68 research outputs found
STUDI DESAIN DAN MOTIF BATIK TULIS KARYA SISWA PROGRAM KEAHLIAN DESAIN DAN PRODUKSI KRIYA TEKSTIL SMKN 5 MALANG
ABSTRAK Setiawan, Andik. 2011. Studi Desain dan Motif Batik Tulis Karya Siswa Program Keahlian Desain dan Produksi Kriya Tekstil SMKN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M. Pd. Kata Kunci: Desain, Motif Batik Tulis, SMKN Bangsa Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam. Salah satu produk seni dan budaya khas Indonesia adalah batik tulis. Batik tulis merupakan salah satu teknik pembuatan batik yang paling rumit dan memiliki karakter yang unik. Keunikan tersebut dapat terlihat dari teknik, proses pengerjaan dan visualisasi motif batik yang dihasilkan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, posisi batik tulis mulai tergeser oleh munculnya teknik batik cap dan printing, sehingga batik tulis perlu dijaga kelestariannya. Program Keahlian Desain dan Produksi Kriya Tekstil SMKN 5 Malang merupakan salah satu jenjang pendidikan formal yang membekali siswanya dengan kompetensi batik tulis sebagai usaha untuk melestarikan budaya batik tulis, untuk itu perlu diungkap lebih lanjut mengenai bagaimana desain batik tulis, proses penciptaan desain batik tulis, proses pembuatan batik tulis dan motif batik tulis karya siswa Program Keahlian Desain dan Produksi Kriya Tekstil SMKN 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, berupa paparan data mengenai desain batik tulis, proses penciptaan desain, proses pembuatan batik tulis dan visualisasi motif batik tulis karya siswa Program Keahlian Desain dan Produksi Kriya Tekstil SMKN 5 Malang yang diperoleh dari observasi langsung dan data sekunder dari berbagai sumber. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi/keputusan. Desain batik tulis karya siswa menggunakan unsur-unsur desain yang berupa titik, garis, bidang dan warna yang dikomposisikan dengan menerapkan prinsip kesatuan, keseimbangan, irama dan emphasis, sehingga tercipta tatanan karya yang bernilai estetis. Dalam proses penciptaan desain batik tulis, siswa menggunakan media dan langkah-langkah yang sederhana, dengan mengamati berbagai literatur yang berupa buku dan kunjungan industri ke beberapa galeri, membuat sketsa desain, hingga terpilih satu desain sebagai rancangan untuk produksi batik tulis. Sedangkan proses pembuatan batik tulis, siswa menggunakan bahan utama berupa kain primisima, malam batik, pewarna naptol dan remasol, serta dikerjakan melalui tahapan yang cukup panjang. Terkait dengan visualisasi motif batik pada karya siswa, ditemukan motif Kawung, motif flora, motif fauna, motif awan dan motif wayang Semar. Adapun isen-isen yang ditemukan pada karya, berupa isen-isen kreasi yang diwujudkan dalam berbagai bentuk yaitu setangkai bunga, jejak kaki hewan, buah anggur, bentuk hati, gelembung air dan bentuk menyerupai jejak kaki.
TEKNIK PENJANGKAUAN DAN PENDAMPINGAN PEKERJA SOSIAL TERHADAP MANTAN ANDIK LAPAS MELALUI PEER EDUCATOR (PE) Studi Kasus di Rumah Pusat Pelibatan Masyarakat
Peer Educator adalah anak mantan Andik (anak didik) yang mempunyai pengaruh terhadap teman-temannya dan telah dilatih untuk melakukan pendampingan terhadap sesama mantan andik bersama pekerja sosial. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan sesama mereka. PE dipilih dari mereka yang mempunyai pengaruh terliadap teman lainnya, bertujuan untuk menghindari kecurigaan anak, menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya.PE dipilih berdasarkan atas pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. Setelah mereka dilatih, secara reguler masing-masing PE melakukan pertemuan / local meeting dengan temannya bersama dengan pekerja sosial di wilayah dampingannya. Dalam pertemuan itu membahas permasalahan-permasalahan, issue-issue terbaru maupun harapan anak dampingan. Selain itu, sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin secara reguler untuk sharing pengalaman di wilayah dampingan masing-masing
Strategi Dakwah IPNU-IPPNU Dalam Membentuk Karakter Religius Bagi Pelajar Di Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak
Setiwan, Andik Aji. 2024. Strategi Dakwah IPNU-IPPNU Dalam Membentuk Karakter Religius Bagi Pelajar Di Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak. Skripsi. Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Iswahyudi, M. Ag.
Kata kunci : Strategi Dakwah, IPNU-IPPNU, Karakter Religius
Strategi dakwah, ialah perencanaan penyerahan kegiatan dan operasi dakwah Islam yang dibuat secara rasional untuk mencapai tujuan-tujuan Islam yang meliputi seluruh dimensi kemanusiaan. Karakter religius ialah sikap atau perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang di anut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah, dan hidup rukun dengan sesama. PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pudak merupakan PAC yang dapat membentuk karakter religius bagi pelajar di Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak melalui kegiatan dakwahnya. Penelitian ini bertujuan Untuk (1) mendekripsikan perencanaan dakwah IPNU-IPPNU dalam membentuk karakter Religius Pelajar di Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak. (2) Menjelaskan pelaksanaan dakwah IPNU-IPPNU dalam membentuk karakter religius pelajar di Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak. (3) Menjelaskan karakter religius pelajar yang terbentuk melalui strategi dakwah IPNU-IPPNU di Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Berdasarkan hasil analisis data di temukan bahwa (1) perencanaan dakwah IPNU-IPPNU Kecamatan Pudak yaitu melakukan berdiskusi Bersama seluruh anggota IPNU-IPPNU kemudian menyepakatati perencanaan kegiatan dakwah yang akan mereka lakukan yaitu majelis sholawat nahdlatul At-thullab. (2) Pelaksanaan kegiatan dakwah tersebut dua minggu sekali bertempat di gedung MWCNU kecamatan Pudak, masjid dan rumah-rumah anggota IPNU-IPPNU. Strategi yang di gunakan IPNU-IPPNU ialah strategi indrawi. (3) Karakter Religius pelajar yang terbentuk ialah mempunyai sikap spiritual, sikap kepedulian, sabar, dan toleransi
Pengaruh Penerapan Paket Scaffolding Berbasis Kooperatif Materi Gelombang dan Optik Terhadap Prestasi Belajar dan Sikap Ilmiah Mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Dwi S., Andik. 2012 . Pengaruh Penerapan Paket Scaffolding Berbasis Kooperatif Materi Gelombang Dan Optik Terhadap Prestasi Belajar Dan Sikap Ilmiah Mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyono Koes H., M.Pd, M.A, (II) Drs. Eddy Supramono, M.Pd Kata Kunci: paket scaffolding berbasis koopertif,prestasi belajar,sikap ilmiah. Fisika Dasar di jurusan fisika Universitas Negeri Malang diselenggarakan dengan penyajian materi secara langsung oleh dosen. Saul et al. (2000) menunjukkan bahwa berdasarkan laporan dosen-dosen fisika mahasiswa yang memprogram matakuliah Fisika Dasar dengan penyajian materi secara langsung dan kegiatan laboratorium tradisional mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Beberapa kesulitan tersebut antara lain: (1) pemahaman yang lemah terhadap konsep-konsep fisika dasar, (2) ketidakmampuan untuk menerapkan hal-hal yang mereka ketahui ke dalam situasi baru,( 3) keyakinan bahwa fisika hanya sekedar kumpulan persamaan dan prosedur, (4) keyakinan bahwa fisika tidak memiliki kaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan (5) kegagalan untuk melihat fisika sebagai proses untuk memahami dunia fisik. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada perbedaan prestasi belajar dan sikap ilmiah antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan paket scaffolding berbasis kooperatif materi gelombang dan optik dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan eksperimen semu yang digunakan adalah the pretest-posttest nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa fisika semester II jurusan fisika yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Dasar II. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri atas dua kelas yaitu kelas M/G sebagai kelas eksperimen yang terdiri atas 36 mahasiswa dan kelas A/A sebagai kelas kontrol yang terdiri atas 25 mahasiswa. Data dianalisis dengan analisis kuantitatif menggunakan uji mancova yang dikenakan pada tes evaluasi (posttest) dengan data kemampuan awal (pretest) sebagai kovarian. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelas mahasiswa yang dibelajarkan dengan paket scaffolding berbasis kooperatif materi gelombang dan optik dan kelas mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung, (2) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara kelas mahasiswa yang dibelajarkan dengan paket scaffolding berbasis kooperatif materi gelombang dan optik dan kelas mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mengoptimalkan pembelajaran mata kuliah Fisika Dasar dosen disarankan menerapkan paket scaffolding berbasis kooperatif karena nilai prestasi belajar dan sikap ilmiah kelas yang menggunakan paket scaffolding berbasis kooperatif lebih tinggi dari kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung
Penetapan Harga Pokok Produksi Pakaian Seragam Akademi Kebidanan Permata Husada Samarinda pada Penjahit Sartika Express Samarinda
Andik Supriyatno. The pricing of goods manufactured uniforms Midwifery Academy Husada Samarinda Jewel Express Tailors Sartika Samarinda (under the guidance of the mother and father of titin Ruliana and Imam Nazaruddin Latif). The purpose and this paper is to calculate the cost of goods manufactured uniforms Midwifery Academy Samarinda Jewel Husada full costing method in Tailor Sartika Express Samarinda. In accordance with the purpose of writing this, the principal issues raised: Is the determination of cost of goods manufactured uniforms Midwifery Academy Husada Samarinda Jewel Express Tailors Sartika higher than the base price set by the author using the full costing method in July 2011''? Based on these fundamental issues, the proposed hypothesis as follows: "Suspected Determining the cost of production Midwifery Academy uniforms Husada Samarinda Jewel Express Tailors Sartika lower than the cost of production is determined by the authors using the full costing". The analytical tool used in this study is the determination of the cost of production using full costing method and compare the cost of production by Tailor Sartika Express Samarinda production costs according to the analysis
PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA WIRE DIPOLE<br /> PENGUKUR DIELEKTRIK TANAH DENGAN MENGGUNAKAN<br /> METODE FDTD 3D
ABSTRAKSI: Dalam kebanyakan sistem ground penetrating radar (GPR), antena memainkan peran yang sangat penting ( krusial ). Salah satunya adalah GPR untuk mengukur tingkat dielektrik suatu jenis tanah (konduktivitas dan permetivitas) . Secara umum untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan antena yang berbeda untuk tanah yang berbeda. Pendekatan pengadaptasian tersebut dapat dilakukan dengan pengaturan panjang antena.. Dengan pertimbangan tersebut, dalam penelitian tugas akhir ini mencoba untuk mengembangkan antena GPR pengukur dilektrik tanah yang optimum antara panjang antena, dan target tanah yang akan diukur tingkat dielektriknya, sehingga dapat diperoleh resolusi dan penetrasi yang optimum sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, diharapkan konfigurasi antena dengan panjang yang berbeda – beda membuka kemungkinan untuk adaptasi footprint antena. Antena GPR yang diusulkan adalah antena wire dipole dengan panjang 15 cm, 30 cm dan 60 cm, yang masing – masing antena dioptimasi sesuai dengan tipe dielektrik tanah yang berbeda – beda. Jadi ada suatu hubungan antara panjang antena dengan tingkat dielektrik suatu jenis tanah. Untuk keperluan analisis elektromagnetik pada domain waktu penulis menggunakan metode FDTD dengan software FDTD 3D untuk mengamati bentuk impedansi input antena. Kemudian, dilakukan pengukuran koefisien S21 untuk mengamati bentuk gelombang yang ditransmisikan dan S11 untuk mengukur impedansi input antena pada titik-titik pengamatan yang sama dengan menggunakan network analyzer. Selanjutnya, hasil pengukuran ini, setelah dilakukan post-processing, dibandingkan dengan hasil simulasi FDTD3D. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa antena GPR tersebut dapat dioptimasi sesuai dengan footprint dengan cara merubah – rubah panjang dari suatu antena.Kata Kunci : antena GPR, antena wire dipole, durasi pulsa, footprint, FDTDABSTRACT: In most of Ground Penetrating Radar (GPR) system, antenna play important rule. One of them is GPR for measuring the level of ground dielectric (conductivity and permittivity ). Commonly, for solving that problem we use different antenna for different ground type. That adaptation approach can be done by arranging antenna length. In that consideration, in this research we try to develop a ground dielectric measurer of GPR antenna with optimum antenna length and the ground., so can be found the optimum resolution and penetration according to expected result. Then, hoped the difference length of antenna configuration, conducive for adaptation footprint antenna. The proposed GPR antenna are wire dipole antenna with 15 cm length, 30 cm length and 60 cm length, where, each antenna optimized each other according to different type of ground dielectric. So there is a relation between length antenna with the level of ground dielectric. For electromagnetic analysis in time domain we use FDTD method with FDTD 3D software for perceiving input impedance of antenna. Then, we measured S21 coefficient to observe transmit waveform and S11 coefficient to measure input impedance at the same observation point using network analyzer. This measurement result, after postprocessing, was compared with FDTD3D simulation result. The simulation result showed that GPR antenna can be optimized according to footprint by altering the length of antenna.Keyword: : GPR antenna, wire dipole antenna, pulse duration, footprint, FDTD
Pengaruh Harga Tiket, Fasilitas Wahana Dan Promosi Terhadap Minat Pengunjung Di Dampo Awang Beach. Trp. Kartini Rembang
Tujuan penelitian ini adalah (1).Tujuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Untuk menguji pengaruh harga tiket terhadap minat pengunjung ditaman rekreasi pantai kartini rembang “Dampo Awang Beach”. (2). Untuk menguji pengaruh fasilitas wahana terhadap minat pengunjung ditaman rekreasi pantai kartini rembang ‘Dampo Awang Beach”. (3). Untuk menguji pangaruh promosi tergadap minat pengunjung ditaman rekreasi pantai kartini rembang “Dampo Awang Beach”. (4). Untuk menguji pengaruh harga tiket, fasilitas wahana serta promosi terhadap minat pengunjung di taman rekreasi pantai kartini rembang “Dampo Awang Beach” secara berganda. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, Analisis, Regresi Linear Berganda, Uji t dan Uji F. Y = 7,784 + 0,174X1 + 0,460X2 + 0,234X3 + e Hasil analisis menunjukkan variabel harga tiket, fasilitas wahana dan promosi, mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap variabel minat pengunjung. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa ketiga variabel independen yang diteliti terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependen minat pengunjung. Melalui uji T dapat diketahui masing-masing variabel harga tiket, fasilitas, dan promosi mempunyai pengaruh ke variabel minat pengunjung, tingkat keeratan hubungannya adalah harga tiket sebesar 0,174, fasilitas wahana sebesar 0,460, dan promosi sebesar 0,234. Melalui uji F dapat diketahui bahwa variabel harga tiket, fasilitas wahana dan promosi berpengaruh signifikan terhadap minat pengunjung secara bersama-sama
Peran pondok pesantren dalam membentuk karakter sosial santri di Pondok Pesantren Baitul Akbar Desa Babadan Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi
INDONESIA:
Tantangan yang di hadapi pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan semakin hari semakin besar karena dampak dari perubahan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan-tantangan tersebut antara lain; adanya pergeseran kebudayaan yang dimiliki pesantren juga kebudayaan luar yang masuk ke pesantren. Hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti; kenakalan remaja di lingkungan pesantren, sikap intoleran terhadap sesama serta sikap kepedulian yang mulai memudar. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengasuh, pengurus dan pengelola pondok pesantren dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman demi mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berakhalak mulia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaiamana peran pondok pesantren dalam membentuk karakter sosial santri di Pondok Pesantren Baitul Akbar, (2) apa saja yang menjadi faktor pendorong dan penghambat dalam pembentukan karakter sosial santri di Pondok Pesantren Baitul Akbar Desa Babadan Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendeketan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah kepala madrasah diniyah, beberapa dewan asatidz, ketua pondok putra beserta jajaran pengurus dan beberapa santri Pondok Pesantren Baitul Akbar. Selanjutnya dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan cara menyajikan data, reduksi data, dan menarik kesimpulan yang akan menjadi hasil dari penelitian. Sedangkan untuk menguji keabsahaan data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini mengenai pembentukan karakter sosial santri di Pondok Pesantren Baitul Akbar Desa Babadan Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi menunjukan bahwa (1) peran dari pondok pesantren dalam membentuk karakter sosial santri yaitu Pondok pesantren sebagai wadah dalam membentuk karakter sosial santri, selain itu, pondok pesantren juga sebgai sarana dalam membentuk karakter sosial santri. (2) Faktor pendorong dan penghambat pembentukan karakter sosial santri berasal dari santri itu sendiri serta lingkungan pondok pesantren (teman, undang-undang pesantren, sarana dan prasarana, serta lingkungan sekitar pesantren).
ENGLISH:
The challenges faced by Islamic boarding schools as educational institutions are getting bigger day by day because of the impact of changing times and advances in science and technology. These challenges include; There is a cultural shift that belongs to the pesantren as well as foreign cultures that have entered the pesantren. This can cause various problems such as; juvenile delinquency in the pesantren environment, intolerant attitudes towards others as well as fading caring attitudes. This is a challenge in itself for caregivers, administrators and managers of Islamic boarding schools in providing education in accordance with the demands of the times in order to produce quality and noble human resources.
The purpose of this study was to determine: (1) How the role of Islamic boarding school in shaping the social character of students at Baitul Akbar Islamic Boarding School, (2) what are the driving factors and obstacles in the formation of the social character of students at the Baitul Akbar Islamic Boarding School, Babadan Village, Pangkur District, Ngawi Regency.
The research method used in this study is to use a qualitative approach with descriptive qualitative research type. The informants in this study were the head of Madrasah Diniyah, several Asatidz councils, the head of the male boarding school and the board of directors and several Baitul Akbar Islamic boarding school students. Furthermore, in collecting data, researchers used observation, interview and documentation techniques which were then analyzed by presenting data, reducing data, and drawing conclusions that would be the result of the research. Meanwhile, to test the validity of the data using triangulation techniques.
The results of this study regarding the formation of the social character of students at the Baitul Akbar Islamic Boarding School, Babadan Village, Pangkur District, Ngawi Regency show that: (1) In the formation of the social character of the students at the Baitul Akbar Islamic Boarding School, through: the islamic boarding school as a place in forming social charakter and as a means of forming social Character(3) The driving and inhibiting factors for the formation of the social character of the santri come from the students themselves and the boarding school environment (friends, the law on the pesantren, facilities and infrastructure, and the environment around the pesantren).
ARABIC:
التحديات التي تواجه المدارس الداخلية الإسلامية كمؤسسات تعليمية تزداد يومًا بعد يوم بسبب تأثير الأوقات المتغيرة والتقدم في العلوم والتكنولوجيا. تشمل هذه التحديات ؛ هناك تحول ثقافي ينتمي إلى البيزانترين وكذلك الثقافة الأجنبية التي دخلت البيزانترين. هذا يمكن أن يسبب مشاكل مختلفة مثل ؛ جنوح الأحداث في بيئة مدرسة داخلية ، والمواقف غير المتسامحة تجاه الآخرين وتلاشي مواقف الرعاية. بالطبع هذا يمثل تحديًا في حد ذاته لمقدمي الرعاية والإداريين ومديري المدارس الداخلية الإسلامية في توفير التعليم وفقًا لمتطلبات العصر من أجل إنتاج موارد بشرية عالية الجودة ونبيلة.
الهدف من هذه الدراسة هو تحديد: )١( دور التربية الإسلامية في المدارس الداخلية في تشكيل الشخصية الَجتماعية لطلاب مدرسة بيت أكبر الإسلامية الداخلية) ، ٢( ما هي العوامل الدافعة والعقبات في تكوين الشخصية الَجتماعية للطلاب في مدرسة بيت أكبر الإسلامية الداخلية ، قرية بابادان ، منطقة بانكور
، نقاوي نجوي
أسلوب البحث المستخدم في هذه الدراسة هو استخدام المنهج النوعي مع نوع البحث الوصفي النوعي. المخبرون في هذه الدراسة هم رئيس المدرسة الدينية ، والعديد من مجالس أساطير ، ورئيس المدرسة الداخلية للذكور ومجلس الإدارة والعديد من طلاب مدرسة بيت أكبر الإسلامية الداخلية. علاوة على ذلك، في جمع البيانات ، استخدم الباحثون تقنيات الملاحظة والمقابلة والتوثيق التي تم تحليلها بعد ذلك من خلال تقديم البيانات وتقليل البيانات واستخلاص النتائج التي ستكون نتيجة البحث. في غضون ذلك ، لَختبار صحة البيانات باستخدام تقنيات التثليث.تظهر نتائج هذه الدراسة المتعلقة بتكوين الشخصية الَجتماعية للطلاب في مدرسة بيت أكبر الإسلامية الداخلية ، قرية بابادان ، مقاطعة بانكور، نقاوي نجوي.
ما يلي: )١( في تكوين الشخصية الَجتماعية للطلاب في بيت أكبر المدرسة الداخلية الإسلامية ، من خلال: المدرسة الدينية )التربية الصفية( وأنشطة روان )الممارسات( والأنشطة اليومية للطلاب التي يوجد فيها قانون ينظم الطلاب . يمكن تنفيذ التربية الإسلامية في المدارس الداخلية في تشكيل الشخصية الَجتماعية من خلال توفير التعلم عن الكتب ذات الصلة بالفقه والأخلاق وكذلك إعطاء أمثلة وأمثلة من قسيس)في الفصل( بالإضافة إلى ذلك يتم أيضًا. مع أنشطة الروان )خارج الفصل الدراسي / الممارسة(. تأتي العوامل الدافعة والمثبطة لتشكيل الطابع الَجتماعي للسانتري من الطلاب أنفسهم وبيئة المدرسة الداخلية )الأصدقاء، وقانون مدرسة داخلية ، والمرافق والبنية التحتية ، والبيئة المحيطة مدرسة داخلية
ANALISIS PENINGKATAN RUAS JALAN MOJOSARI-PANDANARUM KM 42+435-51+732 KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR
Bertambahnya kepemilikan kendaraan, serta kemajuan dibidang industri perdagangan dan pariwisata, menyebabkan meningkatnya volume lalu lintas. Peningkatan volume lalu lintas ini tidak diikuti dengan peningkatan jalan yang ada, hal ini menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan dan umur rencana, yang berakibat tersendatnya arus lalu-lintas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh (1) nilai kapasitas jalan eksisting dan rencana, (2) kebutuhan pelebaran jalan dan (3) desain perkerasan jalan. Analisis peningkatan ruas dilakukan pada jalan Mojosari-Pandanarum KM 42+435-51+732 dengan Metode Bina Marga, 2013. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Kapasitas tahun 2016 yaitu 1297,57 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan 0,87. Setelah dilakukan pelebaran jalan, kapasitas jalan tahun 2026 ialah 2852,85 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan 0,64. (2) Perhitungan kebutuhan pelebaran jalan untuk rencana kapasitas jalan 10 tahun kedepan adalah 12 m dengan tiga kali tahap pelebaran, tahap pertama yaitu dengan pelebaran 9 m, tahap kedua 11 m dan tahap ketiga 12 m. (3) Desain perkerasan kaku dengan tebal lapis perkerasan Plat Beton tebal 305 mm, Lapis Pondasi LMC tebal 150 mm, Agregat Kelas A tebal 150 mm dan kebutuhan tanah timbunan untuk pelebaran jalan yaitu tebal 20 cm dengan CBR ≥ 10%.
Kata kunci: Lalu Lintas, Kapasitas, Perkerasan
Abstract
Increased ownership of the vehicle, as well as advances in the field of trade and tourism industry, leading to increased traffic volume. Increased traffic volume is not accompanied by improvement of existing roads, it leads to reduced road capacity and life of the plan, which resulted in delays in traffic flow.
The purpose of this study was to obtain (1) the value of existing road capacity and plans, (2) the need for road widening and (3) the design of pavement. Analysis carried out on the increase in segment Mojosari-Pandanarum KM 42 + 435-51 + 732 with a method of Highways, 2013. This study is a quantitative research. The method of collecting data through observation and documentation.
The results of this research are: (1) The capacity of 2016 is 1297,57 smp / hour, with value of degree of saturation 0,87. After road widening, road capacity in year 2026 is 2852,85 smp / hour, with value of degree of saturation 0,64. (2) The calculation of the road widening requirement for the road capacity plan for the next 10 years is 12 m with three widening stages, the first stage is the widening of 9 m, the second stage 11 m and the third stage 12 m. (3) Rigid pavement design with thickness of paved layer of thick Concrete Platform 305 mm, 150 mm thick LMC Base, Class A Aggregate 150 mm thick and soil embankment requirement for road widening ie thickness 20 cm with CBR ≥ 10%.
Keyword: Traffic, capacity, Pavemen
PERBEDAAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DI SOSIAL MEDIA OHANA.MLG (Studi Pada Akun @Ohana.mlg di TikTok dan Instagram)
Strategi komunikasi pemasaran adalah perencanaan yang cermat dan sistematis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat khususnya konsumen sasaran dari produk yang ada di pasar, peralihan dari pemasaran tradisional ke digital bukanlah hal yang mudah, diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang efektif untuk mencapai pertumbuhan yang signifikan dalam pengenalan produk dan peningkatan penjualan. Pada saat ini Instagram dan Tiktok telah menjadi salah satu platform digital berbasis foto dan video yang sangat populer, kedua aplikasi tersebut semakin banyak digunakan oleh para pelaku bisnis sebagai sarana untuk memasarkan produk mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Ohana.mlg dalam meningkatkan penjualan produk melalui media sosial TikTok dan Instagram. Jenis penelitian yang penulis gunakan yaitu kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah akun Instagram dan akun TikTok dari online shop Ohana.mlg. Subjek dari penelitian ini yaitu Anisha Kaysta dan Ratditya Ghalih selaku Owner Ohana.mlg. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Ohana.mlg di media sosial Instagram memakai strategi mendorong, sedangkan di media sosial sosial TikTok memakai strategi mendorong dan profil. Karena di Instagram perlunya menggunakan strategi mendorong konsumen dan direct message dalam konsistensi interaksi dengan followers dapat mendorong konsumen untuk membeli produknya, sedangkan di TikTok memakai strategi mendorong konsumen dan strategi profil dengan personal selling, publicity, dan direct marketing
- …
