1,721,261 research outputs found

    Rangsang Tuban

    No full text
    Serat Rangsang Tuban nyari yosaken lalampah nipun Pangeran kakalih ing nagari Tuban ajujuluk Sang Pangeran Warihkusuma sarta Sang Pangeran Adipati Anom Warsakusuma ngantos satamating cariyos. Pethikan saking serat Wedda Paraya, anggitanipun Empu Manehgun a ing nagari Lamonga

    H-Bridge Inverter denganBoost-up Chopper sebagai Pengondisi DayaPhotovoltaic

    Get PDF
    This paper discusses anapplication of H-bridge inverter equipped with boost-up chopper circuits as photovoltaic power conditioner in stand-alone operation. First, the boost-up chopper circuits working to regulate the DCoutput voltage of photovoltaic with proportional-integral (PI) controller is described. Then, the H-bridge inverter converting the DC output voltage of chopper circuits become AC voltage waveform is presented. The uni-polar sinusoidal pulse-width modulation technique (SPWM) is appliedto the inverter circuits to produce sinusoidal output current waveform. The simulation results of the proposed photovoltaic system for different output voltages, and transient voltage wave forms are presented in the paper. The results show that the boost-up chopper circuits is effective to be appliedin the photovoltaic system to obtain stable DC output voltage of the photovoltaic, and AC voltage waveform generated bythe inverter circuits

    ESTIMASI EVAPOTRANSPIRASI POTENSIAL MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN

    No full text
    ABSTRAK Berbagai model evapotranspirasi potensial (ETp) telah dikembangkan, mulai dart model-model yang sederhana sampai dengan model-model yang kompleks membutuhkan konversi-konversi dan perhitungan rumit. Model ETp Penman termasuk model yang kompleks membutuhkan parameter-parameter iklim yang cukup banyalcyaitu: suhu udara, kelembaban relatif(relative humidity), kecepatan angin, tekanan uap jenuh (saturation vapor pressure), dan radiasi netto. Proses perhitungannya membutuhkan waktu relatif lama, karena harus melakukan konversi-konversi. Perhitungan ETp dapat dilalcukan secara efisien yalan proses perhitungan cukup singkat dan hasilnya secara basil perhitungan model Penman yaitu dengan model Jaringan SyarafTiruan (Artificial Neural Network), model tersebut merupakan penjabaran fungsi otak manusia (human brain) dalam bentukfungsi matematik yang menjalankan proses perhitungan secara paralel. Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi ETp menggunakan model Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan penjalaran balik (backpropagation). Data yang digunakan adalah data parameter iklim stasiun Serang tahun 1999 sid tahun 2001. Parameter iklim yang digunakan analisis adalah suhu udara, kecepatan angin, kelembaban relatif (RH), dan lama penyinaran matahari. Proses pembelajaran model Jaringan syaraf tiruan penjalaran balik menggunakan input parameter iklim dan output ETp basil perhitungan model Penman. Data training dan test adalah ETp model Penman, parameter iklim tahun 1999, dan ETp, parameter iklim tahun 2000. Verifikasi digunakan ETp, parameter iklim tahun 2001, dengan indikator kesalahn Root Mean Squared Enos (RMSE) digunakan pula koefisien determinasi (R2). Hasil training dan test data menggunakan model jaringan syaraf tiruan penjalaran balik (backpropagation) menunjukkan bahwa data tahun 1999 dan 2000 merupakan data yang representatif dengan.nilai RMSE adalah 0,00056 dan R2 adalah 0,98, sehingga data tersebut dapat mewaldli data parameter iklim stasiun Serang. Verifilcasi dilakukan dengan cara membandingkan ETp harian tahun 2001 basil perhitungan model jaringan syaraf tiruan dengan ETp harian tahun 2001 basil perhitungan model Penman. Nilai RMSE ETp harian tahun 2001 model Jaringan syaraf tiruan dengan model Penman adalah 0,3262, sedangkan koefisien determinasi (R2) adalah 0,88. Nilai tersebut menunjukkan ETp model jaringan syaraf tiruan penjalaran balik (backpropagation) mempunyai nilai yang secara dengan ETp model Penman. Dengan demikian nilaipembobot (weight) basil pembelajaran model JST dapat digunakan untuk mengestimasi ETp stasiun Serang pada tahun-tahun berilannya maupun tahun-tahun yang lalu

    Penggunaan Peta Konsep Dalam Pembelajaran IPS di Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan peta konsep pada pembelajaran IPS dalam meningkatan hasil belajar siswa. Tujuan tersebut dijabarkan ke dalam beberapa tujuan yaitu 1). mengungkap perbedaan rerata peningkatan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan peta konsep dan yang tidak menggunakan peta konsep dan 2). menguji perbedaan rerata peningkatan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan peta konsep dan yang tidak menggunakan peta konsep pada siswa yang memiliki prestasi akademik tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi ekperimen model faktorial 2 x 3. Variabel penelitian meliputi variabel bebas berupa penggunaan peta konsep, variabel atribut berupa prestasi akademik dan variabel terikat berupa hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan subyek penelitian siswa kelas V SD Kristen 2 Laboratorium FKIP Universitas Kristen Satya Wacana. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2007-2008. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, dokumentasi, dan angket. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan angket respon siswa. Data yang dikumpulkan dianalisis dalam dua tahap yaitu 1) uji normalitas dan homogenitas dan 2) bila data terbukti terdistribusi normal dan homogen dilakukan analisis lanjut dengan analisis varian menggunakan Anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peta konsep dalam pembelajaran IPS terbukti berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Secara parsial terbukti bahwa 1) terdapat perbedaan rerata peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran IPS dengan peta konsep dan siswa yang mengikuti pembelajaran IPS tanpa peta konsep. Penggunaan peta konsep dalam pembelajaran IPS terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0.69 standar deviasi dibanding dengan siswa yang mengikuti pembelajaran IPS tanpa peta konsep dan 2) terbukti terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran IPS dengan peta konsep dan siswa yang mengikuti pembelajaran IPS tanpa peta konsep pada berbagai tingkatan prestasi akademik. Peningkatan hasil belajar pada siswa berprestasi akademik tinggi terjadi sebesar 2.56 standar deviasi, pada kelompok siswa berprestasi akademik sedang sebesar 0.6 standar deviasi lebih tinggi dibanding kelompok kontrol, sedang pada kelompok siswa berprestasi akademik rendah sebesar 0.8 lebih rendah dibanding kelompok kontrol

    ANALISIS IMPLEMENTASI STRATEGI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) BMT AMANAH KUDUS DALAM MEMPERTAHANKAN LOYALITAS NASABAH

    No full text
    Tujuan penelitian dalam skripsi ini yaitu untuk mengetahui Untuk mengetahui bagaimanakah implementasi dari strategi costomer relationship management (CRM) dan upaya BMT Amanah dalam mempertahankan loyalitas nasabah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dan penyusunan skripsi ini menggunakan jenis penelitian lapangan yaitu peneliti terjun langsung ke tempat terjadinya gejala-gejala yang akan diselidiki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun lokasi penelitian dilakukan di BMT Amanah Kudus berlokasi di Jl. Gedang Sewu Rt. 05/04 Bakalan Krapyak Kaliwungu Kudus Telp. (0291) 4250388. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa BMT Amanah kudus dalam mengimplementasikan strategi customer relationship management (CRM), yaitu dengan melalui proses mengumpulkan data pelanggan, analisis data nasabah, identifikasi nasabah loyal, dan pengembangan program customer relationship management (CRM). sementara dalam 3 tataran CRM dilakukan dengan. CRM strategis yaitu adanya kerja sama lintas manajemen, pembagian kerja atau job discription yang jelas serta budaya organisasi “AHLISORGA” yaitu A : Add Values (Menambah Nilai), H : High Performance (Berkinerja Tinggi), L : Learn, Growand Fun (selalu belajar, Mengembangkan diri & Menuntaskan Tugas Dan Bersemangat) I : Integrity And Commitment (Amanah dan Berkomitmen), S : Syar’ie (Menegakkan Syariah) O : Optimist Visionary (Optimis Menata Masa Depan), R : Respect Others (Mengormati dan Menghargai Orang Lain), G : Go Extra Miles (Melakukan sesuatu melebihi standart), A : Abundance And Grateful (Keberlimpahan dan Bersyukur) serta melakukan pelayanan sesuai SOP dan melalukan evaluasi kinerja secara berkala. Pada CRM Operasioanal dengan melakukan segmentasi pasar yaitu utamanya pada kalangan yang memikiki usaha, ,serta otomatisasi layanan yaitu customer service bertatap muka secara langsung dengan para nasabah, dan juga pemasaran dirrect sellig dengan mendatangi langsung nasabah kerumahnya. Kemudian CRM Analitis yaitu penggunaan sistem database dengan menggunakan SIMKO syariah. Dan dalam mempertahankan nasabah BMT Amanah melakukan strategi dengan meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki, melakukan inovasi untuk meciptakan nilai tambah , mengadakan program pelanggan. Menyediakan akses layanan saran atau keluhan, selalu menjalin komunikasi yang baik dengan para nasabah baik secara langsung tatap muka maupun melalui media sosial seperti facebook, maupun website BMT Amanah

    AGAMA DAN ETOS KERJA (SUATU STUDI TENTANG PERANAN AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHERAT)

    Get PDF
    Agama Islam melarang umatnya untuk berpangku tangan bermalas malasan atau hanya menunggu belas kasihan orang lain,umat Islam harus bekerja keras guna menggapai kehidupannya yang baik, Allah SWT tidak akan pernah mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Masalah yang berkenaan dengan kerja ini, juga diatur oleh Allah dengan cara memberi tuntunan bagi hambanya dalam bekerja. Allah menghendaki hamaba-Nya bekerja dengan etos kerja yang baik. Etos kerja dalam al-Qur’an dikenal kata itqon yang berarti proses. pekerjaan yang sungguh-sungguh, akurat dan sempurna.(An-Naml : 88). Di dalam agama Islam juga terdapat etika yang berhubungan dengan etos kerja dan hubungan yang timbal balik antara agama dan etos kerja. Mengingat betapa pentingnya etos kerja, ajaran agama Islam memiliki seperangkat nilai dalam bekerja, antara lain: bekerja keras, tidak boleh menunda-nunda pekerjaan,profesional,jujur,amanah dan taat aturan, menanam buah-buahan dan atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia,bekerja secara produktif, bekerja dengan penuh semangat untuk menggapai kesejahteraan dunia dan akherat merupakan bagian dari Jihad Fi Sabilillah, etos kerja yang tinggi adalah merupakan ibadah dan bernilai pahala di hadirot Allah SWT

    Pengaruh metode praktikum terhadap minat dan hasil belajar siswa materi fotosintesis kelas VIII MTs Al-Muhajir Kereng Pangi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh metode praktikum terhadap minat belajar siswa materi fotosintesis kelas VIII MTs Al-Muhajir Kereng Pangi; (2) mengetahui pengaruh metode praktikum terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Al-Muhajir pada materi fotosintesis; (3) mengetahui korelasi antara minat dan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Al-Muhajir dengan menggunakan metode praktikum pada materi fotosintesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi eksperiment).Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Muhajir. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini yaitu angket dan tes. Angket terdiri dari 20 butir pernyataan sedangkan tes berupa soal Pretest dan Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh metode praktikum terhadap minat belajar siswa materi fotosintesis kelas VIII MTs Al-Muhajir Kereng Pangi yaitu diperoleh nilai signifikan 0.00 pada taraf signifikansi 0,05; (2) pengaruh metode praktikum terhadap hasil belajar siswa materi fotosintesis kelas VIII MTs Al-muhajir Kereng Pangi menunjukkan adanya pengaruh yaitu diperoleh nilai rata-rata pretest 40,22 dan posstest 78,28 dengan nilai n gain sebesar 0,637. dibuktikan dengan perhitungan uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0,00 pada taraf signikan 0,05; (3) korelasi antara minat dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode praktikum materi fotosintesis, terdapat korelasi signifikan antara minat dan hasil belajar siswa berdasarkan hasil hitung korelasi menggunakan Program SPSS for Windows 17.0 didapatkan nilai korelasi 0,509 dengan kategori korelasi sedang. ABSTRACT This study was aimed (1) to find out the influence of practical method towards interest and students learning outcome photosynthesis material students grade VIII at MTs Al-Muhajir Kereng Pangi; (2) to find out the influence of practical method toward students learning outcome grade VIII MTs Al-Muhajir based on photosynthesis material; (3) to find out the correlation between interest and students learning outcome grade VIII MTs Al-Muhajir toward practical method in photosynthesis material. This research was quasi experiment. Students grade VIII MTs Al-Muhajir Kereng Pangi were subject. Questionare and test were used to collected the data. Questionare consists of 20 questions and pretest and postest were used in test. The result of this study sown: (1) there is influence practical method toward learning students interest in photosynthesis material students grade VIII MTs Al-Muhajir Kereng Pangi with significance score 0.00 in the significance score 0.05; (2) the influence practical method toward students learning outcome photosynthesis material students grade VIII MTs Al-Muhajir Kereng Pangi show there is influence with mean pretest 40.22 and posttest 78.28 with N score 0.637 has been proved by hyphothesis with significance score 0.00 in the significance score 0.05; (3) the sorrelation between interest and students learning outcome using practical method hyphothesis material, which schow there is correlation between them has proved using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) Windows 17.0 with correlation score 0.509 in range Medium

    PENERAPAN DIFERENSIASI SUATU FUNGSI UNTUK MENGHITUNG KECEPATAN GERAK BENDA

    Get PDF
    Dalam menerapkan diferensiasi suatu fungsi untuk menghitung kecepatan gerak benda, langkah pertama yang harus diperhatikan adalah variabel-variabel apa saja yang mengalami perubahan atau pergerakan dalam suatu peristiwa atau kejadian. Kemudian ditentukan model atau fungsi matematika yang menghubungkan variabel-variabel yang mengalami perubahan atau pergerakan tersebut. Selanjutnya fungsi tersebut didiferensiasikan terhadap variabel waktu t. Hasil dari diferensiasi fungsi tersebut digunakan untuk menghitung kecepatan gerak benda atau variabel-variabel yang mengalami perubahan atau pergerakan dalam suatu kejadian atau peristiwa tersebut

    STUDI AWAL DESAIN TERMAL PEMBANGKIT UAP PLTN TIPE PWR DAYA 1000 MWE

    No full text
    Telah dilakukan desain termal pembangkit uap PLTN tipe PWR daya 1000 MWe. Perhitungan dilakukan untuk mendapatkan nilai-nilai koefisien perpindahan panas, luas permukaan, panjang pipa dan nilai turun tekanan (pressure drop). Metoda perhitungan dengan menggunakan log mean temperature difference (LMTD). Daya thermal reaktor 3411 MWth menggunakan 4 pembangkit uap. Pembangkit uap ditetapkan berbentuk pipa dan kelongsong (shell and tube), dengan satu lintasan kelongsong dan dua lintasan pipa aliran lawan arah (cross flow). Hasil perhitungan, diperoleh nilai koefisien perpindahan panas sisi pipa 27248 W/m2 °C, sisi kelongsong 4786 W/m2 °C dan menyeluruh 3450 W/m2 °C. Luas permukaan perpindahan panas 4880 m2 dan panjang pipa 20,67 m untuk tiap pembangkit, yang masing-masing lebih rendah 3,6 % dan 1,6% dari pada dimensi pembangkit uap PLTN tipe PWR daya 1000 MWe yaitu luas permukaan perpindahan panas 5060 m2/unit dan panjang pipa 21 m. Nilai turun tekanan diperoleh 1,13x102 kPa untuk sisi pipa dan 3,75 kPa untuk sisi kelongsong. Hasil studi awal desain pembangkit uap PLTN tipe PWR daya 1000 MWe dapat dipergunakan sebagai pembanding terhadap perhitungan-perhitungan yang akan datang

    KEBIJAKAN KRIMINAL CYBER CRIME TERHADAP ANAK ( Tinjauan Dalam Prespektif Hukum Dan Pendidikan Moral )

    Get PDF
    Teknologi informasi bagi masyarakat memiliki dampak positif sekaligus memiliki dampak negatif. Dampak negatif teknologi informasi adalah munculnya kejahatan bersaranakan teknologi informasi yaitu cyber crime. Cyber crime yang memiliki dampak negatif bagi proses pendidikan moral, nilai, budi pekerti, watak dan pendidikan agama adalah cyber crime dibidang kesusilaan yaitu cyber sex dan cyber (child) pornography. Sebabnya adalah cyber sex dan cyber (child) pornography memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kognisi anak. Oleh karena itu cyber sex dan cyber (child) pornography harus ditanggulangi dengan cara rasional. Salah satu usaha yang rasional trsebut adalah dengan menggunakan pendekatan kebijakan hukum pidana. Permasalahan yang dihadapi adalah jenis Cyber Crime apa saja yang berdampak negatif terhadap pendidikan moral anak dan bagaimana kebijakan kriminal saat ini dan yang akan datang terhadap Cyber Crime yang berdampak negatif terhadap pendidikan moral anak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan dan menganalisis hukum sebagai norma kaidah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya yang mengatur masalah kebijakan kriminalisasi Cyber Crime terhadap anak. Penelitian yang demikian ini disebut dengan penelitian hukum normatif/doktrinal. Pedekatan komparatif juga digunakan untuk mengetahui, memahami berbagai kebijakan kriminal yang ditempuh negara-negara internasional. Cyber sex dan cyber (child) pornography memiliki dampak yang serius terhadap psikologis, mental spiritual anak seperti dekadensi moral, malas belajar, tidak bisa konsentrasi dalam menerima pelajaran, boros dan sering berbohong, buruk terhadap manajemen waktu, menurunnya prestasi belajar, kehilangan orientasi masa depan, banyaknya perbuatan asusila oleh anak, seks bebas, pemerkosaan, hamil diluar nikah, anak lahir diluar nikah meningkat, dan aborsi. Untuk mencegah kerusakan moral lebih jauh, diperlukan kebijakan kriminal dengan memanfaatkan hukum pidana dan undang-undang khusus diluar KUHP. Perangkat hukum saat ini memiliki kelamahan yuridis khususnya KUHP yaitu terbatasnya berlakunya hukum pidana hanya di wilayah Indonesia sebagai konsekuensi asas teritorial. Undang-undang khusus juga tidak terlepas dari kelamahan seperti tidak adanya ketentuan pemidanaan yang pada akhirnya mempersulit dan menghambat penegakan hukum terhadap Cyber sex dan cyber (child) pornography. Dimasa yang akan datang dengan RUU yang sedang dan telah dirancang saat ini, diharapkan lebih optimal dan bisa menjangkau tindak pidana Cyber sex dan cyber (child) pornography yang dampaknya dirasakan/merugikan warga/negara Indonesia
    corecore