Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI SEMARANG
Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dan pasien yang menjalani kemoterapi sering mengalami kecemasan. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kemoterapi di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan total sampling terhadap 40 pasien. Instrumen penelitian adalah kuesioner dukungan keluarga dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien mendapat dukungan keluarga sedang–tinggi (75%) dan mengalami kecemasan ringan–sedang (70%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,001). Kesimpulannya, semakin baik dukungan keluarga, semakin rendah tingkat kecemasan pasien kemoterapi. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendampingan pasien, serta dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dalam menyusun program edukasi keluarga.
Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kecemasan, Kemoterap
PENGARUH INTENSITAS ASET TETAP, KINERJA KEUANGAN, DAN TRANSFER PRICING TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang dan Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023)
Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas aset tetap, kinerja keuangan dan transfer pricing dengan penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Metode penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas aset tetap, kinerja keuangan dan transfer pricing tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Faktor lemahnya regulasi pajak, korupsi, pengawasan tidak efektif dan tata kelola perusahaan yang buruk menjadi penyebab utama penghindaran pajak. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan pengawasan, transparansi, reformasi pajak dan penegakan hukum yang lebih ketat untuk mengurangi penghindaran pajak dan meningkatkan pendapatan negara.
Kata Kunci: Penghindaran Pajak, Intensitas Aset Tetap, Kinerja Keuangan, Transfer Pricing, Manufaktur Barang Konsumsi
PERANCANGAN SISTEM MONITORING IMPRESSED CURRENT CATHODIC PROTECTION BERBASIS IOT UNTUK LAMBUNG KAPAL
Korosi menyebabkan kerugian ekonomi signifikan, terutama di industri pelayaran, sehingga pengendalian korosi menjadi prioritas. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mempermudah manajemen korosi. Sistem ini mengukur tegangan Referensi Cell Zinc, tegangan dan arus Anode, Suhu air, serta lokasi GPS. Pengujian dilakukan pada tiga sampel besi dengan kondisi Under Protection, Protection, dan Over Protection di air tawar dan air garam. Hasil penelitian ini berhasil merancang sistem monitoring ICCP untuk kapal berbasis IoT, sistem mampu memantau korosi secara real-time, dengan efektivitas tinggi di air garam, sistem mendeteksi korosi pada rentang 352 hingga 262 Mv, perlindungan pada −23 hingga 23 Mv, dan hydrogen embrittlement pada −129 hingga −145 Mv. Di air tawar, sistem menunjukkan ketidaksesuaian pengukuran, di mana besi terkorosi terdeteksi Protection dan besi terlindungi terdeteksi Over Protection. Keakuratan pengukuran Ref.Cell mencapai 97,4% untuk rentang 352 hingga 262 Mv, namun menurun menjadi 69% di rentang −35 hingga 47 Mv. Tegangan dan arus anode memiliki akurasi tinggi 92% dan 98% jika mengukur lebih dari 0,5 V dan 1 Ma, sementara rata-rata jarak error GPS terhitung 5,8 meter dan pengukuran suhu pada kondisi ruang menunjukkan hasil presisi dan akurat.
Kata kunci: Korosi, Proteksi Katodik, ICCP, Kapal, GP
Optimalisasi Coverage LTE 800 MHz FDD Di Kota Tegal Dengan Metode Pengaturan Downtilt Antena
Sistem Pendeteksi Kualitas Air Berbasis IoT Pada Budidaya Tambak di Desa Karangrejo, Kabupaten Demak
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENANGANI TINDAKPIDANA NARKOTIKA DIKALANGAN REMAJA
Kejahatan Narkotika, merupakan kejahatan kemanusiaan luar biasa (extra
ordinary crime) yang mempunyai dampak luar biasa, terutama pada generasi muda
suatu bangsa yang beradab. Karena dampak negatif dan jangka panjang penggunaan
narkotika dapat menghancurkan masa depan seseorang bahkan hingga berujung
kematian. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaturan Perundang-
Undangan terkait dengan penegakan hukum tindak pidana narkotika yang
dilakukan remaja serta Untuk mengetahui kebijakan pemerintah dalam menangani
tindak pidana narkotika dikalangan remaja.
Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif adalah suatu
penelitian yang secara dedukatif dimulai analisis terhadap Pasal-Pasal dalam
peraturan Perundang-Undangan yang mengatur terhadap permasalahan. Spesifikasi
penelitian hukum yang akan digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian
deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi),
lengkap tentang keadaan hukum yang berlaku di tempat tertentu.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan yaitu Pengaturan
Perundang-Undangan terkait dengan penegakan hukum tindak pidana narkotika
yang dilakukan remaja yaitu Pengaturan tentang Narkotika pada mulanya diatur
dalam Undang-undang No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-undang
No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika. Kedua Undang-undang ini memiliki cakupan
yang baru memiliki ruang lingkup lebih luas dari segi norma, materi ataupun
ancaman pidana yang diperberat. Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun
1997 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya diancam dengan pidana denda,
pidana penjara, pidana seumur hidup dan hukuman mati disamping Undang-
Undang Nomor 22 Tahun 1997 mengatur mengenai pengobatan dan rehabilitasi
medis sosial namun dalam kenyataannya dalam masyarakat tindak pidana narkotika
semakin meningkat baik secara kualitas maupun segi kuantitasnya sebagai korban
anak-anak, remaja dan generasi muda pada umumnya. Kebijakan pemerintah dalam
menangani tindak pidana narkotika dikalangan remaja yaitu dengan melakukan
upaya upaya dengan cara yaitu melakukan upaya preventif dimana upaya tersebut
mencegah orang-orang yang belum mengenal Narkotika dan sebelum terjadinya
penyalahgunaan Narkotika, penyebaran informasi tentang bahaya Narkotika, dan
pendekatan melalui keluarga. Upaya yang dilakukan selanjutnya yaitu melakukan
upaya represif dimana upaya represif menindak dan memberantas penyalahgunaan
Narkotika melalui jalur hukum, upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah yaitu
berkerjasama dengan pihak kepolisian, untuk menanggulangi penyalahgunaan
Narkotika.
Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah, Narkotika, Remaj
SIMULASI TEGANGAN DAN ARUS TRANSIEN PADA PROSES SWITCHING PMT BAY KAPASITOR GI 150 KV KEBASEN DENGAN MENGGUNAKAN ELECTROMAGNETIC TRANSIENTS PROGRAM
Salah satu permasalahan yang timbul pada SUTT 150 kV dengan jarak yang panjang adalah jatuh tegangan, maka salah satu upaya yang diterapkan adalah memasang kapasitor bank. Namun, permasalahan pada pengoperasian kapasitor bank adalah timbulnya tegangan dan arus transien pada saat proses switching untuk memasukkan kapasitor bank ke dalam sistem.
Penelitian ini membahas tentang simulasi tegangan dan arus transien pada proses switching PMT Bay Kapasitor. Parameter yang ditetapkan: tegangan sistem, impedansi sumber, impedansi beban, kapasitas dumping reaktor, kapasitas kapasitor, dan waktu pengoperasian PMT. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan pengambilan data beban pada waktu beban puncak pukul 19:00 di bulan November 2024, kemudian pengambilan data nameplate PMT, reaktor, dan kapasitor serta data arus hubung singkat. EMTP (Electromagnetic Transients Program) digunakan untuk menyimulasikan model penelitian, sedangkan obyek penelitian ditentukan adalah GI 150 kV Kebasen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa EMTP mampu digunakan untuk simulasi tegangan dan arus transien pada proses switching PMT Bay Kapasitor GI 150 kV Kebasen. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan dan arus transien tertinggi terjadi pada saat PMT menutup secara serempak pada ketiga fasanya ketika titik switching mendekati atau tepat berada pada puncak gelombang tegangan dengan nilai 337,3 kV atau 2,75 kali tegangan puncak nominalnya (122,4 kV) dengan arus transien 1192,1 A atau 12 kali arus puncak nominalnya (96 A). Sedangkan ketika dilakukan pengaturan waktu switching PMT sesuai dengan koneksi kapasitor, yaitu ungrounded-Y, maka tidak terjadi tegangan transien pada sistem dan arus transien menjadi 209.2 A atau 2.1 kali nilai arus puncak nominalnya.
Kata kunci: Tegangan dan arus transien, kapasitor, PMT, GI 150 KV, EMT
ANALISIS PENGARUH LEPAS DAN MASUK REAKTOR 275 KV TERHADAP TEGANGAN SWITCHYARD 150 KV GARDU INDUK TEGANGAN EKSTRA TINGGI (GITET) 275 KV BENGKAYANG
Proses Penyaluran daya listrik pada tegangan tinggi 275 kV dapat mengakibatkan lonjakan switching, gangguan stabilitas sistem, dan naiknya tegangan ketika kondisi beban rendah. Kasus yang terjadi pada GITET 275 kV Bengkayang adalah kenaikan tegangan sistem di GITET Bengkayang ketika beban rendah akibat efek kapasitif dan efek ferranti pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Mambong-Bengkayang yang terbentang sepanjang 127 kilometer. Untuk mengatasi kenaikan tegangan yang berlebihan, dilakukan pemasangan reaktor di GITET Bengkayang guna menghasilkan beban MVAR tambahan dan menurunkan tegangan sistem di GITET Bengkayang.
Untuk mengetahui pengaruh reaktor tehadap tegangan switchyard 150 kV di GITET Bengkayang, maka dilakukan penelitian dengan membandingkan nilai tegangan switchyard 150 kV GITET Bengkayang sebelum dan sesudah reaktor masuk juga sebelum dan sesudah reaktor lepas. Data real di lapangan diambil melalui HMI (Human Machine Interface). Untuk mendukung penelitian agar lebih akurat, maka dilakukan simulasi dengan menggunakan aplikasi ETAP untuk menunjang hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor efektif menurunkan tegangan pada switchyard 150 kV GITET Bengkayang dengan penurunan sebesar 1,01%-1,03% dari tegangan sebelumnya pada simulasi ETAP. Sedangkan penurunan tegangan di lapangan mencapai 0,64%-1,31% dari tegangan sebelumnya. Dengan begitu keandalan sistem GITET Bengkayang akan terjaga.
Kata Kunci: Transmisi, tegangan, kapasitif, GITET, reakto
KEMAMPUAN INOVASI DAN KINERJA PERSONIL POLISI MELALUI PERILAKU BERBAGI PENGETAHUAN, BUDAYA PRESISI DAN PENDIDIKAN TEKNIS KEPOLISIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik berbagi
pengetahuan (knowledge sharing), budaya kerja presisi, dan pendidikan kepolisian
terhadap kemampuan inovasi, serta dampaknya terhadap kinerja personel di Biro
Pembinaan Profesi dan Pengamanan (BIDPROPAM) POLDA KEPRI.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan
inovasi dipengaruhi oleh praktik berbagi pengetahuan, budaya kerja presisi, dan
pendidikan kepolisian dalam upaya meningkatkan kinerja personel di institusi
tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research, dengan
metode pengumpulan data melalui survei menggunakan skala Likert, di mana
penentuan skoring atas jawaban responden berkisar antara 1 (sangat tidak setuju)
hingga 5 (sangat setuju). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh personil
BIDPROPAM POLDA KEPRI yang berjumlah 83 orang, dan sampel yang
digunakan adalah seluruh personil yang sama. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan permodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling)
dengan pendekatan Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semakin tinggi perilaku berbagi
pengetahuan seseorang, maka semakin tinggi kapabilitas inovasinya; (2) semakin
baik budaya kerja presisi, maka semakin baik kemampuan inovasi; (3) semakin
tinggi pendidikan kepolisian yang diikuti personel, maka semakin tinggi kapabilitas
inovasinya; dan (4) semakin tinggi kapabilitas inovasi personel, maka semakin baik
kinerjanya. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan budaya kerja
presisi, pendidikan kepolisian yang terus menerus, serta praktik berbagi
pengetahuan untuk meningkatkan kapabilitas inovasi dan pada akhirnya
meningkatkan kinerja personel di BIDPROPAM POLDA KEPRI.
Kata Kunci : berbagi pengetahuan, budaya kerja presisi, pendidikan kepolisian,
kapabilitas inovasi, kinerja persone