861 research outputs found
Sumartono, W., Thabrany, H., & Meidyawati, R. (2016). Heavy smoking and severe dental caries in Indonesian men
Sumartono, W., Thabrany, H., & Meidyawati, R. (2016). Heavy smoking and severe dental caries in Indonesian men. Tobacco Control and Public Health in Eastern Europe, 6(1), 21-29
Album pakaian tradisional
Buku ini berisi tentang Album pakaian tradisional dari daerah lampung, kalimantan selatan, bali, sulawesi utara, sulawesi tengah, dan Nusa Tenggara Timu
REVITALISASI SENI KRIYA INDONESIA Sumartono ABSTRACT
"Craft" has a long history in Indonesia. The arrival o f religions (Hindu, Buddhism, and Islam) anddifferent groups (Chinese and westerners) to Indonesia influenced not only to the pattern but also lo theprocess o f creation o f this artwork. These influences provide a neio spirit/life to the Indonesian "craft".Hozoever, Indonesian artists still maintain the " traditional" forms and patterns. They only lake someaspects o f these other cultures and combine them with local culture. Because o f artists'creativity, Indonesian"craft" is able to exist fo r a longer time. Moreover, in order to maintain its existence, the Indonesian "craft~artists are expected to takepart in the discourse o f visual art in IndonesiaKeywords: craft (high art), revitalisation, theory o f chang
Sejarah kebudayaan Indonesia : seni rupa dan desain/ Edit.: Sumartono
xx, 194 hal.: ill.; 23 cm
PENGARUH KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP JUMLAH DAN UKURAN STOMATA DAUN RAMBUTAN (Nephelluin lappaceum. L)
BAMBANG SUMARTONO. J201 89 0232. PENGARUH KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP JUMLAH DAN UKURAN STOMATA DAUN RAMBUTAN (Nephelluin lappaceum. L). (dibawah bimbingan KOEN PRASENO, ENDAH DWI HASTUTI dan SRI UTAMI).
Sekarang ini alat transportasi terutama kendaraan
bermotor merupakan sarana yang mutlak diperlukan dalam kegiatan manusia. Jumlah kendaraan bermotor makin bertambah dan kepadatan lalu-lintas meningkat, sehingga dapat menaikkan kadar pencemar di udara akibat gas buangnya. Gas buang kendaraan bermotor dapat berpengaruh pada tanaman. Berkaitan dengan pericemaran udara, stomata merupakan tempat utama masuknya gas ke dalam tanaman. Ada dugaan bahwa gas yang masuk akan berpengaruh pada jumlah dan struktur stomata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah
kepadatan lalu-lintas berpengaruh terhadap jumlah dan
ukuran stomata daun rambutan (Nephelium iappaceuin L).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
dengan penentuan titik sampling secara sistimatik pada garis transek Jalan Raya Solo Semarang melalui titik utama Sukun. Sampel yang diperoleh dibuat preparat stomata dan diamati dibawah mikroskop. Parameter yang diamati jumlah besar sel penutup dan besar lubang stomata. Hubungan antara kepadatan lalu-lintas dengan besar sel penutup dianalisa regresi dan korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah stomata dan besar lubang stomata pada setiap stasiun pengamatan tidak
ditemukan perbedaan yang berarti. Fada stasiun yang
kepadatan lalu-lintasnya tinggi inempunyai eel penutup yang lebih- besar, tetapi hal ini bukan dominan dipengaruhi oleh kepadatan lalu-lintas
Manajemen dan Kepemimpinan Inklusif di Era Teknologi Society 5.0: Integrasi Teknologi dan Nilai Kemanusiaan
Di era Society 5.0, teknologi bukan lagi sekadar alat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem bisnis dan kepemimpinan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Bagaimana pemimpin modern dapat mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) dengan nilai-nilai kemanusiaan?
Buku ini mengungkap transformasi kepemimpinan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan teknologi 5.0, di mana manusia dan mesin bekerja berdampingan dalam menciptakan inovasi. Dengan pendekatan berbasis data dan strategi manajerial yang adaptif, pemimpin masa depan dituntut untuk lebih inklusif, visioner, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui studi kasus inspiratif dari perusahaan global hingga startup inovatif, pembaca akan dibimbing dalam memahami bagaimana kepemimpinan yang efektif mampu menciptakan budaya kerja yang produktif, kolaboratif, dan siap menghadapi perubahan. Buku ini juga mengupas tuntas tentang manajemen perubahan, etika bisnis digital, serta pentingnya kecerdasan emosional dalam memimpin di era disrupsi.
Dibimbing oleh pemikiran visioner Prof. Captain Eddy Sumartono, buku ini menjadi referensi utama bagi pemimpin, akademisi, mahasiswa, dan profesional yang ingin sukses di era digital tanpa kehilangan esensi nilai-nilai kemanusiaan
Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi Di Indonesia dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Early Warning System (EWS) yang diproksikan melalui rasio likuiditas asset, rasio beban klaim, rasio retensi sendiri dan Risk Based capital (RBC), terhadap kinerja keuangan perusahaan asuransi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2016 sebanyak 12 perusahaan. Metode Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan regresi linier berganda.Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel Early Warning System (EWS) diproksikan melalui rasio likuiditas asset mempunyai pengaruh terhadap kinerja keuangan, Rasio beban klaim tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, Rasio retensi sendiri tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, dan Variabel Risk Based Capital (RBC) berpengaruh terhadap kinerja keuangan
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMK N 2 WONOSA
ABSTRAK
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
DI SMK N 2 WONOSARI
Oleh:
Briyan Sumartono
08518244002
Penelitian ini bertujan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMK N 2 Wonosari. Evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilihat dari aspek context, input, process dan product. Hasil evaluasi yang dilakukan digunakan sebagai masukan untuk sekolah dalam menyelenggarakan ekstrakurikuler.
Penelitian dilakukan di SMK N 2 Wonosari. Responden penelitian ini adalah kepala sekolah dan wakil kepala bidang kesiswaan sebanyak 2 orang, guru pembimbing ekstrakurikuler sebanyak 13 orang, siswa peserta ekstrakurikuler yang berjumlah 201 orang. Penelitian ini menggunakan metode Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dari aspek context dengan responden kepala sekolah dan wakil kepala bidang kesiswaan sebesar 50% termasuk dalam kategori baik; (2) evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dari aspek input dengan responden guru pembimbing untuk ekstrakurikuler bidang olah raga bola termasuk dalam kategori baik dengan nilai 39,60%, bidang olah raga bela diri termasuk dalam kategori baik dengan nilai 44,40%, bidang penalaran termasuk dalam kategori baik dengan nilai 38,90%, bidang kesenian termasuk dalam kategori kurang dengan nilai 50%, bidang khusus termasuk dalam kategori baik dengan nilai 44,20%. Menurut siswa, input pelaksanaan ekstrakurikuler bidang olah raga bola termasuk dalam kategori cukup dengan nilai 46,70%, bidang olah raga bela diri termasuk dalam kategori baik dengan nilai 45,76%, bidang penalaran termasuk dalam kategori baik dengan nilai 48%, bidang kesenian termasuk dalam kategori kurang dengan nilai 47,40%, bidang khusus termasuk dalam kategori baik dengan nilai 42,265%; (3) evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dari aspek process dengan responden guru pembimbing untuk ekstrakurikuler bidang olah raga bola termasuk dalam kategori baik dengan nilai 52,77%, bidang olah raga bela diri termasuk dalam kategori baik dengan nilai 55,55%, bidang penalaran termasuk dalam kategori baik dengan nilai 64,80%, bidang kesenian termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai 60%, bidang khusus termasuk dalam kategori baik dengan nilai 61,15%. Menurut siswa, process ekstrakurikuler bidang olah raga bola termasuk dalam kategori baik dengan nilai 61,50%, bidang olah raga bela diri termasuk dalam kategori baik dengan nilai 62,10%, bidang penalaran termasuk dalam kategori baik dengan nilai 60,90%, bidang kesenian termasuk dalam kategori cukup dengan nilai 47,10%, bidang khusus termasuk dalam kategori baik dengan nilai 60,20%; (4) evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dari aspek product dengan responden siswa untuk bidang olah raga bola termasuk dalam kategori baik dengan nilai 58,05%, bidang olah raga bela diri termasuk dalam kategori baik dengan nilai 71,20%, bidang penalaran termasuk dalam kategori baik dengan nilai 57,90%, bidang kesenian termasuk dalam kategori baik dengan nilai 52,60%, bidang khusus termasuk dalam kategori baik dengan nilai 66,65%.,
Kata kunci: evaluasi, metode CIPP,ekstrakurikule
penerapan ktsp mata pelajaran sejarah pada sma negeri se-kabupaten ponorogo
ABSTRAK Sumartono, Hasyim. 2013. Penerapan KTSP Mata Pelajaran Sejarah Pada SMA Negeri Se-Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Joko Sayono, M.Pd M.Hum Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, KTSP Upaya perbaikan kualitas pendidikan menuju yang lebih baik terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu upayanya adalah dengan pergantian kurikulum yang diberlakukan di sekolah-sekolah yang mana diterapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Peran guru dalam kelas menjadi ujung tombak untuk terlaksananya pembelajaran berjalan dengan baik. Oleh karena itu salah satu kewajiban guru adalah membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Berkaitan dengan pelaksanaan KTSP tersebut tentunya guru mengalami berbagai hambatan dan dukungan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Terkait dengan penelitian ini dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : (1). Bagaimana penyusunan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) sejarah yang dilaksanakan guru se-kabupaten Ponorogo? (2). Apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan KTSP mata pelajaran Sejarah pada SMA Negeri se-Kabupaten Ponorogo? Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode survai. Adapun subjek penelitian adalah staf pengajar (guru) sejarah SMA Negeri se-Kabupaten Ponorogo sebanyak 17 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Adapun data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian adalah : (1). Pelaksanaan penyusunan perangkat pembelajaran guru sejarah SMA Negeri se-kabupaten Ponorogo berjalan belum baik. Adapun yang menjadi catatan adalah adanya sebagian besar guru yang mengalami kesulitan mengembangkan RPP sebesar 47,1 % dan guru kurang maksimal dalam mengembangkan silabus sebesar 52,9 % ditunjukkan dengan cara membentuk tim pengembang di tingkat kabupaten. (2). Faktor pendukung dalam pelaksanaan KTSP adalah terlaksananya semua tahapan Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sejarah. Adapun faktor penghambatnya adalah kegiatan lanjutan pengembangan kurikulum yang dilaksanakan oleh MGMP tidak dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini dikarenakan adanya pandangan anggota MGMP yang hanya tergantung pada ketua MGMP dalam setiap pelaksanaan program organisasi.Saran dalam penelitian ini adalah guru perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kurikulum sebagai modal kecakapan untuk diberlakukan kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013. Selain itu kegiatan pengembangan kurikulum perlu ditingkatkan oleh MGMP maupun dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.
Komodifikasi Media dan Budaya Kohe
The mass media which should serve as a channel of information, entertainment, education, and social control only able to portray itself solely as a medium of information and entertainment. Business dimension override seemed ideal dimensions that should go hand in hand. Commodification of the media has obscured the real function of the media. On behalf of the commercialization of value to media converted to market value. Not important quality of a program. Put forward is how a program backed by the financial strength or sponsorship. As a result, the commodification of the media has spawned society commodities. Society tends to be absorbed in the strength of an increasingly hegemonic pop culture with all its attributes. Lifestyle has become a commodity. Lifestyle embodied in Kohe culture
- …
