Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
284 research outputs found
Sort by
AMBIGUITAS DALAM ANTOLOGI PUISI STADIUM TANAH IBU KARYA ALI SYAMSUDIN ARSI (AMBIGUITY IN THE POETRY ANTHOLOGY STADIUM TANAH IBU BY ALI SYAMSUDIN ARSI)
AbstractAmbiguity in the poetry anthology Stadium Tanah Ibu by Ali Syamsudin Arsi. The research method used is descriptive qualitative, namely by analyzing qualitative data of poetry to describe the phenomenon of ambiguity. The purpose of the study is to (1) identify the ambiguity of meaning and interpretation (2) identify the outline of the content of poetry. This study employs a qualitative descriptive approach, aiming to understand phenomena or events in depth through detailed description. The data source is in the form of lines contained in six poetry from the book of poetry Anthology Stadium Tanah Ibu by Ali Syamsudin Arsi. The data analysis technique used is describing the lexical, grammatical, and interpretative meanings that emerge from the lines of the poetry, as well as drawing an outline of the content of poetry. The result of the study in the six poetry shows that there is ambiguity of lexical meaning, grammatical ambiguity, interpretation ambiguity, and outline ambiguity of the content of poetry.Keywords: Lexical ambiguity, grammatical, interpretation, outline of the content of poetryAbstrakAmbiguitas dalam antologi puisi Stadium Tanah Ibu karya Ali Syamsudin Arsi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengurai data kualitatif puisi untuk menggambarkan fenomena ambiguitas yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian untuk (1) mengidentifikasi ambiguitas makna dan penafsiran (2) mengidentifikasi garis besar isi puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memahami fenomena atau peristiwa secara mendalam melalui penggambaran yang terperinci. Sumber data berupa larik-larik yang terdapat dalam 6 buah puisi dari buku Antologi Puisi Stadium Tanah Ibu karya Ali Syamsudin Arsi. Teknik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan makna-makna leksikal, gramatikal, dan penafsiran yang muncul dari larik-larik puisi, serta menarik garis besar isi puisi. Hasil penelitian pada keenam puisi membuktikan terdapat ambiguitas makna leksikal, ambiguitas gramatikal, ambiguitas penafsiran yang muncul, dan ambiguitas garis besar isi puisi.Kata-kata kunci: Ambiguitas leksikal, gramatikal, penafsiran, garis besar isi puis
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MTS SWASTA DI KABUPATEN KAPUAS (PROBLEMATICS OF LEARNING INDONESIAN LANGUAGE AT PRIVATE MTS IN KAPUAS DISTRICT)
AbstractProblematics of Learning Indonesian Language At Private MTs In Kapuas District. This research is about the problems of learning Indonesian. The research aims is to find out the problems in preparing learning tools and the problems in implementing Indonesian language learning at the Kapuas Regency Private MTS. Qualitative descriptive research approach. Research locations: MTS Miftahul Ulum, MTS Jamiyatul Wasliyah and MTS Ta'limul Aulad. Research results: (1) teachers have internal problems: (a) pedagogical competence, (b) professional competence, namely lack of mastery of the material, (2) the solution to overcome the problem is by empowering human resources and existing facilities to support quality improvement. education, this requires the attention of the head of the madrasah and the head of the madrasah section regarding the problems of learning Indonesian at private MTS, especially in Kapuas Regency.Keywords: Problematic, Learning, Indonesian Abstrak Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia pada MTs Swasta Di Kabupaten Kapuas. Penelitian ini tentang problematik pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui problematika penyusunan perangkat pembelajaran dan problematik pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di MTS Swasta Kabupaten Kapuas. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian: MTS Miftahul Ulum, MTS Jamiyatul Wasliyah dan MTS Ta’limul Aulad. Hasil penelitian: (1) problematika guru adanya problem internal : (a) kompetensi pedagogis, (b) kompetensi profesional, yaitu kurang menguasai materi, (2) solusi mengatasi problematik yaitu dengan memberdayakan Sumber Daya Manusia dan fasilitas yang dimiliki guna menunjang peningkatan kualitas/mutu pendidikan, hal ini perlu perhatian kepala madrasah dan kasie penmad terkait problematik pembelajaran Bahasa Indonesia di MTS Swasta khususnya di Kabupaten Kapuas.Kata-Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran, Bahasa Indonesi
EKOSISTEM LITERASI SASTRA ANAK DI SEKOLAH DASAR MARABAHAN (CHILDREN'S LITERACY ECOSYSTEM AT MARABAHAN ELEMENTARY SCHOOL)
AbstractChildren's Literacy Ecosystem at Marabahan Elementary School. Learning literature in elementary schools can be seen in the Indonesian language subject. Learning literature in elementary schools uses children's literature. The teacher plays an important role in selecting the appropriate and suitable children's literature in accordance with children’s development and needs as readers. This selection is based on certain criteria. Besides teachers, students can also provide responses to learning literature at school. This study aims to describe the children's literature used in Marabahan elementary school and the selection criteria by teachers. This study also describes the results of children's responses to children's literature used in learning. The results of the children’s responses concern the teacher's choice of children's literature based on the point of view of the child reader. Used a qualitative approach with an analytic descriptive method. The data sources were informants and respondents. Data were collected from observations, interviews, and questionnaires. Data analysis covered data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that first, the types of children's literature used by the teacher were fables, fairy tales, legends, and folktales. Second, the criteria used in the selection of children's literature used were interesting stories, length of stories, the content of moral values, age appropriateness, familiar stories, rich in values, and cultural insertion in the stories. Third, the children's responses showed positive results in assessing the children's literature. Social factors affecting their responses were student background, teacher background, teacher stimulus, library conditions, and textbooks used.Keywords: literacy ecosystem, children's literature, children's readers, learning literatureAbstrakEkosistem Literasi Sastra Anak di Sekolah Dasar Marabahan. Pembelajaran sastra di sekolah dasar tertuang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran sastra di sekolah dasar menggunakan sastra anak dalam pembelajaran. Sikap selektif diperlukan dalam pemilihan sastra anak disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan pembaca anak. Guru memiliki peranan dalam memilih sastra anak yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran. Pemilihan didasari kriteria yang ditetapkan oleh guru. Siswa akan memberikan respons dan tanggapan terhadap pembelajaran sastra yang diajarkan oleh guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sastra anak yang digunakan di sekolah dasar Marabahan beserta kriteria pemilihan sastra anak oleh guru. Penelitian ini juga mendeskripsikan hasil respons pembaca anak terhadap karya sastra anak yang digunakan dalam pembelajaran sastra. Hasil respons pembaca anak akan mengamati bagaimana sastra anak pilihan guru dalam sudut pandang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Sumber data penelitian berupa informan dan responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, jenis sastra anak yang digunakan guru yakni fabel, dongeng, legenda, dan cerita rakyat. Kedua, kriteria yang digunakan guru dalam pemilihan sastra anak cerita menarik, panjang cerita, nilai moral, usia, cerita familiar, kandungan nilai, dan pengenalan budaya. Ketiga, respons pembaca anak menunjukkan hasil yang positif dalam menilai sastra anak yang dipilih oleh guru. Faktor sosial yang mempengaruhi respons pembaca anak yaitu latar belakang siswa dan guru, stimulus guru, kondisi perpustakaan, dan buku teks yang digunakan.Kata Kunci: ekosistem literasi, sastra anak, pembaca anak, pembelajaran sastr
MISPERSEPSI DALAM PEMBACAAN MATAN SAFIINATUN NAJAAH (MISPERCEPTION IN READING MATAN SAFIINATUN NAJAAH)
AbstractMisperception in reading Matan Safiinatun Najaah. The process of encoding and decoding information can actually result in errors in understanding its meaning. Reading the book of Turats in Islamic boarding schools often experiences errors that can lead to misperceptions that result in a wrong understanding of religious teachings. The purpose of this study is to describe the forms, causes, and effects of misperceptions in reading Matan Safiinatun Najaah. This research method uses a qualitative-descriptive approach by conducting field observations. Data obtained through observation, tests, and documentation The research participants were seven female students at the Daruzzahra Ar-Rifa’i 2 Islamic Boarding School in Malang. The results showed that the reading of Matan Safiinatun Najaah by female students resulted in various errors and misperceptions. The findings of the tables in this article provide examples of misreadings such as errors in vowels and letters which have an impact on meaning errors. Misperceptions that occur in reading the book of Turats can have a negative impact, such as the spread of erroneous religious understanding or actions that are contrary to religious teachings. This research indicates that the reading of Matan Safiinatun Najaah in Islamic boarding schools often experiences errors and misperceptions. Increasing understanding of the scriptures and attention to the Arabic language can help avoid misperceptions. This article provides an explanation of the frequent reading errors and their impact, as well as an understanding of the importance of paying attention to context and Arabic when reading the book of Turats.Keywords: kitab Turats, Matan Safinatun Najaah, reading, misperceptions, pesantrenAbstrakMispersepsi dalam pembacaan Matan Safiinatun Najaah. Proses encoding dan decoding informasi ternyata dapat mengakibatkan kesalahan dalam memahami makna. Pembacaan kitab Turats di pondok pesantren tidak jarang mengalami kesalahan yang dapat menyebabkan mispersepsi yang berdampak pada pemahaman yang salah tentang ajaran agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bentuk, penyebab, dan dampak mispersepsi dalam pembacaan Matan Safiinatun Najaah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melakukan observasi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Partisipan penelitian adalah tujuh santriwati di Pondok Pesantren Daruzzahra Ar-Rifa’i 2 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Matan Safiinatun Najaah oleh santriwati menghasilkan bermacam-macam kesalahan dan mispersepsi. Temuan tabel-tabel dalam artikel ini memaparkan contoh kesalahan pembacaan seperti kesalahan dalam harakat dan huruf yang berdampak pada kesalahan makna. Mispersepsi yang terjadi dalam pembacaan kitab Turats dapat berdampak negatif, seperti penyebaran pemahaman agama yang keliru atau tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama. Dari hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa pembacaan Matan Safiinatun Najaah di pondok pesantren tidak jarang mengalami kesalahan dan mispersepsi. Meningkatkan pemahaman terhadap kitab dan perhatian terhadap bahasa Arab dapat membantu menghindari terjadinya mispersepsi. Artikel ini memberikan paparan tentang kesalahan pembacaan yang sering terjadi dan dampaknya serta memberikan pemahaman tentang pentingnya memperhatikan konteks dan bahasa Arab dalam membaca kitab Turats.Kata-kata kunci: kitab Turats, Matan Safiinatun Najaah, membaca, mispersepsi, pesantre
REPRESENTATIF KESANTUNAN TOKOH-TOKOH DALAM FILM THE FABULOUS UDIN KARYA RONS IRAWAN (REPRESENTATIVE CHARACTERISTICS OF CHARACTER IN THE FABULOUS UDIN FILM BY RONS IRAWAN)
AbstractRepresentative Characteristics of Character in the Fabulous Udin Film by Rons Irawan. This research aims to find out and understand politeness in language speech acts from the film The Fabulous Udin in order to be a role model for readers, because in the film there are many scenes and dialogues that are worth emulating. This research uses descriptive methods and a qualitative approach. The main data in this research are positive politeness and negative politeness found from the recording of the film The Fabulous Udin, while the supporting data is the synopsis of the film The Fabulous Udin. Representative politeness of the characters in the film The Fabulous Udin by Rons Irawan is divided into two, namely positive politeness and negative politeness. Positive and negative politeness acts are carried out by the characters in order to facilitate communication and maintain the speaker's self-esteem and the self-esteem of the interlocutor, so that a close relationship between the speaker and the interlocutor is established. Positive politeness in the film The Fabulous Udin is (1) paying attention to what the interlocutor needs, (2) using a form of group solidarity, (3) involving the interlocutor in the speaker's activities, (4) offering or promising something, (5) giving praise to the interlocutor, (6) avoiding inappropriateness and (7) being funny. The negative politeness found in the film The Fabulous Udin is (1) indirect expression, (2) being pessimistic, and (3) minimizing coercion. The dominant type of politeness is positive politeness, namely giving praise to the speech partner, which is often spoken by Udin.Keywords: representative, language politeness, film AbstrakRepresentatif Kesantunan Tokoh-Tokoh dalam Film The Fabulous Udin Karya Rons Irawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kesantunan dalam tindak tutur bahasa dari film The Fabulous Udin guna menjadi teladan bagi pembaca, sebab dalam film tersebut terdapat banyak adegan dan dialog yang patut diteladani. Penenlitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data pokok dalam penelitian ini yaitu tuturan yang menggambarkan kesantunan positif dan kesantunan negatif yang ditemukan dari film The Fabulous Udin sedangkan data penunjangnya adalah sinopsis film The Fabulous Udin. Representatif kesantunan tokoh-tokoh dalam film The Fabulous Udin karya Rons Irawan terbagi menjadi dua, yaitu kesantunan positif dan kesantunan negatif. Tindak kesantunan positif dan negatif dilakukan para tokoh guna kelancaran komunikasi serta menjaga harga diri penutur dan harga diri lawan bicara, sehingga terjalin kedekatan hubungan antara penutur dan mitra tutur. Kesantunan positif dalam Film The Fabulous Udin adalah (1) memperhatikan apa yang sedang dibutuhkan mitra tutur, (2) menggunakan bentuk solidaritas kelompok, (3) melibatkan mitra tutur kedalam aktivitas penutur, (4) menawarkan atau menjanjikan sesuatu, (5) memberikan pujian kepada mitra tutur, (6) menghindari ketidakcocokan dan (7) melucu. Adapun kesantunan negatif yang ditemukan dalam film The Fabulous Udin adalah (1) ungkapan secara tidak langsung, (2) bersikap pesimis, dan (3) meminimalkan paksaan. Jenis kesantunan yang dominan adalah kesantunan positif yakni memberikan pujian kepada mitra tutur yang seringkali dituturkan oleh Udin.Kata Kunci: representatif, kesantunan Bahasa, fil
PENULIS PEREMPUAN BERBICARA POLIGAMI DALAM TIGA NOVEL INDONESIA: KAJIAN GINOKRITIK (THE FEMALE WRITERS OF POLYGAMY SPEAKING IN THREE INDONESIAN NOVEL: GYNOCRITIC STUDY)
AbstractThe Female Writers of Polygamy Speaking in Three Indonesian Novel: Gynocritic Study. This study aims to understand the views of female writers in describing polygamy and to understand women's writing and women's culture as described by female writers through values, institutions, relationships, and communication between characters in the novel Wife Young, the novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang and the novel Athirah. The approach used is a gynocritical approach with a qualitative descriptive method. The data in this study is in the form of text in the novel. The research results obtained (1) polygamy was carried out secretly, without permission from the first wife. (2) polygamy is done openly and with permission from the first wife. (3) polygamy is done secretly, the first wife is forced to give permission. Second, the writing of women and women's culture which is described by women writers through communication between characters in the three novels includes values, institutions, relationships, and methods of communication.Keywords: Female Writer, Polygamy, Novel, GynocriticAbstrakPenulis Perempuan Berbicara Poligami dalam Tiga Novel Indonesia: Kajian Ginokritik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan penulis perempuan dalam menggambarkan poligami dan untuk memahami penulisan perempuan dan budaya perempuan yang digambarkan oleh penulis perempuan melalui nilai-nilai, institusi, hubungan-hubungan, dan komunikasi antar tokoh dalam novel Istri Muda, novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang dan novel Athirah. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ginokritik dengan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks pada novel. Hasil penelitian diperoleh (1) poligami dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, tanpa ada izin dari istri pertama. (2) poligami dilakukan dengan terbuka dan ada izin dari istri pertama. (3) poligami dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, istri pertama terpaksa memberikan izin. Kedua, Penulisan perempuan dan budaya perempuan yang digambarkan penulis perempuan melalui komunikasi antar tokoh pada ketiga novel meliputi, nilai, institusi, hubungan-hubungan, dan metode komunikasi.Kata Kunci: Penulis Perempuan, Poligami, Novel, Ginokriti
PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA INDONESIA DI MEDIA DARING: ANALISIS WACANA KRITIS (THE RELOCATION OF INDONESIA’S CAPITAL CITY IN ONLINE MEDIA: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS)
AbstractThe Relocation of Indonesia’s Capital City In Online Media: A Critical Discourse Analysis. The relocation of the nation's capital has become a controversial topic and has sparked widespread debate in online media. The main issue examined in this study is the form of support and rejection of the policy of relocating the capital city and the reasons behind it. This study uses a qualitative approach with Norman Fairchlough's critical discourse analysis method to identify different views in online media. The data sources come from articles on Kompas.com, Tempo.com, and Suaraislam.com on January 18 and 19, 2022. The findings of this study indicate that Kompas.com supports the policy of relocating the nation's capital city with emotional support, appreciation and information related to political, economic, historical and environmental aspects. In contrast, Tempo.com and Suaraislam.com show rejection, focusing on legal, political, economic and environmental aspects. Rejection on Tempo.com is conveyed through suggestions, comments and reasons for rejection, while Suaraislam.com expresses rejection using words such as "no" and critical comments. Based on these findings, it shows that the relocation of the nation's capital city has received very diverse responses in online media, reflecting differences in perspective. Based on the research results, it is recommended that the government reconsider the policy of moving the capital city by involving all aspects of life, including social impacts, infrastructure, and community needs.Keywords: capital city relocation in Indonesia, support, opposition.AbstrakPemindahan Ibu Kota Negara Indonesia di Media Daring: Analisis Wacana Kritis. Pemindahan ibu kota negara telah menjadi topik yang kontroversial dan memicu perdebatan luas di media daring. Masalah utama yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dukungan dan penolakan terhadap kebijakan pemindahan ibu kota serta alasan di baliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairchlough untuk mengidentifikasi pandangan yang berbeda di media daring. Sumber data berasal dari artikel di Kompas.com, Tempo.com, dan Suaraislam.com pada tanggal 18 dan 19 Januari 2022. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com bersikap mendukung kebijakan pemindahan ibu kota negara dengan bentuk dukungan emosi, penghargaan dan informasi terkait aspek politik, ekonomi, sejarah, dan lingkungan. Sebaliknya, Tempo.com dan Suaraislam.com menunjukkan penolakan, dengan fokus pada aspek hukum, politik, ekonomi, dan lingkungan. Penolakan di Tempo.com disampaikan melalui usulan, komentar, dan alasan penolakan, sementara Suaraislam.com mengekspresikan penolakan menggunakan kata-kata seperti "tidak" serta komentar kritis. Berdasarkan temuan tersebut menunjukkan bahwa pemindahan ibu kota negara mendapat respons yang sangat beragam di media daring, mencerminkan perbedaan perspektif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan pemindahan ibu kota dengan melibatkan seluruh aspek kehidupan, termasuk dampak sosial, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat.Kata-kata kunci: pemindahan ibu kota negara Indonesia, dukungan, penolaka
PERGESERAN PENGGUNAAN BAHASA DAYAK DI MASYARAKAT SAMPIT (THE SHIFTING USE OF DAYAK LANGUAGE IN SAMPIT SOCIETY)
AbstractThe Shifting Use of Dayak Language In Sampit Society. This research investigates the shift in the usage of the Dayak Sampit language in Sampit City, Central Kalimantan, Indonesia. Language, as a social phenomenon, can undergo changes over time, influenced by technological advancements, social changes, and culture. The research employs a descriptive-qualitative methodology, with data collection through observation, interviews, surveys, and documentation. Data analysis follows the Miles and Huberman model, involving data collection, presentation, and conclusion. The validity of instruments was tested before use, using a validation sheet. The research findings indicate a shift from the use of the Dayak Sampit language to the Banjar language, originating from South Kalimantan. Factors influencing this shift include economic, social, political, demographic aspects, the influence of schools, and migration. This research can serve as a reference for sociolinguistic researchers interested in similar issues regarding language shift and can contribute to a broader understanding of this phenomenon.Keywords: Shift, use, language, Dayak, SampitAbstrakPergeseran Penggunaan Bahasa Dayak Di Masyarakat Sampit. Penelitian ini mengkaji pergeseran penggunaan Bahasa Dayak Sampit di Kota Sampit, Kalimantan Tengah. Bahasa, sebagai fenomena sosial, dapat mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, yang dipengaruhi oleh faktor teknologi, perubahan sosial, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang melibatkan pengumpulan, penyajian, dan penyimpulan data. Validitas instrumen diuji sebelum digunakan, menggunakan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran penggunaan bahasa Dayak Sampit ke bahasa Banjar, Kalimantan Selatan. Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran ini meliputi aspek ekonomi, sosial, politik, demografi, pengaruh sekolah, dan migrasi. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti sosiolinguistik yang tertarik pada isu serupa tentang pergeseran penggunaan bahasa, dan dapat membantu memperluas pemahaman tentang fenomena ini.Kata-kata kunci: Pergeseran, penggunaan, bahasa, Dayak, Sampi
PILIHAN BAHASA PADA MASYARAKAT SUKU JAWA DI DAERAH TRANSMIGRAN KECAMATAN KURANJI TANAH BUMBU (THE CHOICE OF LANGUAGE IN JAVANESE COMMUNITIES IN THE TRANSMIGRANT AREA OF KURANJI TANAH BUMBU SUB-DISTRICT)
AbstractThe Choice of Language in Javanese Communities in the Transmigrant Area of Kuranji Tanah Bumbu Sub-District. This study aims to understand the choice of language by the Javanese in the realm of family, community, work/government, education, and transactions. Types of quantitative and qualitative research approaches. The research data is the response of the Javanese population of Kuranji District. The results showed that the use of SBD was more widely used in the family domain with a proportion of 75%, in the community and transaction domains, the use of SBD, namely more frequent use of SBD from BI with a proportion of 39% in the community domain, 45%, in the transaction domain. Then in the realm of work/government and the realm of education, the use of BI is more widely used with the proportion of 86% and 97%.Keywords: Choice of Language, Javanese Ethnic Community, Domain, Multilingual, Kuranji DistrictAbstrakPilihan Bahasa pada Masyarakat Jawa di Daerah Transmigran Kecamatan Kuranji Tanah Bumbu. Penelitian ini bertujuan memahami pilihan bahasa oleh penduduk suku Jawa pada ranah keluarga, masyarakat, pekerjaan/pemerintahan, pendidikan, dan transaksi. Jenis pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data penelitian adalah respon penduduk suku Jawa Kecamatan Kuranji. Hasil penelitian diperoleh penggunaan SBD lebih banyak digunakan pada ranah keluarga dengan persentase 75%, pada ranah masyarakat dan transaksi, penggunaan SBD yaitu lebih sering menggunakan SBD dari BI dengan persentase 39% pada ranah masyarakat 45%, pada ranah transaksi. Kemudian pada ranah pekerjaan/pemerintahan dan ranah pendidikan, penggunakan BI lebih banyak digunakan dengan persentase 86% dan 97%.Kata Kunci: Pilihan Bahasa, Masyarakat Suku Jawa, Ranah, Multilingual, Kecamatan Kuranj
PRAANGGAPAN DALAM MEME BERBAHASA BANJAR DI MEDIA SOSIAL (PRESUPPOSITIONS IN BANJARESE MEMES ON SOCIAL MEDIA)
Abstract Presuppositions in Banjarese memes on social media. This study aims to describe the types of presuppositions in Banjar language memes on social media, including existential, lexical, active, non-active, structural, and counterfactual presuppositions. In addition, this study also examines the relationship between memes and the social and cultural aspects reflected in them. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and pragmatic analysis. Of the 47 memes analyzed, 6 existential presuppositions were found (4 existential existence and 2 existential ownership), 11 lexical presuppositions, 7 active presuppositions, 5 non-active presuppositions, 14 structural presuppositions, and 4 counterfactual presuppositions. Structural presuppositions are the most dominant, while non-active presuppositions are the least found. The results of the study show that memes often reflect people's habits, are used to satirize someone or discuss hot issues.Keywords: presupposition, meme, Banjarese, social media, pragmatic. AbstrakPraanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis praanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial, meliputi praanggapan eksistensial, leksikal, aktif, non-aktif, struktural, dan kontrafaktual. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hubungan antara meme dengan aspek sosial dan budaya yang tercermin di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis pragmatik. Dari 47 meme yang dianalisis, ditemukan 6 praanggapan eksistensial (4 eksistensial eksistensi dan 2 eksistensial kepemilikan), 11 praanggapan leksikal, 7 praanggapan aktif, 5 praanggapan non-aktif, 14 praanggapan struktural, dan 4 praanggapan kontrafaktual. Praanggapan struktural merupakan yang paling dominan, sedangkan praanggapan non-aktif paling sedikit ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme sering mencerminkan kebiasaan masyarakat, digunakan untuk menyindir seseorang atau membahas isu yang sedang hangat.Kata-kata kunci: praanggapan, meme, bahasa Banjar, media sosial, pragmati