Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN ILLNESS PERCEPTION PADA ORANG DENGAN KANKER PAYUDARA DI KOTA MALANG

    No full text
    RINGKASAN Triyanti, Marisa Shinta. 2019. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dan Illness Perception pada Orang dengan Kanker Payudara di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi. M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: Dukungan Sosial Keluarga, Illness Perception, kanker Payudara Individu yang sedang mengalami sakit kronis lebih besar untuk memiliki persepsi sakit yang negatif, diantaranya adalah perasaan cemas, takut akan keberlangsungan hidupnya, salah satunya yaitu pada orang dengan kanker payudara. Oleh sebab itu, dalam menghadapi sakit, agar persepsi sakit itu menjadi positif, dibutuhkan usaha untuk membantu mereka seperti dukungan sosial yang bisa saja didapat dari keluarga, teman, tetangga dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persepsi penyakit pada orang dengan kanker payudara, (2) Dukungan sosial keluarga pada orang dengan kanker payudara, (3) hubungan antara dukungan sosial keluarga dan illness perception pada orang dengan kanker payudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan desktiptif  korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu orang dengan kanker payudara di kota Malang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan kanker payudara yang sedang menjalani pengobatan di RST Dr. Soepraoen Malang. Instrumen berupa skala dukungan sosial keluarga yang dibuat berdasarkan teori dari House dan Khan, reliabilitas sebesar 0,893 dan skala persepsi penyakit dari Moss-Morris, reliabilitas sebesar 0,797. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang dengan kanker payudara di Malang (1) memiliki illness perception yang rendah (positif) sebesar 53,33% (2) mendapatkan dukungan sosial yang seimbang antara tinggi dan rendah sebesar masing-masing 50%, namun jika dilihat dari masing-masing fungsi dari dukungan sosial, rata-rata orang dengan kanker payudara merasa kurang dalam mendapatkan keempat dari fungsi dukungan sosial keluarga (3) ada hubungan tidak signifikan antara dukungan sosial keluarga dan illness perception pada orang dengan kanker payudara dengan p-value sebesar 0,056 > 0,05 dan nilai r_xy  sebesar 0,767 yang artinya walaupun semakin tinggi/rendahnya dukungan sosial keluarga tidak mempengaruhi positif/negatifnya illness perception yang dimiliki oleh orang dengan kanker payudara.   SUMMARY Triyanti, Marisa Shinta. 2019. The Relation between Family Social Support and Illness Perception for People with Breast Cancer in Malang. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi. M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.   Keywords: Family Social Support, Illness Perception, Breast cancer Individuals who are experiencing chronic pain are more likely to have a perception of negative pain, including feeling anxious, fearing for their survival, one of which is breast cancer sufferers. Therefore, in the face of illness, so that the perception of sickness becomes positive, it takes an effort to help them such as social support that can be obtained from family, friends, neighbors, and others. The purpose of this study was to find out (1) family social support for people with breast cancer, (2) illness perception for people with breast cancer, (3) the relationship between family social support and illness perception for people with breast cancer. This study uses a quantitative approach with a correlational desktiptif design. The population in this study were people with breast cancer in the city of Malang and the sample in this study were 30 people with breast cancer who were undergoing treatment at RST Dr. Soepraoen Malang. The instrument is in the form of family social support scale made based on the theory of House and Khan, reliability is 0.893 and the disease perception scale of Moss-Morris, reliability is 0.797. The results of this study indicate that most people with breast cancer in Malang (1) having a low illness perception (positive) of 53.33% (2) get social support that is balanced between high and low by 50% each, but when viewed from each function of social support, the average people with breast cancer feels less in getting the fourth from the family social support (3) there is no significant relationship between family social support and illness perception for people with breast cancer with a p-value of 0.056 < 0 , 05 and the r_xy is 0.767 which means that even though the higher / lower family social support does not affect the positive/negative illness perception that is owned by people with breast cancer

    Perbedaan Kesejahteraan Psikologis pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dan Lansia yang Tinggal di Panti Jompo

    No full text
                                                     ABSTRAKSari, Lutvi Yunita. 2019. Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dan Lansia yang Tinggal di Panti Jompo. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, lansia, keluarga, panti jompo.Kesejahteraan psikologis merupakan hal yang penting sebagai salah satu pencapaian dalam kehidupan seseorang, termasuk lansia. Lansia dikatakan memiliki kesejahteraan psikologis yang baik dengan melihat dari beberapa komponen yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi,penguasaan terhadap lingkungan, keterarahan hidup,dan pengembangan diri.Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:(1) mengetahui tingkat kesejahteraan psikologis lansia tinggal bersama keluarga,(2) mengetahui tingkat kesejahteraan psikologis lansia yang tinggal di panti jompo, (3) mengetahui apakah ada perbedaan kesejahteraan psikologis lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal di panti jompo di kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan deskriptifkomparatif. Subjekpenelitian yaitu lansia dengan usia 60 tahun ke atassebanyak masing-masing 30 lansia yang tinggal bersama keluarga dan 30 lansia yang tinggal di panti jompo denganmenggunakanteknikpurposive sampling. Instrumenpenelitian yang digunakandalampengambilan data menggunakanskalakesejahteraan psikologis. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test diperoleh t-hitung sebesar 3,832 dan koefisien probabilitasnya 0,000 artinya ada perbedaan yang signifikan kesejahteraan psikologis pada lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang di panti jompo, sehingga hipotesis diterima. Hasil menunjukkan bahwa (1) tingkat kesejahteraan psikologis lansia yang tingal bersama keluarga berada pada kategori tinggi, (2) lansia yang tinggal di panti jompo berada pada kategori tinggi, (3) ada perbedaan kesejahteraan psikologis padalansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal di panti jompo. Pada penelitian ini berdasarkan mean yang memiliki kesejahteraan psikologis lebih tinggi yaitu pada kelompok lansia yang tinggal di panti jompo.Berdasarkan hasil penelitian saran praktis adalah agar subjek lansia tetap mempertahankan stabilitas pemikiran yang positif, menambah interaksi sosial, dan tetap melatih kemampuan fisik, motorik, maupun kognitifnya agar kesehatan terjaga dan memperlambat dimensia. Sedangkan untuk anggota keluarga maupun pekerja sosial yang membantu merawat lansia agar tetap memperhatikan kebutuhan fisik dan psikis lansia serta intens mengajak lansia berkomunikasi. Saran untuk peneliti selanjutnya agar menambah dan mengembangkan penelitian lebih mendalam serta mengadakan penelitian terkait aspek lain yang menjadi faktor kesejahteraan psikologis.                                                ABSTRACTSari, LutviYunita. 2019. Differences in Psychological Well-being in the Elderly Who Live with Families and Seniors who Live in Nursing Homes. Undergratuated Thesis, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan,M.Si., M.Ed. (II) Drs. H. Mohammad Bisri,M.Si.Keywords: psychological well-being, elderly, family, nursing home.Psychological well-being is important as one of the achievements in one's life, including the elderly. Elderly is said to have good psychological well-being by looking at several components, there are self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, mastery of the environment, direction of life, and self-development. The objectives of this study are: (1) knowing the level of psychological well-being of the elderly living with family, (2) knowing the level of psychological well-being of the elderly living in nursing homes, (3) knowing whether there are differences in the psychological well-being of the elderly living with family and elderly living in nursing homes in the Pandaan sub-district of Pasuruan.The research method used is a quantitative approach with a comparative descriptive approach. The research subjects were the elderly with the age of 60 years and over as many as 30 elderly who lived with their families and 30 elderly who lived in nursing homes using a purposive sampling technique. The research instrument used in data collection uses a psychological well-being scale.The results of hypothesis testing using Independent Sample t-Test obtained t-count of 3,832 and the probability coefficient of 0,000 means that there is a significant difference in psychological well-being in the elderly who live with family and elderly in nursing homes, so the hypothesis is accepted. The results show that (1) the level of psychological well-being of the elderly who live with the family is in the high category, (2) the elderly who live in nursing homes are in the high category, (3) there are differences in psychological well-being of the elderly living with family and elderly in a nursing home. In this study based on the mean which has a higher psychological well-being in the group of elderly people who live in nursing homes.Based on the results of the research, practical advice is for the elderly subjects to maintain the stability of positive thinking, increase social interaction, and keep practicing their physical, motor and cognitive abilities so that health is maintained and slows down dementia. Whereas for family members and social workers who help care for the elderly to continue to pay attention to the physical and psychological needs of the elderly and intensely invite the elderly to communicate. Suggestions for further researchers to add and develop more in-depth research and conduct research related to other aspects that are factors of psychological well-being

    Hubungan Kepuasan Konsumen Dengan Keputusan Pembelian di Kafe Warunk14 Kota Malang

    No full text
    RINGKASANPratama, Rizal Adhi. 2019. Hubungan Kepuasan Konsumen Dengan KeputusanPembelian Di Kafe Warunk14 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi,Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Gamma Rahmita U.H, S.Psi., M.Psi.&nbsp;Kata Kunci: kepuasan konsumen, keputusan pembelian, pengunjung kafe Warunk14 kota Malang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran kepuasan konsumen di kafe Warunk14 kota Malang (2) gambaran keputusan pembelian di kafe Warunk14 kota Malang (3) pengaruh kepuasan konsumen terhadap keputusan pembelian di kafe Warunk14 kota Malang.&nbsp;Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Subjek penelitian diambil dari pengunjung di kafe Warunk14 kota Malang sebanyak 50 pengunjung dengan menggunakan teknik sampel insidental. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan skala kepuasan konsumen dan skala keputusan pembelian. Uji validitas skala kepuasan konsumen diperoleh pernyataan 37 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,928 pada Alpha Cronbach. Uji validitas keputusan pembelian menggunakan korelasi Pearson Product Moment diperoleh 26 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,923 pada Alpha Cronbach. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengunjung kafe Warunk14 kota Malang memiliki kepuasan pembelian yang sedang (74%) dan memiliki keputusan pembelian yang sedang (70%). Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, data membentuk garis linear, kedua data terbebas dari heteroskedastisitas sebagai syarat uji regresi. Uji hipotesis penelitian ini dengan mengunnakan uji regresi sederhana yang diperoleh nilai R sebesar 0,809; F sebesar 91,246; Pvalue sebesar 0,000; 2 sebesar 0,655. Hal tersebut berarti ada hubungan kepuasan konsumen dengan keputusan pembelian di kafe Warunk14 kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pemilik usaha untuk dapat meningkatkan kepuasan konsumen dengan cara meningkatkan pelayanan dan kualitas produk sehingga konsumen dapat menikmati setiap produk yang ditawarkan kafe dengan lebih baik lagi. Dengan meningkatnya kepuasan konsumen maka akan meningkat juga keputsan pembelian yang diikuti dengan meningkatkan omset penjualan dan usaha akan semakin berkembang

    Hubungan Perfeksionisme dengan Citra Tubuh pada Wanita Anggota Kelompok Olahraga

    No full text
    Citra tubuh merupakan salah satu bidang yang diminati dalam kajian psikologi. Banyak pakar yang melakukan penelitian terkait kepuasan dan ketidakpuasaan tubuh beserta faktor-faktor penyebabnya. Salah satu faktor yang diyakini mempengaruhi citra tubuh adalah trait kepribadian dimana individu dengan tendensi perfeksionisme, menginternalisasi kecantikan ideal dan seringkali membandingkan diri dengan orang lain memiliki risiko lebih tinggi dalam mengembangkan ketidakpuasan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dengan citra tubuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan skala perfeksionisme dan skala citra tubuh pada subjek penelitian. Dalam penelitian ini terdapat 54 subjek wanita berusia 20 hingga 30 tahun yang merupakan anggota dari tiga kelompok olahraga yang berbeda. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi product moment antara perfeksionisme dengan citra tubuh adalah sebesar -0,521 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat ditarik kesimpulanbahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara perfeksionisme dan citra tubuh. Diharapkan para anggota kelompok olahraga dapat mengembangkan citra tubuh positif.Bagi kelompok olahraga diharapkan turut serta membantu meningkatkan citra tubuh positif anggotanya melalui promosi gaya hidup sehat dan olahraga teratur serta membantu anggota untuk berolahraga  dengan tujuan fokus pada kesehatan alih-alih mengurangi berat badan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan skala citra tubuh yang lebih bebas dari bias gender sehingga penelitian dapat dilakukan dengan skala yang lebih luas dengan subjek yang lebih bervariasi

    Hubungan Penerimaan Diri Dengan Penyesuaian Diri Pada Punk Di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Cahyadin, Abid. 2019. Hubungan Penerimaan Diri Dengan Penyesuaian Diri Pada Punk Di Kota Malang.Skripsi. JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Eva, S.Psi, M.Psi, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci : Penerimaan diri, Penyesuaian diri, Punk Punk merupakan hal yang tidak asing lagi di masyarakat Indonesia, punk yang awalnya muncul di Inggris merupakan gerakan yang dibentuk untuk mengkritisi pemerintah pada masa itu. Punk di Indonesia merupakan sub-budaya yang tergolong dipandang negatif oleh masyarakat, karena penampilan dan gaya hidup mereka yang sangat berbeda, sehingga penerimaan diri pada anggota punk sangat penting. Karena dengan penerimaan diri yang baik mereka dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sehingga dapat berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan orang lain. Penelitian ini di lakukan di Kota Malang yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan penerimaan diri dengan penyesuaian diri pada anggota punk di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalahincidental sampling, dengan jumlah sampel 40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri dengan nilai korelasi sebesar 0.637 dengan signifikansi = 0.000 (p < 0.050). Sedangkan uji hipotesis penelitian ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima dengan nilai thitung = 5,090; lebih besar dari ttabel = 2,024. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri punk di kota Malang 52,5% berada di kategori tinggidan47,5% berada di kategori rendah, sedangkan pada penyesuaian dirinya 55% berada di kategori rendah dan sebesar45% ada di kategori tinggi.Dengan H1 diterima maka terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan penyesuaian diripada punk di kota Malang dengan korelasi 0,637dan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi tingkat penyesuaian diri pada anggota punk di kota Malang. ABSTRACT Cahyadin, Abid. 2019. The Correlation between Self-Acceptance and SelfAdjustment members of Punkat Malang City.Undergraduate Thesis. Psychological Department, Faculty of Psychological Education, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Nur Eva, S.Psi, M.Psi, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi. Keyword : Self-Acceptance, Self-Adjustment, Punk Punk is something that is no stranger to Indonesian society, punk which originally appeared in England was a movement that was formed to criticize the government at that time.Punk in Indonesia is a sub-culture that is considered negative by the community, because of their appearance and lifestyle are very different, so that the acceptance of punk members is very important.Because with good self-acceptance they can receive all the advantages and disadvantages that are owned so they can interact and adjust to others.This research was conducted in Malang City which aims to find out how the self-acceptance relationship with adjustment to punk members in Malang City. The sampling technique in this study was incidental sampling, with a sample size of 40.The results showed that there was a significant positive relationship between self-acceptance and self-adjustment with a correlation value of 0.637 with significance = 0.000 (

    Pengaruh Musik Pengiring Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan pada Pabrik Raya Konveksi di Sukun Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Andani, 2019. Pengaruh Musik Pengiring Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan pada Pabrik Raya Konveksi di Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Musik pengiring kerja, produktivitas kerja, karyawan konveksi. Produktivitas kerja merupakan yaitu perbandingan atau hubungan antara berapa hasil output yang dicapai dengan berapa input yang dibutuhkan atau kesluruhan sumber daya yang digunakan. Produktivitas kerja menurut Sedarmayanti (2004) terdiri dari dua aspek yaitu aspek efisiensi dan aspek efektivitas. Karyawan yang memiliki produktivitas kerja tinggi akan menciptakan pengaruh positif bagi perusahaan atau organisasi, salah satunya yaitu menghasilkan keuntungan atau profit yang lebih banyak bagi perusahaan, yang merupakan tujuan dari perusahaan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa karyawan Raya Konveksi memiliki produktivitas kerja rendah di kedua aspek produktivitas kerja. Upaya peningkatan produktivitas kerja dilakukan dengan pemberian treatment musik pengiring kerja berdasarkan analisis kebutuhan yang dibutuhkan oleh karyawan Raya Konveksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran produktivitas kerja karyawan sebelum dan setelah adanya treatment dan untuk mengetahui pengerauh dari treatment musik pengiring kerja dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan model pretest-posttest control group design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik Mann-Whitney. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 30 orang karyawan Raya Konveksi, yang terbagi dalam dua kelompok, 15 orang kelompok eksperimen dan 15 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala produktivitas kerja yang dikembangkan sendiri oleh peneliti yang mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Sedarmayanti (2004) yaitu efisiensi dan efektivitas. Treatment dilakukan menggunakan modul panduan penerapan musik pengiring kerja untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan musik pengiring kerja berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan Raya Konveksi dengan nilai p=0,00

    Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis Pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan

    No full text
    RINGKASAN Soraya, Dayu. 2019. Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis Pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: perkembangan moral, pola asuh orang tua, remaja Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan moral pada remaja ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Penelitian kuantitatif ini berjenis deskriptif dan komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis sampling jenuh dengan jumlah sampel 151. Alat ukur yang digunakan yaitu (a) Defining Issues Test-2 dengan reliabilitas 0,0933 dan (b) skala pola asuh orang tua dengan reliabilitas 0,929. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hipotesis One Way Anova. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan ada perbedaan perkembangan moral pada remaja kelas XI SMA Persatuan Kedungpring ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai F= 9,808 dengan signifikansi 0,000 dan perbedaan P-score berdasarkan pola asuh orang tua, yaitu (a) otoritatif sebesar 14,74, (b) permisif sebesar 12,75, (c) otoriter sebesar 11,47, dan (d) mengabaikan sebesar 10,84. Kemudian diperoleh paparan data sebagai berikut (a) tingkat perkembangan moral remaja dengan pola asuh otoritatif pada tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 1,8%, tahap 3 sejumlah 12,3%, tahap 4 sejumlah 54,4%, tahap 5 sejumlah 12,3%, dan tahap 6 sejumlah 19,3%, (b) remaja dengan pola asuh permisif tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 18,8%, tahap 3 sejumlah 6,3%, tahap 4 sejumlah 43,8%, tahap 5 sejumlah 25%, dan tahap 6 sejumlah 6,3%, (c) remaja dengan pola asuh otoriter tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 0%, tahap 3 sejumlah 52,9%, tahap 4 sejumlah 41,2%, tahap 5 sejumlah 0%, dan tahap 6 sejumlah 5,9%, dan (d) remaja dengan pola asuh mengabaikan tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 14,8%, tahap 3 sejumlah 32,8%, tahap 4 sejumlah 47,5%, tahap 5 sejumlah 3,3%, dan tahap 6 sejumlah 1,6%. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu (a) remaja hendaknya dapat meningkatkan interaksi secara langsung dengan teman sebaya untuk menjalani hubungan yang baik (b) orang tua hendaknya lebih perhatian dalam hal memberikan nilai-nilai yang sesuai dengan ketetapan norma lingkungan yang berlaku (c) sekolah diharapkan mengembangkan kegiatan sosial yang dapat mengembangkan penalaran moral siswa, dan (d) peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan menggunakan variabel bebas lainnya

    Sumbangan Efektif Beban Perawatan dan Keberfungsian Keluarga terhadap Sikap Keluarga Penderita Skizofrenia pada Masa Perawatan di Kota/Kabupaten Malang

    No full text
    Abstrak Natanael, Eunike Leonita Putri. 2019. Sumbangan Efektif Beban Perawatan dan Keberfungsian Keluarga terhadap Sikap Keluarga Penderita Skizofrenia pada Masa Perawatan di Kota/Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Pravissi Shanti, S. Psi., M. Psi Kata kunci: beban perawatan, keberfungsian keluarga, sikap, skizofrenia Keluarga penderita skizofrenia sebagai caregiver informal penderita skizofrenia dan lingkungan terdekat dapat mengembangkan respon yang favorable maupun unfavorable terhadap perawatan skizofrenia berdasar pada kemampuan menyesuaikan diri atau mengatasi situasi penuh tekanan pada masa perawatan skizofrenia. Kota/Kabupaten Malang merupakan kota ketiga dengan jumlah penderita skizofrenia terbanyak di Jawa Timur, disertai prevalensi kejadian pemasungan yang cukup tinggi. Hal ini mengungkap bahwa perawatan skizofrenia di Kota/Kabupaten Malang belum efektif, padahal wilayah Malang raya memiliki akses kesehatan yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sumbangan efektif beban perawatan dan keberfungsian keluarga terhadap sikap keluarga pada masa perawatan skizofrenia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan regresi berganda. Subyek dalam penelitian ini 30 orang anggota keluarga penderita skizofrenia. Tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala beban perawatan dengan 22 aitem valid dan koefisien reliabilitas sebesar 0,904, skala keberfungsian keluarga dengan 60 aitem valid dan koefisien reliabilitas sebesar 0,891, dan skala sikap keluarga terhadap perawatan dengan 37 aitem valid dan koefisien reliabilitas sebesar 0,934. Hasil penelitian ini mengungkap koefisien regresi sebesar 0,837, sehingga ada hubungan positif yang siginifikan antara beban perawatan dan keberfungsian keluarga secara simultan dengan sikap keluarga terhadap perawatan skizofrenia di Kota/Kabupaten Malang. Sumbangan efektif beban perawatan pada sikap keluarga terhadap perawatan skizofrenia, yaitu sebesar 28,3%; sedangkan keberfungsian keluarga sebesar 65,8%. Secara simultan, beban perawatan dan keberfungsian keluarga terungkap mempengaruhi terbentuknya sikap keluarga terhadap perawatan skizofrenia sebesar 70%; dengan demikian masih terdapat faktor lain sebesar 30% yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Saran penelitian ini bagi keluarga penderita skizofrenia diharapkan mempertahankan keterikatan serta hubungan interpersonal dengan anggota keluarga penderita skizofrenia dengan cara mempertahankan perasaan positif selama bersama penderita skizofrenia, tidak menunjukkan sikap diskriminatif dan berusaha memahami serta menerima situasi; meningkatkan keterlibatan yang bersifat suportif dengan perawatan skizofrenia dengan cara menggali pengetahuan tentang skizofrenia sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mendukung perawatan

    Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal pada Siswa SMAN 1 Kedungadem Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    RINGKASANPermatasari, Adinda Ulfa. 2019. Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai Dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa SMAN 1 Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.Kata Kunci: intensitas penggunaan gawai, keterampilan komunikasi interpersonal, siswa SMA Penerapan kebijakan sekolah berbasis IT dalam mengakses pembelajaran online menggunakan gawai menyebabkan siswa aktif melakukan aktivitasnya dengan gawai. Menurut teori used and gratification McQuail (2011), penggunaan gawai berlebih dipengaruhi adanya kepuasan tertentu, sehingga menyebabkan keterampilan komunikasi interpersonal kurang efektif. Akan tetapi, keterampilan komunikasi interpersonal sangat dibutuhkan siswa untuk menunjang kegiatan belajar, berdiskusi, bersosialisasi di masyarakat, dan bekal untuk melamar kerja. Oleh sebab itu, penelitian ini hendak melihat apakah terdapat hubungan intensitas penggunaan gawai dan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa.Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan mencakup siswa kelas X – XII di SMAN 1 Kedungadem. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling berjumlah 122 siswa. Instrumen yang digunakan antara lain 25 aitem valid skala intensitas penggunaan gawai dengan reliabilitas 0,780 dan 48 aitem valid skala keterampilan komunikasi interpersonal dengan reliabilitas 0,928. Hipotesis diuji menggunakan analisis product moment dengan koefisien korelasi (rxy = -0,190) dan signifikan (p = 0,036 ≤ 0,05). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa walaupun signifikan tetapi koefisien korelasi sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun signifikan tetapi hubungannya tidak terlalu kuat sehingga banyak faktor lain terkait hubungan intensitas penggunaan gawai dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa.Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa siswa SMAN 1 Kedungadem memiliki (1) intensitas penggunaan gawai yang menunjukkan durasi penggunaan selama 2-3 jam per hari, dan frekuensi 4 kali dalam sehari, (2) keterampilan komunikasi interpersonal siswa tergolong masih dalam batas cukup, artinya bahwa siswa cukup mampu untuk membuka diri terhadap orang lain, mampu untuk menghargai orang lain, mampu untuk merespon perkataan lawan bicara, mampu berpikiran positif menilai orang lain, serta memiliki kemampuan yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan lawan bicara.SUMMARYPermatasari, Adinda Ulfa. 2019. Correlation Between Smartphone Usage IntensityWith Interpersonal Communication Skill of SMAN 1 Kedungadem students inBojonegoro District. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology, State University of Malang. Advisor: (1) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.Keywords: smartpone usage intensity, interpersonal communication skill, highschool students The application of IT-based school policy in accessing online learning using devices leads to the active use of the smartphone by students in their activities. According to McQuail's (2011) used and gratification theory, the over use of smartphone is influenced by certain satisfaction hence, it causes less effective interpersonal communication skill. The interpersonal communication skill, however, is a necessity for students to support learning activities, discussion, socialization in a community and asset for job application. The research, therefore, tries to find out whether or not there is a correlation between intensity smartphone usage and students’ interpersonal communication skill.The research uses a quantitative approach. Population consists of students of 10th - 12th grade of SMAN 1 Kedungadem. The research sample comprise of 122 students selected using proportional stratified random sampling technique. The research instruments used comprise of 25 items of smartphone usage intensity valid scale with reliability of 0.780 and 48 items of interpersonal communication skill valid scale with reliability of 0.928. The hypothesis is tested using product moment with correlation coefficient of rxy = -0.190. Based on the analysis result, the correlation coefficient is considered significant but showed very low correlation oefficient. It indicates that although the relationship is significant it is not too strong hence, there are many factors involve in the relationship between of smartphone usage intensity and students' interpersonal communication skill.The research result also suggests that students of SMAN 1 Kedungadem have (1) intensity of smartphone usage in a duration of 2-3 hours per day in a frequency of four times a day, (2) students' interpersonal communication skill is fair, it means that students are quite able to open themselves to others, able to respect others, to respond to others’ words, to have a positive thinking to others and to adjust with interlocutors

    HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PENGURUS ORGANISASI PERSATUAN MAHASISWA DONGGO MALANG

    No full text
    ABSTRAKTrimadhani, Rinda. 2019. Hubungan Antara Pengalaman Kerja Dengan Komitmen Organisasi Pengurus Organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang (PEMDO Malang). Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Sudjiono, S.Pd, M. Si.Kata Kunci: Pengalaman kerja, komitmen organisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)&nbsp;gambaran pengalaman kerja pengurus organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang angkatan 2013-2018, (2)&nbsp;gambaran komitmen organisasi pengurus organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang angkatan 2013-2018, (3) hubungan antara pengalaman kerja dengan &nbsp;komitmen organisasi Pengurus Organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang angkatan 2013-2018.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan korelasional kuantitatif. Subjek penelitian diambil dari pengurus organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang angkatan 2013-2018 yang berjumlah 60 pengurus dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan skala pengalaman kerja dan skala komitmen organisasi. Uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment, pada skala pengalaman kerja diperoleh 30 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,903 dan komitmen organisasi diperoleh 29 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,846 pada Alpha Cronbach.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengurus organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang angkatan 2013-2018 memiliki pengalaman kerja yang tinggi (51,67%) dan memiliki komitmen organisasi yang rendah (53,33%). Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan data membentuk garis linear. Uji hipotesis penelitian ini mengunnakan uji hipotesis analisis korelasi Pearson Product Moment yang diperoleh nilai sign = 0.006. Hal tersebut berarti ada hubungan antara pengalaman kerja dengan komitmen organisasi pengurus organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Malang angkatan 2013-2018.Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar para pengurus untuk dapat meningkatkan pengalaman kerja dan komitmen organisasi yang sudah dimiliki oleh pengurus dengan cara terus aktif dalam mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang bersifat sederhana agar kerekatan antar pengurus semakin kuat sehingga akan memunculkan perasaan setiap individu berat untuk meninggalkan organisasi

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇