38 research outputs found

    Pengelolaan Kelas di sekolah Dasar: Hambatan-Hambatan yang Dihadapi Guru dan Solusinya dalam Manajemen Kelas di SD Sana Tengah 1

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi pendidik dalam mengelola kelas serta solusi yang diterapkan di SD Sana Tengah 1. Pengelolaan kelas menjadi elemen penting dalam membentuk lingkungan belajar yang tenang bagi siswa. Beberapa hambatan yang ditemukan meliputi faktor guru, siswa, fasilitas, dan kurikulum. Faktor guru mencakup kepemimpinan, metode pengajaran yang monoton, serta kurangnya pemahaman tentang perkembangan siswa. Faktor siswa terkait dengan perilaku siswa yang tidak tertib, kurangnya kesadaran akan hak dan kewajiban, serta dominasi atau favoritisme dari orang tua. Fasilitas sekolah yang kurang memadai, seperti ruang kelas yang kecil dan minimnya alat pendukung, juga menjadi penghalang dalam manajemen kelas. Di sisi lain, kurikulum yang kurang fleksibel menambah tantangan dalam menciptakan proses belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen untuk mengumpulkan data. Solusi yang diterapkan mencakup tindakan preventif, seperti memberikan pemahaman tentang disiplin kepada siswa dan menciptakan suasana belajar yang inklusif. Selain itu, tindakan korektif dilakukan untuk mengatasi perilaku menyimpang melalui bimbingan dan pemberian sanksi yang mendidik. Kolaborasi dengan pihak sekolah dan komite juga berperan penting dalam memperbaiki pengelolaan kelas. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menyumbangkan pemikiran bagi peserta didik dalam meningkatkan manajemen kelas dan memberikan masukan kepada sekolah untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal

    Pengaruh sarana dan prasarana terhadap efektivitas belajar siswa kelas 3 tingkat Wustha di Lembaga Pendidikan Diniyah Formal Al Fithrah Surabaya

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pengaruh sarana prasarana terhadap efektivitas belajar siswa kelas 3 tingkat wustha di Pendidikan Diniyah Formal tingkat Wustho Al-fithrah, hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapas besar pengaruh sarana dan prasarana di Lembaga Pendidikan Diniyah Formal Al Fithrah Surabaya. Adapun permasalahan yang akan peneliti kembangkan antara lain: 1)Bagaimana sarana dan prasarana di Pendidikan Diniyah Formal tingkat Wustho Al-fithrah? 2)Bagaimana pembelajaran di Pendidikan Diniyah Formal tingkat Wustho Al-fithrah? 3)Bagaimana pengaruh sarana prasarana terhadap efektivitas belajar siswa kelas 3 tingkat Wustha di Pendidikan Diniyah Formal tingkat Wustho Al-fithrah? Adapun untuk mendapatkan jawaban atas permasslahan diatas peneliti menggunakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian data dengan prosedur spss yang melalui tahap uji validitas, uji releabilitas, uji normalitas, dan tahap terakhir untuk mengetahui hasil penelitian peneliti menggunakan analisis regresi linier sederhana

    Integrasi Filsafat Islam dalam Pembelajaran IPS Materi Menghargai Keanekaragaman Alam Kelas IV MIS Miftahul Ulum Desa Bajur

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi filsafat islam pada pembelajaran IPS materi menghargai keanekaragaman alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ayat Al-Qur’an dan Hadist dalam menjelaskan konsep-konsep konservasi alam dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Adapun Proses pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Pertama, guru menyampaikan materi tentang nilai-nilai islam yang relevan dengan konservasi alam seperti amanah (tanggung jawab), mizan (keseimbangan), dan adl (keadilan) dan menggunakan ayat Al-Qur’an dan Hadist dalam menjelaskan konsep-konsepnya.  Kedua, Dalam penerapannya siswa di bentuk kelompok untuk bekerja sama dengan kelompoknya lalu mengilustrasikan keanekaragaman alam di lingkungan mereka, yang di sertai dengan ayat Al-Qur’an dan hadist yang relevan. Hasil dari itu, siswa menunjukkan hubungan antara keanekaragaman alam dan nilai-nilai islam untuk di presentasikan. Dari itu, siswa di didik untuk jujur, kreatif, kritis, rasa ingin tahu peduli dengan lingkungan

    Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Efektivitas Belajar Siswa Kelas 3 Tingkat Wustha

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pengaruh sarana prasarana terhadap efektivitas belajar siswa kelas 3 tingkat wustha di Pendidikan Diniyah Formal tingkat Wustho Al-fithrah, hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapas besar pengaruh sarana dan prasarana di Lembaga Pendidikan Diniyah Formal Al Fithrah Surabaya. Peneliti menggunakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian data dengan prosedur spss yang melalui tahap uji validitas, uji releabilitas, uji normalitas, dan tahap terakhir untuk mengetahui hasil penelitian peneliti menggunakan analisis regresi linier sederhana. Sarana dan prasarana telah diterapkan oleh Pendidikan Diniyah Al Fithrah mendapatkan hasil akhir 79,5% dengan kategori baik. Efektivitas belajar siswa tergolong “baik” dengan perolehan hasil 79,5% dan berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana membuktikan bahwa semakin baik sarana dan prasarana lembaga akan berpengaruh terhadap efektivitas belajar siswa kelas 3 Tingkat Wustha di Lembaga Pendidikan Diniyah Formal Al-Fitrah Surabaya

    Fluktuasi relasi Islam Kristen di Indonesia: Pendekatan sosio-historis

    No full text
    Buku ini menjelaskan tentang fluktuasi relasi antara Islam dan Kristen di Dusun Ranurejo Situbondo pasca kerusuhan 1996 yang kemudian dikenal dengan Peristiwa Sepuluh Sepuluh. Tulisan sederhana ini berupaya memahami sejarah hubungan Islam-Kristen, medan budaya penciptaan kerukunan, faktor pendukung dan penghambat penciptaan kerukunan, dan implikasi kerusuhan bagi kerukunan antarumat beragama di Dusun Ranurejo. Potret hubungan Islam-Kristen di Ranurejo memiliki basis sejarah yang kuat, sehingga mampu menumbuhkan relasi harmonis dan saling pengertian, karena desa tersebut dibuka orang-orang Kristen dan dibangun bersama dengan orang-orang Islam yang datang belakangan. Kerukunan umat beragama tercipta melalui dua medan budaya, yakni kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kerukunan umat beragama tercipta karena toleransi dan saling menghormati, kearifan dakwah, dan dialog antarumat beragama yang dilakukan secara intensif. Hambatan penciptaan kerukunan umat beragama disebabkan adanya salah persepsi dan munculnya konflik keagamaan pasca kerusuhan. Kerusuhan Situbondo memiliki implikasi negatif dan positif bagi relasi Islam-Kristen. Di satu sisi menumbuhkan trauma psikologis pada sebagian masyarakat, namun di sisi lain dapat memperkuat relasi kedua agama dengan tumbuhnya kesadaran untuk menjunjung tinggi prinsip agama masing-masing. Kendati cenderung fluktuatif karena beberapa persoalan, namun secara umum relasi Islam-Kristen di dusun ini mampu menampilkan keharmonisan dan kedamaian

    ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH: PENYESUAIAN KARAKTERISTIK, KURIKULUM, CAPAIAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN SESUAI KEBUTUHAN PESERTA DIDIK

    No full text
    This research aims to analyze the learning needs at Madrasah Ibtidaiyah with a focus on four main aspects: student characteristics, the implemented curriculum, expected learning outcomes, and the teaching media used. We use a qualitative literature study method to analyze relevant literature, including books and journals. Theories related to this topic serve as the data sources. The research results show that the characteristics of students in Madrasah Ibtidaiyah include cognitive, emotional, social, motivational, moral, and motor aspects that interact with each other in the learning process. By understanding individual differences, teachers can manage the classroom more effectively and choose appropriate learning media to support the participation of all students. The curriculum functions as a tool for achieving educational objectives, incorporating crucial elements that facilitate its effective implementation. In Madrasah Ibtidaiyah, students aim to achieve learning achievements, which encompass aspects of knowledge, skills, and attitudes that align with the applicable curriculum. This process involves the interaction between new experiences and previous experiences, which contributes to changes in students' attitudes and behaviors. Madrasah Ibtidaiyah expects this research to provide insights for the development of more effective learning strategies. Thus, a comprehensive understanding of student characteristics and the curriculum will enhance the quality of education at the primary level

    Strategi Pimpinan Madrasah dalam menumbuhkan Religious Culture di MIN 2 Pamekasan

    No full text
    Pemimpin Madrasah memainkan peran penting dalam keberhasilan institusi pendidikan religius, baik dalam melaksanakan program kegiatan madrasah maupun di luarnya. Untuk mengelola institusi pendidikan dengan sentuhan religius, diperlukan pendekatan profesional yang dijalankan oleh orang yang berpengalaman, bertanggung jawab, dan didukung oleh sumber daya yang memadai. Oleh karena itu, untuk membuat MIN 2 Pamekasan menjadi sekolah yang baik dan agamis, strategi pimpinan madrasah harus digunakan untuk menumbuhkan budaya religius di antara siswanya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: menggambarkan budaya religius di madrasah; kedua, menjelaskan cara-cara pimpinan sekolah membina budaya religius; dan ketiga, menjelaskan dampak keberhasilan budaya religius tersebut. Strategi pimpinan sekolah dalam membina budaya religius disebabkan oleh keterbatasan waktu, pendekatan pembelajaran yang lebih kognitif, kurangnya proses internalisasi nilai, dan faktor-faktor lain yang berbahaya yang datang dari luar madrasah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis studi kasus. Wawancara, dokumentasi, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama-tama, budaya religius di MIN 2 Pamekasan lebih menekankan ibadah sehari-hari untuk mendukung akademik, seperti membaca surah pendek (juz 30), doa sebelum belajar, sholat dhuha dan dhuhur berjamaah, peringatan hari besar, dan memakai pakaian muslim dan muslimah (kerudung). Kedua, strategi kepala sekolah untuk mewujudkan budaya religius di MIN 2 Pamekasan termasuk perencanaan program, memberikan teladan, internalisasi nilai, pembiasaan, dan evaluasi. Ketiga, hasil dari mewujudkan budaya religius di MIN 2 Pamekasan terlihat dalam keinginan siswa untuk belajar agama, menyelesaikan tugas sekolah, berpakaian dengan baik dan menghormati satu sama lain di lingkungan sekolah

    Strategi Pengembangan Kurikulum Merdeka dalam Memperkuat Karakter pada Tingkat Sekolah Dasar

    No full text
    Pengembangan kurikulum di sekolah dasar sangat penting untuk meningkatkan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas strategi pengembangan kurikulum Merdeka dalam memperkuat karakter pada tingkat sekolah dasar. Kurikulum Merdeka memiliki tujuan untuk menciptakan siswa yang memiliki karakter yang terampil, berbudi pekerti, beradab, dan berakhlak baik sesuai dengan visi bangsa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan hasil observasi terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kurikulum Merdeka meliputi identifikasi kebutuhan, penyesuaian kurikulum, penguatan kompetensi dasar, pemanfaatan teknologi, melibatkan stakeholder dalam pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta memastikan pembelajaran karakter terintegrasi dalam setiap aspek pembelajaran. Penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar meliputi integrasi konten kurikulum karakter ke dalam mata pelajaran yang relevan, kegiatan sehari-hari di sekolah, dan kegiatan yang direncanakan, serta membangun komunikasi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua siswa. Studi ini memberikan pandangan yang mendalam tentang pentingnya pengembangan kurikulum Merdeka dalam memperkuat karakter pada tingkat sekolah dasar

    Pengembangan Industri Kreatif Batik Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal Di Kabupaten Pamekasan - Batik Industrial Development Through An Approach Of Local Economic Development In Pamekasan Regency

    No full text
    Kabupaten Pamekasan sebagai salah satu kabupaten miskin di Jawa Timur membutuhkan suatu penggerak perekonomian lokal. Batik yang merupakan salah satu ciri khas lokal Kabupaten Pamekasan adalah salah satu potensi yang dapat diandalkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Akan tetapi, kondisi infrastruktur, kelembagaan, dan sistem produksi yang terdiri dari SDM dan teknologi menjadi kendala berkembangnya industri batik di Kabupaten Pamekasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan arahan yang tepat untuk mengembangkan industri batik di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Local Economic Development. Tahapan penelitian ini, yang pertama menentukan produktivitas pengrajin untuk mengidentifikasi karakteristik industri batik Pamekasan. Kedua, menganalisis faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. Selanjutnya, melakukan analisis klaster yang kemudian dikomparasikan dengan karakteristik industri untuk menghasilkan tipologi industri batik. Dari tipologi yang dihasilkan, disusun arahan pengembangan industri batik melalui analisis delphi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah 5 tipologi industri batik. Tipologi 1 terdiri dari Desa Klampar, Toket dan Larangan Badung. Arahan untuk tipologi 1 ditekankan pada pengembangan variabel-variabel pada faktor kelembagaan. Tipologi 2 terdiri dari Desa Panaan dengan arahan pengembangan pada variabel dalam faktor sistem produksi dan kelembagaan. Tipologi 3 adalah Desa Angsanah, dimana arahan pengembangan ditekankan pada variabel dalam faktor kelembagaan. Tipologi 4 adalah DesaKowel, Waru Barat dan Candi Burung dengan arahan pengembangan pada variabel dalam faktor kelembagaan dan sistem produksi. Desa Rang Perang Daya, RekKerek, Banyuplle, Pegantenan dan Pagendingan tergolong dalam tipologi 5. Arahan untuk tipologi 5 adalah pengembangan variabel-variabel pada faktor sistemproduksi, infrastruktur dan kelembagaan. ======================================================================================================================== Pamekasan, as it is one of regency in East Java, needs any support for enhancing local economy. So far, Batik, as one of local property owned by Pamekasan regency, is one of potential reliable support to encourage the society’s prosperity and territorial development. Yet, some of elements can be obstacle. They may come up from infrastructure, institutional, and producing system in which Human Resources and Technology be constraint of Pamekasan regency industrial development. That’s why; this research aims at establishing any appropriate way of developing batik industry in Pamekasan regency. This research used Local Economic Development approach. The steps of this research were, first, to determine the craftsman productivity in order to identify the typical batik industry of Pamekasan. Second, was to analyze any factors influencing batik industrial development using Confirmatory Factor Analysis. The next after, having cluster analysis which then was compared with typical industry in order to obtain batik industrial typology. And of the typology result, the appropriate way of developing batik industrial was compiled trough Delphi Analysis. The final point of this research was 5 typologies of batik industry. Typology 1 consisted of Klampar village, Toket, and Larangan Badung. The appropriate way of typology 1 was emphasized on developing any variables to the institutional factors. Typology 2 consisted of Panaan village with way of developing on the variables of producing system and institutional. Typology 3 consisted of Angsanah village which the appropriate way was emphasized on variables of institutional factors. Typology 4 was Kowel village, Waru Barat and Candi Burung with focusing on way of developing on variables of institutional factors and producing system. Rang Perang Daya village, RekKerek, Banyuplle, Pegantenan, and Pagendingan included on the typology 5 which developing variables on producing system factors, infrastructures and institutional were emphasized

    Pemulihan ekonomi pasca bencana pandemi Covid-19 di Dusun Kedungsari Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Peristiwa pandemi covid-19 telah menciptakan krisis global terbesar di dunia, terutama pada sistem ekonomi. kejadian ini juga dialami oleh masyarakat Desa Gintangan khusunya Dusun Kedungsari. Hal ini membuat masyarakat resah karena masih banyak kebutuhan yang harus terpenuhi akan tetapi mereka mengalami ekonomi yang tidak stabil dan sangat rendah. Menemukan alternatif baru merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi dampak perekonomian yang disebabkan adanya pandemi Covid-19 ini. Penelitian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) yaitu penelitian yang fokus terhadap aset atau potensi yang dimiliki. Tujuan akhir (goal) pada penelitian ini adalah dapat memulihkan ekonomi pasca bencana Covid-19 di Dusun Kedungsari. Dengan adanya pasar kuliner dapat dijadikan sebagai wadah atau salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan dan mengembangkan aset dan potensi mereka. Adanya kelompok pengelola kegiatan yang telah dibentuk agar kegiatan dan aktivitas di pasar dapat terstruktur dan terkelola dengan baik
    corecore