Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Dampak Pelajaran Menyanyi Terhadap Perolehan Bahasa Dan Respon Emosi negatif Pada Anak Autisme.

    No full text
    ABSTRAK   Kumalasari, Dessy. 2009. Dampak Pelajaran Menyanyi Terhadap Perolehan Bahasa Dan Respon Emosi negatif Pada Anak Autisme. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd., (2)Anies Syafitri, M.Psi, Psikolog.   Kata Kunci :    Menyanyi, Pemerolehan Bahasa, Respons Emosi Anak Autisme.   Gangguan dalam berbicara merupakan salah satu gejala yang ada pada anak autisme. Gangguan dalam berbicara pada anak autisme menyebabkan anak tidak mampu mengutarakan keinginannya secara baik. Hal itulah yang menyebabkan munculnya respon emosi pada anak autisme,seperti marah, senang, takut, kecewa, sedih, dan lain sebagainya. Pemberian pelajaran berbahasa melalui menyanyi pada anak autisme sangat dibutuhkan. Dengan belajar menyanyi diharapkan dapat menambah kosakata anak sehingga mampu menyampaikan keinginannya dan respon emosi yang dimilikinya lebih terkontrol dengan baik. Metode menirukan diberikan untuk membantu anak autisme  menambah kosa kata yang dimilikinya sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbahasa. Penelitian ini dilakukan di Sekolah AutismeLaboratorium Universitas Negeri Malang, tanggal 25 Agustus sampai 10 September 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian experimental dengan pendekatan within Subject, dengan nama desain one group pretest- posttest design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelajaran menyanyi dan metode menirukan, sedangkan variabel terikat adalah pemerolehan bahasa dan respon emosi pada anak autisme. Instrument yang digunakan adalah observasi dengan dilengkapi sedikit wawancara, serta materi lagu “Dua mata Saya” dan “ Satu-Satu”.Subyek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang siswa dengan kriteria sebagai berikut: Memiliki kemampuan verbal dan tidak bisu, Menjalani program terapi di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang, Tidak mengalami hambatan selain autisme seperti RM (retardasi Mental). Analisis akhir penelitian berdasarkan hasil penelitian uji kolmogorov smirnov diketahui bahwa pelajaran menyanyi dengan metode menirukan berhubungan dengan kemampuan pemerolehan bahasa anak autisme, hal ini terlihat dari perbedaan skor pretest dan posttest hasil pengukuran perkembangan anak autisme. Analisis hasil penelitian uji-t menunjukkan bahwa dengan pemberian pelajaran menyanyi dengan metode menirukan terbukti berpengaruh positif pada pemerolehan bahasa dan respon emosi, karena dapat membantu anak autisme menambah perbendaharaan kosakata yang dimilikinya sehingga semakin bertambah banyak bahasa dan memperbaiki komunikasinya sehingga anak autisme mampu mengekspresikan keinginannya sehingga meminimalisasi respon emosi yang ada pada anak autisme. Dengan diajarkannya pelajaran menyanyi dengan menggunakan metode menirukan ini pada anak autisme membantu lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan sehingga membawa perubahan yang cukup meningkat pada perkembangan bahasa dan membawa perubahan terhadap respon emosi yang tidak dikehendaki pada anak autisme. Perubahan respon emosi yang tidak dikehendaki ini muncul karena anak autisme tidak mampu mengekspresikan kebutuhannya dan tidak mampu mengkomunikasikan dengan orang lain karena keterbatasan bahasa yang dimiliki, sehingga dengan diajarkannya pelajaran menyanyi ini dapat membantu anak autisme mengekspresikan kebutuhannya dan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah Peneliti selanjutnya dengan subjek anak autisme, hendaknya dapat memberikan media pembelajaran yang lain seperti contoh gambar yang dapat membuat anak lebih mudah dan tertarik untuk mengikuti pelajaran menyanyi serta membuat anak merasa lebih bersemangat, agar hasil yang diinginkan bisa lebih optimal. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengendalikan secara ketat variabel ekstra yang lain seperti kondisi subjek dalam melakukan pelajaran menyanyi dan lingkungan penelitian eksperimen berlangsung dan memperbanyak jumlah subjek yang akan diteliti serta menambah waktu perlakuan eksperimen agar diperoleh hasil yang lebih optimal.

    Hubungan Komunikasi Interpersoal terhadap Kepuasan Perkawinan Isteri pada Usia Perkawinan Kurang dari 5 Tahun

    No full text
    ABSTRAK   Aisyiyah, Mardika. 2012. Hubungan Komunikasi Interpersoal terhadap Kepuasan Perkawinan Isteri pada Usia Perkawinan Kurang dari 5 Tahun. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti M.Si (II) Ninik Setyowati S.Psi M.Psi   Kata Kunci : komunikasi interpersonal, kepuasan perkawinan.   Komunikasi interpersonal merupakan salah satu faktor penentu kepuasan perkawinan. Usia perkawinan kurang dari 5 tahun rentan dengan konflik, hal ini dikarenakan kurangnya penyesuaian dan pengalaman hubungan interpersonal yang belum banyak. Komunikasi merupakan faktor utama yang rentan menyebabkan konflik dalam perkawinan selain penghasilan, anak, orang ketiga, seks, kenyakinan, mertua dan ragam perbedaan. Setiap pasangan suami isteri yang usia perkawinannya kurang dari 5 tahun pasti mendambakan kepuasan dalam perkawinannya, ini dapat tercapai jika komunikasi interpersonal mereka berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersoal terhadap kepuasan perkawinan isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui Komunikasi Interpersonal isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun. 2) Untuk mengetahui Kepuasan Perkawinan isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun. 3) Mengetahui hubungan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan perkawinan isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) degan menggunakan 40 orang sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal dan skala kepuasan perkawinan dengan metode Likert. Analisis korelasional menggunakan analisis product moment dengan menggunakan program SPSS for windows 16.0 (Statistic for Social Science). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun pada kategori rendah dengan persentase 40%. Sedangkan kepuasan perkawinan isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun juga berada pada kategori rendah dengan persentase 40%. Hasil analisis r=0,780 dengan Sig 0,000 < 0,050, menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mempunyai hubungan positif dengan kepuasan perkawinan isteri pada usia perkawinan kurang dari 5 tahun. Sehingga bila komunikasi interpersonal tinggi maka kepuasan perkawinan juga tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pengetahuan bagi isteri yang usia perkawinannya kurang dari 5 tahun agar mampu meningkatkan komunikasi iterpersonalnya terhadap suaminya sehingga diperoleh kepuasan perkawinan yang tinggi.Selain itu diharapkan bagi peneliti lain, agar dapat memperluas penelitian ini dengan menggunakan rancangan penelitian yang berbeda, seperti eksperimen dan untuk meneliti dengan variabel lain yang dapat berpengaruh pada kepuasan perkawinan.

    HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KONFORMITAS PADA AKTIVIS DAKWAH KAMPUS DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Nashihin, Syam Arom. 2012. Hubungan antara Harga Diri dengan Konformitas pada Aktivis Dakwah Kampus di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: harga diri, konformitas, aktivis dakwah kampus.   Manusia dituntut untuk berperilaku konform terhadap norma yang berlaku dalam interaksi-interaksi sosial agar aktivitas sosial berjalan dengan harmonis. Dakwah kampus merupakan salah satu aktivitas sosial yang menuntut adanya konformitas aktivis dakwah kampus terhadap norma-norma lembaga dakwah kampus agar agenda dakwah berjalan dengan baik. Harga diri adalah salah satu karakter kepribadian yang mempengaruhi perilaku konformitas. Individu dengan harga diri tinggi cenderung untuk menolak konformitas dan independen. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menggambarkan harga diri pada aktivis dakwah kampus Universitas Negeri Malang, (2) untuk menggambarkan konformitas pada aktivis dakwah kampus Universitas Negeri Malang, (3) untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan konformitas kelompok pada aktivis dakwah kampus di Universitas Negeri Malang. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara harga diri dengan konformitas kelompok pada aktivis dakwah kampus di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah subyek 70 mahasiswa aktivis dakwah kampus di Universitas Negeri Malang. Teknik pengambilan data menggunakan skala harga diri yang diadaptasi dari Coopersmith Self-Esteem Inventory dan skala konformitas model Likert. Analisis korelasional dihitung dengan menggunakan teknik statistik product moment dari Pearson dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivis dakwah kampus di Universitas Negeri Malang memiliki harga diri yang sangat tinggi sebanyak 9 orang (12,85%), tinggi sebanyak 9 orang (12,85%), sedang sebanyak 32 orang (45,7%), rendah sebanyak 16 orang (22,85%), dan sangat rendah sebanyak 4 orang (5,7%). Sedangkan konformitas yang sangat tinggi sebanyak 5 orang (7,14%), tinggi sebanyak 20 orang (28,57%), sedang sebanyak 23 orang (32,85%), rendah sebanyak 16 orang (22,85%), dan sangat rendah sebanyak 6 orang (8,57%). Analisis korelasional menunjukkan hasil r xy = 0,417 dengan signifikansi = 0,000 (p < 0,001), hal tersebut berarti bahwa ada hubungan positif antara harga diri dan konformitas pada aktivis dakwah kampus di Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil di atas, diharapkan peneliti selanjutnya mampu mengembangkan penelitian ini dengan rancangan penelitian yang lebih bervariasi, misalnya dengan metode wawancara. Dan bagi aktivis dakwah kampus agar berusaha untuk terus mengembangkan dirinya dengan sikap positif pada diri sendiri dan mengintegrasikannya dengan perilaku sosial yang sehat demi kemajuan dakwah Islam di lingkup kampus.

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇