Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Impulsive Buying Produk Blind Box dengan Self-Control sebagai Variabel Moderator pada Generasi Z

    Full text link
    Perkembangan media sosial dan tren konsumsi digital meningkatkan kerentanan Generasi Z terhadap Fear of Missing Out (FoMO), yang berpotensi mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif, termasuk pada produk blind box yang banyak dikonsumsi oleh Generasi Z. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memahami faktor psikologis yang memengaruhi kecenderungan impulsive buying pada Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FoMO terhadap impulsive buying serta peran self-control sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 269 responden Generasi Z yang pernah melakukan pembelian produk blind box. Instrumen penelitian terdiri dari skala FoMO, skala impulsive buying, dan skala self-control. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson antarvariabel dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. Self-control juga berpengaruh signifikan secara langsung. Namun, hasil analisis interaksi menunjukkan bahwa self-control tidak memperlemah hubungan FoMO terhadap impulsive buying, tetapi justru memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan self-control lebih tinggi tetap memiliki kecenderungan melakukan pembelian impulsif ketika mengalami FoMO pada pembelian produk blind box

    Hubungan Pet attachment dengan Psychological well-being pada Pemilik Kucing Usia Emerging Adulthood

    Full text link
    Masa emerging adulthood ditandai oleh pencarian identitas, perubahan peran sosial, dan ketidakstabilan emosional yang membuat individu rentan mengalami penurunan psychological well-being. Dalam konteks ini, hewan peliharaan, khususnya kucing, sering dianggap sebagai sumber kenyamanan emosional dan faktor protektif. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara pet attachment dan psychological well-being masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan psychological well-being pada pemilik kucing usia emerging adulthood. Penelitian melibatkan 201 partisipan berusia 18–25 tahun dengan menggunakan Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan Short-form Ryff’s Psychological well-being Scale (RPWBS). Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi r = 0,042 dengan p = 0,552, yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pet attachment dan psychological well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan dengan hewan peliharaan saja belum cukup menjelaskan psychological well-being, sehingga faktor lain seperti dukungan sosial dan kondisi psikososial perlu dipertimbangkan dalam penelitian selanjutnya

    Hubungan Intensitas Penggunaan TikTok dan Harga Diri dengan Social Comparison sebagai Mediator pada Perempuan Emerging Adult

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan harga diri dengan social comparison sebagai mediator dari perempuan emerging adult. Intensitas penggunaan TikTok didefinisikan sebagai tingkat keterlibatan pribadi seseorang dengan TikTok berdasarkan seberapa sering dan dalam situasi apa media sosial ini digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Sedangkan harga diri didefinisikan sebagai evaluasi seseorang terhadap nilai dan keberhargaan dirinya. Sementara itu, social comparison diartikan sebagai dorongon naluriah individu untuk membandingkan diri supaya mendapatkan evaluasi yang lebih objektif. Pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data menggunakan survei secara daring dilakukan pada penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Social Networking Time Use Scale (SONTUS). Partisipan penelitian ini berjumlah 198 perempuan emerging adult berusia 18 – 25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi bootstrapping dengan menggunakan Jamovi versi 2.4.7.0. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sepenuhnya dimediasi oleh social comparison terhadap variabel intensitas penggunaan TikTok dan self-esteem

    Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Work Engagement sebagai Mediator pada Guru Taman Kanak-Kanak (TK)

    Full text link
    Guru TK memiliki peran krusial dalam memastikan keberhasilan proses pendidikan anak usia dini di Indonesia. Dibutuhkan perilaku kerja ekstra yang dilakukan oleh guru TK, yang dikenal sebagai organizational citizenship behavior (OCB), agar pendidikan pada anak usia dini bisa berhasil. Berdasarkan social exchange theory (SET), perceived organizational support (POS) dan work engagement (WE) dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat organizational citizenship behavior individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran work engagement dalam memediasi pengaruh perceived organizational support terhadap organizational citizenship behavior pada guru taman kanak-kanak (TK). Kriteria subjek penelitian yaitu guru taman kanak-kanak yang masih aktif mengajar dan telah memiliki pengalaman mengajar minimal selama 1 tahun. Data yang didapatkan sebanyak 101 data. Alat ukur yang dipakai yaitu Survey of Perceived Organization Support – 8, Utrecht Work Engagement Scale – 9, dan Organizational Citizenship Behavior Scale. Analisis data menggunakan software Jamovi 2.6.26 for windows dan pengujian hipotesis menggunakan simple mediation Hayes PROCESS Model 4 pada software IBM SPSS Statistics 26. Hasil menunjukkan (1) perceived organizational support memiliki pengaruh positif signifikan terhadap work engagement; (2) work engagement tidak berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior; (3) perceived organizational support mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap organizational citizenship behavior (direct effect); (4) work engagement tidak memediasi hubungan perceived organizational support dengan organizational citizenship behavior

    Implementasi roleplay wayang kartun berbasis nilai ajining diri ana ing lathi dalam menurunkan agresi verbal anak di rumah belajar surga kecamatan sukomanunggal

    Full text link
    Perilaku agresi pada anak usia dini, baik sebagai pelaku maupun korban, dipicu oleh interaksi kompleks antara faktor lingkungan keluarga dan karakteristik internal anak. Variabel seperti jenis kelamin, kualitas hubungan dengan orang dewasa (guru dan orang tua), serta kemampuan kognitif seperti theory of mind dan effortful control menjadi faktor penentu yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi metode roleplay wayang kartun dengan nilai Ajining diri ana ing lathi dalam menurunkan agresi verbal pada anak yang mengikuti kegiatan di Rumah Belajar Surga Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest–posttest pada 41 partisipan, rentang usia 6–13 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur aspek kognitif dan afektif, serta observasi untuk menilai frekuensi perilaku agresi verbal. Uji validitas dilakukan melalui penilaian ahli dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan Cronbach’s Alpha dan inter-rater reliability (ICC). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif dan sikap anak terhadap pentingnya etika berbicara santun, dengan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi aspek kognitif (p=0,002) dan afektif (p=0,005), disertai peningkatan median skor kognitif dari 30,0 menjadi 40,0. Data observasi, frekuensi perilaku mengejek, berkata kasar, memanggil nama orang tua, berteriak marah, dan mengancam menurun secara konsisten hingga hampir tidak ditemukan pada akhir intervensi, yang menunjukkan perubahan perilaku verbal anak ke arah yang lebih adaptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai Ajining diri ana ing lathi dengan metode roleplay wayang kartun berpotensi menjadi intervensi yang efektif dan kontekstual untuk mereduksi agresi verbal pada anak di lingkungan rentan

    Pengaruh Online Disinhibition Effect terhadap Toxic Behavior pada Pemain Multiplayer Online Battle Arena Game

    Full text link
    Toxic behavior merupakan salah satu bentuk penyimpangan interaksi yang kerap muncul dalam lingkungan daring, termasuk dalam game. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam kemunculan perilaku tersebut adalah online disinhibition effect, yaitu kondisi ketika individu merasa lebih bebas dalam mengekspresikan diri saat berada di lingkungan daring. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh online disinhibition effect terhadap toxic behavior pada emerging adulthood yang bermain game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 212 pemain game MOBA laki-laki dan perempuan berusia 18–25 tahun. Instrumen penelitian terdiri atas Skala Online Disinhibition Effect yang berjumlah 23 butir dan Skala Toxic Behavior yang berjumlah 5 butir. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak Jamovi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan online disinhibition effect berpengaruh signifikan terhadap toxic behavior (F = 3,15; p = 0,004) dengan koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,07. Secara parsial, hanya dimensi dissociative imagination dan minimization of authority yang berpengaruh signifikan terhadap toxic behavior, sedangkan dimensi dissociative anonymity, invisibility, asynchronicity, dan solipsistic introjection tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan

    Hubungan Regulasi Emosi dengan Subjective Well-Being pada Emerging Adulthood yang memiliki Orang Tua Bercerai

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan subjective well-being pada emerging adulthood yang memiliki orang tua bercerai. Subjective well-being merujuk pada penilaian individu mengenai kualitas hidup, termasuk kepuasan hidup serta pengalaman emosi positif dan negatif. Perceraian orang tua kerap memunculkan dinamika emosional yang kompleks sehingga kemampuan regulasi emosi menjadi penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari 100 emerging adulthood berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Sepda (2018), Satisfaction with Life Scale (SWLS) oleh Diener dkk. (1985), serta Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) oleh Diener dkk. (2009). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear sederhana melalui IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan antara regulasi emosi dan subjective well-being (rs = 0,400; p = 0,000). Regulasi emosi juga memberikan kontribusi sebesar 15,3% terhadap subjective well-being, yang menegaskan bahwa kemampuan mengatur emosi berperan penting dalam meningkatkan subjective well-being

    Pengaruh Impulsivitas Terhadap Kecanduan Game Online pada Dewasa Awal yang Dimediasi Perasaan Kesepian

    Full text link
    Game online sangat populer pada individu dewasa awal, dan penggunaan berlebihan dapat menimbulkan kecanduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh impulsivitas terhadap kecanduan game online serta menguji peran perasaan kesepian sebagai variabel mediator pada dewasa awal. Partisipan berjumlah 99 dewasa awal berusia 18–25 tahun yang aktif bermain game online selama tiga bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan SUPPS-P, GAS-21, dan UCLA Loneliness Scale, kemudian dianalisis dengan korelasi, regresi, dan analisis mediasi menggunakan Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impulsivitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kecanduan game online, dan perasaan kesepian tidak memediasi hubungan antara impulsivitas dan kecanduan game online (p = 0,195). Temuan ini menunjukkan bahwa kecanduan game online pada dewasa awal kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar impulsivitas dan kesepian. Kata kunci: impulsivitas, kecanduan game online, kesepian, dewasa awal

    Pengaruh Latihan Relaksasi Terhadap Kecemasan Atlet: Studi Literatur

    Full text link
    Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh latihan relaksasi terhadap kecemasan yang dialami atlet. Artikel dipilih melalui penyaringan dari E-Journal olahraga, kesehatan, dan psikologi. Pencarian awal ditemukan sejumlah 243 artikel yang diseleksi menggunakan kriteria latihan relaksasi dan kecemasan atlet sehingga didapatkan 20 artikel yang terdiri dari jurnal kuantitatif sebanyak 15 artikel, jurnal kualitatif sebanyak 1 artikel, paper penelitian sebanyak 1 artikel, dan jurnal prosiding seminar internasional sebanyak 3 artikel. Berdasarkan review, ditemukan bahwa latihan relaksasi memberikan pengaruh yang positif terhadap penurunan tingkat kecemasan. Selain itu, juga terdapat temuan bahwa penurunan kecemasan berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi, kepercayaan diri, kenyamanan, dan kontrol emosi pada atlet. Relaksasi juga dapat menurunkan tingkat ketegangan pada atlet. Hal tersebut dapat menjadi rekomendasi bagi guru, pelatih atlet, maupun psikolog olahraga untuk menggunakan latihan mental berupa latihan relaksasi untuk menurunkan kecemasan pada atle

    Pengaruh Hybrid Work Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan dengan Work-life Balance Sebagai Mediator

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh hybrid work model terhadap komitmen organisasi, serta bagaimana peran work-life balance sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Pengumpulan data dilakukan terhadap 165 karyawan yang bekerja atau pernah bekerja dengan sistem hybrid work dari berbagai sektor industri dengan metode survei. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Hybrid Working Scale, TCM Employee Commitment Survey dan Work-life Balance scale. Analisis data dilakukan dengan pendekatan regresi linear mediasi menggunakan PROCESS Macro Model 4 oleh Hayes, dengan pengujian komitmen organisasi dengan pendekatan multidimensional sesuai kerangka Three-Component Model. Hasil penelitian menunjukan jika hybrid work dan work-life balance berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasi, dan work-life balance terbukti berperan sebagai mediator parsial pada hubungan antara hybrid work dan affective commitment yang ditunjukan oleh indirect effect = 0.0844 dan bootstrapping yang tidak melewati angka nol. Temuan ini menunjukan jika hybrid work memberikan pengaruh langsung terhadap komitmen organisasi, sementara peran work-life balance sebagai mediator bersifat terbatas pada pembentukan dimensi affective commitment dalam konteks penelitian ini

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇