Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
Not a member yet
    284 research outputs found

    IMPLEMENTASI MEDIA CARTOON STORY MAKER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN READING COMPREHENSION SISWA KELAS IXA SMPN 1 TAMIANG LAYANG (THE IMPLEMENTATION OF CARTOON STORY MAKER MEDIA WITH DIRECT LEARNING MODEL TO IMPROVE READING COMPREHENSION OF STUDENTS CLASS IXA SMPN 1 TAMIANG LAYANG)

    Full text link
    Implementasi Media Cartoon Story Maker dengan Model Pembelajaran Langsung untukMeningkatkan Reading Comprehension Siswa Kelas IX A SMPN 1 Tamiang Layang.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bacaan teks naratif serta siswa siswakegiatan belajar dan kualitas kegiatan guru melalui penerapan media Cartoon Story Maker danmodel pembelajaran langsung dalam keadaan SMP 1(SMPN 1) Tamiang layang. Cartoon StoryMaker adalah media yang memungkinkan kita untuk membuat cerita kartun layar 2D berbasisuntuk menggambarkan jumlah percakapan frame dan tampilan frame demi frame. Media inimembantu guru untuk memecahkan masalah tentang kesulitan dalam memahami teks narasi. Iniakan dikombinasikan dengan model pembelajaran langsung. Subyek penelitian ini adalah 29 siswapada kelas sembilan dari SMPN 1 Tamiang Layang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakandua siklus penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: perencanaan,tindakan, observasi dan refleksi. Peneliti menggunakan dua instrumen dalam mengumpulkan data;124mereka adalah observasi dan tes pemahaman bacaan. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknikpersentase. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kedua Cartoon Story Makerdan instruksi langsung meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kualitas kegiatan guru. Merekaperbaikan adalah perhatian siswa terhadap kegiatan membaca; antusiasme belajar; kerjasama/bekerjasama; menghormati orang lain; dan keaktifan dalam membahas pelajaran dan melakukan latihan.Rata-rata prestasi siswa pada pemahaman bacaan meningkat dari 74,7 menjadi 76,7. Para siswayang mendapat skor lebih dari 61 (ditafsirkan sebagai baik) juga meningkat dari 24 siswa (82, 8 %)pada siklus pertama menjadi 25 siswa (86, 2) pada siklus kedua.Kata-kata kunci : cartoon story maker, pembelajaran langsung, membaca pemahama

    JEJAK KONVENSI NARATIF DONGENG DALAM TEKS FIKSI SENO GUMIRA AJIDARMA (TRACES TALE OF NARRATIVE CONVENTIONS TEXT IN FICTION SENO GUMIRA AJIDARMA)

    Full text link
    Jejak Konvensi Naratif Dongeng dalam Teks Fiksi Seno Gumira Ajidarma (SGA). Penelitianini bertujuan menjelaskan jejak konvensi naratif dongeng dalam teks fiksi SGA dalam tiga model,yakni penceritaan, pengaluran atau pengeplotan, serta penyampaian ajaran moral. Metode penelitianyang digunakan adalah metode formalistik-tekstual dengan penafsiran makna semiotik teks alaPeirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penceritaan teks fiksi SGA cenderungmenggunakan model tukang cerita dan pendengar luar teks, model plot cenderung menggunakanplot episodik, dan model penyampaian moral dilakukan secara ikonis, indeksis, dan simbolis.Kata-kata kunci : dongeng, jejak konvensi naratif, model penceritaan, plot episodik, penyampaianajaran mora

    NILAI-NILAI KARAKTER DALAM NOVEL LADANG PERMINUS KARYA RAMADHAN K.H. (THE CHARACTER VALUES IN LADANG PERMINUS NOVEL BY RAMADHAN K.H.)

    Full text link
    Nilai-Nilai Karakter dalam Novel Ladang Perminus karya Ramadhan K. H. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif tentang 7 nilai karakter dalam Ladang Perminus:(1) Nilai religius, (2) Nilai jujur, (3) Nilai kerja keras (4) Nilai kreatif (5) Nilai rasa ingin tahu, (6)Nilai bersahabat/komunikatif, dan (7) Nilai gemar membaca.Data penelitian ini adalah novel LadangPerminus karya Ramadhan K.H. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatansosiologi sastra. Metode dan teknik penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknikanalisis isi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan kartu data. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 7 nilai karakter dalam novel Ladang Perminus, yaitu nilai religius(16 buah), terdiri atas selalu berdoa/berzikir dalam berbagai aktivitas dan peristiwa, mengerjakanshalat/sembahyang, mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan atau pengajian, percaya dengan takdir,nasib, dan peruntungan manusia; nilai jujur (29 buah), terdiri atas melaksanakan tugas sesuaidengan aturan, hukum yang berlaku, menyebutkan secara tegas keunggulan dan kelemahan suatupokok pembicaraan, mau bercerita tentang permasalahan dirinya, mengemukakan pendapat tentangsesuatu yang diyakininya, mengembalikan barang yang bukan haknya kepada pemiliknya; nilai68kerja keras (19 buah), terdiri atas mengerjakan tugas dengan giat dan rajin, menggunakan waktusecara efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan, selalu berusaha untuk mencariinformasi yang dapat menunjang pekerjaan; nilai kreatif (20 buah) terdiri atas mengajukan suatupikiran baru tentang sesuatu pokok bahasan, menerapkan teori, saran, dan nasihat dari seorangprofesional dalam pelaksanaan di lapangan; nilai rasa ingin tahu (28 buah) terdiri atas inginmengetahui sesuatu berita, mencari tahu sesuatu yang tersembunyi untuk memperoleh kepastian,mendiskusikan beberapa peristiwa alam, sosial, dan pekerjaan; nilai bersahabat/komunikatif (19buah) terdiri atas rasa senang berbicara, rasa senang bergaul, bekerja sama dengan orang lain; nilaigemar membaca (7 buah) terdiri atas kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan,suka mengoleksi buku/bahan bacaan.Kata-kata kunci : nilai karakter, nove

    REPRESENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KELUARGA DALAM UNGKAPAN BAHASA BANJAR (THE REPRESENTATION OF FAMILY EDUCATION VALUES IN BANJARESE IDIOM)

    Full text link
    Representasi Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga dalam Ungkapan Bahasa Banjar. Hasilpenelitian menunjukkan nilai-nilai pendidikan keluarga dalam ungkapan bahasa Banjar banyakberhubungan dengan tuntunan memilih jodoh, perkawinan dan keturunan, keharusan berbaktikepada orang tua, tata cara pergaulan sosial dan hidup merantau, kehati-hatian dalam mengelolaekonomi rumah tangga, sikap hidup realistik dan apa adanya serta perlunya sanksi hukum bagiwarga yang bersalah. Ungkapan bahasa itu merupakan cara orang Banjar untuk mempersingkatmaksud komunikasi dan untuk menyampaikan sesuatu kritik secara tidak langsng, berfungsimemberikan pendidikan bagi anak-anak, generasi muda dan warga masyarakat, memberikan kritikdan kontrol sosial, serta sebagai pedoman dan penuntun berperilaku yang baik di tengah masyarakat.Nilai-nilai pendidikan keluarga dalam ungkapan bahasa Banjar itu pada umumnya sejalan dengannilai pendidikan Islam atau ajaran Islam, dalam arti apa yang dikehendaki oleh ungkapan bahasaBanjar juga disuruh dalam Islam dan apa yang dilarang dalam ungkapan bahasa Banjar juga dilarangoleh ajaran Islam.Kata-kata kunci : nilai-nilai, pendidikan keluarga, idio

    279

    full texts

    284

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇