Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
NIAT BERPINDAH KERJA, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN JENIS KELAMIN: ANTARA HUBUNGAN DAN PERBEDAAN PADA GEN Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional terhadap niat berpindah kerja karyawan gen Z dan perbedaan niat berpindah kerja antara karaywan gen Z perempuan dan laki-laki yang bekerja di Semarang. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan gen Z yang bekerja di Semarang. Adapun sampel yang dilibatkan untuk menjadi subjek penelitian sejumlah 96 individu yang diperoleh melalui teknik incidental sampling. Data dari subjek penelitian dikumpulkan melalui dua skala yakni : (1) skala niat berpindah kerja yang terdiri dari 18 aitem dengan koefisien reliiabilitas 0,911 dan (2) skala kecerdasan emosional yang terdiri dari 25 item dengan koefisien reliabilitas 0,881. Penelitian ini menggunakan dua jenis teknik analisis data, yakni: (1) teknik analisis product moment dari Pearson untuk menguji hipotesis pertama terkait ada tidaknya hubungan antara niat berpindah kerja dan kecerdasan emosional dan (2) teknik analisis uji-t test untuk menguji hipotesis kedua terkait ada tidaknya perbedaan tingkat niat berpindah kerja antara karyawan gen Z perempuan dan laki-laki. Kedua hipotesis penelitian ini tidak terbukti, ini berarti hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan niat berpindah kerja nilai (rxy = 0,144 dengan taraf signifikasi 0,162 p >0,05) serta tidak terdapat perbedaan tingkat niat berpindah kerja antara karyawan gen Z perempuan dan laki-laki (nilai t =0,415, dengan p = >0,05)
Kata Kunci : jenis kelamin; kecerdasan emosional; niat berpindah kerj
EVALUASI INDEKS KEANDALAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY NETWORK EQUIVALENT APPROACH (RNEA) PADA PENYULANG 20 kV BANCAR PT. PLN (PERSERO) ULP JATIROGO
Penyediaan energi listrik yang andal merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas industri, perkantoran, dan masyarakat. PT. PLN (Persero) ULP Jatirogo menghadapi tantangan dalam menjaga keandalan sistem distribusi listrik, terutama pada Penyulang Bancar yang sering mengalami gangguan akibat faktor eksternal seperti angin, pohon tumbang dan binatang. Gangguan ini berdampak pada kualitas pelayanan listrik kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan Penyulang Bancar menggunakan metode Reliability Network Equivalent Approach (RNEA) serta memberikan rekomendasi upaya perbaikan. Metodologi penelitian melibatkan perhitungan indeks keandalan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) berdasarkan data riwayat gangguan dan konfigurasi jaringan. Analisis dilakukan pada kondisi sebelum dan setelah perbaikan dengan menggunakan penghantar udara berisolasi untuk mengurangi potensi gangguan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perbaikan, nilai SAIFI adalah 5,4 kali/pelanggan/tahun, sementara SAIDI mencapai 12,5 jam/pelanggan/tahun. Nilai SAIDI memenuhi standar SPLN 68-2:1986, tetapi SAIFI belum sesuai dengan standar yang diharapkan sebesar 2,4 kali/pelanggan/tahun. Setelah perbaikan, SAIFI menurun menjadi 2,4 kali/pelanggan/tahun, dan SAIDI menjadi 6,7 jam/pelanggan/tahun, menunjukkan peningkatan keandalan sistem distribusi listrik pada Penyulang Bancar. Dengan demikian, kedua indeks keandalan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan PT. PLN (Persero).
Kata Kunci: Keandalan Sistem Distribusi, SAIDI dan SAIFI, Reliability Network Equivalent Approach (RNEA
ALUR PENGADAAN BARANG LOGISTIK DAN ALAT KESEHATAN DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang adalah suatu organisasi penting bergerak dalam pemberian pelayanan kesehatan yang berfokus bukan hanya pada permasalahan pelayanan medik saja tetapi menyangkut pada permasalahan pelayanan non medik. Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang menjamin ketersediaan alat kesehatan hingga ketersediaan perlengkapan yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, termasuk kepuasan terhadap pasien. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengadaan barang logistik dan alat kesehatan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.
Data untuk tugas akhir ini diperoleh dari pengamatan dan wawancara secara langsung dengan pihak Instansi Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang yang kemudian dianalisis secara mendalam untuk memperoleh gambaran riil yang terjadi di Instansi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana alur pengadaan barang logistik dan alat kesehatan.
Hasil pengamatan dan wawancara tersebut menunjukan bahwa alur pengadaan barang logistik dan alat kesehatan sudah sesuai SOP yang berlaku di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Pengadaan barang logistik dilakukan sesuai kebutuhan masing – masing unit dan stock barang dilakukan pada akhir bulan. Proses pengadaan barang berdasarkan pembelian langsung kepada distributor yang bekerjasama dengan rumah sakit. Sedangkan pendistribusian barang logistik kepada unit yang membutuhkan dilakukan dengan system perorangan, distribusi pada pasien rawat inap yaitu dengan sistem One Daily Dose dan sistem Unit Dispensing Dose, dan pendistribusian yang dilakukan di dalam ruang perawatan / bagian lain yaitu dengan sistem Floor Stock. Untuk alat kesehatan pengadaannya berdasarkan RKAP yang telah disetujui oleh yayasan dan yang dibutuhkan rumah sakit untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Kata Kunci : Pengadaan Barang Logistik, Pengadaan Alat Kesehatan, Rumah Saki
PENGARUH VARIASI DIAMETER END PLATE TERHADAP KOEFISIEN DAYA TURBIN ANGIN POROS VERTIKAL SAVONIUS HELIKS
Transisi energi dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan menjadi pilihan terbaik untuk mengurangi penggunaan energi fosil yang semakin masif pada era perkembangan teknologi sekarang ini. Potensi energi angin di Indonesia dengan rata-rata kecepatan angin 3-6 m/s dengan fluktuasi yang tinggi dan dipengaruhi oleh musim serta geografis sangat sesuai dengan karakteristik turbin angin savonius. End plate merupakan komponen pendukung pada turbin savonius untuk mendapatkan gaya aerodinamis tambahan sehingga dapat memaksimalkan koefisien daya turbin. Penelitian ini menggunakan turbin angin savonius tipe heliks 180 ̊ , poros verikal dengan jumlah sudu dua buah, berbahan plastik polypropylene 1,2 mm. Tujuan penelitian ini adalah melakukan eksperimen untuk mengetahui pengaruh variasi diamter pada end plate terhadap kinerja turbin angin savonius tipe heliks yang meliputi koefisien daya (Cp), tip speed ratio (TSR) dan output generator. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental research dengan variasi diameter end plate yaitu 80%, 100%,120% dan kombinasi (80% dan 120%) dari diameter turbin. Sumber angin yang digunakan adalah stand fan dengan variasi kecepatan angin 4 m/s, 4,8 m/s, dan 5,5 m/s. Setelah melakukan percobaan didapatkan nilai daya angin dan daya turbin sehingga dapat dihitung koefisien daya turbin. Hasil analisis didapatkan bahwa nilai diameter turbin yang optimal penelitian ini terdapat pada 100% dari diameter turbin dengan Cp mencapai 0,7 pada TSR optimal 0,6 dengan output generator tertinggi pada kecepatan angin 5,5 m/s sebesar 0,137 watt.
Kata kunci : diameter, end plate, savonius heliks, koefisien daya
IMPLEMENTASI ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) UNTUK DETEKSI OTOMATIS JENIS BUAH BERDASARKAN CITRA WARNA DAN BENTUK MENGGUNAKAN MATLAB
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi otomatis jenis buah berdasarkan warna dan bentuk menggunakan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) yang diimplementasikan pada platform MATLAB. Sistem ini memanfaatkan fitur dominan seperti warna serta bentuk (eksentrisitas dan area) untuk mendeteksi lima jenis buah, yaitu pisang, alpukat, apel, jeruk, dan kiwi. Data citra buah dikumpulkan menggunakan kamera smartphone dalam lingkungan terkendali, kemudian diproses menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk ekstraksi dan klasifikasi fitur warna. Sementara itu, fitur bentuk dievaluasi menggunakan metode edge detection dan analisis statistik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental, di mana sistem dirancang, diimplementasikan, dan diuji untuk mengukur akurasi deteksi. Model deteksi warna dan bentuk kemudian diintegrasikan menggunakan logika fuzzy untuk menghasilkan keputusan akhir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mendeteksi jenis buah dengan tingkat akurasi 99,8%, yang mengindikasikan potensinya dalam otomatisasi berbagai sektor, termasuk industri pangan, manufaktur, dan teknologi pengolahan citra. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kecerdasan buatan untuk sistem pengenalan objek, sekaligus membuka peluang inovasi lebih lanjut dalam berbagai bidang teknologi..
Kata Kunci: ANFIS, Neural Network, Convolutional Neural Network (CNN), MATLAB, Fuzzy Logic
Sistem Pendeteksi Kualitas Air Berbasis IoT Pada Budidaya Tambak di Desa Karangrejo, Kabupaten Demak
Pemanfaatan inovasi berbasis teknologi telah menjadi aspek penting dalam berbagai sektor, termasuk perikanan dan budidaya tambak. Salah satu tantangan utama yang dihadapi petani tambak adalah pemantauan kualitas air secara akurat dan efisien. Parameter utama seperti pH, suhu, dan Total Dissolved Solids (TDS) sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan dan udang. Ketidakstabilan kualitas air dapat menyebabkan stres pada biota tambak, menurunkan produktivitas, bahkan berujung pada kematian massal yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan yang dapat memberikan informasi secara real-time dan memperingatkan petani terhadap perubahan kondisi air yang berisiko.
Sebagai solusi terhadap permasalahan ini, dirancang sistem pendeteksi kualitas air tambak berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan parameter kualitas air secara real-time. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno R3 dengan ESP8266 sebagai pusat kendali yang terhubung dengan sensor pH, suhu, dan TDS untuk mendeteksi kondisi air secara langsung. Data hasil pengukuran ditampilkan pada layar LCD serta dikirimkan ke aplikasi ponsel melalui koneksi WiFi, sehingga petani dapat memantau kondisi tambak dari jarak jauh. Sistem ini juga dilengkapi dengan buzzer sebagai peringatan dini apabila salah satu parameter kualitas air melebihi batas aman yang telah ditentukan. Dengan adanya sistem ini, petani tidak perlu lagi melakukan pengukuran manual yang memakan waktu dan berisiko kurang akurat.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Pengukuran pH memiliki tingkat error sebesar 1,22% dengan akurasi 98,78%, suhu memiliki error 1,73% dengan akurasi 98,27%, dan TDS menunjukkan error sebesar 3,10% dengan akurasi 96,90%. Sistem ini juga dirancang dengan portabilitas tinggi menggunakan baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang, sehingga dapat tetap beroperasi secara optimal tanpa ketergantungan pada sumber listrik permanen. Selain itu, desain alat yang tahan terhadap lingkungan tambak memastikan keandalan dalam berbagai kondisi operasional.
Implementasi sistem ini memberikan dampak signifikan bagi petani tambak, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pemantauan kualitas air. Dengan adanya pemantauan otomatis, risiko keterlambatan dalam mendeteksi perubahan kondisi air dapat diminimalkan, sehingga potensi kerugian akibat kematian biota tambak dapat ditekan. Teknologi IoT yang diterapkan memungkinkan akses data kualitas air kapan saja melalui smartphone, sehingga mempermudah pengelolaan tambak secara lebih efektif dan meningkatkan produktivitas budidaya
AUDIT ENERGI LISTRIK DENGAN METODE FUZZY LOGIC PADA RSIGM SULTAN AGUNG SEMARANG
Pentingnya penggunaan energi listrik untuk kegiatan layanan di RSIGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) Sultan Agung menyimpan potensi pemborosan yang tak terelakkan. Faktor – faktor seperti usia bangunan, kurangnya edukasi pengguna, dan sistem pengelolaan energi yang belum optimal berkontribusi terhadap pemborosan energi di rumah sakit. Hal ini tentu saja dapat membebani keuangan rumah sakit dan menghambat kelancaran operasionalnya. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penggunaan energi yang efektif untuk mengurangi pemborosan dan menekan biaya operasional dengan melakukan audit energi Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Audit IKE adalah suatu proses untuk menganalisis dan mengevaluasi penggunaan energi di rumah sakit, dengan tujuan untuk mengidentifikasi peluang penghematan energi. Adapun tahapan audit yang dilakukan dengan mengumpulkan data energi listrik yang digunakan, lalu melakukan pengambilan data lebih rinci, dan dicari peluang penghematan energi. Informasi data ini digunakan untuk merumuskan strategi dan tindakan yang tepat yang akan diterapkan melalui metode Fuzzy Logic. Pada penerapan Fuzzy Logic didapatkan hasil perhitungan manual metode Mamdani nilai IKE sebesar 4,25 kWh yang berada dalam range IKE 0 – 8,5 termasuk dalam range Efisien. Lalu dari hasil Fuzzy Logic program aplikasi Matlab dengan memasukkan input daya 19.785,9 kWh (19,8 kWh), input nilai BOR sebesar 7,2%, dan input biaya sebesar Rp 28.588.646,9- menghasilkan nilai IKE sebesar 3,24 termasuk dalam range Efisien.
Kata kunci: audit, daya, energi, fuzzy logic, IK
PENGARUH EXOSOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELLS TERHADAP EKSPRESI GEN mTORC1 DAN MMP-2 (Studi Eksperimental In Vivo Tikus Galur Wistar Jantan Model Collagen Loss yang Dipapar Sinar Ultraviolet-B)
Latar Belakang: Radiasi UV-B dapat mengakibatkan inflamasi kulit yang mengganggu keseimbangan redox sel kulit manusia sehingga meningkatkan Metalloproteinases (MMPs). Membahayakan kesehatan karena akan mengakibatkan fotoaging. Exosome terbukti dapat mengurangi stres oksidatif dan menekan derajat inflamasi, Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian Exosome Hypoxia Mesenchymal Stem Cells terhadap ekspresi gen mTORC1 dan MMP2.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi true experimental dengan desain post-test only control group dan randomized controlled trial. Sebanyak 30 ekor tikus jantan galur wistar dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari 6 ekor. Kelompok 1 sehat, tidak diberikan perlakuan. Kelompok 2 dipapar Ultraviolet-B (UV-B) dan diberi NaCl 200 µL. Kelompok 3 dipapar UV-B dan diberi injeksi Hyaluronic Acid 200 µL. Kelompok 4 dipapar UV-B dan diberi injeksi Exosome 200 µL. Kelompok 5 dipapar UV-B dan diberi injeksi Exosome 300 µL. Validasi collagen loss dilakukan pada hari ke-15, kemudian dilanjutkan intervensi selama 7 hari. Pengambilan sampel jaringan kulit dilakukan pada hari ke-22 untuk dianalisis. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dan post hoc.
Hasil: Pemberian Exosome Hypoxia Mesenchymal Stem Cells (EH-MSCs) pada hari ke-15 dengan variasi dosis memberikan pengaruh terhadap ekspresi gen mTORC1. Nilai rata-rata tertinggi ekspresi gen mTORC1 terdapat pada kelompok K5 (1,088 ± 0,286) dan nilai terendah pada kelompok K2 (0,313 ± 0,057). Sedangkan pada MMP-2, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kelompok K2 (1,012 ± 0,177) dan nilai terendah pada kelompok K5 (0,187 ± 0,070). Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok (p < 0,05).
Kesimpulan: Pemberian exosome dengan (300 µL) pada tikus jantan galur Wistar yang mengalami dipapar oleh UV-B mempengaruhi peningkatan ekspresi gen mTORC1 dan penurunan ekspresi gen MMP-2.
Kata Kunci: Collagen loss, Exosome, mTORC1, MMP-
TINJAUAN HUKUM PERAN JAKSA DALAM OPTIMALISASI PEMBERATAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU PEDOFILIA (STUDI PENELITIAN DI KEJAKSAAN NEGERI WAJO)
Jaksa memiliki andil penting dalam pelaksanaan putusan pengadilan berupa sanksi pidana berat bagi pelaku pedofilia. Andil ini berkontribusi dalam keberhasilan melaksanakan perintah Undang-Undang perlindungan anak dengan esensi efek jera. Namun apakah secara aktualisasi peran Jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan berupa hukuman kebiri kimia dapat secara fluensi di realisasikan, melihat pertimbangan-pertimbangan dari berbagai pihak yang mengarah pada kontradiksi yang secara support system terlibat dalam pelaksanaan hukuman kebiri kimia terhadap pelaku pedofilia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) tinjauan hukum pidana nasional atas implikasi perbuatan pedofilia dengan hukum perlindungan anak, (2) problematika bagi Jaksa dalam pelaksanaan hukuman sanksi pidana berat pelaku pedofilia, (3) konsep supremasi hukum yang efektif dalam mengatasi problematika pelaksanaan hukuman sanksi pidana berat pelaku pedofilia.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan atau dari sumber pertama dan belum diolah oleh pihak lain. Sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) Peraturan Perundang-undangan di Indonesia tidak ada yang menyebutkan secara khusus tindak pidana pedophilia, hanya saja peraturan perundang-undangan khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dalam Pasal 81 dan 82 telah menjelaskan hukuman yang akan dijatuhkan bagi pelaku penyimpangan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai korbannya. (2) Dalam eksekusi kebiri kimia, Jaksa bukanlah pihak yang ahli dalam kesehatan, sehingga Kejaksaan menggandeng IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk melaksanakan eksekusi hukuman, karena IDI dinilai yang paling berkompeten dalam melaksanakan hukuman dengan unsur medis tersebut. Secara teoritis, pelaksanaan kebiri kimia telah diatur dengan baik dalam PP Nomor 70 Tahun 2020, akan tetapi berbeda dengan keadaan dilapangan. (3) Bahwasanya Fatwa Majelis Kehormatan dan Kode Etik Kedokteran (MKEK) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kebiri Kimia perlu untuk di tinjau ulang kembali karena sudah ada pengaturan Undang-Undang Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2020 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, Dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak.
Kata Kunci: Jaksa, Sanksi Pidana, Pedofilia