e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
Rehabilitasi Sosial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Telantar melalui Program Griya Peduli Palang Merah Indonesia Kota Surakarta
Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan rehabilitasi sosial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) telantar melalui Program Griya Peduli PMI Kota Surakarta. Kajian disusun dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi sosial yang dilaksanakan melalui Program Griya Peduli merupakan rehabilitasi sosial dasar yang dilaksanakan di dalam panti dengan lima tahap yakni pendekatan awal, asesmen, persiapan intervensi, intervensi dan resosialisasi. Inti pelaksanaan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi sosial dari ODGJ dilaksanakan dengan melakukan pemenuhan kebutuhan dasar. Dampak rehabiliasi sosial yang dilaksanakan berupa perubahan gaya hidup yang lebih sehat serta peningkatan keterampilan hidup dasar. Sedangkan hambatan pelaksanaan rehabilitasi sosial berupa terbatasnya akses layanan kesehatan ke fasilitas kesehatan bagi ODGJ telantar yang baru saja bergabung ke program. Selain itu kondisi shelter juga kurang memadai. Meskipun pelaksanaan rehabilitasi sosial diwarnai dengan berbagai hambatan namun setidaknya upaya ini dapat memberikan kesejahteraan sosial bagi ODGJ telantar yang dirawat.Kata Kunci: rehabilitasi sosial, orang dengan gangguan jiwa telantar, program griya pedul
Strategi Adaptasi Ekonomi Pengerajin dan Tukang Ojek Pada Masa Kebijakan Penutupan Perbatasan Di Desa Jagoi Babang
Kebijakan penutupan perlintasan antarnegara menjadi satu kebijakan dalam pengcegahan dampak pandemi Covid-19. Namun kebijakan ini, telah memberikan dampak, terutama pada aspek ekonomi. Masyarakat yang menggantungkan hidupnya terhadap perlintasan perbatasan, adalah yang pertama menerima dampak dari kebijakan penutupan perbatasan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua kelompk masyarakat yang menerima dampak dari kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Jagoi Babang, perlintasan antarnegara Indonesia-Malaysia. Penelitian ini bertujuan menemukan praktik baik yakni strategi adaptasi ekonomi yang dilakukan oleh pengerajin dan tukang ojek di perlintasan antarnegara Indonesia-Malaysia. Menggunakan metode kulitatif dengan wawancara mendalam dan pengamatan langsung, ditemukan empat strategi adaptasi ekonomi yakni  (1)  Beralih ke Produk dalam Negeri (2) Menciptakan Alternatif Hidup Hemat, (3) Beralih Pekerjaan Lain dan (4) Meminta Bantuan Kerabat. Strategi ini tampak dalam dua bentuk yakni adaptasi material dan adaptasi nonmaterial. Adaptasi materi yakni perubahan konsumsi produk, yang kini telah beralih pada produk-produk dalam negeri, sementara adaptasi nonmaterial ialah pengatahuan ekonomi, keterampilan dan jaringan sosio-kultural
Model Perawatan Lanjut Usia (Studi Komparatif Perawatan Lansia Di Dalam Institusi Dengan Perawatan Di Rumah)
Perawatan lanjut usia merupakan kebutuhan mendesak dalam masyarakat yang usia harapan hidupnya semakin tinggi, mengingat kerentanan yang dialami oleh orang lanjut usia. Oleh karena itu dibutuhkan model-model perawatan lanjut usia yang mampu mereduksi kerentanan lanjut usia sekaligus memberdayakan potensi dan kemampuan orang lanjut usia sehingga dapat berfungsi sosial dalam kehidupannya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini berupaya mengkaji perbandingan model perawatan lanjut usia yang dilakukan oleh institusi dengan perawatan lanjut usia di rumah di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi, yang hasilnya kemudian dianalisa dengan analisis kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa model perawatan lanjut usia, baik yang di dalam institusi maupun di rumah, memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Perawatan di dalam institusi relative lebih sistematis dan komprehensif melalui berbagai aktifitas fisik, mental, sosial dan spiritual, dibandingkan dengan perawatan lanjut usia di rumah. Meskipun demikian, perawatan lanjut usia dirumah ternyata lebih membuat nyaman bagi lanjut usia karena kedekatannya dengan keluarga, dibandingkan bila dirawat di dalam institusi. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan adanya kolaborasi aktifitas antara perawatan lanjut usia di dalam institusi dengan perawatan di rumah, sehingga tujuan perawatan lanjut usia dapat tercapai secara optimal. Bentuk layanan yang direkomendasikan adalah pembentukan Paguyuban Keluarga Lansia dan pelaksanaan layanan Day Care di Institusi yang bisa diakses bukan saja oleh lansia di institusi, namun juga lansia di rumah
Potensi Kesejahteraan Sosial Masyarakat Desa Padaawas Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut
Desa Padaawas merupakan salah satu desa di Propinsi Jawa Barat yang terletak cukup jauh dari ibukota Negara Indonesia. Sebagai daerah yang jauh dari pusat kota, membuat masyarakat Desa Padaawas mengalami tantangan-tantangan dalam pemenuhan kesejahteraan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Padaawas untuk mencapai kesejahteraan dan penghidupan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal), wawancara mendalam kepada para tokoh masyarakat dan observasi kepada kehidupan keseharian masyarakat Desa Padaawas. Penelitian menemukan potensi-potensi sumber daya alam dan manusia yang dapat menunjang kehidupan berkelanjutan warga desa dan mencapai kesejahteraan sosialnya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas BUMDES agar dapat menarik bagi masyarakat dan terbangun kepercayaan dari masyarakat kepada BUMDES Desa Padaawas Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garu
Program Keluarga Harapan dan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 pada Kabupaten Polewali Mandar
Artikel ini mengupas pemberdayaan ekonomi Program Keluarga Harapan (PKH) di masa pandemi covid-19 pada Kabupaten Polewali Mandar. Tulisan ini berfokus pada implementasi dan konsep pemberdayaan Program Keluarga Harapan dalam upaya mengatasi masalah kesenjangan sosial akibat pandemi covid-19 di Indonesia. Di mana pada saat ini, dampak dari pandemi covid-19 menghamtam sektor perekonomian Indonesia yang berimplikasi pada pendapatan dan daya beli masyarakat kurang mampu, upaya pemerintah melalui Program Keluarga Harapan memberikan bantuan sosial agar masyarakat kurang mampu dapat berdaya ekonominya. Secara metodologis, artikel ini merupakan penelitian yang menggunakan metodolgi kualitatif deskriftif, dengan pendekatan observasi, dokumentasi dan wawancara dalam pengupulan data. Dalam implementasi bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan dimasa pandemi covid-19, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar mengalami banyak skema perubahan penyesuaian bantuan sosial untuk penguatan ekonomi masyarakat kurang mampu. Dengan demikan, harapan besar pemerintah melalui bantuan sosial, masyarakat kurang mampu bisa kreatif dan produktif dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, tidak hanya kemudian bersifat komsumtif dan bergantung pada bantuan pemerintah
Pengaruh Pendapatan, Pengeluaran Makanan, Pengeluaran Non Makanan, dan Tingkat Layanan terhadap Kepuasan Program Sembako: Perbandingan Area Perkotaan dan Pedesaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara Tingkat Pendapatan, Tingkat Pengeluaran Makanan, Tingkat Pengeluaran Non Makanan, Tingkat Kualitas Layanan, dan Tingkat Kepuasan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako di area perkotaan dan di area pedesaan. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari Tingkat Pendapatan, Tingkat Pengeluaran Makanan, Tingkat Pengeluaran Non Makanan, Tingkat Kualitas Layanan Program Sembako terhadap Tingkat Kepuasan KPM Program Sembako. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data diambil dari sumber primer menggunakan metode survey. Unit analisis penelitian adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang pada saat penelitian dilakukan pernah menerima manfaat Program Sembako minimal selama 6 bulan berturut-turut. Kualitas Lokasi penelitian adalah di Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji beda independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Layanan dan Tingkat Kepuasan KPM Program Sembako berbeda secara signifikan di area perkotaan dan di area pedesaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Kualitas Layanan berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan KPM Program Sembako. Hasil penelitian merekomendasikan bahwa pemerintah tidak perlu melakukan segregasi wilayah pada Program Sembako dan menjadikan kualitas layanan sebagai fokus dari program. Hasil penelitian juga merekomendasikan peningkatan kualitas layanan Program Sembako, terutama terkait jenis produk, kualitas produk, dan kuantitas produk di e-warong.
Literasi Dan Peran Aktor Pemberdaya Dalam Proses Pemberdayaan Lingkungan Sosial Berbasis Komunitas (Studi Pada Komunitas Kampung Wolulas, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang)
Peran aktor pemberdaya sangat siginifikan dalam proses pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk literasi aktor pemberdaya tentang lingkungan sosial dalam proses pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas kampung Wolulas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ditentukan secara purposive, yakni actor pemberdaya yang meliputi: pengurus PKK, tokoh masyarakat, Ketua RW, dan pengurus Karang Taruna di lingkungan RW 18. Teknik pengumpupan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan perspektif Miles dan Huberman, yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan gambaran literasi lingkungan sosial pada actor dalam proses pemberdayaan masyarakat di kampung Wolulas sebagai berikut: (1) Lingkungan sosial sebagai modal sosial; (2) Lingkungan harus dikelola dengan baik untuk kemanfaatan warga; (3) Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan sosial; dan (4) Lingkungan Kampung Wolulas memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Kampung Wisata dan Edukasi . Peran aktor dalam proses pemberdayaan masyarakat meliputi sebagai: (1) Inisiator, (2) Motivator, (3) Koordinator, (4) Planner, (5) Fasilitator, dan (6) Komunikator
Model Penguatan Modal Sosial Pembangunan Budaya dan Kearifan Lokal Suku Sakai kabupaten Bengkalis
Tujuan Peneitian ini adalah (1) Ingin memperoleh model penguataan modal sosial yang sesuai untuk  Suku  Sakai (2) mendskriptifkan pengelompokan warga Sakai,(3) mendeskriptifkan Peran Pemerintah Daerah dalam pembangunan . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif dengan mengungkapkan fenomenologi , mengeksplorasi dan mendeskriptifkan kondisi warga Sakai saat ini.Informent penelitian yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Bengkalis, Camat Tualang Mandau, Camat Mandau , Camat Bathin Salopan Kepala Desa dan ketua Bathin (kepala suku) di tiga kawasan Sakai yaitu kawasan hutan Tanaman Industri, Kawasan sungai Rokan Mandau, dan kawasan adat bathin salopan. Kesimpulan dari Hasil penelitian ini adalah (1) Merumuskan Model penguatan modal sosial terintegrasi antar pelaku (pemerintah, swasta dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan untuk masyarakat Sakai. (2)  terinventarisasinya pengelompokan warga Sakai  pada area atau kawasan Hutan Tanaman Industri, kawsan tepian sungai rokan Mandau dan kawasan adat desa kesumbu ampai  (3) Peranan Pemerintah Kabupaten dalam memperkuat pembangunan dan pemberdayan kepada Suku Sakai Kabupaten Bengkalis
Prospek Pengembangan Kapasitas Anak yang Berhadapan dengan Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jayapura Propinsi Papua
Abstrak: Penelitian ini membahas pengembangan kapasitas dan potensi anak yang berhadapan dengan hukum saat dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jayapura. Prospek pengembangan kapasitas dan potensi anak yang berhadapan dengan hukum tersebut juga dikaitkan dengan keberadaan sistem sumber yang ada di lembaga pembinaan tersebut. Lembaga pembinaan yang didirikan di tahun 2017 ini berlokasi di Distrik Abepura dengan menggunakan sebagian fasilitas dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II Abepura. Total informan pada penelitian ini adalah dua belas orang dengan enam orang informan diantaranya adalah anak yang berhadapan dengan hukum. Pengumpulan data dilakukan selama bulan Agustus hingga pertengahan September 2019. Dinyatakan bahwa hasil temuan pertama dalam penelitian ini adalah anak yang berhadapan dengan hukum yang menggunakan sumber kegiatan pembinaan di LPKA Kelas II Jayapura untuk pencapaian cita-citanya adalah melalui kegiatan PBB (Pasukan Baris Berbaris), keterampilan membuat gelang dan cincin, bermain bola dan bulutangkis, bingkai foto dari koran, ibadah, serta fasilitas Taman Bacaan. Hasil temuan kedua dalam penelitian ini menyatakan bahwa sistem sumber di dalam LPKA Kelas II Jayapura yang disediakan adalah melalui unsur kelembagaan LPKA dan juga kegiatan pembinaannya. Terdapat prospek yang besar untuk menggunakan sistem sumber secara kelembagaan di masa mendatang karena anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA ini masih berfokus pada penggunaan sistem sumber kegiatan pembinaan.
Kata kunci: Anak yang berhadapan dengan hukum, Kapasitas, LPKA Kelas II Jayapura, Pembinaan
Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Bagi Keluarga Penerima Manfaat Di Kabupaten Gorontalo Utara
Abstrak: Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu) adalah proses mengembalikan keberfungsian sosial fakir miskin melalui upaya memperbaiki kondisi rumah yang dilakukan secara gotong royong. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial Rutilahu bagi Keluarga Penerima Manfaat. Jenis penelitian gabungan deskriptif kuantitatif dan kualitatif; Lokasi di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo; Responden dipilih secara purposivesampling, yaitu Keluarga Penerima Manfaat Rutilahu sejumlah 50 responden dan 10 informan untuk stakeholder; Teknik pengumpulan data meliputi: Angket untuk 50 KPM; Wawancara untuk 10 stakeholder; Observasi melihat kondisi rumah; Telaah dokumen. Analisis deskriptif kuantitatif dari aspek fisik bangunan rumah, kesehatan, keamanan dan sosial. Analisis deskriptif kualitatif untuk kesejahteraan KPM. Hasil penelitian: Program RS Rutilahu bagi KPM dapat memperbaiki Rutilahu menjadi rumah yang layak huni sesuai dengan persyaratan keamanan, kesehatan dan sosial, penyaluran bantuan tepat sasaran, dan dapat memberdayakan KPM. Kesimpulan: Rehabilitasi Sosial Rumuh Tidak Layak Huni termasuk efektif dapat memperbaiki rumah menjadi layak huni. Rekomendasi kepada Kementerian Sosial RI cq Dirjen PFM bahwa Program RS Rutilahu termasuk efektif, sehingga program tersebut perlu dilanjutkan dan ditingkatkan, baik secara kuantitatif dengan menambah jumlah KPM maupun secara kualitatif dengan menambah besarnya bantuan dari 15 juta menjadi 25 juta/KPM agar kualitas bagunan rumah semakin baik.
Kata kunci: Efektivitas, Rehabilitasi, Rutilahu, Keluarga