Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Peran Sikap Terhadap Perilaku sebagai Mediator Literasi Kesehatan Mental dan Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan Mental pada Emerging Adulthood di Pulau Jawa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran sikap terhadap perilaku sebagai mediator dalam hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku mencari bantuan kesehatan mental pada emerging adulthood di Pulau Jawa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif survey dengan melibatkan responden berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Pulau Jawa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu satu item dari Help-seeking Behavior Questionnaire, Mental Health Literacy Questionnaire-Short Version Adult (MHLq-SVa) versi bahasa Indonesia dan alat ukur TPB yang disusun oleh tim penelitian berdasarkan hasil preliminary study. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik binomial dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan sikap terhadap perilaku (R² = 0,256, p < .001) , terdapat hubungan signifikan antara sikap terhadap perilaku dan perilaku mencari bantuan kesehatan mental (Estimate = 0,05163; SE = 0,0231; Z = 2,238 ; p = 0,025; OR = 1,0530). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental terhadap perilaku mencari bantuan (Estimate = -0,00328; SE = 0,0269; Z = -0,122; p = 0,903; OR = 0,9967). Oleh karena itu, analisis mediasi tidak dapat dilanjutkan karena terdapat satu kondisi yang tidak signifikan

    Perbedaan Kepuasan Pernikahan Berdasarkan Gaya Kelekatan Dewasa pada Dewasa Awal

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pernikahan berdasarkan gaya kelekatan dewasa pada dewasa awal. Gaya kelekatan dewasa dipahami sebagai pola hubungan yang berkembang dari pengalaman kelekatan awal dengan orang tua dan terdiri dari empat kategori, yaitu secure, preoccupied, dismissing, dan fearful. Kepuasan pernikahan didefinisikan sebagai evaluasi subjektif individu terhadap kualitas hubungan pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 118 dewasa awal berusia 18–40 tahun yang berstatus menikah. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner Experiences in Close Relationship-Revised (ECR-R) dan ENRICH Marital Satisfaction (EMS). Analisis data dilakukan menggunakan One-Way ANOVA dengan software Jamovi for windows 2.3.28. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kepuasan pernikahan berdasarkan gaya kelekatan dewasa (p < .001). Kepuasan pernikahan tertinggi ditemukan pada individu dengan gaya kelekatan secure dan terendah pada gaya kelekatan fearful. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan pernikahan sedang dan didominasi oleh gaya kelekatan fearful

    HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA REMAJA

    Full text link
    Masa remaja merupakan fase yang ditandai dengan banyak perubahan yang terjadi pada individu, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetika, lingkungan keluarga dan pertemanan, serta proses pembentukan dan pencarian identitas diri. Dalam proses ini, remaja sering mengandalkan media sosial sebagai wadah untuk membentuk interaksi sosial. Meskipun media sosial memberikan kenyamanan dan manfaat, ia juga dapat memberikan dampak negatif yang dapat memicu kecemasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan kecemasan pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei. Partisipan terdiri dari 195 remaja berusia 12 hingga 21 tahun yang aktif menggunakan platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Twitter, untuk berinteraksi atau mengunggah konten. Data dikumpulkan menggunakan instrumen State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk mengukur kecemasan, serta Social Media Use Integration Scale (SMUIS) untuk mengukur penggunaan media sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson’s r dengan menggunakan software SPSS versi 22 untuk Windows. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kecemasan state pada remaja, dengan koefisien korelasi sebesar 0.622 (p < 0.05). Adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kecemasan trait pada remaja, dengan koefisien korelasi sebesar 0.698 (p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tingginya tingkat penggunaan media sosial, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja

    PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KESUKSESAN KARIR PADA KARYAWAN GENERASI Z DENGAN KINERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pengaruh self-efficacy terhadap kesuksesan karir pada karyawan Generasi Z, dengan kinerja sebagai variabel mediasi. Self-efficacy dipandang sebagai faktor psikologis penting yang memengaruhi motivasi, sikap kerja, dan pencapaian karir. Metode kuantitatif digunakan dengan melibatkan 121 responden Generasi Z di Indonesia, dianalisis menggunakan PROCESS Macro Model 4 pada SPSS 23. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dan secara tidak langsung berdampak pada kesuksesan karir melalui kinerja, menunjukkan mediasi parsial. Temuan ini menekankan pentingnya meningkatkan self-efficacy untuk mendukung kinerja dan keberhasilan karir, Namun, keterbatasan pendekatan cross-sectional menunjukkan perlunya studi lanjutan dengan desain longitudinal dan variabel eksternal lainnya

    Hubungan antara Self-Esteem dengan Loneliness pada Remote Workers

    Full text link
    Tren remote working kini banyak dipilih karena menawarkan fleksibilitas tempat bekerja. Akan tetapi, metode bekerja ini juga tak lepas dari kekurangan salah satunya adalah loneliness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self-esteem dengan loneliness pada remote workers. Self-esteem dimaknai sebagai sikap individu terhadap dirinya, baik positif maupun negatif. Loneliness dimaknai sebagai kesenjangan antara tingkat hubungan sosial yang diinginkan dan dicapai seseorang. partisipan penelitian ini adalah remote workers berjumlah 75 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale yang telah diadaptasi oleh Maroqi (2018) dan UCLA Loneliness Scale (Version 3) yang telah diadaptasi oleh Trinidya (2024). Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji korelasi Pearson menggunakan software IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dengan loneliness (r = -0,547, p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem seseorang, maka tingkat loneliness cenderung lebih rendah

    Gambaran Self Efficacy pada Perempuan Emerging Adulthood Korban Kekerasan Seksual

    Full text link
    Kekerasan seksual menimbulkan tantangan besar bagi perkembangan psikologis perempuan, terutama pada fase emerging adulthood yang krusial bagi pembentukan identitas dan arah hidup. Dampak ini memengaruhi self-efficacy, yaitu keyakinan individu akan kemampuannya mengorganisasi dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menghadapi situasi tertentu (Bandura, 1977). Penelitian ini mengeksplorasi proses self-efficacy pada perempuan emerging adulthood korban kekerasan seksual, guna memahami bagaimana pengalaman tersebut membentuk persepsi diri dalam menghadapi tantangan hidup. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus intrinsik, melalui wawancara mendalam dengan partisipan terpilih dan analisis tematik berbasis teori self efficacy Bandura yang mencakup aspek perilaku (initiation, effort, persistence) serta dimensi keyakinan (magnitude, strength, generality). Hasil menunjukkan pengaruh kompleks kekerasan seksual terhadap self efficacy, melalui keraguan diri, perubahan persepsi personal, dan pemulihan yang melibatkan refleksi, dukungan emosional, serta strategi koping. Temuan ini memberikan pemahaman kontekstual tentang dinamika penyintas dalam membangun kembali keyakinan diri dan serta mendukung pengembangan pemahaman psikologis yang peka terhadap isu gender

    Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Tingkat Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa

    Full text link
    Mahasiswa kerap menghadapi tekanan akademik yang menuntut kemampuan resiliensi, di mana regulasi emosi diduga menjadi faktor internal penting yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai adanya hubungan positif antara regulasi emosi dan resiliensi akademik pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan 100 partisipan mahasiswa S1 (usia 19-23 tahun). Data dikumpulkan menggunakan skala Regulasi Emosi dan Academic Resilience Scale (ARS-30), kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman's rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan resiliensi akademik (r = .634, p < .001). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi kemampuan mahasiswa meregulasi emosi, semakin tinggi pula resiliensi akademiknya, menjadikan regulasi emosi sebagai faktor protektif krusial dalam menghadapi tantangan akademik

    Pengembangan Perspective Towards Feminism Scale (PTFS) Berbasis Multidimensional di Indonesia

    Full text link
    Pengukuran sikap terhadap feminisme di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan linier pro dan kontra yang tidak merepresentasikan kompleksitas gerakan feminis. Perspektif feminisme sejatinya mencakup pandangan konservatif, liberal, radikal, sosialis, kultural, hingga misoginis yang saling bertentangan maupun bersinggungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen yang dapat memetakan perspektif individu terhadap feminisme secara multidimensional. Desain penelitian ini adalah pengembangan skala psikologis melalui tahap penulisan item berdasarkan kajian literatur, validasi isi (CVI) oleh lima rater, dan uji coba awal (pilot testing). Partisipan berjumlah 107 individu berusia 12–40 tahun yang dipilih secara purposive. Skala PTFS akhir terdiri dari 39 item dengan enam dimensi utama: misoginis, konservatif, liberal, radikal, sosialis, dan feminisme kultural. Hasil validasi isi menunjukkan bahwa sebagian besar item memiliki I-CVI ≥ 0.78. Temuan ini menegaskan urgensi pengukuran feminisme yang kontekstual dan berbasis teori multidimensi. Skala ini diharapkan menjadi alat asesmen yang relevan dalam riset dan advokasi kesetaraan gender di Indonesia

    TRANSFORMASI SECARA KOMPREHENSIF DAN INTEGRATIF LAVANAN FARMASI KLINIK GERIATRI SEBAGAI UPAVA UNTUK MENJAMIN KEAMANAN TERAPI OBAT BAGI PASIEN LANJUT USIA

    Full text link
    Dengan transformasi layanan farmasi klinik ini, kita dapat mencapai beberapa manfaat yang signifikan dalam meningkatkan keamanan terapi obat pada pasien lanjut usia, dengan cara: 1. Mengurangi kesalahan pemberian obat 2. Mengatasi atau mengurangi polifarmasi 3. Meminimalisir resiko efek samping obat melalui pemantauan yang ketat dan pendekatan terapi berbasis bukti 4. Menurunkan angka resiko jatuh 5. Menyarankan penghentian pemberian obat 6. Memastikan terapi obat yang tepat 7. Memberikan edukasi yang tepat kepada pasien 8. Mengoptimalkan kualitas hidup pasien 9. Memperbaiki kesehatan fisik, mental, dan sosial pasien lanjut usia Dengan demikian beban sistem kesehatan akan berkurang dan dengan pengelolaan terapi obat yang lebih baik, angka rawat inap akibat komplikasi obat dapat ditekan, sehingga mengurangi biaya kesehatan secara keseluruhan

    EFEKTIVITAS PROGRAM ROSE SEBAGAI INTERVENSI PREVENTIF POSTPARTUM DEPRESSION PADA IBU HAMIL DAN IBU MUDA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelatihan ROSE (Reach Out, Stay Strong, Essentials) terhadap aspek kognitif, afektif, dan perilaku kelompok PKK di Kelurahan Wage, Sidoarjo, dalam rangka pencegahan Postpartum Depression (PPD). Penelitian ini menerapkan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest dengan melibatkan 32 anggota kelompok PKK sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner evaluasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku sebelum serta setelah pelatihan ROSE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dalam aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai p-value= 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Dalam aspek afektif, analisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test menghasilkan nilai p-value= 0,000 < 0,05, menandakan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan ROSE memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku kelompok PKK dalam upaya pencegahan PPD

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇