Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Hubunganantara KecerdasanEmosi denganKeseimbangan Hidup-Kerja pada Ibu yang Bekerja di Bank BRI Cabang Kediri.
RINGKASANAzizah, Azmi Afifah. 2019. Hubunganantara KecerdasanEmosi denganKeseimbangan Hidup-Kerja pada Ibu yang Bekerja di Bank BRI Cabang Kediri. Skripsi, JurusanPsikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi.Kata kunci: Kecerdasanemosi, keseimbangan hidup-kerja, ibu yang bekerjaMeningkatnyajumlahpekerjawanita, akandikutidenganterciptanyatuntutan-tuntutan yang harusdipenuhi para wanitapekerja yang juga berperansebagaiiburumahtangga. Pekerjawanita yang memilikianak, berkewajibanuntukmengasuhanak dan menguruskeperluanrumahtangga, sehinggamemilikikompleksitasperandibandingkanpekerjawanita yang tidakmemilikianak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kecerdasan emosi dan keseimbangan hidup-kerja pada ibu yang bekerja di Bank BRI Cabang Kediri.Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifdenganrancanganpenelitiankorelasional. Populasipenelitiansebanyak63 orang ibu yang bekerja di Bank BRI Cabang Kediridenganjumlahsampelsebanyak50 orangibu yang bekerja. Teknik sampling yang digunakanadalahpurposive sampling. Instrumen yang digunakanberupaskalakecerdasanemosi dan skalakeseimbangan hidup-kerja denganreliabilitas 0,925 dan 0,939. Analisis data secaradeskriptifmenggunakanteknikpresentase dan analisiskorelasimenggunakanteknikproduct moment. Hasil penelitianinimenunjukkanbahwaadahubunganpositifantarakecerdasanemosi dan keseimbangan hidup-kerja pada ibu yang bekerja di Bank BRI Cabang Kedirisebesar r=0,565dengan p=0,00
Hubungan Harga Diri dan Resiliensi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Komplikasi Ulkus Diabetikum
RINGKASAN Sari, Leni Tika. 2019. Hubungan Harga Diridan Resiliensi pada Pasien Diabetes Mellitus yang mengalami Komplikasi Ulkus Diabetikum di Klinik Diva Sejahtera Blitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing ; Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata kunci : harga diri, resiliensi, diabetes mellitus, ulkus diabetikum. Harga diri merupakan evaluasi diri atau penghargaan individu terhadap diri sendiri yang meliputi penghargaan terhadap kebermanfaatan diri serta kemampuan individu dalam menghadapi masalah dalam mempertahankan orientasi dalam menghadapi realita. Resiliensi adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk bertahan menghadapi tekanan dan penderitaan. Harga diri yang rendah merupakan gangguan konsep diri yang dapat muncul pada penderita diabetes mellitus dengan komplikasi ulkus diabetikum.Harga diri yang rendah dapat menimbulkan kecemasan pada penderitanya dan dapat mengganggu proses jalannya pengobatan. Pasien yangtidak menjalani pengobatan secara teratur, tidak resilien karena mereka tidak tahu cara bertahan dalam menghadapi penderitaan dan tekanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu orang yang menderita diabetes mellitus dengan komplikasi ulkus diabetikum di klinik Diva Sejahtera Blitar dan sampel penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengambilan data penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala harga diri dengan reliabilitas 0,953 dan skala resilliensi dengan reliabilitas 0,948. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan skor z dan uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien diabetes mellitus dengan komplikasi ulkus diabetikum di klinik Diva Sejahtera Blitar (1) memiliki harga diri yang tinggi sebesar 53% dari jumlah sampel (2) memiliki tingkat resiliensi yang tinggi sebesar 60% dari jumlah sampel (3) terdapat hubungan yang positif antara harga diri dan resiliensi pada pasien diabetes mellitus dengan komplikasi ulkus diabetikum di klinik Diva Sejahtera Blitar dengan nilai signifikansi0,001dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,555 yang artinya semakin tinggi harga diri yang dimiliki maka kemampuan resiliensi yang dimiliki pasien akan semakin tinggi. Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini ialah (1) bagi pasien untuk lebih menerima dirinya sendiri dan menghargai yang dimilikinya sehingga akan meningkatkan harga diri pada dirinya sendiri (2) bagi klinik Diva Sejahtera memberikan pengarahan pada pasien mengenai pentingnya menghargai diri sendiri pada pasien (3) untuk peneliti selanjutnya untuk mengembangkan variabel lain yang juga memiliki kemungkinan berhubungan dengan tinggi rendahnya resiliensi.
Modal Psikologi sebagai Prediktor Self Compassion pada Pengangguran Usia Poduktif di Kelurahan Panggungrejo Kkota Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai self awareness yang ada pada diri ibu PSK terkait dengan cara dan kesadaran dirinya dalam memberikan pendidikan seksual bagi anaknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan validitas interpretif dengan triangulasi data. Penelitian dilakukan di Lingkungan Lokalisasi Gedangsewu Kecamatan Pare dengan jumlah subyek 3 orang ibu yang berprofesi sebagai PSK dengan usia anak rentangan usia 9-14 tahun serta significant others sejumlah 3 orang. Penelitian menunjukkan bahwa dua orang subyek dengan anak berjenis kelamin perempuan mengatakan bahwa memberikan pendidikan seksual bagi anak itu penting untuk melindungi anaknya dari pengaruh negatif lingkungan. Sementara satu orang subyek dengan anak berjenis kelamin laki-laki menyatakan bahwa pendidikan seksual tidak penting diberikan untuk anaknya karena menganggap bahwa lebih penting pendidikan formal dan keagamaan. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa ibu PSK telah memiliki kesadaran diri dalam tingkatan mampu menyadari risiko dari pekerjaannya, memahami pengaruh negatif dari lingkungan kepada anak, serta mampu untuk sebisa mungkin memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Pendidikan seksual yang diberikan oleh ibu kepada anak diantaranya adalah membatasi dengan siapa saja anak bergaul, mengatur cara berpakaian anak, memberikan pengetahuan reproduksi sesuai dengan kemampuannya, serta memberikan aturan terkait dengan pergaulan anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu PSK telah memiliki kesadaran diri untuk memberikan pendidikan seksual kepada anaknya karena mengetahui risiko dari pekerjaan serta lingkungannya yang akan berdampak buruk pada anak. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya pemberian pengetahuan kepada ibu PSK terkait dengan pendidikan seksual untuk anak.Kata Kunci : self awareness, pendidikan seksual, anak di lingkungan lokalisas
Hubungan Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri pada Wanita Paska Melahirkan di Rumah Sakit Arsy Lamongan
RINGKASAN Afriyani, Nanik Nur. 2019. Hubungan Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri pada Wanita Paska Melahirkan (Post-Partum) di Rumah Sakit Arsy Lamongan. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: dukungan sosial, penerimaan diri, wanita paska melahirkan (Post-Partum) Rumah Sakit Arsy Lamongan. Post partum adalah masa sesudah persalinan sebagai bagian dari proses kelahiran bayi dengan tenaga ibu serta masa pemulihan kandungan sampai organ – organ reproduksi sampai kembali ke keadaan normal (Bobak, 2010). Perlu kesiapan secara mental dalam mengadapi post partum. Ibu diharapkan memiliki pemikiran yang dewasa yang ditandai dengan peralihan dari ketergantuan kemasa mandiri, baik segi ekonomi, kebebasan menentukan sendiri, dan pandangan tentang masa depan yang lebih realistis. Berdasarkan teori dari Hurlock (2008) faktor penting dalam penerimaan diri wanita paska melahirkan adalah faktor eksternal (tidak adanya hambatan dari lingkungan, sikap sosial yang positif, tidak mengalami tekanan yang berat) dan faktor internal (pemahaman diri, konsep diri yang stabil, harapan yang realistis). Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengetahui apakah ada hubungan dukungan sosial dan penerimaan diri pada wanita paska melahirkan (post-partum) di Rumah Sakit Arsy Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif korelaional. Populasi dalam penelitian tidak diketahui sehingga peneliti mengambil sampel uji coba tiga puluh orang dan sampel penelitian tiga puluh orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Uji hipotesis menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan paska melahirkan di Rumah Sakit Arsy Lamongan memperoleh dukungan sosial dalam kategori sedang dan memiliki penerimaan diri dalam kategori sedang. Hipotesis diterima, Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan penerimaan diri pada wanita paska melahirkan. Artinya ada hubungan positif antara dukungan sosial dan penerimaaan diri, hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula penerimaan diri yang dimunculkan pada wanita paska melahirkan, sebaliknya jika dukungan sosial yang diberikan semakin rendah maka semakin rendah pula penerimaan diri yang dimunculkan oleh wanita paska melahirkan tersebut
HubunganDaya Tarik Interpersonal danKeintimanGenerasi Z di UniversitasNegeri Malang
RINGKASAN Catartika, A. 2019. HubunganDaya Tarik Interpersonal danKeintimanGenerasi Z di UniversitasNegeri Malang.Skripsi, JurusanPsikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) AjiBagusPriyambodo, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: dayatarik interpersonal, keintiman Dayatarik interpersonal merupakanketertarikanantarindividudimanamengarahkanpadakeintiman. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuigambaranumumdayatarik interpersonal generasi Z di UniversitasNegeri Malang, gambaranumumkeintimangenerasi Z di UniversitasNegeri Malang, danmengungkaphubungandayatarik interpersonal dankeintimangenerasi Z di UniversitasNegeri Malang. Dalampenelitianinimenggunakanmetodepenelitiankuantitatif. Penelitianinimelibatkan 31090 populasidengan 240 sampeldenganmenggunakanteknikinsidental sampling. Terdapatdua instrument pengumpulan data yang digunakanyaitu (a) skaladayatarikinterpersonal dengan 28 aitem validmemilikireliabilitas 0,906 dan (b) skalakeintimandengan 26 aitem valid nilaireliabilitassebesar 0,862.Ada duateknikanalisis data yang digunakanyaituanalisisdeskriptifdankorelasiproduct moment. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa (1) tingkatdayatarik interpersonal generasi Zberadadalamkategoritinggi, (2) tingkatkeintimangenerasi Zberadadalamkategoritinggi, (3) adakorelasipositifantaradayatarik interpersonal dankeintimangenerasi Z di UniversitasNegeri Malang. Hasil perhitungankorelasipadapenelitian,menunjukkanbahwadayatarik interpersonal dankeintimanmemilikirxysebesar 0,185 dengannilaisignifikansi 0,004 < 0,05 sehinggahipotesisditerima. Hal inimenunjukkanadanyahubunganantaradayatarik interpersonal (X) dankeintiman (Y) yang memilikikorelasipositifdengankategorilemah. Saran yang diberikanadalah (1) bagigenerasi Z di UniversitasNegeri Malang dapatlebihmemperhatikandanmelakukanpertimbanganlebihlanjutuntukmemilikiketertarikanterhadap orang lain yang dapatmenimbulkan rasa suka, (2) bagi BEM Fakultas Pendidikan PsikologiUniversitasNegeri Malang denganbimbingandosenturutsertadalammemberikaninformasimaupunpenyuluhanberkaitanbagaimanamenjalinhubungansosialdenganpasangan yang baikdanmembahasmengenaidayatarik interpersonal dankeintimandan (3) bagipenelitiselanjutnyadiharapkanuntukmengkajilebihdalampenelitian yang serupasertadengansampel yang lebihbesaruntukmenghasilkanpenelitian yang lebihbaik
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah Karangploso Malang
RINGKASAN Ivianti, Herni Nur. 2019.Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah Karangploso Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Dukungan Sosial Teman Sebaya, Penyesuaian Sosial, Santri Pondok Pesantren Sebagian individu memiliki keterbatasan dalam melakukan penyesuaian sosial di lingkungan baru tidak selalu dapat dijalani dengan baik oleh santri baru, faktanya banyak dari santri tersebut mengalami kendala dalam berbagai hal, termasuk kurangnya dukungan sosial teman sebaya, dukungan sosial sangat penting untuk menunjang penyesuaian sosial pada diri individu agar lingkungan sosialnya terasa nyaman bagi individu tersebut maupun bagi orang dilingkungan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada santri pondok pesantren An-Nahdliyah Karangploso Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah incidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 45 dari 126 populasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan penyesuaian sosial dengan nilai korelasi sebesar 0,722, dengan signifikansi 0,000 (p-value < 0,05). Dengan presentase dukungan sosial sebesar 51,1% dan penyesuaian sosial sebesar 40,0%. yang artinya semakin tinggi dukungan sosial yang didapat maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial pada santri pondok pesantren An-Nahdliyah Karangploso Malang. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada santri pondok pesanttren An-Nahdliyah Saran yang diberikan dalam penelitian ini bagi santri pondok pesntren diharapkan bisa saling memberikan dukungan sosial, meskipun dengan santri yang memiliki karakter berbeda agar dapat mencapai penyesuaian sosial yang baik. Bagi pihak pondok pesantren diharapkan dapat membantu memberikan dukungan kepada para santri saat mengalami kesulitan, serta memberikan motivasi untuk para santri pondok pesantren. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan untuk menambah subjek yang berjenis kelamin laki-laki, dan diharapkan dapat meneliti dengan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan penyesuaian sosial, seperti kesehatan dan kondisi jasmaniah, kondisi psikologis, serta budaya dan agama.
Persepsi BullyingAnakPantiAsuhanMuhammadiyah Malang.
RINGKASANHermawan, Machfud, 2018. Persepsi Bullying Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Malang. Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing(1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed.,(2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci :Persepsi Bullying, Anak, PantiAsuhanMuhammadiyah MalangPersepsi merupakan sejenis aktivitas pengelolahan informasi yang menghubungkan seseorang dengan lingkungannya. Sedangkan buli merupakan tindakan agresi atau manipulasi yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan berulang-ulang oleh individu atau kelompok kepada individu atau kelompok lain. Persepsi buli adalah proses pengolahan dan menyimpulkan informasi yang diterima oleh pengindraan mengenai tindakan buli yang terjadi dilingkungannya. Untu kmenemukan persepsi buli, individu bisa menggunakan cara pandang mereka masing-masing terhadap fenomena yang ada di lingkungannya.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkap secara mendalam deskripsi fenomena persepsi buli anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode kualitatif dengan model penelitian fenomenologi Pengumpulan data menggunkan metode penelitian kualitatif. Teknikanalisis data menggunkan analisistematik.Untukmengecek hasil penelitian peneliti menggunakan beberapa informasi dari informan.Penelitian ini dilaksanakan di kota malang dengan jumlah subjek 3 orang anak yang tinggal di PantiAsuhan.Berdasarkananalisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa gambaran persepsi buli anak Panti Asuhan Muhammadiyah Malang. Pengertian buli adalah tindakan menyakiti hati orang lain, tindakan agresif terhadap orang yang ada disekitarnya dan perbuatan mengasari korban yang terlihatlemah. Hal ini bisa dilihat dari kurangnya kesadaraan diri baik korban maupun pelaku untuk menyikapi hal yang terjadi mengenai dirinya sehingga terjadi kesalah pahaman terhadap kedua belah pihak. Dampak pembulian bisa memutus tali pertemanan dan meyebabkan kurangnya keharmonisan di dalam lingkungannya. Jika pembulian terjadi di lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, teman yang melihat secara langsung berkeinginan untuk membantu kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahanya ataumelaporkan kepadapihak yang berwajib di lingkungannya.
Hubungan Antara Internal Locus Of Control dengan Kematangan Karir Pada Remaja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumenep
Kata kunci:Kematangan Karir, Internal Locus Of Control. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu:(1) mengetahui gambaran internallocus of control pada siswa kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan 1 Sumenp,(2) mengetahui gambaran kematangan karir pada siswa kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan 1 Sumenep, dan(3) mengetahui hubungan antara internallocus of control dengan kematangan karir pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sumenep.Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil pengumpulan angket. Sampel yang dilibatkan yaitu siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumenep sebanyak 114 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu regresi linier sederhana. variabel independen yaitu internallocus of control dan variabel dependen yaitu kematangan karir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumenepmemiliki internallocus of controlyang terbagidalam tiga kategori, yaitu dengan jumlah sebanyak 52 siswa (45,61%) tergolong dalam kategori tinggi, 35 siswa (30,70%) dalam kategori sedang, dan 27 siswa (23,68) dalam kategori rendah. Sedangkan kematangan karir siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumenepdiketahuisebanyak 50 siswa (43,86%) dalam kategori tinggi, 34 siswa (29,83%) dalam kategori sedang, dan 30 siswa (26,31%) dalam kategori rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa internallocus of control siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumenepdalam keadaan tinggi dan kematangan karir siwa SMK Negeri 1 Sumenep dalam keadaan tinggi. Terdapat hubungan antara internallocus of control dengan kematangan karir siswa kelas X SMK Negeri 1 Sumenep. Untuk sebaran data internal locus of control dan kematangan karir adalah normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi lebih besar dari 0.05(0.997 > 0.05) dan korelasiinternallocus of control dengan kematangan karir sebesar 0,549%. R square internal locus of control dan kematangan karir adalah 0,301. Hal ini menunjukan bahwa terdapat koefisien korelasi positif sehingga kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang searah yakni korelasi kuat dan kedua variabel tinggi. Variabel kematangan karir sebesar 30% dipengaruhi oleh internal locus of control. Jadi, internal locus of control mempunyai sumbangan efektif terhadap kematangan karir
Hubungan Adversity Quotient dengan Kinerja Karyawan De Chicken Di Kota Malang
Abstrak Anggara, Tomi. 2018. Hubungan Adversity Quotient dengan Kinerja Karyawan De Chicken di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata kunci: adversity quotient, kinerja, karyawan de chicken Karyawan De Chicken di Kota Malang sering menerima penilaian kinerja yang buruk dari manajer. Penilaian kinerja yang dilakukan oleh manajer meliputi hasil kerja, ketepatan waktu, dan perilaku individu. Beberapa karyawan sering datang terlambat di tempat kerja, hal tersebut mengakibatkan kurang optimalnya kinerja yang diberikan karyawan kepada perusahaan sehingga mempengaruhi produktivitas yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena tingkat kinerja yang dimiliki karyawan De Chicken rendah. Hal tersebut berhubungan dengan adversitas yang dimiliki oleh karyawan De Chicken. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dengan Kinerja pada karyawan De Chicken di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan deskripsi dan korelasional, dengan populasi sebanyak 60 karyawan. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 karyawan De Chicken di Kota Malang. Pengumpulan data menggunakan Skala Adversity Response Profile dengan reliabilitas 0,954 dan Skala Kinerja dengan reliabilitas 0,940. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 53% karyawan De Chicken di Kota Malang memiliki tingkat Adversity Quotient yang rendah, dan 53% karyawan memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Diperoleh nilai korelasi yang signifikan antara Adversity Quotient dengan Kinerja pada karyawan De Chicken di Kota Malang sebesar 0,014 (p0,05), hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara Adversity Quotient dengan Kinerja pada karyawan De Chicken di Kota Malang. Saran yang diberikan kepada karyawan De Chicken di Kota Malang adalah meningkatkan kinerja yang dimilikinya dengan mengikuti pelatihan kerja yang dapat mendukung meningkatkan kompetensi serta evaluasi dari manajer sebagai atasan. Kemudian untuk peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian tentang seberapa besar pengaruh Adversity Quotient terhadap kinerja atau memilih variabel lain yang berhubungan dengan produktivitas karyawan
Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Loyalitas Konsumen Produk Perawatan Kulit Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Prasetyo, Ratih Dyah Ayu. 2019. Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Loyalitas Konsumen Produk Perawatan Kulit Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka H., S.Psi., M.Psi Kata Kunci: kontrol diri, loyalitas konsumen, produk perawatan kulit. Manusia sebagai konsumen akan selalu membeli atau mengonsumsi dari produsen. Tetapi keputusan mereka untuk memilih produk apa dan bagaimana itu berkaitan dengan perasaan mereka terhadap suatu merek produk yang ditawarkan. Sejalan dengan itu, semakin banyak juga konsumen yang datang kepada produsen namun juga ada yang pergi. Dalam hal ini, konsumen yang memilih untuk tetap menggunakan produk maupun jasa dari produsen dapat disebut dengan produsen yang bertahan atau biasa disebut dengan konsumen yang loyal. Begitu pula pada pengguna produk perawatan kulit. Kepuasan konsumen sangat penting untuk meraih segmen pasar. Banyaknya merek produk yang ditawarkan membuat masyarakat dihadapkan dengan berbagai jenis produk sesuai dengan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat. Seorang pembeli akan loyal terhadap produk perawatan kulit yang akan dibeli, jika produk tersebut dirasa cukup berkualitas bagi dirinya. Loyalitas terbentuk dari beberapa hal, seseorang akan loyal terhadap suatu produk jika seseorang itu menyukai produk tersebut dan akan kembali membeli ulang, yang mana hal ini juga tetap terkontrol dari kontrol diri seseorang itu. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui deskripsi kontrol diri Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, (2) untuk mengetahui deskripsi loyalitas konsumen Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, (3) untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan loyalitas konsumen produk perawatan kulit mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional dengan sampel penelitian mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang yang berjumlah 110 menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengambilan data yaitu dengan Skala Kontrol Diri dan Skala Loyalitas Konsumen. Uji validitas skala kontrol diri diperoleh pernyataan 26 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,855 pada Alpha Cronbach. Validitas skala loyalitas konsumen menggunakan korelasi Pearson Product Moment diperoleh 26 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,844 pada Alpha Cronbach. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment (1) sebagian besar memiliki kontrol diri rendah; (2) sebagian besar memiliki loyalitas konsumen rendah; (3) ada hubungan positif antara kontrol diri dan loyalitas konsumen dengan rxy 0,696 (sig