SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
REVITALISASI SISTEM KENDALI DAN SISTEM AKUISISI DATA PADA UNTAI UJI KOROSI
Telah dilakukan penggantian sistem kendali dan sistem akuisisi data pada Untai Uji Korosi (UUK).Revitalisasi pada UUK bertujuan meningkatkan kinerja sistem kendalier Kent 400 yang sebelumnya rusakmenjadi sistem kendali berbasis PLC sehingga berfungsi dengan baik. Sedangkan revitalisasi pada sistem dataakuisisi dilakukan untuk membangun sistem pengambilan data berbasis komputer yang digunakan untukpengukuran perubahan besaran dalam eksperimen termohidrolika UUK. Sistem pengumpul data sebelumnyamenggunakan indikator pencatat analog, sedangkan pencatatan dilakukan secara manual yang menyebabkanrespon sngat lambat dan hasil pengukuran kurang akurat. Untuk meningkatkan kualitas sistem pengumpul data,maka dilakukan pembuatan sistem akuisisi data dengan program aplikasi Visual Basic dan kartu piranti akuisisidata. Hasil kegiatan revitalisasi UUK adalah diperolehnya sistem kendali berbasis PLC dan sistem akuisisi datayang mampu menampilkan informasi berupa temperatur, tekanan dan level air pendingin secara interaktif yaknimudah dibaca, cepat, realtime, dan akurat. Hasil ini memberikan peningkatan kinerja sistem kendali dan sistemakuisisi data yang dapat menyimpan data hasil akuisisi ke dalam hard disk dalam bentuk file dan dapat diolahlebih lanjut dalam bentuk tabel ataupun grafik untuk memudahkan analisis selanjutnya
KAJIAN DESAIN KONDENSER PADA SISTEM PENDINGIN PWR
Makalah ini menguraikanberbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan prinsip desain kondenser. Alat kondenser merupakankomponen sistem pendingin yang sangat penting. Uap air yang keluar dari turbin, dilewatkan melalui kondenseruntuk dikondensasikan menjadi air. Langkah desain suatu kondenser dimulai dari identifikasi problem sampaipada desain mekanik. Kondenser pada umumnya didesain dengan tingkat konservatif tertentu baik dari aspektermal maupun mekanis. Analisis desain juga mengantisipasi adanya degradasi alat karena usia sehingga aspekkeselamatan dan kinerjanya terpenuhi. Kajian tentang berbagai hal yang berkaitan dengan desain kondensertelah dibahas. Aspek yang penting adalah terpenuhinya kinerja alat, disamping itu pada pembahasan tersebutjuga diuraikan tentang metoda desain dan masalahnya yang harus memperhatikan aspek desain termal, fisik,ekonomi, aspek korosi dan faktor lainnya
RANCANG BANGUN SISTEM KELISTRIKAN MOTOR POMPA INJEKSI INHIBITOR
RANCANG BANG UN SISTEM KELISTRIKAN MOTOR POMPA INJEKSI INHIBITOR. Dalam rangka pengendalian kualitas air yang berkaitan dengan pertumbuhan kerak, korosi dan mikro organisme yang terjadi padajalur pipa PAOI BROI dan PA02 BR02 sistem pendingin sekunder RSG-GAS, telah dilakukan rancang bangun sistem kelistrikan motor pompa injeksi inhibitor PAQ 01102/03 meliputi rangkaian sistemkontrol motor pompa injeksi inhibitor PAQ02 APO I, rangkaian sistem kontrol motor pompa injeksi NaOCI PAQOI APOI, rangkaian sistem kontrol pompa injeksi inhibitor PAQ02 AP02 dan rangkaian sistem kontrolpompa pengaduk RW02. Rangkaian sistem kontrol motor pompa PAQ 02 APOI yang terpasang pada tangki inhibitor akan beroperasi pada saat kontrol konduktivitas CQOI menunjukkan kondisi blow down dan motorpompa PAQ02 AP02 tidak beroperasi pada saat kontrol level CL02 menunjukkan batas terendah. Denganrancang bangun sistem kelistrikan motor pompa injeksi inhibitor PAQ 01/02/03 ini diharapkan motor pompainjeksi NaOCI PAQOI APOI beroperasi secara kontinyu dan sistem kontrol pompa injeksi inhibitor PAQ02 AP02 beroperasi secara otomatis
UJI AWAL UPGRADE MESIN FRAIS KONVENSIONAL MENJADI MESIN FRAIS CNC BERBASIS PC
Mahalnya mesin frais CNC (Computerized Numerical Control) menjadi tantangan tersendiri untuk membuat suatu inovasi dalam bidang pemesinan. Dengan mengharapkan kualitas kerja yang setara dengan mesin frais CNC maka mesin frais konvensional ditingkatkan kemampuannya menjadi mesin frais CNC berbasis PC. Secara mekanik dan instrumentasi perubahan yang terjadi yaitu penggantian motor AC menjadi motor servo. Selain itu juga ditambahkan komponen seperti servo drive dan proximity yang berfungsi sebagai sistem kendali dari motor servo. Pembuatan program komputer untuk mengatur perintah kerja dari kendali CNC ke mesin frais. Bentuk program terdiri atas model tampilan dan ladder diagram. Progam dimasukkan kedalam satu sistem pemrograman RTX pada software RTX. Hasil yang dicapai saat ini adalah pemrograman komputer dan bentuk perintah kerja CNC. Hasil tersebut merupakan hasil tahap awal dan masih terus dilanjutkan. Dengan peningkatan unjuk kerja mesin frais menjadikan pengguna dapat bekerja lebih optimal dan aman dari resiko kecelakaan
KAJIAN PENGARUH KONTAMINASI TERHADAP RUGI-RUGI DIELEKTRIK DAN BREAKDOWN MINYAK TRANSFORMATOR
KAJIAN PENGARUH KONT AMINASI TERHADAP RUGI-RUGIDIELEKTRIK DANBREAKDOWN MINYAK TRANSFORMATOR. Minyak transformator merupakan media isolasi dan pendingin pada transformator. Oleh karena itu kemurnian dari minyak transformator harus selalu diperhatikan.Ketidakmumian dapat muncul dalam minyak transformator baru akibat proses pembuatan atau selama proses penyimpanan maupun selama pemakaian akibat pengaruh lingkungan, seperti uap air, gas, partikel padat dan lain-lain. Disamping itu temperatur minyak transformator harus selalu dijaga karena dapat menyebabkan terjadinya pemuaian sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi akibat pertambahan volume. Semua faktor tersebut merupakan penyebab timbulnya rugi-rugi dielektrik minyak transformator yang dapat menyebabkan kekuatan dielektrik minyak transformator menjadi berkurang sehingga akan mempercepat proses breakdown minyak transformator. Dari hasil pengukuran temperatur transformator menggunakan infrared thermograph typeThermo Tracer TH9100PM Vl/PW VI menunjukkan temperatur pada bagian konservator transformator BHT03 tipe minyak mencapai temperatur 89°C dan karena kondisi temperatur serta sirkulasi udara di ruangtransformator BHT03 yang senantiasa berubah maka pemuaian minyak transformator menjadi tidak konstan sehingga cenderung merusak komposisi minyak transformator tersebut, sedangkan pada pengukuran tahanan isolasi antar phasa-phasa diperoleh hasil 200.000 MQ dan phasa-netral sebesar 2.000 MQ, serta dari treatment minyak transformator BHT03 terhadap breakdown menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 87,33 kV /2,5 mm. Nilai ini lebih besar dari standar PLN yaitu ~ 30 kV/2,5 mm, sehingga minyak transformator BHT03 layakdigunakan setelah dilakukan treatment
ANALISIS KECELAKAAN STEAM GENERA TOR TUBE RUPTURE (SGTR) DAN PENGISOLASIANNYA PADA PWR
ANALISIS KECELAKAAN STEAM GENERATOR TUBE RUPTURE (SGTR) DANPENGISOLASIANNYA PADA PWR. Telah dilakukan analisis kecelakaan SGTR serta pengisolasiannya pada PWR dengan menggunakan program perhitungan RELAP/SCDAP. Dalam analisis ini, digunakan PWR standaryang mengacu pada PLTN Tsuruga Unit 2 sebagai model. Analisis dilakukan pada hasil simulasi SGTR berdasarkan data input RELAP yang dibuat NUPEC, dimana respon sistem kendali reaktor sepenuhnyabergantung pada setting otomatis. Kendali manual hanya dilakukan untuk meneapai pengisolasian kebocoran.Dari hasil simulasi terlihat adanya respon sistem kendali reaktor terhadap kebocoran melalui SGTR sesuai skenario yang diharapkan seperti trip reaktor, aktuasi sistem kendali air umpan, sistem kendali bypass turbin,sistem kendali pembebas uap, dan aktuasi injeksi keselamatan. Dengan asumsi terjadi kegagalan pengisolasian kebocoran pada tahap awal, air umpan di sisi sekunder memenuhi kubah uap di pembangkit uap yang bocor maupun yang utuh sehingga memicu terbukanya katup pembebas uap (MSR V) dan terlepasnya produk fisi secara berlebihan ke lingkungan. Namun pengisolasian kebocoran melalui aktuasi katup pembebas pressurizer (PORV) yang diikuti dengan penghentian injeksi keselamatan secara manual berhasil dilakukan. Skenario yang diperoleh memperlihatkan perlunya modifikasi pada beberapa sistem kendali reaktor di atas agar dapat dijalankan seeara manual sehingga sekuensi kecelakaan yang diperoleh dapat lebih mirip dengan yang ada dalamreferensi
STUDI PEMANFAATAN REAKTOR DAYA VK-300 TIPE BWR UNTUK PROSES DESALINASI
Kebutuhan air bersih semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnyaberbagai macam jenis industri, namun kebutuhan ini tidak mampu disediakan secara alamiah. Untuk itu prosesdesalinasi air laut merupakan pilihan utama dan mampu menyediakan kebutuhan tersebut melalui teknologidesalinasi nuklir. Pengkopelan reaktor nuklir generasi lanjut disamping dapat memasok panas juga mampumenjalankan berbagai macam sistem bantu proses reaktor seperti pompa dan instrumen kendali. Telah dilakukanstudi pemanfaatan reaktor daya VK-300 tipe BWR yang dikopel dengan proses desalinasi. Tujuan studi iniadalah untuk mendapatkan data karakteristik energi panas yang dihasilkan PLTN yang dikopel dengan sistemdesalinasi dengan PLTN berfungsi sebagai sumber energi panas proses desalinasi. Studi dilakukan denganmelakukan penelusuran data dan informasi, serta kajian komprehensif tentang korelasi antara energi panas yangdihasilkan dari sistem dalam PLTN dengan instalasi proses desalinasi. Dari hasil kajian diperoleh bahwapemanfaatan uap panas dan tenaga listrik dari reaktor daya yang dipasok ke instalasi desalinasi mampumemberikan energi yang mengubah air laut menjadi air bebas garam. Hasil kajian terhadap prototip reaktor VK-300, tipe BWR dengan daya 250 MW(e) merupakan unit kogenerasi yang dapat memasok uap dengantemperatur 285 oC panas ke turbin ekstraksi untuk membangkitkan tenaga listrik sebesar 150 MW dan sebagianuap panas dengan temperatur 130 oC dipakai untuk proses desalinasi serta sisa uap panas disalurkan untukpemanasan rumah dan perkantoran. Pengkopelan reaktor daya VK-300 dengan instalasi desalinasi tipe MEDmenghasilkan air bebas garam dengan kualitas destilat yang tinggi (TDS = 10 ppm). Menurut perhitungan secaraekonomi reaktor VK-300 tipe BWR menghasilkan air destilat berkapasitas 300.000 m3/jam dengan biaya US$0.58/m3. Pengkopelan reaktor daya VK-300 tipe BWR dengan instalasi tipe MED secara ekonomis kompetitif
PEMBUATAN PELINDUNG MOTOR CRANETIPE SWL 10 TON
PEMBUATAN PELINDUNG MOTOR CRANE TIPE SWL 10 TON. Telah dilakukan pembuatan pelindung motor crane tipe SWL 10 ton, yang berfungsi untuk melindungi motor crane dari percikan air akibat adanya kebocoran pada atap ruang bengkel. Desain pelindung dibuat seringan mungkin sehingga tidak menjadi beban yang berarti bagi crane dan bersifat knockdown yang mudah dibongkar pasang sehingga tidak menjadi penghalang ketika dilakukan pekerjaan perawatan motor. Rangka pelindung terbuat dari besi hollow berukuran 20 x 20 mm dengan tinggi 1,64 m, luas area yang terlindungi 1,84 x 2,5 m2 sesuai dengan besar motor crane, sedangkan rangka atap dari besi plat tebal 2 mm dan atap dari bahan fiberglass setebal 2 mm. Dengan adanya pelindung ini motor crane diharapkan dapat terhindar dari kerusakan akibat percikan air dari atap ruang bengkel