Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Persepsi Anak Panti Asuhan terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling
Layanan bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan oleh panti asuhan anak-anak untuk membantu mereka berkembang secara mandiri, terutama dalam menghadapi tantangan emosional dan sosial yang khas pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi anak Panti Asuhan Muhammadiyah Putri terhadap layanan bimbingan dan konseling yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama 40 hari kepada 20 anak panti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak panti memiliki persepsi positif terhadap layanan yang diberikan mereka merasa senang, mendapatkan manfaat dari program seperti tes kepribadian, pelatihan life skill, penilaian emosi, minat bakat, karir, hingga kelompok bimbingan. Anak-anak merasa lebih termotivasi untuk mengembangkan diri, meraih cita-cita, memperoleh teman baru, serta mendapatkan wawasan dan hiburan yang memperkuat semangat mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari di panti. Selain itu, layanan ini membantu mereka memahami potensi diri dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling di panti asuhan mendapat tanggapan yang sangat positif dan berdampak nyata dalam meningkatkan motivasi, wawasan, serta kesejahteraan psikologis anak-anak panti.
Analisis Pemahaman Konsep Dasar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Materi KPK dan FPB
Pemahaman siswa Sekolah Dasar terhadap konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas V SDN 024777 Binjai terhadap materi KPK dan FPB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes uraian, yang dirancang untuk mengukur lima indikator pemahaman konsep.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat menyatakan ulang konsep dengan persentase 60%, memahami konsep bilangan sebesar 52%, memahami bilangan prima sebesar 40%, mencari kelipatan bilangan sebesar 28%, dan dalam menentukan KPK dan FPB hanya mencapai 10%. Rendahnya hasil ini disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi prasyarat, kesalahan dalam proses faktorisasi prima, serta minimnya latihan dan penerapan pendekatan kontekstual. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penerapan strategi pembelajaran kontekstual yang didukung dengan media konkret untuk memperkuat pemahaman konsep matematika sisw
Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Dalam Penerapan Total Quality Management
Abstrak dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan Total Quality Management (TQM) dalam dunia pendidikan. TQM merupakan filosofi manajemen yang menekankan perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan seluruh pihak terkait dalam proses pendidikan untuk mencapai mutu yang optimal. Penerapan TQM di pendidikan meliputi dukungan kepemimpinan, partisipasi aktif tenaga pendidik dan staf, serta pengelolaan proses pembelajaran yang sistematis dan berbasis evaluasi berkelanjutan. Strategi implementasi TQM mencakup pendekatan top-down, fokus pada kebutuhan peserta didik sebagai pelanggan utama, pengembangan budaya mutu, serta penggunaan alat dan teknik kualitas untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Dengan menerapkan prinsip-prinsip TQM secara konsisten, lembaga pendidikan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, relevansi kurikulum, dan kepuasan semua pemangku kepentingan, sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di era global. Artikel ini juga menyoroti pentingnya perubahan budaya organisasi dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik sebagai bagian integral dari proses peningkatan mutu pembelajaran melalui TQ
Media Pembelajaran Digital Terhadap Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar: Sebuah Tinjauan Pustaka
Penggunaan media pembelajaran ddigital sangat berberan penting bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah karena media pembelajaran digital dapat berperan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau lebih jauh mengenai pengaruh media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka tematik yaitu dengan mengumpulkan hasil dari berbagai temuan penelitian, penelitian ini menggunakan data dari artikel-artikel yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media digital pada proses pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Media digital juga memotivasi siswa dalam belajar, serta mengembangkan keterampilan digital dan teknologi siswa. Selain itu juga dibahas mengenai cara penggunaan yang baik supaya terhindar dari cyberbullying atau dampak negatif digital lain. Dengan begitu, proses pembelajaran akan lebih menarik, interaktif, serta akan memudahkan dalam penyampaian materi. Artikel ini menekankan tentang pentingnya pengunaan media digital dalam pembelajaran serta bagaimana memanfaatkan media digital secara bijaksana dalam proses pembelajaran di sekolah dasa
Analisis Implementasi Pembelajaran dalam Proses Pembentukan Karakter di Sekolah Alam
Sekolah alam sering kali mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa, memanfaatkan lingkungan alam sebagai media belajar dan pembelajaran yang holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan, sosial, dan spiritual dalam kurikulumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan karakter dalam konteks sekolah alam yang tekanan pembentukan nilai-nilai karakter sesuai perkembangan pribadi siswa sebagai alternatif utama upaya pembentukan karakter bagi siswa. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan teknis analisis data menggunakan studi literatur. Penelitian ini memberikan hasil bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilihat sebagai bagian dari pembelajaran di kelas, tetapi juga sebagai proses yang mengalir sepanjang kegiatan sehari-hari siswa, contoh pembentukan karakter pada siswa mengajarkan nilai-nilai moral tanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, dan kepedulian, yang mengedepankan integrasi antara pembelajaran akademik dan pembentukan karakter yang kuat dan berbudi pekerti. Sehingga berpotensi menjadi acuan bagi pengembangan model pendidikan yang lebih inovatif dan efektif dalam membentuk karakter siswa di era moder
Pengembangan Video Pembelajaran pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Guna Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Sekolah Dasar
Minimnya variasi media pembelajaran berdampak pada minat belajar serta hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kualitas video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Development) yang menggunakan metode penelitian ADDIE yang melalui 5 tahap (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya data kualitas video pembelajaran berdasarkan para ahli sebesar 85 oleh ahli media dalam kategori “Sangat Baik”, 95 oleh ahli materi dalam kategori “Sangat Baik”, 75 oleh ahli pembelajaran dalam kategori “Baik”, dan 80 oleh ahli bahasa dalam kategori “Baik”. Sedangkan data hasil respon oleh guru mendapat nilai 87.5 dalam kategori “Sangat Baik” dan nilai 87.6 berdasarkan rata-rata respon siswa dalam kategori “Sangat Baik”. Sedangkan pada uji efektivitas, menunjukkan nilai rata-rata pre-test 60.4 dan post-test 82.3 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil daripada nilai 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran materi Sistem Pernapasan Manusia dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD Muhammadiyah Blebe
Implementasi LKPD Berbasis Pendidikan Matematika Realistik terhadap Kemampuan Representasi Matematis Pada Materi Luas Permukaan
Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan matematis yang dapat dicapai dengan menggunakan strategi atau pendekatan dalam pembelajaran, salah satunya adalah pendekatan RME (Realistic Mathematics Education). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil penerapan pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) pada materi luas permukaan terhadap kemampuan representasi matematis yang ditinjau dari hasil penyelesaian LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik). Subjek penelitian terdiri dari siswa SMP yang belum pernah mendapatkan materi luas permukaan bangun ruang sisi datar, terutama untuk bangun ruang balok dan prisma. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik) berbasis RME (Realistic Mathematics Education) yang digunakan telah sesuai dengan prinsip dan karakteristik RME sebagaimana yang dikemukakan oleh Gravemeijer. Kesesuaian LKPD dengan karakteristik RME dapat ditunjukkan dari hasil jawaban siswa saat menyelesaikan LKPD secara berkelompok. LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik) tersebut juga dapat mendorong kemampuan representasi matematis siswa yang terdiri dari tiga indikator, yaitu representasi visual, verbal, dan simbolik. Sehingga LKPD berbasis RME yang diimplementasikan pada materi luas permukaan mampu memfasilitasi kemampuan representasi matematis siswa
Pengembangan Ensiklopedia Makanan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya pengetahuan siswa/siswi Sekolah Dasar mengenai makanan tradisional serta belum adanya media yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk yaitu ensiklopedia makanan tradisional sebagai pengukur tingkat kelayakan ensiklopedia makanan tradisional berbasis kearifan lokal untuk siswa kelas IV SDN 007 Tebing. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang mengacu pada 5 langkah yang dikembangkan oleh ADDIE melalui tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dan sampel dalam penelitian sebanyak 12 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrument berupa angket atau lembar kuesioner. Teknik analisis menggunakan skala likert sebagai skala skor penilaian dan rata-rata untuk kriteria validasi menggunakan presentase skor. Uji efektifitas produk menggunakan N Gain.Hasil validasi dari kedua ahli materi mendapatkan skor 90% dengan keterangan sangat layak. Hasil validasi dari kedua ahli media atau desain mendapatkan skor 90% dengan keterangan sangat layak. Hasil respon guru memperoleh nilai 84% dengan keterangan sangat layak. Hasil uji efektifitas dengan nilai N Gain mendapatkan nilai 0,78 dengan kriteria tingkat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ensiklopedia makanan tradisional berbasis kearifan lokal dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi makanan tradisiona
Gagasan Teori Demokrasi Kerakyatan Oleh Mohammad Hatta Dan Kaitannya Dengan Pembelajaran Ips Berbasis Pendekatan Steam
Demokrasi barat merupakan demokrasi yang berdasarkan individualism, dimana sangat gencar dipraktikkan pada masa Revolusi Prancis yang mengarah pada kemerdekaan, kebenaran serta kebebasan bagi setiap individu memicu timbulnya sikap egois karena ingin mempertahankan kedudukannya masing-masing dimata hukum. Demokrasi ini dapat menciptakan kapitalisme di bidang ekonomi, serta tidak berpihak pada rakyat. Moh. Hatta menolak demokrasi yang bertumpu pada kepentingan feudal, ia juga menolak demokrasi yang bertumpu pada dominasi kepentingan satu golongan yang menindas golongan lain. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian literatur. Penelitian studi Pustaka (library research) merupakan metode penelitian dengan mengumpulkan data kemudian dipahami dan dipelajari dari berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan penelitian. Demokrasi yang digagas oleh tokoh Nasional yaitu Mohammad Hatta memberikat konsep bahwa demokrasi kerakyatan adalah demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai kerakyatan dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, bukan hanya untuk kepentingan golongan tertentu. Demokrasi kerakyatan selaras dengan pembelajaran IPS berbasis STEAM, hal ini terlihat dari adanya partisipasi, kolaborasi, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah dan pengembangan potensi individu yang berdampak pada kesejahteraan bersama. Pembelajaran IPS berbasis pendekatan STEAM dan demokrasi kerakyatan keduanya mendorong keterlibatan secara aktif, Kerjasama dan pengembangan keterampilan untuk kepentingan bersama
Perencanaan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar
Kurikulum Mandiri Indonesia sangat menekankan pada pembelajaran yang adaptif dan fleksibel yang mempertimbangkan kebutuhan dan sifat unik setiap siswa. Salah satu taktik yang berguna untuk menyesuaikan proses pendidikan dengan kebutuhan setiap siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan proses perencanaan pengembangan kurikulum berbasis Kurikulum Mandiri dalam konteks pembelajaran yang dibedakan di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN 005 Lutan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan menggunakan guru dan kepala sekolah sebagai informan. Observasi, wawancara, dan studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Metode Miles dan Huberman kemudian digunakan untuk analisis, dan triangulasi digunakan untuk memverifikasi hasilnya. Menurut temuan penelitian, tujuan utama Kurikulum Mandiri adalah untuk menumbuhkan suasana yang positif bagi orang tua, instruktur, dan siswa. Pembelajaran berbasis proyek untuk membangun keterampilan lunak dan karakter siswa, fokus pada sumber daya utama, dan kebebasan instruktur dalam memodifikasi instruksi adalah beberapa ciri-cirinya. Diharapkan bahwa pembelajaran yang terdiferensiasi akan meningkatkan pertumbuhan siswa berdasarkan minat dan kemampuan mereka serta kreativitas dan inovasi. Telah ditetapkan bahwa Kurikulum Independen menumbuhkan suasana belajar yang positif bagi orang tua, instruktur, dan siswa