1,720,997 research outputs found
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SENI LUKIS MIXED MEDIA DI KELOMPOK B TK ABA KARANGMALANG YOGYAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan, pelaksanaan,
dan evaluasi hasil pembelajaran ekstrakurikuler seni lukis mixed media di TK
ABA Karangmalang Yogyakarta.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
adalah Kepala Sekolah, guru, dan karya anak TK ABA Karangmalang Yogyakarta.
Sedangkan objek penelitian ini adalah pembelajaran seni lukis mixed media di TK
ABA Karangmalang Yogyakarta. Guru ekstrakurikuler seni lukis merupakan
sumber data tentang persiapan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran seni
lukis mixed media. Kepala sekolah merupakan sumber data tentang kurikulum dan
latar belakang sekolah. Karya anak TK ABA Karangmalang Yogyakarta
merupakan sumber data tentang hasil karya seni lukis mixed media. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik
triangulasi sumber. Analisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Persiapan pembelajaran meliputi,
Program Semester, Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), dan Rencana Kegiatan
Harian (RKH). Kurikulum yang digunakan TK ABA Karangmalang Yogyakarta
tahun ajaran 2015/2016 adalah kurikulum 2010. Pembelajaran menggunakan
model pembelajaran kelompok dengan berbagai metode, yaitu metode
demonstrasi, metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode imitasi. (2)
Pelaksanaan pembelajaran, pertama dengan membagi anak-anak ke dalam
beberapa kelompok. Kedua guru dan peneliti menyiapkan alat dan bahan untuk
berkarya. Ketiga guru menyampaikan langkah-langkah praktik. Keempat
anak-anak praktik berkarya seni lukis mixed media. (3) Evaluasi hasil
pembelajaran ekstrakurikuler seni lukis mixed media berupa penilaian dengan
pemberian bintang 1 sampai 4. . Hasil karya anak berjumlah 26 buah dan berhasil
membuat anak-anak berkarya dengan sangat bagus. Hal tersebut dapat dilihat dari
hasil perolehan bintang pada pertemuan pertama yaitu 6 anak dengan 2 bintang,
11 anak dengan 3 bintang, dan 2 anak dengan 4 bintang. Sedangkan perolehan
nilai pada pertemuan kedua yaitu 1 anak dengan 2 bintang, 9 anak dengan 3
bintang, dan 9 anak dengan 4 bintang
Suluk Seh Siti Jenar
Karya sastra lama akan dapat memberikan khazanah ilmu pengetalrnan yang beraneka macam ragamnya. Penggalian karya sastra lama yang tersebar di daerah-daerah ini, akan menghasilkan ciri-ciri khas kebudayaan daerah, yang meliputi pula pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan tinggi nilainya. Modal semacam itu, yang tersimpan dalam karya-karya sastra daerah, akhirnya akan dapat juga menunjang kekayaan sastra Indonesia pada umumnya
PEMANFAATAN LABORATORIUM BAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS IX DI MTS N SUMBER REMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan laboratorium bahasa dalam pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas IX di MTs N Sumber Rembang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Untuk memperoleh keabsahan data, penelitian ini menggunakan trianggulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan laboratorium bahasa dalam pembelajaran bahasa Arab sudah efektif karena telah sesuai dengan prinsip-prinsip dalam pemilihan dan penentuan media pembelajaran. Guru juga telah memanfaatkan laboratorium sesuai dengan fungsi sebagai sarana dan fungsi sebagai evaluasi laboratorium bahasa.
Kata kunci: pembelajaran bahasa Arab, laboratorium bahas
Persepsi komunitas pendengar terhadap ceramah dakwah berbahasa Jawa KH. Ahmad Anas, M. Ag. dalam program Ngudi Kaswargan di RRI Semarang
Radio merupakan salah satu contoh media massa elektronik yang dapat digunakan dalam kegiatan berdakwah. Media ini mampu memberikan penyegaran informasi dan hiburan bagi masyarakat. Kelebihannya yaitu mudah dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas karena harganya yang relatif murah dan cara penggunaannya yang mudah. Salah satu radio yang memiliki program siaran dakwah berbahasa Jawa yaitu di Pro 4 RRI Semarang. Penelitian ini fokus pada program Ngudi Kaswargan di Pro 4 RRI Semarang yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa oleh Kh. Ahmad Anas, M.Ag. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi komunitas pendengar terhadap ceramah dakwah berbahasa Jawa KH.Ahmad Anas, M.Ag dalam program Ngudi Kaswargan di RRI Semarang.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Adapun metode yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah persepsi pendengar radio yang masuk dalam komunitas PAPPERRIS, bahwa program dakwah berbahasa Jawa Ngudi Kaswargan yang disajikan Pro 4 RRI Semarang cukup baik dan menarik untuk didengarkan karena dalam penyampaian dakwahnya pak Anas lebih komunikatif sehingga mudah difahami dan dicerna oleh pendengar.
Kata kunci : persepsi, dakwah, bahasa Jaw
ESTIMASI LOKASI OBJEK BERBASIS WIFI PADA GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE NAÃVE BAYES
WiFi merupakan Wireless LAN yang disertifikasi standar IEEE 802.11. WLAN berbasis IEEE 802.11 merupakan teknologi yang telah banyak diaplikasikan di berbagai tempat, mulai dari kampus hingga gedung-gedung perkantoran. Keberadaan teknologi ini dapat diaplikasikan untuk estimasi lokasi objek dalam gedung tersebut dengan memanfaatkan RSS (Received Signal Strength) yang diperoleh dari AP yang telah tersedia. Penelitian ini difokuskan pada pemanfaatan RSS yang berasal dari AP yang terpasang di dalam dan di sekitar gedung JTETI UGM tanpa melakukan pemasangan AP tambahan. Pengukuran RSS fingerprint dilakukan dengan empat arah yang berbeda yaitu Utara, Timur, Selatan dan Barat menggunakan grid-area 1m x 1m and 2m x 2m. Estimasi lokasi objek ditentukan menggunakan algoritma Naïve Bayes dan k-Nearest Neighbor (k-NN) sebagai pembanding. Metode Naïve Bayes menggunakan grid-area 1m x 1m memberikan hasil estimasi lokasi dengan akurasi tertinggi. Orientasi pengukuran yang berbeda memberikan hasil estimasi lokasi yang berbeda. Selain itu sistem ini juga mampu menentukan di lantai berapa posisi objek berada
ANALISIS PENANDA HUBUNGAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA A. FUADI
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan makna konjungsi subordinatif pada novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi, (2) mendeskripsikan kemungkinan subordinator pada konjungsi subordinatif yang sejenis dapat saling menggantikan, (3) mendeskripsikan sifat konjungsi subordinatif pada novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi cetakan ke-8 yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama tahun 2010. Analisis data penelitian ini dengan metode padan dan metode agih. Metode padan dengan menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Metode agih dengan menggunakan teknik substitusi atau penggantian, dan teknik lesap atau delesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Makna konjungsi subordinatif yang terdapat pada novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi ada 7, yaitu: konjungsi subordinatif penyebaban, konjungsi subordinatif persyaratan, konjungsi subordinatif tujuan, konjungsi subordinatif penyungguhan, konjungsi subordinatif kesewaktuan, konjungsi subordinatif pengakibatan, konjungsi subordinatif perbandingan. (2) Pada kemungkinan subordinator yang sejenis dapat saling menggantikan dapat ditemukan bahwa berdasarkan ketergantian tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu terganti dan tidak terganti.
(3) Pada sifat konjungsi subordinatif dapat dibagi menjadi dua, yaitu bersifat wajib dan tidak wajib. Jika kadar keintiannya rendah, berarti subordinator yang dilesapkan kehadirannya tidak wajib dalam kalimat. Sebaliknya, jika kadar keintiannya tinggi, berarti subordinator yang bersangkutan wajib hadir dalam kalimat
Analisis Perkembangan Laba Usaha pada Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Wilayah Jawa Tengah dan DIY Di Kabupaten Boyolali (Profit Growth Analysis at “Gabungan Koperasi Susu Indonesia” (GKSI) Of Central Java and Yogyakarta, Boyolali Region ).
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SENI LUKIS MIXED MEDIA DI KELOMPOK B TK ABA KARANGMALANG YOGYAKARTA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran ekstrakurikuler seni lukis mixed media di TK ABA Karangmalang Yogyakarta, ditinjau dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, guru, dan karya anak TK ABA Karangmalang Yogyakarta. Objek penelitian ini adalah pembelajaran seni lukis mixed media di TK ABA Karangmalang Yogyakarta. Teknik untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Persiapan pembelajaran meliputi, Program Semester, Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), dan Rencana Kegiatan Harian (RKH). Kurikulum yang digunakan TK ABA Karangmalang Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 adalah kurikulum 2010. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran kelompok dengan berbagai metode, yaitu metode demonstrasi, metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode imitasi. (2) Pelaksanaan pembelajaran, pertama dengan membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok. Kedua guru menyiapkan alat dan bahan untuk berkarya. Ketiga guru menyampaikan langkah-langkah praktik. Keempat anak-anak praktik berkarya seni lukis mixed media. (3) Evaluasi hasil pembelajaran ekstrakurikuler seni lukis mixed media berupa penilaian dengan pemberian bintang 1 sampai 4. . Hasil karya anak berjumlah 26 buah dan sebagian besar mendapatkan bintang lebih dari 2
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dalam Upaya Meningkatkan Efisiensi (Studi Kasus Pada PT. Pancaran Mulia Sejati)
Setiap perusahaan memiliki perencanaan persediaan dan sistem kontrol. Dalam kasus yang melibatkan
produk fisik yang diperlukan adalah peramalan permintaan untuk mengetahui berapa banyak untuk
memesan dan kapan harus memesan. PT. Pancaran Mulia Sejati yang bergerak di bidang produksi
minuman juice dalam proses produksinya mengalami kendala yaitu tidak menentunya bahan baku dari
supplier berupa buah segar sehingga menyebabkan biaya persediaan meningkat setiap tahunnya. Biaya
persediaan selalu meningkat selama ini sedangkan permintaan relatif stabil maka dipandang perlu untuk
dilakukan analisis pengendalian persediaan yang berkaitan dengan efisiensi proses produksi perusahaan,
utamanya efisiensi penggunaan modal. Penggunaan metode EOQ dapat membantu suatu perusahaan dalam
menentukan jumlah unit yang dipesan agar tercapai biaya pemesanan dan biaya persediaan seminimal
mungkin. Dengan menggunakan perhitungan yang ekonomis tentunya suatu perusahaan dapat menentukan
secara teratur bagaimana dan berapa jumlah material yang harus disediakan. Dari hasil perhitungan biaya
persediaan menurut cara yang diterapkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp 62.490.462, sedangkan hasil
perhitungan biaya persediaan menurut EOQ untuk tahun 2016 sebesar Rp 61.440.125, terdapat efisiensi
sebesar 2%. Hasilnya menyatakan bahwa metode EOQ mampu mereduksi biaya pesan. Berdasarkan hasil
perhitungan tersebut maka biaya persediaan menurut cara yang dijalankan perusahaan belum mencapai titik
minimal. Melalui pendekatan metode EOQ perusahaan produsen juice mampu memperoleh penghematan
atau efisiensi penggunaan modal sebesar Rp 1.050.33
Shepherding with Love: Apostle Peter's Guidance from 1 Peter 5:1-4 for Christian Educators
Jesus Christ, as the Chief Shepherd (1 Peter 5:4), serves as the primary model for spiritual leaders in fulfilling their pastoral duties. In John 10:11, Jesus is portrayed as a faithful Shepherd who lovingly cares for His sheep and is even willing to sacrifice His life for them. After His resurrection, Jesus appeared to His disciples and gave a special commission to Peter to undertake the pastoral task (John 21:15-17), emphasizing that this duty is a sacred calling entrusted by God to be carried out according to His will. This study aims to examine the Apostle Peter's advice on shepherding in 1 Peter 5:1-4 and its relevance for Christian Educators. The research employs a qualitative method using literature review and biblical text analysis to identify leadership principles in shepherding. The findings reveal that the Apostle Peter's advice includes four key principles for a shepherd's ministry: serving willingly, being sincere in devotion, exhibiting humility, and being a good example to the congregation. These principles are considered essential for cultivating the spirituality of service for a Christian Educator who acts as a lecturer or teacher. In conclusion, the Apostle Peter's advice on shepherding provides guidance for spiritual leaders to fulfill their roles as Christian Educators in accordance with Christ's example, characterized by love, integrity, and dedication
- …
