e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
Dinamika Kebijakan Penanganan Pandemi COVID-19 Dalam Perspektif Kesejahteraan Sosial
Wabah virus Corona merubah kebiasaan hidup, pola interaksi dan perilaku masyarakat. Dampaknya sangat besar dan massif, tidak hanya menyasar aspek kesehatan tetapi juga bidang ekonomi, psikologi, sosial, politik, pendidikan, budaya, keagamaan, dan sebagainya sehingga perlu dihandel dengan kebijakan pemerintah yang tepat. Artikel memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini konsen pada dinamika yang terjadi dalam masyarakat pasca kebijakan terkait COVID-19 diimplementasi. Metode pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan analisis konten publikasi media online. Fokus kajian ialah kebijakan pemerintah, respon masyarakat, dan kejadian yang mengikutinya setelah kebijakan diimplementasi dalam periode Maret sampai Agustus 2020 di Kota Kendari. Hasil studi menunjukkan bahwa pasca kebijakan pencegahan penularan COVID-19 diimplementasi muncul dinamika dan kegaduhan dalam masyarakat. Kegaduhan, kepanikan, dan stress tersebut dipicu oleh 3 hal yaitu pertama, instruksi Walikota Kendari yang melarang warga Kota Kendari beraktivitas di luar rumah selama 3 hari secara berturut-turut tanpa jaminan sosial yang jelas; kedua, isu kedatangan Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok, dan ketiga, pasien diduga terinfeksi Corona kabur dari ruang isolasi rumah sakit. Respon masyarakat terhadap kebijakan kontroversial pemerintah beragam, mulai dari ketidak-patuhan, melanggar aturan protokol kesehatan, hingga timbul kecemasan dan kegaduhan dalam masyarakat. Agar tidak menimbulkan kegaduhan dan kontroversi, kebijakan pemerintah mestinya dibuat untuk menjawab kebutuhan, menyelesaikan masalah, dan mensejahterakan masyarakat
Peran Pendamping Lembaga Kesejahteran Sosial Lanjut Usia dalam Melindungi Lansia dari Wabah Covid
Abstrak: Pendamping Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi dan mencegah lansia terpapar virus corona. Peran tersebut adalah seperti sebagai pembimbing, pemberi semangat, fasilitator, mediator, dan peran penjangkauan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendamping LKS-LU dalam memberikan perlindungan dan pencegahan kepada lansia dari wabah virus covid 19. Kajian deskriptif kuantitatif ini dilaksanakan dengan mengambil sampel pendamping LKS LU dari delapan Provinsi (Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat) yang merupakan wilayah jangkauan kerja Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU Minaula Kendari). Jumlah responden terlibat sebanyak 175, yang diminta untuk menjawab daftar pertanyaan yang dikirim melalui googledoc. Data kemudian ditabulasi dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa peran yang dimainkan oleh pendamping cukup signifikan dalam melindungi lansia dari virus corona. Lansia perlu dijangkau agar mendapatkan informasi dan edukasi tentang virus covid dengan pendekatan yang lebih mudah dipahami. Pendamping telah hadir memenuhi kebutuhan tersebut, dengan berperan sebagai pembimbing. Pendamping melakukan kegiatan pemberian edukasi kepada lansia dan keluarganya, serta upaya preventif lainnya guna melindung lansia dari paparan corona melalui kegiatan kunjungan rumah.
Kata kunci: Lansia, Pendamping, LKS LU, Wabah Corona.
Mekanisme Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Perempuan Di Hongkong
 Memenuhi kebutuhan ekonomi dengan bekerja di luar negeri agar mendapatkan uang adalah salah satu manfaat ekonomi yang dicari oleh seorang pekerja migran. Pekerja migran pun dilindungi melalui skema perlindungan sosial baik di negara asal maupun di negara tujuan seperti tercantum dalam UU No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran pasal 31. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mekanisme perlindungan sosial pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) Perempuan di Hongkong. Penelitian ini melibatkan 12 informan dari PMI Perempuan purna penempatan dan sedang dalam masa penempatan di Hongkong. Penelitian ini menemukan bahwa donasi antar sesama PMI dan pinjaman antar keluarga PMI merupakan mekanisme perlindungan sosial informal yang dibangun oleh PMI di Hongkong. Pada kondisi tertentu, cakupan perlindungan sosial formal tidak cukup untuk melindungi PMI Perempuan. Sebagaimana PMI perempuan memiliki hubungan pertemanan yang solid antar kelompok dan komunitasnya, skema perlindungan sosial informal dengan prinsip gotong royong membantu mereka ketika dalam kondisi sakit, pembehentian kerja, atau pun mengalami kecelakaan kerja. KATA KUNCI: Pekerja Migran Perempuan, Perlindungan Sosial, Perlindungan Sosial Informal  To fulfill the economic needs through working abroad in order to raise the wind is one of benefit seeks by the woman migrant workers. Migrant workers is protected with formal social protection schemes both in origin and destination countries as stipulated in UU No. 18 tahun 2017 about migrant workers protection article 31. This study aims to apprehend on how is the mechanism of social protection to Indonesian Women Migrant Workers in Hongkong. 12 informants were involved in this study from Indonesian women migrant workers post placement and in placement period. This study founds that donation and inter-family loan among Indonesian women migrant workers were informal social protection mechanism developed by them in Hongkong. In certain condition, the coverage of formal social protection is insufficient to to protect Indonesian women migrant workers. As woman migran workers have solid friendship relations among their group and communities, informal social protection schemes with gotong royong principle helped them when in illness, unemployment, and work injury. KEYWORDS: Woman Migrant Workers, Social Protection, Informal Social Protection  Â
Praktik Baik Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Program PKH Setelah Exit Program Dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Kajian ini berjudul Praktik Baik Pelaksanan Program Keluarga Harapan (Studi Kasus Di Desa Oesena dan Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang). Kajian ini didasarkan pada data banyaknya dana PKH yang tidak digunakan dengan baik di beberapa daerah termasuk di NTT. Realitas seperti itu tidak terjadi disemua tempat. Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Desa Oesena dan Nonbes mempelihatkan praktik baik dari dana PKH. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi usaha yang dikembangkan KPM Program PKH pasca-exit program PKH dan strategi usaha penerima dana PKH pasca-exit program dalam meningkatkan kesejahteraan. Subjek penelitian ini adalah anggota KPM yang pernah menjadi anggota PKH sebanyak 12 orang. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan cara sampel bertujuan. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, FGD, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik Pelaksaanan program dana PKH di desa Oesena dan kelurahan Nonbes sangat baik dan cerdas dalam mengembangkan dana PKH. KPM di Desa Oesena dan Kelurahan Nonbes memenuhi kebutuhan anak sekolah dan ibu hamil terlebih dahulu (30%) dan kemudian menyisihkan dana yang lain untuk ditabung (20) serta mengembangkan usaha rumah tangga (50%). Anggota KPM memiliki jiwa inovatif, kreatif, dan produktif dalam mengelolah dana bantuan PKH. Kelompok Penerima Manfaat (KPM) PKH di desa Oesena dan kelurahan Nonbes memiliki strategi untuk meningkatkan kesejahteraan yaitu dengan membuat rencana anggaran individu, merintis usaha kecil-kecilan, memasarkan produk-produk dari modal dan PKH
Peran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Dalam Penanganan Dampak Pandemi Covid-19
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial, meskipun mereka menghabiskan waktu dan tenaga tanpa menerima imbalan materiil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran TKSK dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Sumber data primer penelitian ini adalah pelaksana program di Kementerian Sosial RI, dan koordinator TKSK provinsi. Untuk pengumpulan data primer dilakuan wawancara secara daring dengan pelaksana program, dan diskusi secara virtual yang melibatkan koordiantor TKSK provinsi, penanggung jawab dan pelaksana program di Kementerian Sosial RI, dan tim konsultan. Sumber data sekunder adalah regulasi, pedoman, resume hasil rapat tim kosultan, dan literatur. Untuk pengumpulan data sekunder dilakukan studi dokumentasi dan studi literatur. Data dikompilasi, diklasifikasi, diinterpretasi dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian, bahwa TKSK sudah melaksanakan peran dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19, yaitu pencegahan, distribusi bantuan sosial, pengaduan dan advoaksi sosial. Hasil penelitian ini memberi kontribusi konseptual dan praktis dalam manajemen mengatasi dampak pandemi Covid-19 melalui pendayagunaan TKSK secara optimal. Kata kunci: relawan sosial, pandemi covid-19, bantuan sosial, kepedulian sosia
Dampak Perceraian Keluarga Suku Rote Thie Terhadap Anak-Anak Mereka Di Desa Tanah Merah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
Abstract: Tingkat perceraian pasangan suami istri di Indonesia terus merangkak naik, bahkan per Agustus 2020 jumlahnya sudah mencapai 306.688 kasus sehingga berdampak langsung terhadap anak-anak dari keluarga yang bercerai, khususnya pada anak dari Suku Rote Thie di Desa Tanah Merah Kabupaten Kupang. Pada tahun 2019 angka perceraian di Kabupaten Kupang masih tinggi dengan jumlah 92 kasus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, validitas data diuji mengggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data model interaktif dari Miles dan Huberman (1992). Hasil temuan diketahui bahwa bahwa dampak perceraian orangtua dari keluarga suku Rote Thie terhadap anak di Desa Tanah Merah Kabupaten Kupang dari sisi hukum terkait dengan status hubungan suami-istri, dampak sosiologis menyangkut interaksi sosial dengan orangtua dan penerimaan keluarga besar dari kedua belah pihak terhadap mereka, serta jarak sosial dalam interkasi sosial dengan masyarakat dan komunitas sosial, dampak ekonomi dimana kebutuhannya relatif tidak terpenuhi dan dampak psikologis dimana anak-anak korban perceraian keluarga Suku Rote Thie di Desa Tanah Merah cenderung mengalami perasaan tidak menentu karena anak-anak ini hidup dalam pergunjingan masyarakat sekitar.
Kata kunci: Perceraian; Anak; Dampak
Jogo Tonggo : Solidaritas Masyarakat di Era Pandemi Covid-19
This paper examined the Jogo Tonggo policy issued by the Central Java Provincial Government in the face of the Covid-19 pandemic. Methodology: This research is a qualitative descriptive, data were collected by in-depth interviews with respondents who were selected by snowball sampling. The research was conducted in Purworejo Regency. Result: The Covid-19 pandemic changed the pattern of relations between communities through the local (village) self-contained quarantine that was enforced in villages. Several village-level social activities were canceled to avoid crowds. Jogo tonggo begins with the provision of PPE and disinfectant equipment. Community solidarity with neighbors is established as usual, even better, for example helping neighbors who must self-quarantine. The form of solidarity that is carried out is by taking turns providing foodstuffs for 14 days of quarantine with a varied menu managed by the PKK or Dasawisma group. The community also routinely works together in spraying disinfectants, guarding the entrance portal which is managed in rotation. Recommendation: This movement needs to be continuously advocated so that people who are getting fed up with pandemic conditions remain vigilant and do not ignore health protocols. It is also necessary to think about a stimulus for villages to assist with foodstuffs, medical devices and internet quota packages for school children. Keywords: Social solidarity; neighborhood; helping each othe
Kecemasan Masyarakat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Abstrak: Pandemi Covid-19 dikhawatirkan berdampak pada psikologis seseorang bahkan masyarakat luas, banyaknya pemberitaan mengenai Covid-19 dapat berdampak pada timbulnya perasaan khawatir, tertekan, stress dan kecemasan di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui kecemasan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Lokasi penelitian ditetapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sasaran penelitian ditentukan secara incendental sampling yaitu masyarakat yang berada di wilayah DIY, antara tanggal 29 April – 1 Mei 2020 (tiga hari), telah mengisi instrumen on line (38 responden). Teknik pengumpulan data menggunakan angket modifikasi dari The Social Anxiousness Scale yang dibuat oleh Leary (1982). Ditemukan: (1) ada kecemasan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ditinjau dari psikologis dalam situasi sosial timbal balik; (2) ada kecemasan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 ditinjau dari psikologis dalam situasi sosial searah; (3) ada kecemasan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 ditinjau dari fisiologis dalam situasi sosial timbal balik; dan ( 4) ada kecemasan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 ditinjau dari fisiologis dalam situasi sosial searah. Rekomendasi agar masyarakat dapat menghindari kecemasan dengan cara mengelola atau mengendalikan kecemasan melalui: (1) Membatasi informasi/paparan yang membuat semakin merasa tertekan ataupun cemas; (2) Seleksi dalam mendapatkan informasi tentang Covid-19 yaitu informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannnya (berkompeten); (3) Tetap melakukan kegiatan sehari-hari yang bermanfaat dan produktif serta berpikir positif dalam menghadapi Covid-19; (4) Melakukan hobi yang menyenangkan, berolahraga, serta tetap memenuhi gizi seimbang; (5) Selalu memenuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah; (6) Tetap menjalin hubungan dengan keluarga dan teman melalui telepon atau handphone.
Kata kunci: kecemasan; masyarakat; menghadapi Covid-19
Resiliensi Keluarga ˜Teroris Dalam Menghadapi Stigma Negatif Masyarakat dan Diskriminasi
Riset ini akan membahas mengenai kemampuan keluarga teroris dalam menghadapi masalah. Masalah tersebut muncul akibat salah satu anggota keluarga menjadi tersangka tindak pidana terorisme. Kajiannya meliputi dinamika keluarga dalam menghadapi masalah, reaksi masyarakat sekitar, tindakan pemerintah setempat, baik stigma negatif masyarakat, maupun dukungan psitif dari masyarakat, diskriminasi dan resiliensi keluarga teroris. Metode dalam penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif dengan tradisi fenomenologi dengan mengeksplorasi subjek. Subjek /atau informan dalam penelitian ini adalah orang yang mengalami peristiwa dan orang yang mengetahui peristiwa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dinamika psikologis dan resiliensi keluarga teroris dalam menghadapi tekanan, prasangka, stigma negatif dan kemungkinan diskriminasi dari masyarakat, serta mendeskripsikannya menjadi sebuah laporan penelitian dari sudut pandang keluarga tersangka teroris. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini merupakan frofile gambaran keluarga teroris dengan dinamika permasalahan psikologis yang dialami akibat dari stigma negatif, dan diskriminasi dalam kehidupannya sehari-hari. Hal tersebut dapat digunakan sebagai gambaran resiliensi keluarga dalam menghadapi masalah.
Kata kunci: resiliensi keluarga, teroris, keluarga teroris, stigma negatif, stereotipe, diskriminasi dan dukungan sosial
This research focused on the ability and strength of "terrorist" families in dealing with certain condition and problem after their family member was arrested as terrorist. This problem and certain condition arose due to the fact that one of their family members becomes a suspect in a criminal act of terrorism. This study particularly explored the family dynamics in dealing with problems, reactions from surrounding communities, local government actions, both negative stigma, as well as positive support from community, discrimination and the resilience of terrorist families. The method used in this study was qualitative method specifically using the phenomenological tradition by exploring the subject experience. Subjects or informants in this study were individuals who have specific background (having family member who was arrested as terrorist) and people who know about these events. The purpose of this study is to obtain an overview with the dynamics of psychological problems and resilience of terrorist families in the face of pressure, prejudice, negative stigma and possible discrimination from society, and to describe it as a research report from the perspective of the terrorist suspect's family. Collecting data in this study was done through in depth interview for the primary data and observation for secondary data. The result of this study showed a picture of the terrorist family with the dynamics of psychological problems in facing negative stigma and discrimination experienced in their daily lives. This can be used as an illustration of family resilience in facing problems and difficult situations.
Key words: family resilience, terrorist, terrorist family, stigma, discrimination, stereotype, social suppor
Inovasi Filantropi Islam dalam Menanggulangi Masyarakat Miskin Terdampak Covid-19: Studi Kasus di Baznas Provinsi Kalimantan Barat
Abstrak: Dunia sekarang lagi dilanda Pandemi Covid-19. Ada 34 provinsi di Indonesia yang tergolong zona merah terdampak Covid-19, termasuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Penyebaran virus ini sangat cepat dan berdampak terhadap berbagai lapisan masyarakat, terutama ekonomi para karyawan dan masyarakat miskin di Provinsi Kalbar. Untuk menanggulangi dampak tersebut, perlu adanya peran dan partisipasi dari suluruh kalangan, termasuk Baznas Provinsi Kalbar sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tulisan ini fokus pada inovasi dalam fundraising filantropi Islam, pemanfaatannya dan kendala-kendala yang dialami Baznas dalam menanggulangi masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan menggunakan jenis penelitian lapangan dan didukung dengan hasil wawancara dan dokumentasi, tulisan ini menemukan dua strategi yang digunakan oleh Baznas Provinsi Kalbar dalam fundraising ZIS yang mengalami kenaikan sebesar 2,92 kali dibandingkan tahun 2019, yaitu sosialisasi Fatwa MUI terkait pemanfaatan ZIS dan optimalisasi peran UPZ. Dalam hal pemanfaatannya pada masa pandemi Covid-19, Baznas Provinsi Kalbar mendistribusikan 91% dana ZIS pada bidang darurat kesehatan berupa program kesehatan dan kuratif, sedangkan sisanya (9%) dimanfaatkan untuk bidang darurat sosial-ekonomi berupa paket logistik keluarga, zakat fitrah dan fidyah, serta BTM. Terbatasnya waktu dan ruang gerak pada masa pandemi merupakan kendala yang dirasakan Baznas Provinsi Kalbar.
Kata kunci: Filantropi Islam, Covid-19, Masyarakat Miskin, Baznas Provinsi Kalimantan Barat