65,279 research outputs found
Kelayakan Finansial Budi Daya Sarang Burung Walet di Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau
Usaha penangkaran burung walet merupakan salah satu usaha yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini. Hal tersebut didukung oleh kondisi lingkungan dan geografis yang sesuai serta sumber daya yang tersedia untuk mendukung kehidupan burung walet yang dapat ditemukan pada beberapa daerah tertentu di indonesia. Sarang burung walet merupakan usaha pilihan untuk menambah penghasilan dan menjadi usaha yang meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha sarang burung walet di Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Malinau Barat dengan pertimbangan daerah ini merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki letak geografis yang sesuai dengan kehidupan burung walet. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 pembudidaya sarang burung walet. Penelitian ini menggunakan analisis kelayakan finansial dengan 6 kriteria yaitu R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate Of Return (IRR) dan Analisis Data Secara Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan discount Factor 8 % menunjukan R/C Ratio sebesar 3.10 BEP sebesar Rp. 45.084.475,- NPV sebesar Rp. 627,738,439,- Net B/C sebesar 2.47 dan IRR sebesar 78.63%. Berdasarkan kegiatan tersebut usaha sarang burung walet ini layak untuk diusahakan secara finansial
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sarang Burung Walet (Collocalia Fuciphaga) . Dengan studi kasus : Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui pendapatan ternak
sarang burung walet dan untuk mengetahui kelayakan usaha ternak sarang burung walet.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh sebanyak 8 sampel
peternak sarang burung walet karena kurang dari 30 orang. Metode analisis yang digunakan
adalah R/C,B/C,NPV,IRR,Net B/C dan PBP.
Hasil penelitian diketahui bahwa yaitu : Diketahui bahwa rata-rata produksi
(penjualan) yang di hasilkan oleh peternak sarang burung walet adalah 17,6 Kg/Tahun
dengan harga jual Rp 8.500.000/kg dan menghasilkan pendapatan rata-rata Rp
125.824.795/Tahun, di mana dengan mengeluarkan rata-rata biaya produksi Rp
23.775.205/Tahun. Ditinjau dari analisis Rasio penerimaan atas Biaya (R/C Ratio) usaha
budidaya ternak sarang burung walet di Kecamatan Gunung meriah layak untuk diusahakan ,
karena nilai perbandingan R/C adalah 6,2 atau lebih dari 1. Begitu juga dengan analisi B/C
ratio, usaha ini layak diusahakan karena perbandingan B/C adalah 5,2 atau lebih dari 0.
Usaha ternak sarang burung walet di daerah penelitian secara finansial layak untuk
dilaksanakan dan dikembangkan, hal ini dapat dilihat dari NPV > 0, yaitu sebesar Rp
292.569.000,72, nilai IRR > SOCC (17%) yaitu sebesar 35,63%, nilai Net B/C > 1, yaitu
2,05%, dan nilai PBP yaitu sebesar 0,876 dengan perhitungan pulang modal 25 bulan atau 2
tahun 1 bulan
Efisiensi Biaya Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Kabupaten Gresik Tahun 2000
Penelitian dengan judul Efisiensi Biaya Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Kabupaten Gresik Tahun 2000 ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efisiensi biaya usaha budidaya sarang burung walet di Kabupaten Gresik dalam tahun 2000.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan deduktif dan induktif. Penelitian deduktif merupakan aplikasi suatu teori yang dipergunakan dalam kondisi yang lebih spesifik. Penelitian induktif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengusaha yang ada ditengah kota Kabupaten Gresik, sampel yang diambil adalah 20 pengusaha dari 65 pengusaha yang ada di tengah kota Kabupaten Gresik.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian tentang efisiensi biaya usaha budidaya sarang burung walet di Kabupaten Gresik tahun 2000 ini menggunakan analisis efisiensi usaha, penerimaan total dan biaya total sehingga hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut bahwa efisiensi R/C ratio usaha budidaya sarang burung walet yang ada di tengah kota Kabupaten Gresik tahun 2000 yaitu 18,152, dimana R/C ratio > 1, berarti efisien dimana R berbeda secara signifikan dengan C, maka usaha budidaya sarang burung walet yang ada di tengah kota Kabupaten Gresik tahun 2000 masih efisien untuk dikembangkan
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa
Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Walet Bapak Mahmud di
Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa pada tanggal 26
Agustus sampai 26 September 2020. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kelayakan usaha budidaya sarang burung walet. Kegunaan
penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar atau acuan di
masyarakat, ilmu pengetahuan dan pemerintah untuk mengembangkan
usaha budidaya sarang burung walet.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tentang
pengeluaran dan penerimaan usaha walet Milik Bapak Mahmud di Desa
Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dengan metode
penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Analisis data yang
digunakan yaitu analisis deskriptif kuantatif. Variabel yang diamati BEP
(Break Event Point), R/C ratio (Revenue Cost Ratio), dan B/C ratio
(Benefit Cost Ratio).
Hasil penelitian menunjukan bahwa luas bangunan usaha budidaya
sarang burung walet yaitu 8 x 13 m² dengan tiga lantai, total biaya yang
dikeluarkan oleh pengusaha adalah Rp. 16.855.500 yang didapatkan dari
hasil penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Jumlah
penerimaan yang dihasilkan sebesar Rp 399.500.000/ tahun, keuntungan
sebesar Rp 382.644.500 pertahun. Sedangkan untuk jumlah produksi
yang dihasilkan 37 kg/tahun dengan harga jual berbeda berdasarkan
kualitasnya. Nilai BEP pruduksi untuk kualitas A : 1,4 kg , kualitas B : 1,6
kg , kualitas C : 1,7 kg. Sedangkan nilai BEP Harga untuk kualitas A :
Rp.1.532.318,18 , kualitas B : Rp.1.123.700 , kualitas C : Rp.1.532.318,18
, nilai R/C 23,7, dan nilai B/C sebesar 22,7.
Dari kesimpulan penelitian ini usaha budidaya sarang burung walet
di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dikatakan
menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.
Selanjutnya disarankan usaha budidaya sarang burung walet di
Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa bisa dilanjutkan
dan dikembangkan karena sudah layak diusahakan apabila dilihat dari
segi keuntungan. Untuk penelitian lanjutan dapat dilakukan penelitian
dengan tempat yang berbeda apabila dilihat dari segi kelayakan usaha
Sistem Monitoring Kelembapan Rumah Walet Berbasis Internet of Things
Burung walet dikenal karena sarangnya yang bernilai tinggi, terutama dalam masakan dan pengobatan tradisional China, dengan Indonesia sebagai penghasil utama. Sarang burung walet terbuat dari air liur yang mengeras, dan kualitasnya ditentukan oleh bentuk serta warna sarang. Suhu dan kelembapan ruangan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas sarang, dengan suhu ideal 26–29°C dan kelembapan sekitar 80% RH. Penelitian ini mengembangkan sistem Monitoring Kelembapan Rumah Walet berbasis IoT menggunakan sensor DHT22 dan server Firebase. Sistem ini memantau kondisi rumah walet secara real-time dan mengontrol kelembapan dengan mengaktifkan pompa air melalui relay berdasarkan parameter suhu dan kelembapan. Pengujian menunjukkan keberhasilan sistem dalam menjaga kelembapan stabil di atas 80% RH, memastikan kondisi optimal untuk kualitas sarang walet
"Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"
Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.
Measurement of the ratio of prompt χ c to J / ψ production in pp collisions at √s = 7 TeV
The prompt production of charmonium χ c and J / ψ states is studied in proton-proton collisions at a centre-of-mass energy of √s = 7 TeV at the Large Hadron Collider. The χ c and J / ψ mesons are identified through their decays χ c → J / ψ γ and J / ψ → μ + μ - using 36 pb - 1 of data collected by the LHCb detector in 2010. The ratio of the prompt production cross-sections for χ c and J / ψ, σ (χ c → J / ψ γ) / σ (J / ψ), is determined as a function of the J / ψ transverse momentum in the range 2 < p T J / ψ < 15 GeV / c. The results are in excellent agreement with next-to-leading order non-relativistic expectations and show a significant discrepancy compared with the colour singlet model prediction at leading order, especially in the low p T J / ψ region
Molecular structure of highly excited resonant states in Mg-24 and the corresponding Be-8+O-16 and C-12+C-12 decays
Exotic Be-8 and C-12 decays from high-lying resonances in Mg-24 are analyzed in terms of a cluster model. The calculated quantities agree well with the corresponding experimental data. It is found that the calculated decay widths are very sensitive to the angular momentum carried by the outgoing cluster. It is shown that this property makes cluster decay a powerful tool to determine the spin as well as the molecular structures of the resonances.Physics, NuclearSCI(E)7ARTICLE5null8
Letter from J. R. Eakin to Arthur G. Ringland
Letter (copy) from J. R. Eakin to Arthur C. Ringland about the alignment of 40 acres near the Buggeln ranch
Letter from Joseph R. Goodman to Claude C. Cornwall, Central Utah Relocation Center, January 13, 1943
Letter from Joseph R. Goodman to Claude C. Cornwall, containing a reference letter regarding William Shiro Hoshiyama. Goodman writes that Hoshiyama and his brother John operated a grocery store before forced removal.Personal correspondence, organizational records, government documents, publications, and other papers created or collected by Joseph R. Goodman documenting the forced removal and incarceration of Japanese Americans during World War II, as well as organized resistance to incarceration. Included in the collection are records of the Japanese Young Men's Christian Association and the Japanese American Citizens' League in San Francisco, including papers of the Japanese YMCA's executive secretary Lincoln Kanai; Sakai family papers; Goodman's correspondence to and from Japanese American incarcerees, organizations opposing forced removal and incarceration of Japanese Americans, the War Relocation Authority, and others; publications, photographs, and ephemera from the Topaz Relocation Center, where Goodman taught high school; War Relocation Authority records and publications; and newspaper clippings, pamphlets, and reports about forced removal and incarceration created by various government, religious, and civic organizations, in California and nationwide
- …
