175 research outputs found
Komposisi karawitan "Nuansa"
Komposisi karawitan "Nuansa"
Karya: Suhendi Afriyanto, Ujian penyajian karawitan, Pendapa ISI Surakart
PENGARUH FAKTOR DUKUNGAN PEMERINTAH, KONDISI POLITIK DAN PERSAINGAN USAHA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI PT. WIJAYA KARYA (Persero) Tbk
THE INFLUENCE FACTORS OF GOVERNMENT SUPPORT, POLITICAL CONDITIONS, AND BUSINESS COMPETITION ON THE PERFORMANCE OF CONSTRUCTION SERVICES COMPANY PT. WIJAYA KARYA (Persero) Tbk
DWI AFRIYANTO
The objective research is to obtain information on the effect of government support, political conditions and business competition in order to improve the performance of construction services company.
Survey research methodology used survey. Data collection done toward 133 respondents. Respondent were chosen by simple random sampling technique. The data were collected with questionnaire and analysis with multiple regression.
The results of the analysis concluded that the government support, political conditions and business competition have influence by direct or indirect on the performance of construction services company. The hypothesis is proven by indicators of significance of the influence between variable that more than () T table., the most dominant variable is political conditions in influencing the performance of construction services company with significance value of 0.000.
Keywords : Government support, Political condition, Business competition, and
Performance of the company
PERBEDAAN ENVIRONMENTAL ATTITUDES DITINJAU BERDASARKAN GENDER (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau)
PERBEDAAN ENVIRONMENTAL ATTITUDES DITINJAU BERDASARKAN GENDER
(Studi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau)
Oleh:
Joko Afriyanto
Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Abstrak
Environmental attitude adalah kecenderungan psikologis yang diekspresikan dengan mengevaluasi persepsi (kenyakinan mengenai) lingkungan alam, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kualitasnya, dengan kecenderungan mendukung atau tidak mendukung. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan enivironmental attitudes ditinjau dari gender (jenis kelamin). Jumlah subjek dalam penelitian ini yaitu sebanyak 150 mahasiswa dan 150 mahasiswi yang berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau. Data dikumpulkan melalui satu skala yaitu skala environmental attitude. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik Uji-t diperoleh hasil nilai signifikansinya sebesar 0,002 (p<0,05). Artinya terdapat perbedaan environmental attitude pada mahasiswa dan mahasiswi. Dan hasil menunjukkan environmental attitude pada mahasiswi lebih tinggi daripada environmental attitude pada mahasiswa, dengan nilai mean mahasiswi 118,21 dan nilai mean mahasiswa 114,05. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat perbedaan environmental attitude pada mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau ditinjau dari gender.
Kata kunci : Environmental Attitude, Gende
Sistem Presensi Mahasiswa Menggunakan Barcode Pada Kartu Mahasiswa
Afriyanto, Rahmat. 2011. Sistem Presensi Mahasiswa Menggunakan Barcode Pada Kartu Mahasiswa. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T. (II) Dyah Lestari, S.T.,M.Eng Kata kunci : Sistem Presensi, Barcode, Kartu Mahasiswa. Pada setiap semester dalam satu satuan perkuliahan, mahasiswa akan melewati 16 kali pertemuan. Dengan jumlah pertemuan dan jumlah mahasiswa yang ada serta Presensi yang dilakukan menggunakan tanda tangan atau paraf, maka dalam satu semester kolom presensi dimuat dalam dua lembar kertas. Dua lembar kolom presensi tersebut akan masuk dalam satu berkas presensi yang akan dibawa pada setiap perkuliahan. Jika mahasiswa memasuki presensi dilembar yang kedua, kemungkinan mahasiswa dapat melakukan manipulasi jumlah kehadiran pada lembar pertama karena dianggap sudah tidak akan diperhatikan oleh dosen. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk memenuhi persentase kehadiran sebagai syarat mengikuti ujian akhir semester. Berdasarkan hal tersebut maka terpikirkan untuk membuat sebuah sistem presensi yaitu : ”Sistem Presensi Mahasiswa Menggunakan Bacode Pada Kartu Mahasiswa”Sistem ini memiliki proses kerja, (1) pada program yang ada di PC akan dimasukan data yang diperlukan; (2) data satu kelas dari program PC pada menu Kelas akan dimasukan ke perangkat portable; (3) data mahasiswa yang sudah masuk ke dalam perangkat portable; (4) setelah data satu kelas sudah terisi dengan benar maka sistem presensi menggunakan barcode pada kartu mahasiswa dapat dilaksanakan; (5) pada saat proses scanner barcode di kartu mahasiswa yang hadir, mikrokontroler akan mengolah dengan cara membandingkan data pada memori dan data yang didapat dari proses scanner; (6) data pada memori setelah presensi dilakukan akan dikirim kembali ke PC; (7) kemudian data yang telah diterima oleh PC pusat akan dismpan di database. (8) data hasil presensi yang telah dilakukan dapat dilihat kembali, pada program PC berupa data presensi harian maupun persentase kehadiran mahasiswa;. (9) jika waktu pada perangkat portable tidak sesuai dengan waktu pada PC, dapat dilakukan penyesuaian.Kesimpulan dari pengujian dan hasil analisis alat yaitu; (1) perangkat portable dapat menerima data berupa NIM dan Nama mahasiswa dari PC, dapat menampilkan data yang sudah masuk, dapat melakukan presensi pada kelas yang datanya sudah dimasukan, dapat mengirim data hasil presensi pada PC dan dapat menyesuaikan waktu yang ada pada PC; (2) program pada PC dapat digunakan sebagai tempat pengisian data, mengirimkan dan menerima data dari perangkat portable, menyimpan data hasil presensi, serta memberikan laporan baik berupa waktu melakukan presensi maupun prosentase kehadiran
Eksistensi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Terhadap Anak Korban Bullying
Penelitian ini membahas salah satu kasus hukum acara tentang eksistensi
pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak terhdap anak korban
bullyng. Semakin canggih teknologi maka semakin banyak kejahatan yang baru
bermunculan. Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi besar dunia,
sehingga berbanding luruh dengan maraknya jumlah kejahatan yang akan terjadi
khususnya kejahatan terhadap anak. Tingginya jumlah kejahatan bully yang
terjadi mengharuskan lembaga pemerintah bekerja lebih ekstensif .
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
faktor-faktor penyebab munculnya tindakan bullying terhadap anak. Untuk
mengetahui bagaimana eksistensi pusat pelayanan terpadu perlindungan
perempuan dan anak terhadap anak korban bullying.Untuk mengetahui bagaimana
kendala dan upaya yang dialami oleh pusat pelayan terpadu perlindungan
perempuan dan anak dalam pemberian perlindungan hukum terhadap anak korban
bullying. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif dengan
menggunakan data sekunder, dengan studi dokumentasi dan penelusuran
kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa mengungkapkan
bahwa faktor keluarga memiliki andil yang besar sebagai penyebab timbulnya
perilaku bullying dikalangan peserta kemudian, faktor teman sebaya sebagai
penyebab bullying juga memiliki andil yang cukup besar dalam kasus ini, karena
sebagian besar waktu yang dimiliki remaja ini adalah untuk berinteraksi dengan
teman sebayanya, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, faktor media
massa (televisi, radio, dan surat kabar) sebagai penyebab bullying dalam kasus ini
tidak terlalu memiliki andil yang besar karena tontonan atau acara televisi yang
paling sering ditonton oleh para pelaku atau korban bullying tidak mengandung
unsur kekerasan. Kinerja Pendampingan yang dilakukan P2TP2A baik preventif
dan rehabilitatif cukup baik namun dikarenakan SDM yang minim pemerataan
sosialisasi di area kecamatan di kabupaten-kabupaten kurang optimal dan
kurangnya komitmen dari SKPD yang bekerjasama dengan P2TP2A menjadi
hambatan dalam melakukan program preventif. Hambatan yang dialami pihak
P2TP2A dalam memberikan perlindungan hukum terhadap korban bullying yaitu
dari faktor internal meliputi sumber daya manusia. Anggaran dan fasilitas yang
terbatas guna mendukung kinerja. Sedangkan faktor eksternal meliputi hambatan
yang muncul dari korban itu sendiri baik dari dirinya maupun keluarganya
KAJIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI PENYEMPROT CABE DI DESA CANDI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG
Kebiasaan petani dalam menggunakan pestisida kadang-kadang menyalahi aturan, selain dosis yang digunakan melebihi takaran, penggunaan pestisida yang dilarang beredar,petani juga sering mencampur beberapa jenis pestisida, dengan alasan untuk meningkatkan daya racunnya pada hama tanaman.
Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani itu sendiri yaitu timbulnya keracunan pada petani yang dapat dilakukan dengan jalan memeriksa aktifitas kholinesterase darah. Pestisida yang banyak direkomendasikan untuk bidang pertanian adalah golongan organofosfat yang mempengaruhi fungsi syaraf dengan jalan menghambat kerja enzim kholinesterase.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keracunan dalam penggunaan pestisida pada petani penyemprot cabe di desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 110 orang petani yang selanjutnya dilakukan pengambilan sampel dengan alokasi proporsi yaitu sebanyak 50 orang petani cabe dan analisis hubungan dilakukan dengan analisa statistik chi-square. Faktor risiko yang diamati adalah pengetahuan, sikap, status gizi, jumlah pestisida, dosis pestisida, lama menyemprot, frekuensi menyemprot, tindakan menyemprot pada arah angin, kebersihan badan dan alat pelindung diri menggunakan pemeriksaan plasma darah dengan metode Spektrofotometer.
Hasil penelitian menunjukkan dari pemeriksaan darah petani didapatkan petani yang keracunan berat sebanyak 13 (26%) orang petani. Petani yang memiliki kadar kholinesterase berpotensi keracunan (keracunan ringan) sebanyak 37 orang (74%). Faktor risiko yang berpengaruh terhadap keracunan pestisida (P<0,05) yaitu variabel pengetahuan sikap, dosis, lama penyemprotan, arah semprot terhadap arah angin, kebersihan badan dan pemakaian APD.
Kesimpulan dari penelitian ini adanya penggunaan pestisida yang telah dilarang beredar, penyemprotan dilakukan secara rutinitas, kecenderungan petani mencampur pestisida dan memakai APD yang tidak lengkap.
Dari penelitian ini disarankan perlu adanya penyuluhan /pelatihan pertanian yang lebih intensif dari penyuluh pertanian, pemeriksaan kholinesterase secara berkala pada petani oleh petugas kesehatan dan mengawasi distribusi penjualan pestisida yang ada di desa oleh Komisi Pestisida.
Kata kunci : Petani penyemprot, kholinesterase, organofosfat, Jawa Tenga
ETIKA GURU DALAM MENGAJAR ( PERSPEKTIF AKSIOLOGIS )
guru adalah sebagai pengarah, pendidik dimana setiap perilakunya akan dicontoh oleh peserta dan seorang guru bukan hanya memiliki kualitas keilmuan dan akademik saja, namun lebih pada akhlakny
KARAKTERISTIK PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU
Pelaksanaan penelitian yang dilakukan adalah dengan pengamatan dan wawancara langsung kepada masyarakat dan pemerintah setempat (RT/Lurah) di wilayah Kota Bengkulu penanganan sampah rumah tangga. Dan melakukan penelitian terhadap program-program dan fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah kota Bengkulu untuk menunjang kegiatan penanganan sampah rumah tangga di Kota Bengkulu. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang sampah cukup baik, tetapi sikap dan tindakan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga ini masih sangat kurang. Hal ini karena terkendala dengan kurangnya koordinasi antar masyarakat dan pemerintah serta kurang tegasnya sanksi yang diberikan yang hanya berupa teguran atau himbauan kepada masyarakat yang melanggar. Disamping itu pemerintah daerah dalam menerapkan Undang –Undang No. 18 Tahun 2008 dan PERDA Kota Bengkulu No. 02 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah belum maksimal yang meliputi kegiatan program penyuluhan, pengembangan teknologi, fasilitas, koordinasi antara masyarakat dan pemerintah mengenai pengelolaan sampah, norma yang berlaku, sanksi dan hukuman atas pelanggaran dan pembiayaan pengelolaan sampah.Kata Kunci: Penanganan Sampah, Peraturan Gubernur, Kota Bengkul
MEMBANDINGKAN HASIL V02 MAKSIMAL ANTARA TES LARI 12 MENIT (COOPER), ERGOCYCLE (ASTRAND) DAN TREADMILL (ASTRAND)
The aim ofthis study is to compare the result of V02 max test by Treadmill Tes, Ergo cycle Test, 12 minutes-Running Test. This research applied by the factorial cross over design. The subjects of the research are men 21-25 years old, the number of samples is 10 men, with 3 treatments, Treadmill Test, Ergo cycle Test, 12 minutes-Running Test, each treatment taking a rest 3 days for recovery of physical condition. Before doing the tests, the subjects of the research do fasting for 10 hours at night, starting at 22.00 until 08.00 o'clock in the morning. Before starting the physical activities, the men end the fasting by drinking mineral water about 200 cc and poured with sugar 50 grams. After that, the physical condition will be checked and ready to do physical activities. The data gained from the result of the research is subsequently processed by using 2 analyses, i.e. the descriptive analysis and the inferential statistical analysis (distribution Normality test and Paired T-test) with the significant level 5%. The results provided indicate that : the average mean of V02max by Treadmill: 30.6 ± 2.1 ml / kg / min, meanwhile the average mean of V02max by Ergo cycle: 48.9 ± 13.5 ml / kg / min, and the average mean of V02 max by Running 12 minutes: 41.4 ±5.l mllkg/min. The results of t-te.st, the test of different result of measuring V02max by treadmill compared with Ergo cycle: P == 0.000, the test of different result of measuring V02max by Treadmill compared with 12 minutes-Running: P = 0.000, the test of different result of measuring V02max by Ergo cycle compared with 12 minutes-Running: P == 0.126, indicate that there is no different for the V02max tests by Ergo cycle and 12 minutes-Running, whereas the V02max tests by Treadmill with Ergocycle and 12 minutes-Running showing the difference
Metode Camel Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Pd. Bpr. Rokan Hulu Pasir Pengaraian
The health of banks is a condition assessment of the bank's financial statements at a given time period and in accordance with Standard Bank Indonesia assessed with a qualitative approach on various aspects affecting the condition and development of a bank. Implementation of the assessment carried out by qualified some of the components of each factor is a component of Capital, Asset, Management, earnings (profitability), Liquidity or abbreviated terms CAMEL. The research was conducted in PD. BPR Rokan Hulu subdistrict Sand Pengaraian Rambah. To collect the study data, researchers used data collection techniques in the form of documentation by asking some of the documents supporting the company or related to this research. In analyzing the data obtained, theresearcher uses descriptive method that the data obtained is then arranged so that it can be analyzed properly and accurately based on the theory that are relevant to the issues to beconcluded later. Based on the research that has been done can be seen that the level of the financial health of PD. BPR Rokan Hulu Sand Pengaraian are in a healthy condition forcapital aspect, the aspect of assets (ratio KAP), management aspects, aspects of earnings, and liquidity (LDR). While the level of the financial health of PD. BPR Rokan Hulu SandPengaraian are in unsanitary conditions for aspects of assets (PPAP ratio) and liquidity (cash ratio)
- …
