Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
3166 research outputs found
Sort by
The Role of Location Accessibility and Servicescape in Shaping Customer Satisfaction and Loyalty: Evidence from Traditional Food Microenterprise
This study investigates how location accessibility and the quality of the physical service environment (servicescape) shape perceived value for money, customer satisfaction, and customer loyalty within traditional micro-scale culinary businesses, particularly warung soto.The intensifying competition in the food industry has increased the importance of creating meaningful dining experiences, making both spatial accessibility and environmental design crucial determinants of customer evaluations. A quantitative research design was employed by distributing an online questionnaire to 100 individuals who had previously visited a warung soto. The data were analyzed using the SEM-PLS approach via SmartPLS 4.0 to assess measurement validity, construct reliability, and the structural relationships among variables. The findings reveal that both location accessibility and servicescape exert significant positive effects on perceived value for money and customer satisfaction. Furthermore, perceived value for money enhances customer satisfaction but does not directly lead to customer loyalty, indicating that positive value perceptions must be accompanied by satisfying experiences to encourage repeat patronage. In contrast, customer satisfaction emerged as the strongest predictor of customer loyalty, emphasizing that a consistently positive dining experience is essential for building long-term commitment. Overall, the study highlights the strategic importance of enhancing accessibility, improving physical service environments, and ensuring pleasant customer experiences to strengthen perceived value and foster loyalty within traditional micro food enterprises. Future research is encouraged to broaden the scope of variables and contexts to enrich insights into consumer behavior in the culinary sector
Transformasi Limbah Kulit Lemon dan Kopi Menjadi Produk Pengharum Ruangan: Implementasi Participatory Action Research di Desa Sumberdem
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya diversifikasi produk dan belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit lemon dan kopi pada masyarakat Desa Sumberdem, sehingga potensi ekonomi lokal belum berkembang secara maksimal. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui pelatihan destilasi minyak lemon, pembuatan pengharum ruangan berbahan alam, serta pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap kunjungan yang meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, evaluasi, dan pendampingan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik destilasi sederhana, memproduksi pengharum ruangan secara mandiri, dan mulai memasarkan produk melalui kanal offline maupun digital. Penilaian melalui angket menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan, dan minat untuk melanjutkan produksi secara berkelanjutan. Program ini menyimpulkan bahwa transfer teknologi sederhana yang disertai pendampingan bertahap efektif dalam mendorong pemanfaatan limbah pertanian, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, dan membuka peluang pasar bagi produk lokal berkelanjutan.
Pelatihan penggunaan Aplikasi Accurate Accounting untuk Guru dan Siswa SMK N 1 Bukit Kemuning, Lampung Utara
Pelatihan penggunaan perangkat lunak Accurate di SMKN 1 Bukit Kemuning Lampung Utara bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme siswa dan guru akuntansi dalam menyusun laporan keuangan digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dari IIB Darmajaya, Lampung. Accurate Accounting, yang dikenal sebagai perangkat lunak akuntansi yang ramah pengguna, banyak digunakan di industri untuk menyusun laporan keuangan di perusahaan jasa, perdagangan, dan manufaktur. Perangkat lunak ini juga sesuai dengan peraturan perpajakan Indonesia, menjadikannya keterampilan yang vital bagi lulusan SMK yang akan memasuki dunia kerja. Pelatihan ini diikuti oleh 22 siswa dan 4 guru dari SMKN 1 Bukit Kemuning Lampung Utara. Salah satu tantangan yang diidentifikasi adalah ketidakhadiran kurikulum khusus yang mengajarkan penggunaan Accurate di sekolah, yang dapat membuat lulusan kekurangan keterampilan relevan untuk tuntutan industri. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk mengisi kesenjangan tersebut, dengan fokus pada penguasaan penggunaan Accurate Accounting dalam penyusunan laporan keuangan korporat. Hasil pelatihan ini telah berhasil meningkatkan keterampilan teknis baik siswa maupun guru dalam mengoperasikan perangkat lunak akuntansi. Selain itu, hasil program ini meliputi modul pelatihan, publikasi media, dan publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional. Diharapkan upaya ini dapat mendukung pengembangan kompetensi akuntansi di kalangan siswa dan memperkuat profesionalisme guru di SMKN 1 Bukit Kemuning Lampung Utar
The Influence of Servqual and Technology Acceptance Model on Maxim Customer Satisfaction
The increasingly advanced and modern social and cultural development of society has led many people to prefer instant and practical things, such as online transportation. Digital technology has changed people\u27s consumption patterns, including in the transportation industry. This study aims to analyze the influence of SERVQUAL and the Technology Acceptance Model (TAM) on maximizing customer satisfaction. The research employed a quantitative approach, distributing questionnaires to 400 respondents who were Maxim app users. Data analysis was performed using SPSS version 25, including validity and reliability tests, as well as multiple linear regression and path analysis. The results showed that Service Quality, Perceived Usefulness, and Perceived Ease of Use had a significant effect on Customer Satisfaction. Furthermore, Customer Satisfaction also significantly influences the intention to use. Directly, Perceived Usefulness and Service Quality were found to significantly influence Behavior intention to use, while perceived ease of use only significantly influenced behavior intention to use when mediated by customer satisfaction. These findings highlight the significance of service quality, perceived usefulness, and perceived ease of use in fostering customer satisfaction and loyalty among Maxim users
Pengaruh Financial Literacy, Personal Financial Planning dan Pendapatan terhadap Minat Beli Asuransi Jiwa pada Generasi Sandwich di Jabodetabek
Masyarakat Indonesia memiliki skor kesehatan finansial mencapai 41,16% di tahun 2023. Faktor penentu dalam kesehatan finansial yaitu financial safety dan financial growth. Hal tersebut sejalan dengan penyebab meningkatnya generasi sandwich di Indonesia yaitu tidak terciptanya financial freedom. Sebanyak 51% generasi muda merupakan generasi sandwich. Peningkatan juga terjadi pada kepemilikan asuransi jiwa sebesar 30,4% per 2022. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat dan pengaruh financial literacy, personal financial planning serta tingkat pendapatan terhadap minat asuransi jiwa pada generasi sandwich. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder dengan metode analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat financial literacy generasi sandwich berada di kategori well literate, personal financial planning dan pendapatan berada pada kategori tinggi. Selain itu, personal financial planning berpengaruh secara signifikan terhadap minat asuransi jiwa, sedangkan financial literacy dan tingkat pendapatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat asuransi jiwa. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa perencanaan keuangan yang baik akan berdampak posiif terhadap minat asuransi jiwa seseorang. Oleh karena itu, pelu adanya upaya dalam meningkatkan kemampuan generasi sandwich dalam merencanakan keuangan yang baik guna mengurangi tingkat pertumbuhan generasi sandwich.
Kata Kunci: asuransi jiwa, generasi sandwich, literasi keuangan, perencanaan keuagan individu, tingkat pendapatan
Upaya Melestarikan Budaya Lokal Lamaholot Tenun Ikat Bagi Kaum Muda Di Desa Pledo Kecamatan Witihama Adonara Timur Kabupaten Flores Timur NTT
Kebudayaan lokal merupakan salah satu komponen yang memberikan identitas dari masyarakat sebagai komunitas yang spesial. Budaya lokal setiap pulau memiliki ciri khasnya. Kebudayaan lokal terdiri dari tradisi lisan, adat istiadat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus. Salah satu dari kebudayaan lokal ialah tenun ikat. Lamaholot adalah salah satu suku bangsa (etnis) dengan budaya khas yang melingkupi wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Suku Lamaholot mendiami wilayah meliputi Pulai Flores bagian Timur, Pulau Adonara, Pulau Solor dalam wilayah Kabupaten Flores Timur dan Pulau Lembata, Kabupaten Lembata. Lamaholot yang mendiami Pulau Adonara juga memiliki beragam budaya tepatnya di Pulau Adonara Timur, Desa Pledo, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur kebudayaan salah satunya adalah tenun ikat. Pada era globalisasi saat ini dan perkembangan zaman yang serba praktis khususnya untuk anak muda sebagai penerus budaya tenun ikat sudah kurang memahami maupun tidak tahu akan cara tenun-menenun. Karena berbagai faktor yaitu kurangnya minat kaum milenial dalam menenun, kurangnya sosialisasi dari orang tua maupun lembaga-lembaga, seperti sekolah juga karena perubahan teknologi yang semakin canggih yang membuat kaum milenial ini tidak mau dan malas untuk bergabung menenun. Beranjak dari permasalahan tersebut, dilaksanakanlah kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik pembuatan tenun ikat bagi kaum muda di Desa Pledo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini diawali dengan tahap observasi pada tingkat pemahaman tenun ikat Lamaholot-Nulu Nuda dan wawancara pada anak muda untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka tentang tenun ikat Lamaholot. Tahap berikut adalah melakukan sosialisasi bertempat di Kelompok tenun ikat Nulu-Nuda. Tahap terakhir adalah pelatihan pembuatan secara langsung. Dari kegiatan pengabdian ini hasilnya berupa sudah terlaksanya pengetahuan dan melatih keterampilan anak-anak muda Desa Pledo agar mampu mempelajari budaya lokal tenun ikat sehingga terus dilestarikan
Pengaruh Fashion Influencer TikTok Terhadap Minat Beli Produk Fashion Wanita Pada Kalangan Remaja
The emergence of fashion influencers is considered a key factor in contemporary digital marketing trends. This study examines the influence of TikTok fashion influencer Nazwa Adinda on the purchasing interest in women\u27s fashion among teenagers in the Pandeglang District. The research utilizes a quantitative approach, which is conducted through a survey using a questionnaire distributed by Google Forms. The population consists of 21,947 individuals and includes 100 samples, selected using purposive sampling based on the Slovin calculation. This research is grounded in the AIDDA theoretical framework. The results indicate a significant influence of TikTok fashion influencer Nazwa Adinda on the purchasing interest in women\u27s fashion among teenagers in the Pandeglang District, accounting for 63%, while the remaining 37% is influenced by other factors not examined in this study.
Keywords: Fashion Influencer, TikTok, AIDDA, Purchase Intention
Pelatihan Desain Grafis Untuk Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas Siswa SMKN 1 Kota Serang
Seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi informasi, menyebabkan kemampuan desain grafis sangat krusial di era digital seperti saat ini. Maka dari itu, kemampuan desain grafis yang baik sangat dibutuhkan, tak terkecuali oleh pelajar. Oleh karena itu, pengabdian melalui pelatihan desain grafis ini bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa/I SMKN 1 Kota Serang jurusan DKV dalam bidang desain grafis. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi dalam tiga tahap, yaitu observasi dan perumusan masalah, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian mencakup sosialisasi, perlombaan desain poster, dan workshop tentang desain grafis yang disampaikan oleh dua pemateri. Seluruh hasil pengabdian menunjukkan dampak yang positif terbukti dengan tingginya antusiasme siswa/I jurusan DKV. Selain menambah pengetahuan dan wawasan siswa/I mengenai komunikasi visual dan desain grafis, pengabdian ini mampu memberikan wawasan baru mengenai peluang kerja dalam dunia desain grafis.
Penerapan Inovasi Kemasan Produk Sebagai Upaya Branding UMKM Kopi Dua Gunung
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat branding UMKM Kopi Dua Gunung melalui penerapan inovasi kemasan produk. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah penggunaan kemasan plastik polos yang belum memiliki identitas merek dan kurang menarik bagi konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan mitra sejak tahap identifikasi masalah, perancangan kemasan, hingga penerapannya. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku UMKM serta konsumen. Inovasi dilakukan dengan mengganti kemasan lama menjadi standing pouch yang dilengkapi label informatif berisi identitas produk dan informasi penting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemasan baru memiliki tampilan yang lebih menarik, rapi, dan profesional sehingga meningkatkan minat beli konsumen. Selain itu, kemasan baru mampu memperkuat citra merek dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk
Memberdayakan Guru Dengan Literasi AI yang Bertanggung Jawab: Program Pembelajaran Aksi Partisipatif di Sulawesi Selatan, Indonesia
Artikel ini melaporkan inisiatif pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia, dengan tujuan untuk mendorong penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif secara etis dan bertanggung jawab oleh pendidik, khususnya melalui pemanfaatan ChatGPT dalam konteks pembelajaran. Program ini menggunakan pendekatan participatory learning and action dalam bentuk pelatihan intensif selama satu hari, melibatkan dua puluh satu guru yang berpartisipasi dalam lokakarya, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta sesi evaluatif. Temuan menunjukkan bahwa para guru merasakan dampak positif AI dalam membantu efisiensi administratif, penyusunan materi ajar yang lebih kreatif, serta adaptasi pengajaran yang lebih personal. Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, termasuk kesenjangan infrastruktur digital, bias dalam output AI, kekhawatiran etika terkait privasi data, dan rendahnya literasi AI. Selain itu, kebutuhan mendesak terhadap pengembangan profesional yang kontekstual, kebijakan yang eksplisit, serta pengembangan konten berbasis budaya lokal menjadi sorotan utama. Studi ini menekankan pentingnya intervensi multi-level dan dukungan kelembagaan untuk memastikan bahwa integrasi AI di sektor pendidikan, khususnya di daerah tertinggal dapat berjalan secara adil, adaptif, dan berorientasi pada pemberdayaan pendidik.