Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
    678 research outputs found

    Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Migunani Kulon Progo Melalui Tumpangsari Tanaman Jagung Manis Kedelai Sayur Berbasis Nir Limbah

    Full text link
    This community service program aimed to empower the Migunani Women Farmers Group (KWT) in Donomulyo Village, Nanggulan, Kulon Progo, through the implementation of intercropping syste, of sweet corn and vegetable soybeans based on zero-waste farming practices. The program employed two main methods: socialization and participatory mentoring over six months, involving 35 members of the group. The socialization stage focused on the concepts of incropping and the utilization of crop residus as organic fertilizer, while mentoring activities included demonstration plots and field monitoring. The results showed that the intercropping system implroved lan-use efficiency and produced 485 kg of sweet corn and 420 kg of green fodder from 400 m2 of land. This initiative not only enhanced the income and economic independence of women farmers but also fostered awerness of sustainable agriculture through zero-waste practices. The empowerment model developed in this program has strong potential to be replicated by other farmer groups in the Kulon Progo region. &nbsp

    The reactivation of socio-cultural spaces through tactical ruralism at Padepokan Sekar Jagad: Reaktivasi ruang sosial budaya melalui tactical ruralism di Padepokan Sekar Jagad

    No full text
    Paper ini memaparkan potensi tactical ruralism untuk revitalisasi kehidupan sosial budaya pedesaan melalui intervensi ruang berbasis komunitas di Mutihan, Yogyakarta, Indonesia. Revitalisasi diawali kompleks bangunan yang digunakan kelompok tari Sekar Jagad, ruang yang berfungsi sebagai simpul budaya yang menghubungkan warisan, identitas, dan perdagangan sehari-hari. Fokus berpusat pada Joglo yang didesain ulang oleh SASO Architects. Joglo asli dibawa dari Kabupaten Gunung Kidul oleh Holcim Foundation untuk digunakan sebagai tempat latihan tari. Paper ini mengungkap proses pembongkaran dan perakitan Joglo, yang melibatkan komunitas, tidak hanya penduduk lokal tetapi juga mahasiswa internasional. Selama upacara pembukaan, pasar malam muncul di daerah sekitar Joglo. Pasar tersebut mencontohkan suatu bentuk tactical ruralism yang menegaskan kembali peran pedesaan terhadap pengaruh perkotaan yang meluas. Dengan menggunakan eksplorasi spesifik lokasi dan dokumentasi visual, penelitian ini mengungkapkan bagaimana kegiatan yang bersifat sementara tersebut berfungsi sebagai katalisator untuk penguatan budaya dan keberlanjutan ekonomi lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa tactical ruralism, ketika berakar pada infrastruktur budaya seperti Sekar Jagad, dapat menawarkan model yang tangguh untuk pembentukan tempat dan sirkularitas. Pendekatan ini berkontribusi pada diskusi tentang perencanaan desentralisasi, otonomi pedesaan, dan reklamasi ruang budaya melalui strategi-strategi taktis yang lunak.This study investigates the potential of tactical ruralism for revitalizing rural socio-cultural life through community-driven interventions in Mutihan, Yogyakarta, Indonesia. Anchored by the building complex of Sekar Jagad dance group, the site serves as a node linking culture, identity, and everyday commerce. The focus centers on redesigned Joglo by SASO Architects. The original Joglo was brought from Gunung Kidul regency by Holcim Foundation to be used for Sekar Jagad’s dance practice, semi outdoor area. This paper also revealed the process of disassemble and assemble process of the Joglo itself, which involved communities, not only locals but also international students. During the opening ceremony, a night market emerged in surrounding area. The market exemplifies a form of tactical ruralism reasserting rural within the expanding periphery of urban influence. Using site-specific exploration and visual documentation, this research reveals how such ephemeral yet consistent activities serve as catalysts for cultural reinforcement and local economic sustainability. The findings suggest that tactical ruralism, when rooted in cultural infrastructure like Sekar Jagad, can offer a resilient model for place-making and circularity. This approach contributes to discussions on decentralized planning, rural autonomy, and the reclamation of cultural space through soft, tactical strategies

    Peningkatan Reputasi Usaha KWT Rukun Kunden Melalui Diversifikasi Produk Olahan Pepaya (Manisan Basah)

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diversifikasi olahan buah pepaya menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Program dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Rukun Kunden, Sidoluhur, Godean, Sleman. Tidak hanya berfokus pada produksi keripik pepaya yang sebelumnya telah dihasilkan mitra, tetapi juga mengembangkan produk lain seperti manisan basah, manisan kering, dan selai. Metode kegiatan meliputi pemaparan teori mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), teknik pengemasan, serta manajemen usaha, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan manisan basah berupa cocktail pepaya. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman dalam praktik pengolahan, pengemasan, serta penyimpanan produk agar siap dipasarkan. Peserta juga diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sekitar. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 89,5%. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pengabdian telah memberikan nilai tambah sesuai dengan harapan anggota KWT. Kata Kunci: Pepaya, Proses Pengolahan, Manisan Basah, KWT

    Perancangan Convention Center di tepi Danau Toba dengan pendekatan arsitektur kontemporer

    Full text link
    Pertumbuhan pariwisata Danau Toba yang terus meningkat, diperlukan fasilitas pendukung yang dapat melayani berbagai acara lokal, nasional, dan internasional. Convention Center adalah salah satunya, yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan berbagai tujuan. Ini dapat mengadakan seminar, pameran, acara budaya, bahkan acara kenegaraan. Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer untuk membuat bangunan yang fungsional dan akan menjadi ikon baru di tepi Danau Toba. Metode ini memungkinkan untuk mengeksplorasi bentuk yang dinamis, terbuka, dan selaras dengan alam sekitar sambil mempertahankan prinsip-prinsip lokal. Selain itu, melakukannya dengan mengadaptasi filosofi Batak ke dalam budaya mereka. Kesan ringan, terbuka, dan ramah lingkungan diberikan oleh elemen transparansi dan struktur kontemporer. Bangunan ini dirancang untuk menyatu dengan lanskap dan memaksimalkan pemandangan alam yang menenangkan dengan menghadap langsung ke danau. Dengan desain ini, Convention Center diharapkan dapat memperkuat identitas Danau Toba sebagai destinasi unggulan dengan berfungsi sebagai pusat kegiatan, promosi budaya, dan daya tarik wisata

    Destilasi Minyak Atsiri di Kawasan Hutan Giring, Paliyan, Gunungkidul

    Full text link
    Abstract — The production of citronella in the Giring forest area involves Women’s Farmer Groups (KWT) and Forest Farmer Groups (KTH), who cultivate the plant in large quantities. Through an experimental approach, a simple essential oil distillation unit was constructed, followed by a production trial. The trial resulted in the extraction of crude essential oil with economic value. This activity has provided direct benefits to KWT and KTH by enhancing their knowledge and skills in processing citronella into essential oil, while also creating new opportunities to increase income and improve the local community’s economy. Keywords — production of citronella, Women’s Farmer Groups (KWT), Forest Farmer Groups (KTH), crude essential oil, community’s economy

    Optimalisasi pencahayaan alami dalam rumah tinggal di kompleks perumahan perkotaan dengan lahan terbatas

    Full text link
    Optimalisasi pencahayaan alami pada rumah tinggal di kompleks perumahan perkotaan dengan lahan terbatas menjadi tantangan signifikan seiring dengan pertumbuhan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi desain arsitektural yang efektif untuk meningkatkan penetrasi dan distribusi pencahayaan alami, sekaligus menjawab bagaimana keterbatasan lahan dan kepadatan bangunan mempengaruhi akses terhadap pencahayaan alami. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali data dari studi pustaka, jurnal bereputasi, dan wawancara dengan ahli untuk mengidentifikasi teknik desain yang dapat mengoptimalkan pencahayaan alami dalam kondisi lahan yang terbatas. Analisis menunjukkan bahwa orientasi bangunan yang strategis, desain jendela efektif, penggunaan material reflektif, dan integrasi elemen arsitektural seperti light shelves dan skylights, dapat secara signifikan meningkatkan akses pencahayaan alami. Penelitian ini berkontribusi pada bidang arsitektur dengan menyediakan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penghuni tetapi juga efisiensi energi bangunan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya perancang dan arsitek untuk memanfaatkan setiap peluang desain dalam menghadapi keterbatasan fisik lingkungan perkotaan, menunjukkan adaptasi desain yang mampu memenuhi kebutuhan pencahayaan alami sambil mengakui pentingnya keberlanjutan dan efisiensi energi. Saran untuk penelitian mendatang termasuk eksplorasi lebih lanjut terhadap penerapan teknologi canggih dalam material bangunan dan sistem kontrol pencahayaan otomatis untuk peningkatan efisiensi pencahayaan alami

    Strengthening the Principle of Beneficence in Safeguarding Patient Data Confidentiality: An Analysis of the Roles and Responsibilities of Hospitals

    Full text link
    Confidentiality of patient data is a crucial aspect of healthcare services, supporting accurate medical decision-making and maintaining public trust. This study aims to analyze the role of hospitals in safeguarding patient data confidentiality through the application of the principle of beneficence. The research adopts a qualitative methodology with a descriptive approach, utilizing in-depth analysis to explore technical, legal, and ethical aspects of patient data management. Data collection techniques include interviews with medical personnel, observations of data management procedures, and reviews of data protection policies implemented by hospitals. This study examines strengthening hospitals' roles and responsibilities in protecting patient data confidentiality based on the principle of beneficence, as mandated by Law No. 17 of 2023 on Health. Hospitals are obligated to store and safeguard patient data at the highest standards, yet challenges arise with advancements in digital technology that increase the risk of data breaches. Additionally, medical personnel's lack of training in protecting patient data privacy poses another significant issue. Hospitals need to design clear internal policies and implement adequate security systems, such as encryption and access control. Further discussion highlights a beneficence-based model of responsibility, which prioritizes the patient’s best interests, including transparency in patient data management. Therefore, hospitals must enhance their data protection mechanisms by integrating the principle of beneficence to build patient trust and comply with legal obligations

    The Right to Work for Person with Disabilities In Indonesia: Legal Protection, Equality, And Social Ecology

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the extent of the legal contribution to the inclusiveness of the work environment to overcome violations of the right to work. The type of research used in this paper is socio-legal research with a statutory approach. The number of workers with disabilities is still very low. This is because there is still stigmatization that places people with disabilities as a marginalized group. The ratification of the Law on Persons with Disabilities is the responsibility of the State after the ratification of the Convention on Persons with Disabilities. The government sets mandatory work quotas as affirmative action. The law also incorporates a social ecology approach ranging from accommodation, and support structures for an equal and inclusive work environment. The government also issued a policy to reward employers who promote and protect the rights of persons with disabilities in their work environment. While Indonesia has made progress, this policy has not been fully implemented at the local government level. A recommendation that needs to be developed is the need for audits of employers to ensure how much the right to work has been fulfilled.

    A Study on Case Settlement Mechanisms: An Analysis of Desertion by TNI Members in the KODAM IV/Diponegoro Region

    Full text link
    The crime of desertion committed by military members in the area of Military Area Command (Kodam) IV/Diponegoro is in first place among other crimes. This has occurred for the last three years, from 2021 to 2023. The crime of desertion hurts many people, especially the perpetrators, their families, the general public, and the state, which has spent a lot of money and effort to educate and train deserters. The method used in this research is the juridical-empirical method, and field research that examines the suitability between theory and practice in society. Factors causing military members to desert in the Kodam IV/Diponegoro area include not wanting to be a soldier anymore (low mentality and discipline), having debts, family problems, fraud and embezzlement, and problems with seniors or commanders. Prevention of desertion crimes is by applying strict laws, as well as conducting periodic and continuous unit development. &nbsp

    Melestarikan nilai, merancang masa depan Kawasan Kraton Yogyakarta

    Full text link
    Maraknya perkembangan kota diikuti dengan semakin tingginya perubahan karakteristik kawasan perkotaan. Perubahan kawasan kota, terutama yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, ditandai tidak hanya oleh perubahan tetenger fisik namun juga adanya perubahan persepsi dan pilihan bentuk pemanfaatan atas bangunan ataupun kelompok bangunan yang ada di kawasan tersebut. Dengan menggunakan telaah literatur dan amatan lapangan atas Kawasan Kraton Yogyakarta menunjukkan bagaimana proses perubahan tersebut terjadi dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya

    641

    full texts

    678

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Widya Mataram University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇