249 research outputs found
Pengaruh Firm Size dan Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di BEI periode 2014-2018
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh firm size
terhadap return on asset, untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Debt to
Equity terhadap return on asset, untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
firm size dan Debt to Equity terhadap return on asset pada perusahaan property
dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
pendekatan kuantitatif dan pendekatan asosiatif. sampel dalam penelitian ini
berjumlah 8 perusahaan dari 10 perusahaan Property dan Real Estate yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara parsial antara Firm Size terhadap Return on Asset
menunjukkan hubungan yang positif dan berpengaruh secara signifikan Firm Size
terhadap Return on Asset pada Perusahaan Property dan real Estate periode 2014-
2018. cBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara parsial antara Debt to
Equity Ratio terhadap Return On Assets menunjukkan hubungan yang negatif dan
berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Assets pada Perusahaan Property
dan real Estate periode 2014- 2018. Berdasarkan hasil penelitian secara simultan,
Firm Size, dan Debt to Equity Ratio menunjukkan hubungan yang positif dan
berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Assets pada Perusahaan
Property dan real Estat
Pemanfaatan Oleoresin Bawang Merah sebagai Repellent Gel Kecoa.
Bawang merah (Allium ascalorium L) merupakan salah satu komoditas utama
di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Oleoresin bawang merah dapat
dimanfaatkan sebagai produk pangan dan non pangan salah satunya sebagai produk
repellent. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan oleoresin bawang merah
menjadi repellent gel kecoa, analisa kandungan senyawa oleoresin bawang merah,
mendapatkan formulasi komposisi sediaan repellent gel dan mendapatkan
efektifitas daya repelensi gel terhadap kecoa. Penelitian dilaksanakan melalui
beberapa tahap meliputi persiapan bahan, karakterisasi bawang merah, proses
ektraksi, analisa kandungan oleoresin dengan GC-MS, formulasi sediaan repellent
gel dengan variasi rasio CMC dan xanthan gum serta pengujian efektivitas repellent
gel terhadap kecoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ektraksi
oleoresin sebesar 13.52%. Kandungan senyawa tertinggi pada oleoresin bawang
merah yaitu 4(1H)-Pyrimidinone,5-methoxy. Sediaan repellent gel dengan
penambahan rasio CMC dan xantan gum 90:10 memberikan formulasi repellent
yang homogen dengan sinéresis 3.63%. Penambahan oleoresin yang semakin tinggi
akan memberikan daya repelensi yang tinggi terhadap kecoa. Oleoresin bawang
merah dengan konsentrasi 15% menghasilkan daya repelensi sebesar 91%
Analisis potensi pajak reklame sebagai pajak daerah di kabupaten Sidoarjo
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pajak reklame di Kabupiten Sidoarjo dengan cara membandingkan pendapatan aktual, pendapatan hasil survei dan pendapatan hasil proyeksi dengan menggunakan trend linier. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu berupa keterangan baik tertulis maupun lisan mengenai pajak reklame dan data kuantitatif yaitu berupa perhitungan pajak reklame yang semuanya itu didapat dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sidoarjo. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang langsung diperoleh dari survei pada obyek penelitian dan data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui perantara baik melalui dokumen-dokumen, catatan-catatan dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sidoarjo. Dari penelitian selama tiga bulan mengenai potensi pajak reklame di Kabupaten Sidoarjo diperoleh kesimpulan bahwa terjadi selisih sebesar Rp. 31,317,875 antara pendapatan aktual dan pendapatan hasil survei. Hal tersebut menandakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo masih kurang cermat dalam mengatur reklame, banyak reklame yang terpasang tanpa ijin atau niasa ijinnya telah berakhir. Tetapi meskipun begitu, pendapatan pajak reklame ini masih memenuhi target jika dilihat dai hasil proyeksinya
Studi Komparatif Material Rumah Adat Lampung Saibatin: Studi Kasus: Rumah Adat Lampung Saibatin Lampung Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan material yang ada pada rumah adat Lampung Saibatin, untuk mengetahui perbedaan bentuk ornamen yang ada pada rumah adat Lampung Saibatin dan untuk mengetahui perbedaan tata ruang yang digunakan pada rumah adat Lampung Saibatin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan metode pengumpulan data, yaitu: studi literatur, pengamatan atau observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan Analisis komperatif, yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan membandingkan setiap rumah yang telah diteliti. Cara membandikan penelitian yang di dapat yaitu dengan cara membuat tabel dengan mengurutkan usia rumah, lalu membuat keterangan gambar analisis yang di bandingkan.Penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Material rumah adat Lampung Barat yang telah diteliti memiliki persamaan yaitu menggunakan jenis kayu tenam. Jenis kayu ini sudah tidak dapat ditemui saat ini karena populasinya sudah tidak ada lagi. Keunggulan dari kayu ini yaitu kuat dan bertahan lama, Namun kayu ini memiliki kelemahan pada air yang bisa mengakibatkan lapuk. Kayu ini tidak memiliki perawatan khusus hanya rajin membersihkan dari kotoran dan sarang laba-laba
RESPON KULTUR TUNAS AKSILAR MAHKOTA BUAH Ananas comosus (L.) Merr. PADA MEDIA MS DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI NAA DAN BAP
ABSTRAK Setiawati, Indah. 2012. Respon Kultur Tunas Aksilar Mahkota Buah Ananas comosus (L.) Merr. pada Media MS dengan Penambahan Kombinasi NAA dan BAP. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Kartini Ariati Murwani, M.S, Apt. (II) Dr. Betty Lukiati, M.S. Kata Kunci: tunas aksilar mahkota buah Ananas comosus (L.) Merr. media MS, kombinasi ZPT, Tunas aksilar merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai eksplan untuk kultur jaringan Ananas comosus (L.) Merr., karena memiliki banyak sel-sel meristem yang aktif membelah. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan hasil kultur berupa kombinasi zat pengatur tumbuh (ZPT) dan jenis media yang digunakan. Keberhasilan kultur dapat dilihat dari respon eksplan terhadap media dan ZPT yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kultur tunas aksilar Ananas comosus(L) Merrill.dalam media MS cair maupun padat dengan penambahan beragam kombinasi ZPT NAA dan BAP setelah dikultur selama 4 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan12 kali ulangan. Obyek penelitian tunas aksilar dari mahkota buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.). Parameter penelitiaan meliputi persentase terbentuknya akar dan tunas adventif, jumlah akar dan tunas adventif yang terbentuk, terbentuk tidaknya kalus, serta perubahan warna eksplan pada kultur usia 4 minggu. Data persentase keberhasilan terbentuknya akar dan tunas adventif, serta perubahan warna eksplan dianalisis secara deskriptif. Data berupa terbentuknya kalus dianalisis dengan analisis statistik non parametrik, sedangkan jumlah akar dan tunas adventif yang terbentuk dianalisis dengan analisis variasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur tunas aksilar dalam media MS cair maupun padat dapat membentuk akar dan tunas dalam waktu relatif sama, tetapi dalam media cair jumlah akar dan tunas adventif yang terbentuk lebih sedikit dibandingkan dengan hasil kultur pada media padat. Pembentukan kalus paling banyak terjadi pada media MS cair maupun padat dengan penambahan NAA 1 ppm+ BAP 0,1 ppm. Eksplan dalam media cair maupun media padat tanpa penambahan ZPT tidak mengalami perubahan warna. Eksplan pada media padat yang ditambah BAP maupun kombinasi NAA dan BAP warna yang semula hijau mengalami perubahan menjadi hijau muda, sedangkan eksplan pada media padat dengan penambahan NAA mengalami perubahan menjadi coklat kering. Saran untuk penelitian lebih lanjut yaitu eksplan setelah dikultur dalam media cair selama 2 minggu selanjutnya disubkultur ke media padat
PENGARUH KOMPETENSI, ORGANISASI PEMBELAJARAN (LEARNING ORGANIZATION), DAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP KINERJA PENGELOLA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) DI PULAU JAWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel kompetensi, organisasi pembelajaran (learning organization), dan kemampuan pengambilan keputusan terhadap kinerja pengelola LKP di Pulau Jawa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Responden penelitian ini sebanyak 377 orang pengelola LKP di Pulau Jawa (Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kompetensi berpengaruh langsung positif terhadap kinerja; 2) organisasi pembelajaran (learning organization) berpengaruh langsung positif terhadap kinerja; 3) kemampuan pengambilan keputusan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja; 4) kompetensi berpengaruh langsung positif terhadap kemampuan pengambilan keputusan; 5) organisasi pembelajaran (learning organization) berpengaruh langsung positif terhadap kemampuan pengambilan keputusan; 6) kompetensi berpengaruh tidak langsung positif terhadap kinerja melalui kemampuan pengambilan keputusan: dan 7) organisasi pembelajaran (learning organization) berpengaruh tidak langsung positif terhadap kinerja melalui kemampuan pengambilan keputusan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa faktor-faktor seperti kompetensi, organisasi pembelajaran (learning organization), dan kemampuan pengambilan keputusan tidak dapat diabaikan dalam peningkatan kinerja pengelola LKP. Untuk itu perlu dilakukan upaya peningkatan kinerja pengelola LKP melalui penguatan kompetensi, optimalisasi implementasi organisasi pembelajaran (learning organization), dan peningkatan kemampuan pengambilan keputusan secara berkela
This study aims to analyze the influence of competency, learning organization, and decision-making abilities on managers’ performance of course and training institutions in Java. This research is a quantitative study that uses the path analysis method. Respondents of this study were 377 managers of course and training institutions located in Java. The results of this study indicate that: 1) competency has positive direct effect on performance; 2) the learning organization has positive direct effect on performance; 3) decision making ability has positive direct effect on performance; 4) competency has positive direct effect on decision making ability; 5) learning organization has positive direct effect on decision making ability; 6) competency has positive indirect effect on performance through decision making ability; and 7) learning organization has positive direct effect on performance through decision-making ability. Furthermore, it can be stated that some factors such as competency, learning organization, and decision making ability should be concerned since they are important aspects in improving the managers of course and training institutions. Hence, it is necessary to improve the performance of managers’ performance course and training institution by strengthening competencies, enhancing the knowledge of learning organization and optimizing the implementation of learning organization, and increasing the ability of decision making continuously
KONSTRUKSI SOSIAL PRAKTIK MENGEMIS OLEH MASYARAKAT SEKITAR MAKAM SUNAN GIRI KABUPATEN GRESIK
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang konstruksi sosial masyarakat sekitar makam Giri tentang praktik mengemis yang terjadi di area makam Giri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi partisipan, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah (1) teori konstruksi yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Luckmann yang intinya realitas sosial bergerak dalam proses dialektika melalui 3 proses utama; eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, (2) teori praktik yang dinyatakan melalui relasi antara habitus dan ranah yang melibatkan modal. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi masyarakat tentang praktik mengemis mengacu pada sikap buruk, pemalas, kurang bertanggung jawab dan cenderung merusak. Kegiatan mengemis dinilai sebagai pekerjaan dan masyarakat menerima keberadaan pengemis atas beberapa motif; 1) pihak pengelola yang mengharap dukungan moril dari pengemis, 2) security menjalin kerjasama dengan pengemis untuk mempermudah pekerjaannya, dan 3) pemerintah desa yang tidak ingin menambah pengeluaran serta direpotkan oleh masalah pengemis.
Kata Kunci: Konstruksi, Masyarakat, Praktik Mengemis
Abstract
The purpose of this research is to describe of social construction by community around Giri tomb about practices begging occurring in the area of Giri. This study adopted qualitative approaches with the design research phenomenology. Research informant totaled 7 person. Data collection techniques used is indepth interview and observasi perticipants. While the technique of data validity using triangulation. Theorys that used as a knife analysis are (1) the theory construction presented by Peter L. Berger and Luckmann which basically social reality move in the process of dialectics through 3 the process primary; eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, (2) the theory practices that revealed by relation between habitus and domain involving capital. Outcomes the research indicated that community construction about practices begging referring to bad attitude, lazy, less responsible and tends to ruin. Activities begging considered as a job and communities receive the existence of beggars over some motives; 1) managers who hopes of a moral support from beggars, 2) security establish cooperation with beggars to ease his job, and 3) the government villages that do not want to increase expenditure and bothered by troubles beggars.
Keywords: Construction, Community, Begging Practices
The Relationship Between Self Confidence and Interpersonal Communication of Darussalam Junior High School Students
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepercayaan diri dengan
komunikasi interpersonal siswa SMP Darussalam. Sampel dalam penelitian ini
adalah 257 siswa, dengan menggunakan insidental sampling. Penelitian ini
disusun dengan menggunakan skala likert dengan menggunakan skala dari aspekaspek
kepercayaan diri menurut Lauster (dalam Gufron & Risnawita, 2016) :
keyakinan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional dan
realistis. Serta aspek komunikasi interpersonal Devito (2018) : keterbukaan,
empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Setelah dilakukan analisis
data diperoleh hasil penelitian : ada hubungan yang positif antara kepercayaan diri
dengan komunikasi interpersonal. Dengan asumsi semakin tinggi kepercayaan diri
maka semakin baik pula komunikasi interpersonal dan semakin rendah
kepercayaan diri maka semakin buruk komunikasi interpersonal, dimana =
0,684 dengan signifikan p = 0,000 < 0,005. Kepercayaan diri tergolong tinggi
karena nila rata-rata empirik = 107,41 lebih besar dari hipotetik = 85. Sedangkan
untuk komunikasi interpersonal nilai rata-rata empirik = 116,32 lebih besar dari
hipotetik = 100. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa koefisien determinan
dari hubungan variabel X dan Y adalah = 0,468. Hal ini menunjukkan bahwa
kepercayaan diri berkontribusi terhadap komunikasi interpersonal sebesar 46,8%.
Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. This study aims to see the correlation between self-confidence and interpersonal
communication of students of SMP Darussalam. The sample in this study were
257 students, using incidental sampling. This research was compiled using a
Likert scale using a scale of aspects of self-confidence according to Lauster (in
Gufron & Risnawita, 2016): self-confidence, optimism, objective, responsibility,
rational and realistic. As well as aspects of interpersonal communication Devito
(2018): openness, empathy, a supportive attitude, a positive attitude and equality.
After analyzing the data, the results obtained: there is a positive relationship
between self-confidence and interpersonal communication. With the assumption
that the higher the self-confidence, the better the interpersonal communication and
the lower the self-confidence, the worse the interpersonal communication, where
= 0.684 with significant p = 0.000 < 0.005. Self-confidence is high because the
empirical average value = 107.41 is greater than the hypothetical = 85. Mean
while, for interpersonal communication the empirical average value = 116.32 is
greater than the hypothetical = 100. From the results of this study it is known that
the determinant coefficient of the relationship the variables X and Y are =
0.468. This shows that self-confidence contributes to interpersonal communication
by 46.8%. Then the hypothesis proposed in this study is accepted
Kemampuan Siswa Kelas III SMPN 1 Sukamaju Kab Luwu Utara Mengapresiasi Cerpen Jalan Lain Ke Roma Karya Idrus
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI
Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komse
- …
