Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Lingkungan Belajar Efektif Bagi Siswa Sekolah Dasar
Sekolah mempunyai peran sebagai lembaga pendidikan yang mengembangkan potensi-potensi siswa, agar mampu menjalani tugas-tugas dalam kehidupan, baik secara individual maupun sosial. Sekolah merupakan salah satu lingkungan siswa. Lingkungan dalam pengertian umum, berarti situasi yang ada di sekitar manusia. Manusia tidak bisa lepas dari lingkungan tempat tinggal, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah. Lingkungan tersebut dapat menimbulkan Perubahan tingkah laku manusia. Karena lingkungan dapt merubah tingkah laku, maka sekolah hendaknya menciptakan lingkungan belajar efektif bagi siswa sekolah dasar
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Jaring-jaring Balok dan Kubus dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Siswa Kelas IV Sdn 05 Air Tawar Barat
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 05 Air Tawar Barat Kota Padang. Pelaksanaan pembelajaran jaring-jaring balok dan kubus dilaksanakan dengan 7 langkah pendekatan CTL yaitu: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian otentik. Data penelitian ini diperoleh dari hasil-hasil dengan menggunakan tes, observasi, wawancara, dan diskusi. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, yaitu siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan (6 x 35 menit) dan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (6 x 35 menit). Hasil penelitian dari setiap siklus yang telah dilaksanakan terlihat adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada siklus I , nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 7 dengan persentase 70 % siswa, Pada siklus II pertemuan 1, nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 8,71 dengan persentase 86% siswa dan pada siklus II pertemuan 2, nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 85 dengan persentase 90,62% siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terlihat juga adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian dengan menggunakan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar jaring-jaring balok dan kubu
Education Policy SD Towards a New Paradigm Through the Professionalism of Teacher
Profesi sebagai guru memiliki peran yang sangat strategis dalam proses pencerdasan, pembudayaan, dan pembangunan karakter bangsa. Pencanangan guru sebagai jabatan profesi dan menjadi modal dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara komprehensif. Dengan tugas-tugas seperti yang tertera dalam UU Nomor 14 Tahun 2005, guru menjadi faktor kunci dan “the front liner†dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Sebagai konsekuensinya, guru harus memiliki kemampuan yang memadai dan terstandar untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan serta mempunyai keinginan dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas.Semua yang dipelajari di sekolah tidak dilakukan dalam kerangka mengembangkan pribadi dan menghayati kehidupan yang bersih lahir dan batin, tetapi hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan ritual formal. Disinilah letak pentingnya para guru untuk mengajarkan materi yang lebih “bermakna†dengan penekanan pendidikan yang seimbang, tidak hanya didominasi kecerdasan intelektual semata, melainkan juga melibatkan emosi. Konsep pembelajaran aktif tersebut tentu saja berbeda dengan konsep pembelajaran yang selama ini terjadi. Karena dengan Active Learning, proses pembelajaran berpindah dari situasi “teacher dominated learning†ke situasi “student dominated learningâ€. Siswa disini lebih dipandang sebagai manusia dengan segala potensi yang dimilikinya. Guru hanya sebagai fasilitator sekaligus teman dalam mencari ilmu pengetahuan. Karena posisi siswa sebagai subyek dan aktor dalam proses belajar mengajar, maka kemungkinan siswa lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajara
Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Taksonomi Bloom Dua dimensi di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menghasilkan alat evaluasi yang layak untuk siswa SD.Penelitian pengembangan ini akan dicobakan dengan menggunakan taksonomi Bloom dua dimensi untukmenghasilkan butir-butir tes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode R & D (Researchand Development) atau metode penelitian dan pengembangan. Alat evaluasi yang dikembangkan padapenelitian ini adalah soal tes uraian, kunci jawaban serta pedoman penskoran. Tahapan-tahapan dalampenelitian ini dimulai dengan studi kepustakaan, pembuatan kisi-kisi, penulisa butir tes, uji ahli (validitas isi),revisi tahap 1, uji terbatas yang terdiri dari: validitas butir soal, uji reliabilitas, taraf kesukaran dan dayabeda. Selanjutnya dilanjutkan ke tahap revisi 2, uji coba lebih luas ke tiga SD yang satu kompleks denganSDN 016, hingga seleksi dan perakitan tes, sampai didapatkan butir tes yang valid dan reliabel. Evaluasihasil belajar mata pelajaran IPS dengan menggunakan Taksonomi Bloom Dua Dimensi nilairata-ratatotalvalidasi yang diberikan olehvalidator terhadap alat evalusi sebesar 3,29, alat evaluasi yang dikembangkandalam kategori sangat valid dan koefisien validitas butir soal dari soal 1sampai 30 memiliki kriteria validitastinggi. Koefisien reliabilitas soal tesuraianyang dikembangkansebesar 1,019524 dengan kategori reliabilitas sangat tinggi