapat dikurangi dengan melakukan relaksasi hal ini senada dengan pendapat Arifin (2007) yang menjelaskan bahwa terdapat beberapa metode non farmakologi untuk mengontrol kecemasan pada ibu hamil diantaranya adalah hipnosis, acurpressure, yoga, umpan balik biologis (biofeedback), sentuhan terapeutik, terapi aroma, terapi uap. Hypnobirthing adalah metode kombinasi antara proses kelahiran alami dengan hypnosis yang dimana metode ini memberikan teknik-teknik untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman pada saat akan melakukan proses persalinan, dimana disini ibu hamil akan mampu bekerjasama dengan tubuh dan sensasi nyeri persalinan dibandingkan dengan berjuang melawannya (Mongan, 2007). Dengan kondisi emosi yang tenang, nyaman, stabil, dan rajin menanamkan afirmasi positif, ibu hamil mampu menetralisir semua rekaman-rekaman negative di pikiran bawah sadarnya mengenai kehamilan dan proses persalinan. Kondisi stabil dan seimbang dengan relaksasi yang dalam juga membuat ibu hamil semakin peka terhadap janinnya. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan kecemasan pada ibu hamil menurun. Sebagaimana penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu mengalami penurunan setelah adanya treatment  hypnobirthing training, maka hal ini menunjukkan bahwa hypnobirthing efektif dalam menurunkan kecemasan. Dengan kondisi Ibu Hamil yang tenang dan rileks selama kehamilan maka kondisi janin pun akan sehat hal ini sesuai dengan pendapat Kuswandi (2014) yang menyebutkan bahwa salah satu manfaat hypnobirthing selama kehamilan adalah membuat kondisi ibu hamil menjadi tenang dan damai selama kehamilannya yang dimana perasaan tenang dan damai ini juga akan dirasakan oleh janinnya. PenutupKesinpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Hypnobirthing efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada Ibu hami di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Penurunan tersebut terlihat pada ketiga aspek kecemasan. Penurunan tertinggi terjadi pada aspek fisik, diikuti oleh aspek kognitif dan terakhir pada aspek emosi. Saran-saran Bagi ibu hamil yang mengalami kecemasan selama kehamilan diharapkan dapat terus mempraktikkan kegiatan hypnobirthing (relaksasi, kegiatan ideomotor, dan afirmasi positif) agar kecemasannya teratasi. Melakukan hypnobirthing akan berdampak juga pada psikis ibu dalam menghadapi persalinan supaya bayi yang dikandung juga merasakan nyaman dan tenang.Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menyempurnakan rancangan eksperimen. Desain ekperimen dapat disempurnakan dengan menambah kelompok kontrol, melakukan post-test secara berkala (untuk melihat apakah efek dari treatment konsisten atau tidak), menambah metode seperti  memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah yang kemudian pada sesi selanjutnya dapat dibawa kembali. Peneliti selanjutnya juga dapat memperketat pemilihan subjek dengan menambah variable kontrol seperti umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan tipe kepribadian pada ibu hamil agar data lebih homogenDAFTAR RUJUKAN Arifin, E. 2007. Kesehatan Jiwa dan Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang Bülez, T.  & Soğukpınar. 2018. Evaluation of the Effect of Hypnobirthing Education during Antenatal Period on Fear of Childbirth. The European Research Journal, (Online), 5 (2): 350 – 354, (https://www.eurj.org), diakses 3 Desember 2018Bonari, L. 2003. Perinatal Risks of Untreated Depression During Pregnancy.            The Canadian Journal of Psychiatry. (Online), 49 (11): 726 – 735, (https://journals.sagepub.com), diakses 3 Desember 2018Church, D. 2009. The Genie in your Genes. Epigenetic Medicine and New Biology of Intention. Santa Rosa: Energy Psychology Press.  Harahap T. I. 2016. Hubungan antara dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester ketiga. Jurnal Psikologi. Kaplan H. & Sadock B. 2010. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Tangerang: Penerbit Binarupa AksaraKuswandi, L. 2014b. Hypnobirthing: A Gentle Way to Give a Birth. Jakarta: Penerbit Pustaka BundaMaimunah, S. 2007. Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Pertama. Jurnal Ilmu Psikologi Manzoni, G.M. 2008. Relaxation Training of Anxiety: a Ten-years systematic Review with meta-analysis. Journal of Pyschiatry.  (Online), 20 (8): 709 – 732, (https:/ www.bmcpsychiatry.biomedcentral.com), diakses 3 Desember 2018Marliana. 2016. Pengaruh Hypnobirthing dalam penurunan tekanan darah, kecemasn denyut nadi pada Primigravida. Jurnal Ilmu Kesehatan Marliani, R. 2013. Psikologi Eksperimen. Bandung: Pustaka Setia. Mochtar, I. & Muis, M. 2008. Faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja dan Kecemasan pada Ibu Hamil di Puskesmas Batua Kota Makassar. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Mongan. F. 2007. Hypnobrithing: A Natural Apporach to a Safe, Easier, More Comfortable Birthing. USA: Health communicationNevid, J, Rathus, S & Greene, B 2005. Psikologi  Abnormal  edisi kelima Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.Philips, M. 2012. Birthing Outcomes from an Australian Hypnobirthing programme. British Journal Midwifery. (Online), 20 (8): 726 – 735, (https://www.magonlinelibrary.com), diakses 3 Desember 2018Pieter, H.Z. 2012. Pengantar Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan. Suatu Kajian Psikologi. Jakarta: Kencana Prenada Media GroupRice, P. 1992. Stress and Health, 2nd edition. California: Brooks/Cole Publishing Company.Spitz,  LD dan Petersen AC. 2013. Cortisol reactivity and anxiety and depression in pregnant adolescents: a longitudinal perspective. Journal of Psychoneuroendocrinology Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.Wibisono, A. 2005. Pengaruh keikutsertaan senam hamil terhadap kecemasan primagravida trimester ketiga dalam menghadapi persalinan. Jurnal Kesehatan &nbsp

    Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kecemasan Menarche Siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuia) kecerdasan emosional siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri,b) kecemasan menarche siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri,c) hubungan kecerdasan emosional dan kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri. Subjek penelitian berjumlah 96 orang.Instrumen berupa skala kecerdasan emosional dan skala kecemasan menarche yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori terkait yang sudah ada sebelumnya. Skala kecerdasan emosional berjumlah 61 butir dengan tingkat reliabilitas 0,933 (reliabilitas sangat tinggi), dan skala kecemasan menarche berjumlah 28 butir dengan tingkat reliabilitas 0,840 (reliabilitas sangat tinggi). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Hasil analisis deskriptif menyatakan bahwa 51,32% siswi memiliki kecerdasan emosional dalam kategori tinggi, dan 65,62% siswi memiliki kecemasan menarche dalam kategori rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan teknik Pearson Product Moment diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dan r sebesar -0.527 artinya terdapat korelasi negatif antara kecerdasan emosional dan kecemasan menarche siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri. Korelasi negatif adalah semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional siswi maka akan semakin rendah tingkat kecemasan menarche yang dirasakan.Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitua) kecerdasan emosional siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri dalam kategori tinggi,b) kecemasan menarche siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri dalam kategori rendah,c) terdapat korelasi negatif antara kecerdasan emosional dan kecemasan menarche siswi Sekolah Dasar di Kelurahan Dermo Kota Kediri. Saran yang diberikan yaitua) bagi siswi diharapkan untuk lebih mengelola kecemasannya dengan bertanya kepada orang disekitarnya yang memiliki pemahaman terkait menstruasi dan tidak menghindari pembicaraan terkait menstruasi,b) bagi orang tua diharapkan untuk lebih terbuka dengan perkembangan yang terjadi pada anak perempuannya dan memberikan dampingan lain dari sisi agama dan kebersihan organ intim,c) bagi sekolah diharapkan membuat poster pengenalan tentang mesntruasi,d) bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mengembangkan penelitian dengan menambah variabel maupun subjek penelitian

    Pengaruh Terapi Menulis Ekspresif terhadap Penurunan Kecemasan pada Mahasiswa

    No full text
    RINGKASANQonita, Nurdina Lafi. 2018. Pengaruh Terapi Menulis Ekspresif terhadap Penurunan Kecemasan pada Mahasiswa. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Penndidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si.,(II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata kunci: terapi menulis ekspresif, kecemasanMahasiswa memiliki banyak kekhawatiran yang berasal dari sejumlah tekanan seperti tugas perkuliahan, ujian, praktikum, merasa salah memilih jurusan, nilai yang kurang memuaskan, adaptasi dengan lingkungan baru, hidup mandiri, masalah keuangan dan konflik intrapersonal (Kholidah & Alsa, 2012). Kekhawatiran tersebut menjadi kecemasan yang apabila tingkatannya besar maka akan mengganggu aktivitas dan pencapaian baik akademik maupun non akademik di kampus. Kecemasan telah menjadi permasalahan yang banyak dikeluhkan mahasiswa pada layanan konseling kampus, lebih dari masalah lain seperti depresi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap penurunan tingkat kecemasan pada mahasiswa. Partisipan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n=15) yang diberi intervensi berupa terapi menulis ekspresif sebanyak empat sesi dan kelompok kontrol (n=15) yang tidak diintervensi. Kecemasan diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) pada pre-test dan post-test. Hasil uji pengaruh menggunakan Mann Whitney U Test menunjukkan nilai zhitung = 4,671 dengan nilai p=0,001 sehingga H0 ditolak atau dapat dikatakan bahwa skor perolehan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki perbedaan yang signifikan. Nilai r-square¬ sebesar 0,624 berarti pengaruh terapi ini terhadap kecemasan ialah sebesar 62,4%. Dapat disimpulkan bahwa terapi menulis ekspresif dapat digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan yang terjadi pada mahasiswa

    Perbedaan Penalaran Moral Remaja Pondok Pesantren dan Sekolah Umum

    No full text
    RINGKASANKhotimah, Maulani Firul. 2018. Perbedaan Penalaran Moral Remaja Pondok Pesantren dan Sekolah Umum. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing:(I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si,(II) Drs. Moh. Bisri, M.Si. Kata kunci: penalaran moral, pesantren, sekolah umumTujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penalaran moral remaja pondok pesantren dan sekolah umum. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan komparatif. Populasi adalah siswa/siswi Mts Nurul Ulum dan SMP Laboratorium UM sebanyak 73 pada masing-masing sekolah dengan teknik pengambilan sampel Cluster Sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket terbuka mengenai penalaran moral yang diadaptasi dari Defining Issue Test (DIT) dengan reliabilitas Interclass Correlation Coeeficient (ICC) yaitu sebesar 0,834.Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji-t dan deskripsi komparatif dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya ada perbedaan penalaran moral remaja pondok pesantren dan sekolah umum.Hal tersebut dapat dilihat dari:(a) hasil nilai uji-t dengan nilai t=4,740 dan p=0,02 (

    STUDI KASUS PENERIMAAN DIRI PADA PELAKU PELANGGARAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

    No full text
    RINGKASANRusiana, Intan Dwi.S. 2019. STUDI KASUS PENERIMAAN DIRI PADA PELAKU PELANGGARAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN  LOWOKWARU KOTA MALANG. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. PembimbingPravissi Shanti S.Psi., M.Psi. Kata kunci : penerimaan diri, pelaku pelanggaran lalu lintas, korban meninggal dunia, studi kasus, lembaga permasyarakatanPerkembangan transportasi, khususnya transportasi darat telah membuat munculnya berbagai permasalahan lalu lintas seperti pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Kelalaian yang dilakukan oleh pengemudi karena ketidakpatuhan akan peraturan lalu lintas dapat menyebabkan seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban meninggal dunia. Oleh sebab itu, pelaku pelanggaran akan dikenai pidana sanksi penjara akibat tindak pidananya. Walaupun pada kenyataannya, pelaku pelanggaran lalu lintas adalah orang-orang yang menjadi korban keadaan karena kecelakaan yang terjadi murni ketidaksengajaan dan mereka harus dihukum karena keadaan memaksa mereka untuk menjalani hukuman. tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bagaimana penerimaan diri pada pelaku pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.Berdasarkan beberapa teori menyatakan bahwa individu yang dapat menerima dirinya ialah individu yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, mampu dan mau menerima keadaan diri baik kelebihan atau kekurangan, sehingga dapat memandang masa depan lebih positif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Pada penelitian ini, pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, serta dalam hal uji keabsahan data menggunakan wawancara significant others dan member check. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, yakni narapidana laki-laki yang masih aktif di Lapas Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat kemunculan aspek penerimaan diri yang berbeda-beda pada masing-masing partisipan yang dipengaruhi oleh faktor dukungan dari lingkungan sekitar, penyesuaian diri terhadap kondisi penjara, penolakan dari keluarga korban, kemampuan dalam menyeimbangkan antara real self dan ideal self dalam menghadapi vonis hakim serta pandangan terhadap diri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian juga ditemukan, adanya faktor religiusitas pada kelima partisipan sehingga membantu proses penerimaan diri.SUMMARYRusiana, Intan Dwi.S. 2019.CASE STUDY OF TRAFFIC VIOLATORS THAT RESULTED IN VICTIMS DEATH SELF ACCEPTANCE IN MALANG LOWOKWARU PRISON. Thesis, Faculty of Psychology Education, State University of Malang.SupervisorPravissi Shanti S.Psi., M.Psi. Key word : self-acceptance, traffic violators, death victims, case studies, prisonThe development of transportation, especially land transportation has caused various traffic problems such as violations, traffic jams and traffic accidents. Negligence committed by the driver due to non-compliance with traffic regulations can cause a person to experience a traffic accident that can result in the death of the victim. Therefore, violators will be subject to criminal sanctions due to their criminal acts. Even though in reality, traffic violators are people who are victims of circumstances because of accidents that occur purely by accident and they must be punished because circumstances force them to serve their sentences. The purpose of this study is to describe how self-acceptance of traffic violators causes death. Based on several theories, states that individuals who can accept themselves are individuals who have a positive attitude towards themselves, are able and willing to accept the condition of themselves both advantages or disadvantages, so that they can view the future more positively. This research was conducted by using qualitative method with study case technique. In this study, data collection used semi-structured interviews, observation, and documentation studies, as well as in terms of data validity testing using significant others interviews and member checks. The participants in this study were five people, namely male prisoners who were still active in Malang Lowokwaru Prison. This study concludes that there are different aspects of self-acceptance in each participant that are influenced by factors of support from the surrounding environment, adjustment to prison conditions, rejection of the victim's family, ability to balance between real self and ideal self in the face of verdict and view of yourself. Based on the results of the study it was also found, there was a factor of religiosity in the five participants that helped the process of self-acceptance

    Hubungan Konformitas Kelompok dengan Ketidakjujuran Akademik pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Putri, Ajeng Fahri N. 2019. Hubungan Konformitas Kelompok dengan Ketidakjujuran Akademik pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Konformitas Kelompok, Ketidakjujuran Akademik, Mahasiswa Ketidakjujuran akademik yang marak terjadi dikalangan mahasiswa yang selanjutnya juga didukung dengan mahasiswa lain yang juga melakukan ketidakjujuran akademik semakin memperkuat perilaku tersebut. Seorang mahasiswa seharusnya mampu menjunjung tinggi etika mahasiswa yang terikat dengan peraturan kampus. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketidakjujuran akademik adalah teman sebaya dalam faktor kontekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konformitas kelompok dengan ketidakjujuran akademik pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.  Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi sejumlah 360 mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Sampel sebanyak 177 mahasiswa dan diambil dengan teknik simple random sampling, caranya dengan melakukan memilih mahasiswa angkatan 2017 dan 2018 secara acak melalui absen dari kedua angkatan tersebut yang kemudian menghubungi salah satu sampel dari nomor yang dimiliki peneliti dan dilanjutkan dengan meminta nomor handphone yang menjadi sampel terpilih dan memberikan link google form pada sampel.. Instrumen yang digunakan adalah skala konformitas kelompok dengan reliabilitas 0,913 dan skala ketidakjujuran akademik dengan reliabilitas 0,912. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang memiliki konformitas kelompok dalam kategori rendah dengan pesentase 36,16% dan memiliki ketidakjujuran akademik dalam kategori tinggi dengan persentase 28,18%. Terdapat hubungan positif antara konformitas kelompok dengan ketidakjujuran akademik, dengan nilai rxy 0,807, p-value < 0,05, artinya semakin tinggi konformitas kelompok maka semakin tinggi pula ketidakjujuran akademik mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi mahasiswa diharapkan mampu mengerjakan tugas ataupun ujian sesuai dengan kemampuan sendiri, tanpa merasa takut adanya tekanan atau keterasingan dari kelompok, sehingga akan terwujud mahasiswa-mahasiswa yang jujur terhadap proses pembelajaran akademik. Untuk pihak Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang yaitu diharapkan untuk mensosialisasikan peraturan akademik kepada seluruh mahasiswa secara luas dan memberikan sanksi yang tegas berupa pengurangan nilai terhadap mahasiswa yang melanggar peraturan. Sedangkan untuk penelitian dimasa yang akan datang, penulis menyarankan untuk meneliti dan mencermati kembali faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap ketidakjujuran akademik pada mahasiswa

    Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Psychological Well-Being Pada Karyawan Hotel Ijen Suites Resort And Convention Malang.

    No full text
    RINGKASANPradipa, Indah. 2019. Hubungan Antara Beban Kerja Dengan PsychologicalWell-Being Pada Karyawan Hotel Ijen Suites Resort And Convention Malang. Skripsi, Jurusan   Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini S.Psi, M.PsiKata kunci: Beban Kerja, Psychological Well-Being, Karyawan.Psychological Well-Being adalah suatu penilaian terhadap diri sendiri dimana individu  memiliki kesehatan mental yang positif yang dapat menerima dan mengakui keadaan pada dirinya, memiliki perasaan yang hangat dengan orang lain, mandiri, mampu menciptakan kondisi yang sesuai dengan keadaan psikisnya, mempunyai arah tujuan hidup yang jelas, serta mampu mengembangkan potensinya secara terus – menerus. Salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being pada karyawan adalah tuntutan pekerjaan. Beban kerja adalah sejauh mana kapasitas individu pekerja dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada individu tersebut, yang dapat diindikasikan dari jumlah pekerjaan yang harus dilakukan, batasan waktu yang dimiliki oleh pekerja dalam menyelesaikan tugasnya, dan dengan target tertentu yang berkaitan dengan kapasitas maksimum. Tuntutan pekerjaan seperti beban kerja yang diberikan perusahaan, tuntutan emosional, kelelahan, dan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kesejahteraan psikologis karyawan.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan antara beban kerja dengan psychological well-being. Penelitian ini melibatkan 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan analisis full time equivalent untuk beban kerja dan pengumpulan data untuk psychological well-being menggunakan skala Likert yang terdiri 48 aitem valid dan realibilitas sebesar 0,741. Hasil penelitian menunjukan bahwa 52,5% karyawan memiliki beban kerja tinggi, dan 47,5% karyawan memiliki beban kerja yang rendah, serta 46,25% karyawan memiliki psychological well-being rendah, dan 53,75% karyawan memiliki psychological well-being tinggi. Penelitian ini memiliki nilai signifikansi kolerasi r = 0,412, p = 0,000 < 0,05 yang artinya adanya hubungan positif signifikan beban kerja dengan psychological well-being pada karyawan Hotel Ijen Suites Convention MalangSaran dari penelitian ini adalah untuk perusahan agar mendistribusikan beban kerja secara seimbang kepada semua karyawan dengan insentif yang sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Untuk karyawan agar dapat mengatur beban kerja yang diberikan perusahaan, dan mengembangkan psychological well-being yang dimiliki. Untuk peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan subjek responden yang berbeda, sehingga dapat membandingkan hasil penelitian yang didapat  apakah sama atau berbeda ketika responden penelitian beragam, dan mampu mengembangkan penelitian lebih baik,SUMMARYPradipa, Indah. 2019. The Correlation Between Workload and PsychologicaLWell-Being at Hotel Ijen Suites Resort And Convention Malang. Thesis, Departement of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State Universty of Malang. Supervisor (I) Diyah Sulistiyorini S.Psi, M.PsiKeywords: Workload, Psychological Well-Being, employee Psychological Well-Being is an assessment of oneself where an individual has positive mental health that can accept and acknowledge his condition, has a warm feeling with others, is independent, is able to create conditions that are in accordance with his psychological state, has a direction of life clear, and able to develop its potential continuously. Workload is the extent to which the capacity of individual workers is needed in completing tasks assigned to the individual, which can be indicated from the amount of work that must be done, the time limit possessed by the worker in completing his task, and with certain targets related to maximum capacity. Workload is a demand of a job. Job demands include, high or low workloads, can affect an individual's physical health and have a time limit for completing a job. One of the factors that influence psychological well-being on employees is the job demand. Psychological well-being can be influenced by several things, namely personality factors, individual differences, emotions, physical health, relationship attachment, social status and wealth and achievement of goals.The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between workload and psychological well-being. This study involved 80 respondents were selected using purposive sampling techniques. Instruments of research include  full time equivalent analysis for workload and  for psychological well-being using a Likert scale consisting of 48 valid and reliability items of 0.741. The results showed that 52.5% of employees have a high workload, and 47.5% of employees have a lower workload, as 46.25% of employees have a lower psychological well-being, and 53.75% of the employees have the psychological well-being high. This research has significance correlation value of r = 0,412, p = 0,000 < 0,05, which means a positive relationship between workload with psychological well-being of employees Suites Convention Hotel Ijen Malang   Suggestions from this study is for companies that distribute workload in a balanced manner to all employees with the appropriate incentives with a given workload. For employees to be able to adjust the workload of a given company, and develop psychological well-being owned. For further research is hoped to do research with respondents of different subjects, so as to compare the results obtained are the same or different when respondents diverse research, and are able to develop better research

    HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XII SMA

    No full text
    Minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan kecenderungan yang menyangkut perasaan senang, keinginan, harapan, ketertarikan serta dorongan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus dari sekolah menengah. Efikasi diri yaitu keyakinan yang dimiliki individu mengenai kemampuan dirinya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tingkat pendidikan orang tua merupakan jenjang pendidikan yang telah ditempuh orangtua melalui pendidikan formal di sekolah dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.Penelitian ini bertujuan1) Mengetahui minat melanjutkan ke perguruan tinggi, efikasi diri dan tingkat pendidikan orangtua siswa kelas XII SMA.2) Mengetahui hubungan efikasi diri dengan minat melanjutkan ke perguruan tinggi, tingkat pendidikan orangtua dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hubungan efikasi diri dan tingkat pendidikan orangtua dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggiSubjek penelitian 51 siswa SMA kelas XII di Kecamatan Glagah, Lamongan.Data penelitian diperoleh menggunakan dua skala yaitu skala minat dan skala efikasi diri serta satu angket tingkat pendidikan orangtua. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi.Hasil penelitian menunjukkan1) Siswa kelas XII SMA di Kecamatan Glagah memiliki minat yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memiliki efikasi diri yang tinggi, memiliki orangtua dengan tingkat pendidikan menengah.2) Analisis korelasi sederhana menujukkan terdapat hubungan antara efikasi diri dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terdapat hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 3) Analisis korelasi ganda menunjukkan terdapat hubungan antara efikasi diri dan tingkat pendidikan orangtua dengan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi

    Pengaruh Film Thriller IT Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresif Pada Remaja Di Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao

    No full text
    RINGKASANRorrse, Margret Pratiwi Raya. 2019. Pengaruh Film Thriller IT Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresif Pada Remaja Di Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Mohammad Bisri, M.Si. sKata Kunci: film thriller, remaja, perilaku agresif, pencak silat Perilaku Agresif adalah perilaku atau kecenderungan perilaku yang niatnya untuk menyakiti orang lain baik secara fisik, verbal dan psikologis. Perilaku agresif dapat muncul melalui pengamatan terhadap perilaku model dan akibat yang ditimbulkannya atas model tersebut. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa perilaku tokoh film thriller yang ditayangkan dapat ditiru oleh subjek di Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao. Tujuan Penelitian ini adalah membuktikan secara empiris pengaruh film thriller terhadap kecenderungan perilaku agresif pada remaja di Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 33 remaja di Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao. Treatment dilakukan dengan memberikan penayangan film thriller untuk mengetahui pengaruh film terhadap subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu skala perilaku agresif yang terdiri dari 25 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,867. Perhitungan thitung diperoleh hasil sebesar -8,357 dan ttabel sebesar 2,034 dengan membandingkan thitung dan ttabel diperoleh thitung> ttabel yaitu -8,357>2,034. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh film thriller terhadap kecenderungan perilaku agresif remaja di organisasi pencak silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao dengan nilai signifikansi nilai p=0,000 ttable namely -8,357>2,034.The results showed that there was influence thriller film to adolescents aggressive behavior tendencies in Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria Ranting Paroki Santa Theresia Rantepao Organization the result is significant p value = 0,00

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇