SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH WICK PIPA KAPILER PADA MODEL LOOP HEAT PIPE
Kecelakaan yang terjadi pada Pembangkait Listrik Tenaga Nuklir Fukushhima Dai – Ichi memacu para periset di bidang keselamatan nuklir untuk menggunakan sistem pendingin pasif dalam rangka meningkatkan keselamatan termal isntalasi nuklir. Salah satu teknologi sistem pendingin pasif yang potensial untuk diterapkan adalah Loop Heat Pipe (LHP) karena memiliki kemampuan pembuangan kalor yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh performa wick berupa pipa kapiler dalam rangka meningkatkan unjuk kerja termal dan distribusi suhu pada LHP. Metode eksperimen dilakukan dengan mengoperasikan LHP menggunakan wick. LHP dioperasikan dengan memvariasikan suhu air panas sebagai beban kalor di evaporator pada 35˚C, 45˚C, 55˚C dan 65˚C. Pendinginan pengambilan panas di bagian condenser dilakukan dengan mengaliri udara pada laju aliran udara 2 m/s. Sebelum dioperasikan, model LHP sebelum dioperasikan divakum hingga memiliki tekanan awal -74 cm Hg, dan diberikan fluida kerja air demineral dengan filliing ratio 200 %. Hasil eksperimen didapatkan suhu pada bagian adiabatic dengan wick lebih rendah dibandingkan pada bagian adiabatik tanpa wick. kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan wick pada LHP dapat berfungsi dengan baik untuk menahan uap tidak naik ke bagian condenser dan sebagai jalur fluida hasil kondensasi untuk kembali ke evaporator
PERHITUNGAN INVENTORI NUKLIDA PADA PIN SEL BAHAN BAKAR REAKTOR PWR
Perhitungan fisika reaktor untuk deplesi bahan bakar telah dilakukan, yang mengarah pada inventori isotop Pu di dalam bahan bakar sisa. Perhitungan inventori sotop bahan bakar dilakukan dengan program computer WIMSD-5B menggunakan data nuklir ENDFB-VII.1. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi jumlah atom Pu didalam bahan bakar selama reactor dioperasikan 3 tahun. Nilai parameter fluks dihitung program WIMSD dengan model pin bahan bakar yang terletak di zona bahan bakar aktif. Bahan bakar yang dimodelnya terdiri dari tipe A dan B. Hasil perhitungan faktor perkalian tak hingga pin sel PWR yang dihitung menggunakan paket program WIMSD berturut-turut adalah 1,13614 dan 1,19171 untuk bahan bakar tipe A dan B. Dari hasil perhitungan dapat dinyatakan bahwa jumlah Pu yang tersisa tergantung pada model bahan bakar yang digunakan. Nilai faktor perkalian tak hingga juga sangat dipengaruhi oleh bentuk model bahan bakar yang digunaka
STUDI PENGARUH LAJU ALIRAN UDARA PENDINGIN PADA CONDENSER TERHADAP DISTRIBUSI SUHU MODEL LOOP HEAT PIPE
Penggunaan sistem pendingin pasif perlu ditingkatkan dalam rangka meningkatkan keselamatan operasi instalasi nuklir. Salah satu teknologi sistem pendingin pasif yang berpotensi untuk digunakan adalah loop heat pipe (LHP). Tujuan studi eksperimen ini adalah mempelajari pengaruh besarnya laju aliran udara pendingin terhadap pembuangan kalor oleh model LHP, dan mempelajari fenomena perpindahan kalor yang terjadi di dalamnya. Dalam studi ini peneliti melakukan eksperimen dengan mengoperasikan model LHP pada berbagai variasi laju aliran pendinginan udara sebesar 0 m/s, 1 m/s, 1,5 m/s dan 2 m/s. Pemberian beban kalor pada evaporator digunakan dengan memvariasikan suhu air panas pada 35°C, 45°C, 55°C, dan 65°C. Model LHP diisi dengan fluida kerja berupa air demineral pada filling ratio 200%. Model LHP divakum dengan tekanan awal -74 cm Hg. Hasil studi menunjukkan bahwa model LHP memiliki hambatan termal terendah sebesar 0.0017 °C/W pada saat diberikan laju aliran pendingin 2 m/s. Kesimpulan studi menyebutkan bahwa semakin besar laju aliran pendingin di condenser dapat meningkatkan unjuk kerja termal model LHP
Characterising U-232 and Tl-208 Buildup and Decay on Thorium-fuelled RGTT200K
Thallium-208 (Tl-208), a decay daughter of uranium-232 (U-232), is a strong 2.6 MeV gamma emitter present in significant amount in thorium fuel cycle. Its existence enhances the anti-proliferation characteristics of thorium fuel cycle, but at the same time complicates the fuel handling system. In order to ensure that radiation hazard is properly contained, the buildup and decay characteristics of both U-232 and Tl-208 need to be understood. This paper aimed to provide a characterisation on U-232 and Tl-208 buildup in the thorium-fuelled RGTT200K, a 200 MWt very high temperature reactor (VHTR) developed by BATAN, using ORIGEN2.1 depletion code. Pure and impure U-233 were used as the fissile nuclide for comparison. The result showed that U-232 buildup rate is faster in pure U-233, but its Tl-208 buildup is slower. Nonetheless, pure U-233 always has its U-232 and Tl-208 activity lower than impure U-233. Accordingly, both U-232 and Tl-208 radioactivity post-discharge in pure U-233 are lower than impure U-233, although the difference become somewhat negligible after 300 years of decay. Tl-208 activity peaked after 10 years of decay, necessitating different approach in managing post-discharge fuel management
VERIFIKASI NILAI REAKTIVITAS LEBIH TERAS SETIMBANG RSG-GAS SETELAH 30 TAHUN BEROPERASI
Dalam rangka untuk menjamin keselamatan operasi reaktor RSG-GAS, harus dilakukan review terhadap parameter keselamatan operasi teras yang sering disebut dengan periodic safety review (PSR). Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi terhadap nilai parameter yang terkait dengan keselamatan yang ada di dalam Laporan Analisis Keselamatan (LAK), di mana aspek neutronik termasuk di dalamnya. Pada aspek ini dilakukan verifikasi terhadap reaktivitas lebih teras setimbang RSG-GAS setelah 30 tahun beroperasi melalui perhitungan menggunakan paket program WIMSD-5B/Batan-FUEL. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai reaktivitas lebih pada teras setimbang RSG-GAS tanpa Xenon sebesar 7,7 %. Sedangkan nilai reaktivitas lebih hasil eksperimen teras RSG- GAS sebesar 7,4 %. Dari kedua nilai tersebut diperoleh hasil perhitungan verifikasi menunjukkan bahwa nilai perhitungan sesuai dengan nilai eksperimen dengan perbedaan 5 %
EVALUASI KINERJA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER RSG GAS BERDASARKAN LAPORAN OPERASI REAKTOR
Reaktor Serba Guna Siwabessy (RSG GAS) adalah reaktor serbaguna yang dibangun sejak Tahun 1983. RSG GAS berdaya 30 MWth, dengan fluks neutron rata-rata 1014 n/cm2.detik yang berasal dari reaksi fisi. Reaktor ini dibangun untuk berbagai eksperimen dan juga mendukung sediaan produksi radiofarmaka di Indonesia. Pada saat ini RSG GAS telah berumur lebih dari 30 tahun. Dan sudah keluar izin operasi dari Bapeten. RSG GAS mempunyai dua sistem pendingin yaitu sistem pendingin primer dan sekunder. Kedua sistem pendingin menggunakan air sebagai fluidanya. Kualitas air pendingin sekunder sesuai yang dipersyaratkan juga harus dipenuhi untuk menekan terjadinya korosi, kerak dan lumut/mikroorganisme. Dengan penanganan sistem pendingin yang baik diharapkan keandalan operasi RSG GAS dapat terjaga. Penilaian Keselamatan Berkala (PKB) dilakukan reaktor GA.Siwabessy dalam setiap 10 tahun sekali. PKB periode 2005 – 2015 telah di laporkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem pendingin sekunder reaktor G.A Siwabessy dari Tahun 2016 – 2018. Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui kinerja sistem pendingin sekunder dalam rangka mendukung dokumen PKB pada periode 10 tahun berikutnya. Metodologi yang dilakukan adalah dengan cara evaluasi data Laporan Operasi Reaktor (LOR) RSG GAS dari Tahun 2016 - 2020. Hasil evaluasi LOR dari siklus operasi teras 89-95 menunjukkan tidak ada anomali data hasil operasi reaktor terkait kinerja sistem pendingin sekunder. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian RSG GAS masih berada pada batas operasi yang normal.Kata kunci : evaluasi, kinerja, pendingin sekunder, RSG GAS, laporan operas
ANALISIS UNJUK KERJA RANCANGAN STEAM CONDENSATION TANK BERBASIS SIMULASI SOFTWARE
Steam condensation tank merupakan salah satu komponen pada fasilitas Passive Helical Coil Condensation System (PaHCCS) pada PASCONEL yang berfungsi sebagai kondensor uap bertekanan. Steam condensation tank didesain menggunakan tube stainless steel 304 (SS 304) dengan diameter luar 600 mm dan ketebalan 9,53 mm serta ketinggian total 2970,8 mm. Steam condensation tank dioperasikan pada tekanan 20 bar, temperatur diatas 100°C dan dilengkapi dengan helical coil tube sebagai pengambil kalor pada uap bertekanan. Simulasi unjuk kerja rancangan steam condensation tank ini bertujuan untuk mengetahui keselamatan dan keamanan saat dioperasikan. Analisis unjuk kerja dilakukan menggunakan software CATIA, dimana pemodelan 3-dimensi rancangan steam condensation tank dioperasikan secara simulasi dengan 1,5 kali dari tekanan dan temperatur operasional. Hasil analisis kekuatan mekanik mendapatkan tegangan mekanik terbesar sebesar 9,57 x 107 N/m2 pada bagian tengah shell rancangan steam condensor tank. Tegangan mekanik tersebut tidak berdampak pada rancangan steam condensor tank berbahan SS 304 karena besar tegangan mekanik yang terjadi lebih kecil daripada yield strength material SS 304 yaitu sebesar 1,73 x 108 N/m2 dan masih berada didaerah elastisnya . Translational displacement maksimal yang terjadi pada rancangan steam condensor tank sebesar 6,2 mm adalah sangat kecil dan 1/500 dari ukuran total panjang rancangan steam condensor tank. Dengan demikian rancangan steam condensor tank aman untuk digunakan sebagai sarana penelitian.Kata kunci: Steam Condensation Tank, PASCONEL, tegangan mekanik, translational displacemen