Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
678 research outputs found
Sort by
Hak Atas Aksesibilitas Obat Paten Bagi Masyarakat
Hak atas aksesibilitas obat paten merupakan hak konstitusional Warga Negara sebagai hak atas kesehatan yang dijamin dalam Pasal 28H ayat (1) UUD NRI tahun 1945. Namun dalam kaitannya dengan hak atas obat paten yang memberi reward kepada penemunya dalam jangka waktu tertentu untuk memproduksi, mendistribusikan, mengeksploitasi secara ekonomis dan melarang pihak ketiga untuk memproduksinya, telah memberi efek negatif yaitu dibatasinya aksesibilitas publik atas obat paten. Masalah pokok yang akan dikaji adalah bagaimana ratio legis hak atas aksesibilitas obat paten bagi masyarakat dan bagaimana perbandingan hak atas akses obat bagi masyarakat dalam perjanjian Internasional dan Peraturan paten di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monopoli obat paten mengakibatkan hak atas aksesibilitas obat paten bagi masyarakat semakin tidak terkontrol karena harga obat paten yang sangat mahal, dikarenakan bahwa pada realitanya TRIPs lebih dominan melindungi hak negara maju sebagai pemegang hak atas obat Paten, meskipun ada Deklarasi Doha yang di lahirkan untuk melindungi hak kesehatan masyarakat dikarenakan sulitnya akses obat dan harga obat yang mahal
BIOSINTESA FOLAT OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT
Folate, an important B-group vitamin, participates in many metabolic pathways such as DNA and RNA biosynthesis and amino acid inter-conversions. Mammalian cells cannot synthesize folate; therefore, an exogenous supply of this vitamin is necessary to prevent nutritional deficiency. Folic acid is a composite molecule, being made up of three parts: a pteridine ring system (6-methylpterin), para-aminobenzoic acid , and glutamic acid . The folate biosynthesis pathway in micro-organisms can be divided in several parts. The pteridine proportion of folate is made from GTP, that is synthesized in the purine biosynthesis pathway. p-Aminobenzoic acid originates from chorismate and can be synthesized via the same biosynthesis pathways required for the aromatic amino acids, involving glycolysis, pentose phosphate pathway and shikimate pathway. The third component of a folate molecule is glutamate, that is normally taken up from the medium. This review will focus on biosynthesis and folate production by lactic acid bacteria and the folate level production in fermented product
SIFAT PRO-OKSIDAN SARI JERUK NIPIS (Citrus aurentifolia) TERHADAP AKTIFITAS ANTIOKSIDAN TEH HIJAU (Camellia sinensis)
The research was designed to understand the effect of addition of extract citrus on the antioxidative activity of green tea and to determine the optimum temperature at the process of green tea extraction to get the best antioxidative activity.Two treatment factors were arranged in completely randomized design with three replications. First treatment factor was the temperature extraction of green tea consisted of 30, 60 and 100 oC, whereas the second treatment factor was concentration of extract citrus consisted of 0.0, 0.2, 0.4, 0.6, 0.8 and 1 %. The contents of polyphenol, tannin, total acids were chemically determined, whereas antioxidative activity was determined by radical scavenging affect (RSA). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) if there was a significant difference in treatment effects.The research’s results show that there was insignificant interaction between temperature extraction of green tea and concentration of added extract citrus. Eventhough concentration of extract citrus did not significantly affect the contents of polyphenol and tannin but it affected significantly the contents of total acids and antioxidative activity of extract tea. The antioxidative activity at the concentration of extract citrus of 0.2 % was significantly greater than without extract citrus (as check treatment). The following increase in concentration of extract citrus until 1 % did not significantly increase in antioxidative activity. The temperature of tea extraction affected significantly on the contents of polyphenol, tannin, total acids, and antioxidative activity of extract green tea. The highest values were obtained at 100 oC and the the lowest at 30 oC. Temperature extraction of green tea of 100 oC and the addition of 0.2 % extract citrus was the optimum condition. At this condition, the extract green tea contained polyphenol, tannin, total acids, and antioxidative activity as high as 13.77, 12.77, 0.69 and 93.37 %, respectively
Pemanfaatan Lahan Sempit Sebagai Tempat Budidaya Ikan Lele Organik Di Kampung Palangpang Kecamatan Ciemas
Peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapidiperlukan partisipasi aktif dari masyarakat khususnya kalangan akademisi. Pengabdian ini dilaksanakandengan tujuan untuk membantu mencari alternatif tambahan penghasilan warga kampung Palangpang, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani. Meskipun kampung ini berada didekat pantai dan perekonomian masyarakatnya tergantung dari hasil laut, akan tetapi sebagai masyarakatada yang tertarik untuk mempelajari budi daya ikan air tawar seperti lele sebagai usaha mencaritambahan pendapatan keluarga. Pemanfaatan pekarangan penduduk untuk membudidayakan lele dengan menggunakan kolamterpal bulat, pemberian pelatihan dan pendampingan tentang pengaturan air kolam, pemilihan benih lele,pemilihan pakan, pengelolaan air, dan pemasaran walaupun belum signifikan tetapi telah membantuperekonomian sebagian masyarakat di kampung Palangpang. Panen dilakukan setelah masa pemeliharaan3 bulan, dan berdasarkan perhitungan rata-rata pendapatan sehari-hari menunjukkan peningkatan dari yang asalnya Rp.30.000,- menjadi Rp. 35.000,-. Kesimpulannya, bahwa budidaya ikan lele dapat menjadisalah satu alternatif peningkatan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.Â
Penentuan Rute Penyaluran Bantuan Bencana Guna Meminimalkan Biaya Distribusi Dengan Metode Saving Matriks
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menentukan rute pendistribusian bantuan logistik untuk warga yang terdampak korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi dari pos koordinasi MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) ke pos-pos pelayanan dengan menggunakan metode Saving Matriks.Salah satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah Metode Saving Matriks. Metode ini merupakan metode penentuan rute terpendek dengan mengoptimalkan rute distribusi sehingga mampu menghemat jarak dan meminimalkan biaya trasportasi. Objek penelitian yaitu pos koordinasi dan pos-pos pelayanan MDMC. Variabel yang digunakan yaitu jarak, biaya, armada yang tersedia, kapasitas muatan tiap armada, permintaan bantuan dan rute awal.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil perbandingan rute yaitu rute awal dari data matriks awal dan Saving Matriks yang diolah hingga mendapatkan rute Saving Matriks, diperoleh persentase penghematan jarak, bahan bakar dan biaya distribusi sebesar 44,31 % dari jumlah pada rute awal . Selain itu, rute terbaru menggunakan Saving Matriks mampu mengurangi penggunaan armada atau sarana distribusi dan mengoptimalkan rute
Pengaruh perubahan fungsi bangunan pada bentuk bangunan Bangsal Banjar Andhap Dalem Mangkubumen Yogyakarta
Dalem Mangkubumen awalnya adalah rumah tinggal bagi Putra Mahkota Kraton Yogyakarta calon Sultan Hamengkubuwono VII. Sejak dibangun mulai tahun 1874, Dalem Mangkubumen mengalami perubahan fungsi: awalnya sebagai rumah Pangeran beserta kerabat Kraton, sebagai kampus Universitas Gadjah Mada (1949-1982) dan kampus Universitas Widya Mataram sejak tahun 1982 hingga saat ini. Hal ini mengakibatkan bangunan di Dalem Mangkubumen mengalami perubahan baik tata ruangnya maupun penampilannya termasuk bangunan Bangsal Banjar Andhap.          Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan tata ruang dan penampilan bangunan Bangsal Banjar Andhap akibat perubahan fungsi yang terjadi hingga saat ini. Penelitian ini diharapkan juga dapat mengungkap bagaimana tata ruang dan penampilan bangunan sebelum mengalami perubahan sehingga dapat menjadi acuan melestarikan bangunan yang asli. Agar tujuan penelitian tersebut dapat tercapai, maka cara atau metode yang dinilai tepat digunakan adalah metode grounded yang didasarkan atas penelusuran empirik.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tata ruang dan penampilan bangunan Bangsal banjar Andhap sejak digunakan sebagai tempat pendidikan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram : yang semula terbuka tanpa dinding karena berfungsi untuk umum, menjadi tertutup berdinding luar dan partisi yang membatasi ruang-ruang Fakultas Hukum UWM. Penambahan material komponen bangunan bersifat semi permanen, sehingga tidak kesulitah apabila suatu saat harus dikembalikan ke bentuk aslinya
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP FENOMENA “HOAX†DI KALANGAN REMAJA MILENIAL (STUDI DI SMAN 1, KECAMATAN PLERET,BANTUL, YOGYAKARTA)
Social media is the media of choice for information and communication used by today’s millennial generation, especially for participants in the service consisting of 2 nd grade students of SMA N 1 Pleret, Bantul, Yogyakarta. Much of the phenomenon of cybercrime is the spread of hoaxes that need high attention and alertness.this service activity was conducted using speech, discussion and simulation methods. The government is trying though the UU ITE to prevent and reduce negative content’s in cyberspace with sanctions and threats legally that can harm others. Young people as a generation of the nation must be able to take smart and wise actions from existing social problems. Dissemination of hoax news in the form of SMS broadcasts, job carrier or information in the form of social events in the community without any clear source has occurred and has become a boomerang for media users themselves. There have been many parties responsible and dealing with the legal umbrella. As the nation’s successor, millennial adolescents must increase socialization activities and fight hoaxes as crimes in cyberspace without having to trust every photo and video circulating in the public
Perancangan Alat Prush (Pembersih Busi Sederhana) Dengan Pendekatan Ergonomi Dan Value Engineering (Studi Kasus di UKM Bengkel Motor Koli Palembang)
UKM Bengkel Motor Koli Palembang adalah UKM service motor. UKM ini melayani service ringan hingga service berat. Pada service ringan terdapat proses membersihkan busi dimana dalam satu hari mekanik bisa lebih dari 5 kali membersihkan busi, dengan alat pembersih busi yang lama, mekanik sering mengalami keluhan: busi terlepas, tangan mekanik merasa panas ketika memegang busi, dan percikan api mengenai mata mekanik ketika melakukan pembersihan bus. Selain itu, alat lama memiliki beberapa nilai ketidakergonomisan yang bisa dilihat pada ergonomics checklist berdasarkan wawancara kepada mekanik, sehingga diperlukan alat pembersih busi yang ergonomis untuk mengurangi keluhan mekanik. Oleh sebab itu dirancanglah alat pembersih busi baru “PRUSH†singkatan dari pembersih busi sederhana dengan pendekatan ergonomi dan value engineering. Konsep desain PRUSH adalah gabungan dari ragum silang 3 dan dinamo mesin jahit dengan dimensi tinggi ragum silang 10 cm, lebar 20 cm, tinggi tuas penggeser (maju/mundur) 5 cm, tinggi tuas penggeser (kiri/kanan) 8 cm, panjang tuas 8 cm, tinggi penjepit busi 13 cm, tinggi dinamo 13 cm, lebar 22 cm, diameter mata gerinda 13 cm, dan alas 30 cm x 24 cm. Harga pembuatan alat PRUSH Rp.480.000,00. Keunggulan alat PRUSH dibandingkan alat yang lama yaitu aman digunakan, tahan lama, mudah digunakan, nyaman, dan hemat daya listrik sehingga mengurangi keluhan. Daya listrik yang digunakan pada alat lama sebesar 375 watt telah menurun menjadi 120 watt