Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Penggunaan Intelligence Doll Untuk Mengatasi Kesehatan Mental Pada Gen-Z

    Full text link
    Krisis kesehatan mental pada Generasi Z di Indonesia merupakan permasalahan serius yang ditandai dengan meningkatnya prevalensi depresi, khususnya pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Berbagai tekanan, seperti tuntutan akademik, dinamika keluarga, paparan media sosial, serta kondisi sosial-ekonomi, berkontribusi terhadap tingginya tingkat stres psikologis, sementara pencarian bantuan profesional masih tergolong rendah akibat stigma, keterbatasan akses, waktu, dan biaya. Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi dalam merespons permasalahan tersebut melalui pengembangan prototipe Intelligence Doll (INTEND), yaitu boneka interaktif berbasis kecerdasan buatan yang berfungsi sebagai mood tracker dan alat bantu pendukung terapi psikologis. Pengembangan prototipe INTEND dilaksanakan pada periode Juli hingga Oktober 2025 di Laboratorium PLC Universitas Airlangga, dengan mengintegrasikan perangkat keras berupa LattePanda V1, kamera, mikrofon, dan speaker, serta sistem perangkat lunak yang mencakup deteksi ekspresi wajah menggunakan MediaPipe, modul voice-to-text berbasis SpeechRecognition, dan chatbot berbasis large language model (LLM) dengan respons suara berbahasa Indonesia. Data emosi pengguna divisualisasikan melalui dashboard web untuk mendukung pemantauan oleh psikolog. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model deteksi ekspresi wajah mencapai tingkat akurasi sebesar 90% pada pengujian laboratorium, sementara modul voice-to-text mencapai akurasi 98%. Uji coba awal pada subjek Generasi Z menunjukkan keandalan sistem dalam mengenali emosi utama, meskipun masih ditemukan keterbatasan pada klasifikasi emosi marah. Secara keseluruhan, prototipe INTEND berpotensi menjadi bentuk intervensi non-farmakologis yang inovatif dalam mendukung deteksi dini gangguan mental serta memperluas akses dukungan emosional yang lebih personal dan ramah bagi Generasi Z di Indonesia

    Pengaruh Hybrid Work Model terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z dengan Moderasi Work-Life Balance

    Full text link
    Hybrid work sebagai model yang memberikan fleksibilitas kerja bagi karyawan dinilai membatasi interaksi sosial dan mengaburkan peran individu antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi berpotensi mempengaruhi kinerja karyawan generasi Z. Hubungan tersebut diduga akan berpengaruh positif atau menguat apabila karyawan generasi Z memiliki tingkat work-life balance yang tinggi. Penelitian ini menguji pengaruh hybrid work model terhadap kinerja karyawan generasi Z dimoderasi oleh work-life balance. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei terhadap 121 karyawan yang pernah melaksanakan model kerja hybrid dari berbagai sektor dan berusia 18-28 tahun dengan metode purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala hybrid work model berdasarkan teori Lauring dan Jonasson, Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) oleh Koopmans dkk, dan Work-Life Balance Scale oleh Fisher dkk. Analisis data yang dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan analisis moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif signifikan dari hybrid work model terhadap kinerja karyawan (b = 0.209, β = 0.199, p = 0.029) dan (2) terdapat peran moderasi positif signifikan dari work-life balance (b = 0.492, β = 0.263, p = 0.011). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat work-life balance yang dimiliki oleh karyawan generasi Z maka semakin mendorong efektivitas hybrid work model dalam meningkatkan kinerja

    Aspek Psikologis di Balik Penggunaan Produk Makeup pada Perempuan: Sebuah Literature Review

    Full text link
    Makeup atau riasan wajah merujuk pada produk kosmetik yang mengandung pigmen warna. Penggunaan makeup merupakan hal yang umum di kalangan perempuan. Namun, produk makeup tidak hanya berfungsi untuk menutupi kekurangan pada bagian wajah. Tinjauan pustaka pada 10 artikel ilmiah yang terbit pada rentang 2020-2025 menunjukkan bahwa produk makeup memiliki dampak terhadap psikologis penggunanya seperti meningkatkan kepercayaan diri, self-esteem, hingga menjadi sarana self-healing pada perempuan

    Gambaran Perilaku Merokok pada Siswa SMP Ditinjau dari Theory of Planned Behavior

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada siswa SMP ditinjau dari Theory of Planned Behavior yang terdiri dari tiga aspek yaitu attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental yang melibatkan satu orang partisipan berusia 15 tahun yang melakukan perilaku merokok. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik dengan pendekatan theory driven. Hasil menunjukkan bahwa partisipan memiliki pemahaman kognitif mengenai dampak merokok, tetapi tetap mempertahankan perilaku tersebut karena adanya rasa nyaman dan pengurangan stres. Norma subjektif, khususnya pengaruh teman sebaya dan figur ayah, berperan dalam munculnya perilaku merokok, sementara ibu dan aturan sekolah menjadi faktor penghambat. Persepsi kontrol perilaku belum sepenuhnya kuat, meskipun partisipan telah menunjukkan upaya untuk mengurangi dan berhenti merokok

    Gambaran Pengasuhan Ibu yang Memiliki Remaja Down Syndrome

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengasuhan ibu yang memiliki remaja Down Syndrome (DS) dengan meninjau dua aspek utama, yaitu responsiveness dan demandingness. Responsiveness dipahami sebagai kehangatan, penerimaan, dan kepekaan ibu dalam merespons kebutuhan serta sinyal anak, sedangkan demandingness dipahami sebagai upaya ibu dalam membimbing perilaku melalui aturan, rutinitas, pengawasan, dan tuntutan yang disesuaikan dengan kemampuan remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Partisipan penelitian terdiri dari tiga ibu yang memiliki remaja laki-laki dengan DS dan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, termasuk wawancara dengan significant other sebagai sumber pendukung, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif Miles dkk. (2014) (kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan ibu pada remaja DS tampak sebagai proses yang terpadu antara sikap hangat dan peka dengan pengarahan perilaku yang konsisten. Para ibu cenderung membangun relasi yang suportif melalui komunikasi yang menenangkan, pendampingan aktivitas harian, serta upaya memahami kebutuhan emosional anak. Pada saat yang sama, ibu juga menerapkan batasan dan struktur melalui rutinitas, pengawasan, serta pengarahan perilaku agar remaja dapat mengembangkan perilaku adaptif dan kemandirian secara bertahap

    Pengaruh Work-Family Conflict Terhadap Kepuasan Pernikahan Dengan Spousal Support Sebagai Moderator Pada Karyawati Double-Income Couple

    Full text link
    Pembagian peran antara pekerjaan dengan keluarga merupakan hal yang penting dalam kepuasan pernikahan suatu pasangan, terlebih pasangan dual-income couple yang keduanya turut bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh work-family conflict pada kepuasan pernikahan dengan peran spousal support sebagai moderator pada karyawati keluarga dual-income couple. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, berbentuk survei dengan desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 82 karyawati dalam keluarga dual-income couple yang dipilih melalui accidental sampling, sebuah teknik pengambilan sampel non-probability sampling. Penelitian dilakukan secara daring menggunakan survei elektronik Google Form dan disebarkan melalui beberapa kanal sosial media seperti Whatsapp, LINE, Instagram, Twitter, dan X. Alat ukur yang digunakan adalah Work-Family Conflict Scale (WAFCS), Enrich Marital Satisfaction Scale (EMSS), dan Marital ISEL. Data dianalisis menggunakan PROCESS Macro Model 1 oleh Hayes untuk uji moderator sederhana. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan dari work-family conflict terhadap kepuasan pernikahan. Selain itu, ditemukan juga pengaruh positif yang signifikan dari spousal support terhadap kepuasan pernikahan. Akan tetapi, spousal support tidak ditemukan sebagai moderator yang efektif dalam melemahkan pengaruh negatif dari work-family conflict terhadap kepuasan pernikahan. Dengan demikian, karyawati perlu melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir konflik keluarga-kerja agar tidak menurunkan kepuasan pernikahan mereka. Kata kunci: dual-income couple, kepuasan pernikahan, karyawati, spousal support ,work-family conflict

    Pengaruh Materialism Terhadap Brand Loyalty Dengan Brand Engagement In Self-Concept Sebagai Variabel Mediasi Pada Treasure Maker

    Full text link
    Perkembangan industri K-pop generasi keempat menunjukkan persaingan yang semakin ketat dan dinamika loyalitas penggemar yang berubah-ubah. Fenomena ini tampak jelas pada penggemar boy group Treasure di Indonesia yaitu Treasure Maker yang akrab disebut Teume, khususnya setelah perubahan formasi grup yang memicu reaksi emosional dan perilaku konsumsi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh materialism terhadap brand loyalty dengan brand engagement in self-concept sebagai variabel mediasi pada Generasi Z penggemar Treasure. Kerangka teoritis penelitian ini didasarkan pada self-congruity theory yang menekankan kesesuaian antara identitas diri konsumen dan citra merek dalam membentuk keterikatan psikologis serta loyalitas jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 400 penggemar Treasure di Indonesia yang termasuk dalam kategori Generasi Z dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert yang mengukur materialism, brand loyalty, dan brand engagement in self-concept. Analisis data dilakukan menggunakan analisis model 4 PROCESS macro v4.2 Hayes dengan menggunakan software IBM SPSS Statistik 25 untuk melihat hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materialism berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty. Materialism juga meningkatkan brand engagement in self-concept yang selanjutnya memperkuat loyalitas penggemar. Temuan ini menegaskan peran brand engagement in self-concept sebagai mediator serta memperkuat relevansi self-congruity theory dalam konteks fandom budaya populer

    Roleplay Wayang Kartun Berbasis Nilai Ajining Raga Saka Busana dan Ajining Awak Ana ing Tumindhak sebagai Upaya dalam Mengurangi Perilaku Agresi Anak di Rumah Belajar Surga

    Full text link
    Perilaku agresi pada anak di Rumah Belajar Surga yang tinggal di lingkungan pinggiran rel kereta api sering menghambat proses pembelajaran dan perkembangan sosial-emosional. Penelitian ini menguji efektivitas intervensi roleplay wayang kartun berbasis nilai Ajining Raga Saka Busana dan Ajining Awak Ana ing Tumindhak dalam mengurangi perilaku agresi anak. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttes, dengan subjek anak-anak yang dibagi menjadi klaster kecil (TK hingga kelas 2 SD) dan klaster besar (kelas 3 SD hingga SMP). Pengukuran aspek kognitif dan afektif menggunakan skala berdasarkan indikator Buss & perry, sedangkan aspek psikomotor diukur melalui observasi partisipan terstruktur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan pada aspek kognitif dan afektif klaster kecil (p<0,05). Pada klaster besar, terjadi perubahan secara deskriptif, meskipun tidak signifikan. Secara psikomotor, frekuensi perilaku agresi pada kedua klaster menurun dari 40 menjadi 6 perilaku setelah intervensi. Dengan demikian, intervensi ini efektif dalam mengurangi perilaku agresi anak di Rumah Belajar Surga

    Pengalaman dan Coping Mechanism Mahasiswa sebagai Korban Cyberbullying: Studi Kasus Kualitatif

    Full text link
    Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media digital dan dapat menimbulkan dampak psikologis bagi individu yang mengalaminya. Setiap korban memiliki cara yang berbeda dalam merespons dan menghadapi pengalaman cyberbullying, salah satunya melalui penerapan coping mechanism. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman individu yang pernah menjadi korban cyberbullying serta menggambarkan strategi coping mechanism yang diterapkan dalam menghadapi pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus intrinsik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada partisipan yang merupakan mahasiswa dan pernah mengalami cyberbullying. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami berbagai bentuk cyberbullying, seperti pengabaian dalam grup percakapan, hate comment, penguntitan akun media sosial, serta ancaman melalui media komunikasi. Pengalaman tersebut menimbulkan dampak emosional berupa perasaan sedih, terganggu, dan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Partisipan menerapkan berbagai strategi coping mechanism, baik yang berfokus pada emosi maupun pemecahan masalah, seperti bercerita kepada orang terdekat, melakukan konfrontasi, serta melakukan refleksi diri. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan coping mechanism yang adaptif dapat membantu individu bangkit dari pengalaman cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media digital dan dapat menimbulkan dampak psikologis bagi individu yang mengalaminya. Setiap korban memiliki cara yang berbeda dalam merespons dan menghadapi pengalaman cyberbullying, salah satunya melalui penerapan coping mechanism. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman individu yang pernah menjadi korban cyberbullying serta menggambarkan strategi coping mechanism yang diterapkan dalam menghadapi pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus intrinsik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada partisipan yang merupakan mahasiswa dan pernah mengalami cyberbullying. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami berbagai bentuk cyberbullying, seperti pengabaian dalam grup percakapan, hate comment, penguntitan akun media sosial, serta ancaman melalui media komunikasi. Pengalaman tersebut menimbulkan dampak emosional berupa perasaan sedih, terganggu, dan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Partisipan menerapkan berbagai strategi coping mechanism, baik yang berfokus pada emosi maupun pemecahan masalah, seperti bercerita kepada orang terdekat, melakukan konfrontasi, serta melakukan refleksi diri. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan coping mechanism yang adaptif dapat membantu individu bangkit dari pengalaman cyberbullying

    PENGARUH JOB INSECURITY DAN WORK-FAMILY CONFLICT TERHADAP BURNOUT PADA GIG WORKER

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan gig economy yang menimbulkan tantangan baru bagi para pekerjanya (gig worker), termasuk tingginya risiko ketidakpastian kerja (job insecurity) dan kesulitan dalam menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga (work- family conflict). Kondisi ini dapat menjadi prediktor kuat munculnya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh simultan dan parsial dari job insecurity dan work-family conflict terhadap burnout pada gig worker. Partisipan dalam penelitian ini adalah 112 gig worker yang menggunakan platform digital dengan usia di atas 18 tahun. Burnout diukur menggunakan adaptasi skala Maslach-trisni burnout inventory (MTBI). Job insecurity diukur dengan Job insecurity questionnaire (JIQ) hasil translasi Tania Safitri, dan Work and family conflict scale (WAFCS) hasil adaptasi Parenting and Family Support Centre, The University of Queensland. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Analisis Regresi Linier Berganda dengan bantuan program Jamovi 2.3.16. Hasil analisis regresi berganda (R²=0,796, p<0,001) menunjukkan bahwa job insecurity dan work-family conflict secara simultan berpengaruh signifikan terhadap burnout pada gig worker. Secara parsial, job insecurity (β=1,10; p<0,001) dan work-family conflict (β=1,32; p<0,001) terbukti masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout. Kata kunci: burnout, gig worker, job insecurity, work-family conflic

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇