1,002 research outputs found
Perencanaan keuangan keluarga bapak Hendra Tenggono pada tabungan bank Central Asia, deposito bank Central Asia, asuransi umum Lippo, reksadana Nikko kas manajemen, Trimegah dana stabil, Manulife dana campuran, Schroder dana prestasi, dan Fortis Ekuitas
Dalam perencanaan keuangan keluarga Bapak Hendra diketahui bahwa aset likuid yang dimiliki keluarga Bapak Hendra tergolong besar, selain itu setiap tahunnya keluarga Bapak Hendra juga memiliki disposable income yang cukup besar. Permasalahan yang ada adalah belum adanya perencanaan atau pengalokasian aset dan disposable income yang optimal untuk mencapai tujuan keluarga ini. Perencanaan ini bertujuan untuk membantu keluarga Bapak Hendra dalam mencapai tujuan keuangannya. Dalam perencanaan keuangan keluarga Bapak Hendra pengalokasian aset likuid dan disposable income menjadi fokus utama. Dimana aset likuid dan disposable income tersebut akan dialokasikan ke dalam produk investasi berupa reksadana yang mempu memberikan return yang lebih tinggi, sehingga semua tujuan keluarga Bapak Hendra dapat tercapai
Lithofacies and depositional environment spanning the Cretaceous-Paleogene boundary on the New Jersey coastal plain
The sedimentary record spanning the Cretaceous-Paleogene (K/Pg) boundary was examined in outcrop and in seven cores recovered from a 50 km long transect along the outcrop belt on the New Jersey coastal plain. The objectives were to: (1) conduct a high-resolution study of the K/Pg lithofacies, (2) document spatial and temporal changes in composition and texture of the sediments, and (3) interpret any changes in the depositional environment across this important geological boundary when a mass extinctions occurred. Analyses include core description, textural, petrographic, microprobe, and XRD analyses. Five lithofacies were interpreted in the Upper Cretaceous sediments and three lithofacies were recognized from the lowermost Paleogene deposits. Microprobe studies show the chemistry of Upper Cretaceous and lowermost Paleogene glauconite are identical (~7-8% K2O), but their color difference may suggest different redox condition. XRD analyses show the Upper Cretaceous clay contains more land-derived detritus than the lowermost Paleogene clay. The following sequence of events is interpreted from the sediment record spanning the K/Pg boundary: (1) deposition in near-shore setting and slow sedimentation in middle shelf when sea level was falling, albeit still shelfal depth; (2) deposition of K/Pg lithofacies when sea level was falling possibly creating a diastem but not a sequence boundary, per se; (3) a transgression above the K/Pg boundary; and (4) deposition in middle shelf possibly with decreased ocean productivity and a more reducing environment. There is no sedimentological evidence above the K/Pg boundary, suggesting tsunami-related deposition associated with a bolide impact. Either a tsunamite was eliminated by bioturbation, or NJCP was too far from the impact site to be affected. A transgressive lag, instead, was formed by normal sedimentation during the subsequent transgression in the early Paleocene.M.S.Includes bibliographical referencesby Hendra Wahyud
Estimation of Above Ground Carbon Sequestration in Trembesi (Albizia saman) and Johar (Senna siamea) at PT Multi Harapan Utama, East Kalimantan
The open-pit mining method has a very large ecological impact. It causes the loss of forest vegetation which decreases CO2 absorption. Measuring the amount of carbon stored in plant biomass can represent the amount of CO2 that can be absorbed in the atmosphere. The objective of this research is to determine the carbon sequestration of Albizia saman and Senna siamea in different age classes at PT MHU Busang Jonggon Block, Kukar, East Kalimantan. Estimation of carbon sequestration in the stands of A. saman and S. siamea was carried out by non-destructive methods using biomass allometric equations while in understorey and litter using the destruction sampling. The results showed that the highest carbon absorption value of A. saman was 314.28 tons/ha which appear at six years old stands and the lowest value was 193.31 tons/ha at three years old stands while the highest carbon absorption value of S. siamea was 113.65 tons/ha which appear at nine years old stands and the lowest value was 24.64 tons/ha at three years old stands. A. saman could be more promising plant species than S. siamea according to its higher level of carbon sequestration and their high adaptation level. All data from this study could suggest several information for increasing carbon sequestration level in forest ecosystem as well as achieving forest rehabilitation purpose
Tempat Ketiga Bagi Mahasiswa
Buku kategori sosial politik yang berjudul Tempat Ketiga Bagi Mahasiswa merupakan karya dari Hendra Fauzi. Tempat ketiga merupakan tempat yang sering dikunjungi untuk melakukan interaksi atau hanya sekedar untuk melepas penat bersama komunitas yang dilakukan pada waktu luang setelah kegiatan utama atau kegiatan tertentu telah diselesaikan. Kegiatan ini menjadi aktivitas keseharian yang tidak hanya sebagai kegiatan bersosialisasi antar komunitas. Banyak aktivitas yang dilakukan di tempat ketiga selain untuk berinteraksi dengan komunitas seperti halnya melakukan permainan-permainan ringan seperti catur dan bermain kartu. Di desa-desa tempat ketiga berfungsi juga sebagai kontrol terhadap sesama anggota masyarakat jika ada anggota masyarakat yang sakit atau hal yang lain akan segera diketahui
Pelatihan Penggunaan E-Library pada SMA Bina Utama Sosok
Pengembangan perpustakaan digital atau digital library memudahkan setiap orang untuk mendapatkan informasi perpustakaan yang cepat dan lengkap. SMA Bina Utama Sosok selama ini masih menggunakan perpustakaan konvensional. Kondisi ini Sering menjadi kendala siswa dan guru untuk mendapatkan buku serta artikel dalam proses pembelajaran sehari-hari dalam proses belajar mengajar. dengan adanya e-library maka siswa dan guru dapat mengakses atau mencari e-book untuk kebutuhan belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kegiatan workshop yang dilakukan di SMA Bina Utama Sosok sebagai bentuk dari realisasi pengabdian terhadap masyarakat yang bertujuan memberikan pengetahuan terhadap siswa, guru dan admin yang berkaitan dengan cara melakukan akses untuk login dan mendownload e-book untuk siswa dan guru, tata cara input e-book kedalam e-library SMA Bina Utama Sokok untuk admin. kegiatan workshop Kegiatan workshop dilaksanakan di ruang aula sekolah SMA Bina Utama Sosok pada tanggal 23 April 2019 dengan jumlah peserta 12 orang terdiri dari guru, perwakilan dari siswa serta admin yang akan menjadi administrator. Dari pengamatan secara langsung seluruh perserta sangat mudah dalam menggunakan e-library SMA Bina Utama Sosok. Karena fitur-fitur yang ada dalam e-library dibuat sesederhana mungkin. kedepannya diharapkan adanya e-library yang terintegrasi antar sekolah untuk memperkaya koleksi e-book dan artike
Studi kasus pada PT Pangansari Utama Jakarta
Persediaan dalam proses produksi memegang peranan yang sangat penting
bagi perusahaan. Kegiatan ini perlu mendapat perhatian besar karena persediaan
merupakan aktiva yang memiliki nilai material dalam jumlah dan nilainya serta
sensitif terhadap waktu dan kerusakan yang disebabkan karena kesalahan dalam
penanganannya. Sistem informasi akuntansi persediaan berbasis ERP bertujuan
untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi, dengan diterapkannya
sistem informasi akuntansi persediaan berbasis ERP maka persediaan dapat
dikelola dengan baik sehingga dapat menunjang kelancaran proses produksi.
Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu suatu
metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data untuk
kemudian diproses dan dianalisis lebih lanjut serta diambil kesimpulan. Adapun
maksud penulis mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan
sistem informasi akuntansi persediaan berbasis ERP dalam menunjang kelancaran
proses produksi. Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pelaksanaan sistem informasi akuntansi persediaan berbasis ERP pada
PT Pangansari Utama secara memadai, mengetahui kelancaran proses produksi
pada PT Pangansari Utama dan untuk mengetahui peranan sistem informasi
akuntansi persediaan berbasis ERP dalam menunjang kelancaran proses produksi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Sistem
Informasi Akuntansi Persediaan Berbasis ERP pada PT Pangansari Utama sudah
memadai, hal ini ditunjukkan oleh adanya komponen-komponen sistem informasi
akuntansi persediaan, manfaat penerapan sistem pengolahan data berbasis ERP
dan pengendalian aplikasi. Hasil persentase jawaban kuesioner secara keseluruhan
yaitu sebesar 81,24% yang berarti bahwa hasilnya termasuk dalam kategori sangat
memadai. Hasil kuesioner tersebut membuktikan bahwa pelaksanaan Sistem
Informasi Akuntansi Persediaan Berbasis ERP pada PT Pangansari Utama sudah
cukup memadai. Kelancaran proses produksi pada PT Pangansari Utama telah
memadai, hal ini ditunjukkan oleh tercapainya unsur-unsur kelancaran proses
produksi yaitu: penyusunan rencana produksi dan operasi, perencanaan dan
pengendalian persediaan dan pengadaan bahan, pemeliharaan atau perawatan
mesin dan peralatan, pengendalian mutu dan manajemen tenaga kerja. Hasil
persentase jawaban kuesioner yaitu secara keseluruhan sebesar 80,3 % yang
berarti bahwa hasilnya termasuk dalam kategori sangat memadai. Koefisien
korelasi Peranan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Berbasis ERP terhadap
Kelancaran Proses Produksi yaitu sebesar 0,924. Hubungan ini termasuk dalam
kategori sangat kuat. Hasil pengujian dengan statistik uji t didapat nilai
t hitung (12,78) > t tabel (2,048 ). Hal tersebut mengindikasikan penolakan Ho yang
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara Peranan Sistem
Informasi Akuntansi Persediaan Berbasis ERP terhadap Kelancaran Proses
Produksi. Dengan demikian bahwa sistem informasi akuntansi persediaan berbasis
ERP telah dilaksanakan secara memadai dan berperan dalam menunjang
kelancaran proses produksi.Universitas Widyatama - Fakultas Ekonomi, Pembimbing: R. Ait Novatiani, S.E, M.Si
Penyediaan Carboxymethyl Flour (CMF) dari Biji Durian Sebagai Bahan Baku Biofilm
Carboxymethyl cellulose is a water-soluble cellulose-derived compound,
synthesized by reacting cellulose with sodium chloroacetate. Variables that can
affect the synthesis process are reactant concentration, reaction temperature,
reaction time and reaction pressure. This study aims to look at the effect of weight
variations of sodium chloroacetate and the carboxymethylation temperature on the
degree of substitution of Carboxymethyl Flour from durian seed. Carboxymethyl
Flour from durian seed with the highest degree of substitution was then applied as
a biofilm with a commercial Carboxymethyl Cellulose used as a comparison.
Characterization carried out in this study was the characterization of FTIR, XRD
and SEM-EDX. Characterization was carried out on Carboxymethyl Flour and
biofilm. In this study, Carboxymethyl Flour was obtained from durian seed with the
highest degree of substitution of 0.44 by reacting 2 grams of sodium chloroacetate
and carboxymethylation temperature of 60° C. Commercial Carboxymethyl
Cellulose biofilms have a density of 1.37g / cm3; 100% water solubility; tensile
strength of 43,636 MPa; elongation at break of 1.07% and modulus of elasticity of
224,401 MPa. Carboxymethyl Flour biofilm from durian seed has a density of 1.11g
/ cm3; water solubility 80%; tensile strength of 12,277 MPa; elongation at break of
3.29% and modulus of elasticity of 361,417 MPa.Carboxymethyl Cellulose merupakan senyawa turunan selulosa yang dapat larut
dalam air, disintesis dengan mereaksikan selulosa dengan natrium kloroasetat.
Variabel yang mempengaruhi proses sintesis adalah konsentrasi reaktan, suhu
reaksi, waktu reaksi, tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh
variasi berat natrium kloroasetat dan suhu reaksi karboksimetilasi terhadap derajat
substitusi Carboxymethyl Flour dari biji durian. Carboxymethyl Flour dengan
derajat substitusi tertinggi diaplikasikan sebagai biofilm. biofilm Carboxymethyl
Cellulose digunakan sebagai pembanding. Karakterisaisi yang dilakukan pada
penelitian ini adalah karakterisasi FTIR, XRD dan SEM-EDX. Karakterisasi
dilakukan terhadap Carboxymethyl Flour dan biofilm. Pada penelitian ini,
didapatkan Carboxymethyl Flour dari biji durian dengan derajat substitusi tertinggi
0,44 pada penambahan natrium kloroasetat sebanyak 2 gram dan suhu 60°C.
Biofilm Carboxymethyl Cellulose Komersial memiliki densitas 1,37g/cm3;
Kelarutan dalam air 100%; Kekuatan tarik 43,636 MPa; Pemanjangan saat putus
1,07%; Modulus elastisitas 224,401 MPa. Biofilm Carboxymethyl Flour dari biji
durian memiliki densitas 1,11g/cm3; Kelarutan dalam air 80%; Kekuatan tarik
12,277 MPa; Pemanjangan saat putus 3,29%; Modulus elastisitas 361,417 MPa.105 HalamanSkripsi Sarjan
ANALISIS DAMPAK KREDIT MIKRO KSU “PERANAN UTAMA ARTA SEJAHTERA” TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO KASUS KSU “PERANAN UTAMA ARTA SEJAHTERA”
Micro enterprises are the largest group of entrepreneurs from all
businesses in Indonesia , reaching 98.79 % of all businesses in Indonesia.
However the still frequently encountered micro entrepreneurs who lose and even
insolvent. One of the problems faced by micro entrepreneurs in developing a
micro intrepreneurs is the low capital . In obtaining capital , the micro
intrepreneurs that is dominated by the lower layers of society deemed unfit bank
(unbankable) . Therefore , as a non - bank financial institutions KSU Peranan
Utama Arta Sejahtera providing venture capital loan assistance with the
procedures easier .
Purpose of this study was to see the difference in micro enterprises before
and after get credit service from KSU Peranan Utama Arta Sejahtera in terms of
capital, sales turnover, profit, and number of hours worked. Research object,
namely micro enterprises that receive this credit service of KSU Peranan Utama
Arta Sejahtera in Semarang as many as 75 micro enterprises. Type of data
collected are primary and secondary data. Data analysis methods include validity
test, reliability test, and wilcoxon sign rank statistic test.
Based on calculation of wilcoxon sign rank for capital variable obtained
p-value as big as 0,000 (0,000<0,05) which means there were differences
significant in capital variable before and after credit service of KSU Peranan
Utama Arta Sejahtera, namely an increase by 34,5%. Calculate of wilcoxon sign
rank for sales turnover variable obtained p-value as big as 0,000 (0,000<0,05)
which means there were significant differences in sales turnover variable before
and after credit service of KSU Peranan Utama Arta Sejahtera, namely an
increase by 9,6%. For profit variable optained p-value as big as 0,000
(0,000<0,05) which means there were diffenrences in profit variable before and
after credit service of KSU Peranan Utama Arta Sejahtera, namely an increase by
14,8%.
Based on calculation of wilcoxon sign rank for number of hours worked
variable obtained p-value as big as 0,305 (0,305>0,05) which means it does not
happen a significant difference in the number of hours worked variable on micro
enterprises before and after service kredit of KSU Peranan Utama Arta Sejahtera,
where the number of hours worked increased by only 0,68% after credit service of
KSU Peranan Utama Arta Sejahtera
Merenda Hari Esok
Hendra (Fadly) adalah anak tunggal kesayangan sang ibu, menikah dengan Yulia (Mila Karmila). Kebahagiaan tak lama, karena kendungan Yulia mesti dinaikkan dan tidak bisa hamil lagi. Fakta ini disembunyikan dari ibunya (Sofia WD). Sedangkan Yulia sempat kehilangan semangat hidupnya, meski kesudahan mendapat hiburan dengan mengangkat dua anak. Ibu Hendra tetap tak suka dengan tingkah laku yang dibuat mengangkat anak ini. Ia berkeinginan cucu kandung. Setelah ayah Hendra meninggal, demi ibunya, Hendra menikah lagi, kendati pernikahan sandiwara saja. Yulia marah. Ibunya merasa dibohongi. Setelah semua fakta dibeberkan, Hendra dan Yulia kembali rujuk. Anak-anak juga diberi tahu siapa orangtua mereka sebenarny
SEBARAN GUA DAN CERUK PRASEJARAH DI DESA PADALERE UTAMA
The issues addressed in this research are: (1) What prehistoric caves and rock shelters are present in Padalere Utama Village, Wiwirano District, North Konawe Regency? (2) What are the characteristics of the prehistoric caves and rock shelters in Padalere Utama Village, Wiwirano District, North Konawe Regency? This study employs inductive reasoning, where specific observations are generalized into broader conclusions. Data collection techniques used in this research include library research, field data (observation), and interviews. Additionally, data analysis techniques applied are morphological analysis and contextual analysis. Based on the research findings, there are approximately 14 caves and 2 rock shelters in Padalere Utama Village, each with the potential for containing archaeological remains. Some of the archaeological remains that can be found include mollusks, bones, pottery, stone tools, ceramics, and rock art. Among the various caves and rock shelters discovered, mollusk remains dominate. Furthermore, the characteristics of the caves and rock shelters can be observed through their morphological conditions, environmental settings, and the state of the archaeological remains. The distribution of prehistoric caves and rock shelters in Padalere Utama Village, supported by an environment conducive to the life of prehistoric humans, indicates the presence of culture, civilization, and human migration during that period.Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Gua dan Ceruk Prasejarah apa saja yang ada di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (2) Bagaimana karakteristik Gua dan Ceruk Prasejarah di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan metode penalaran induktif yaitu pernyataan secara khusus yang disimpulkan secara umum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu data kepustakaan, data lapangan (observasi), dan wawancara. Selain itu, teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis morfologi dan analisi kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa ada sekitar 14 gua dan 2 ceruk yang ada di desa Padalere Utama ini dan masing- masing gua dan ceruk memiliki potensi adanya tinggalan arkeologis di dalamnya. Beberapa tinggalan arkeologis yang dapat ditemukan adalah moluska, tulang belulang, gerabah, alat batu,keramik dan gambar cadas. Dari banyaknya gua dan ceruk yang ditemukan, tinggalan arkeologis yang mendominasi adalah berupa moluska. Selain itu, karakteristik gua dan ceruk dapat dilihat dari keadaan morfologi, keadaan lingkungan dan keadaan tinggalan arkeologisnya. Sebaran gua dan ceruk prasejarah di Desa Padelere Utama dengan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia prasejarah saai itu, menunjukan adanya budaya dan peradaban manusia serta imigrasinya
- …
