76 research outputs found
Kontribusi Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy dalam Penulisan Sirah Nabawiyah tahun 1968
Sirah Nabawiyah adalah studi tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW yang mencakup berbagai aspek seperti akhlaq, fisik, perang dan ekspedisi yang beliau jalani. Kajian ini sangat penting bagi umat Islam karena memberikan pemahaman yang dalam tentang ajaran Islam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Dr. Muhammad Said Ramadhan Al - Buthy, seorang cendekiawan Muslim terkemuka memiliki kontribusi yang besar dalam penelitian dan penulisan tentang Sirah Nabawiyah yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang dalam memahami kehidupan Nabi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai sejarah penulisan dan Karya – karya mengenai Sirah Nabawiyah serta untuk menjelaskan kontribusi Dr. Muhammad Said Ramadhan Al – Buthy dalam penulisan Sirah Nabawiyah Tahun 1968.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang meliputi empat tahap utama: Heuristik (pengumpulan sumber), Kritik (verifikasi atau seleksi sumber), Interpretasi (penafsiran sumber), dan Historiografi (penulisan sejarah).
Berdasarkan hasil penelitian, sejarah penulisan Sirah Nabawiyah menunjukkan bahwa literatur Islam berkembang untuk memahami kehidupan Nabi Muhammad SAW, dipengaruhi oleh konteks sejarah dan budaya. Karya-karya utama seperti Sirah Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam memberikan fondasi penting bagi literatur sirah dengan berbagai pendekatan yang digunakan dalam menggambarkan kehidupan beliau. Ar-Rahiq Al-Makhtum, sebagai contoh, menjadi karya monumental dalam memahami nilai-nilai yang diajarkan Nabi, sementara kajian terbaru mengeksplorasi relevansi kehidupan beliau dalam ilmu sosial dan humaniora modern. Karya-karya ini tidak hanya berperan dalam memperkaya literatur Islam, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang ajaran dan pesan Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam dan dunia pada umumnya. Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy berperan penting dalam penulisan Sirah Nabawiyah melalui dua bukunya yang berpengaruh. Buku pertamanya mengkaji secara mendalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan ilmiah yang menegaskan keunggulannya dan menolak pandangan yang meremehkan. Buku kedua tidak hanya menceritakan kehidupan Nabi tetapi juga mengaitkannya dengan Khalifah Rasyidin. Kedua buku tersebut menggunakan ilmu hadis dan sanad untuk penulisan serta memeriksa dan menolak sejarah yang tidak akurat
Anak Autis Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis
ABSTRAK Ramadhan, Muhammad Bagus. 2015. Anak Autis Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci: Anak Autis, Penciptaan, Seni lukis Representasional Anak autis merupakan anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami kelainan pada otak, yang mempengaruhi interaksi sosial mereka, pola komunikasi, emosi, dan memiliki keterbatasan gerak. Anak autis merupakan anak dengan perkembangan yang unik sehingga perhatian dari orang-orang disekitar mereka sangat dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembang mereka secara sempurna. Ide penciptaan karya lukis ini adalah anak autis sedangkan temanya adalah prilaku anak autis yang diwujudkan ke dalam karya seni lukis dekoratif. Pencipta memilih seni lukis dekoratif sebagai media berkreasi untuk mengekspresikan rasa jiwa melalui tampilan visual karya dua dimensional dengan menggunakan garis, bentuk, dan warna yang menghasilkan lukisan semi abstrak. Proses penciptaan karya seni lukis semi abstrak ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek anak autis. Setelah itu menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan yang akan digunakan. Langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkannya ke kanvas. Kemudian teknik yang digunakan dalam proses pewarnaan antara lain adalah teknik blok, sapuan kuas basah, dan teknik plakat. Setelah itu proses finishing karya. Penulis menampilkan 6 karya seni lukis representasional dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk, dan warna, sebagai simbolisasi dari konsep. Karakteristik dari keenam lukisan yang diciptakan adalah, dominan menggunakan warna biru, wajah separuh yang datar, penggambaran ruang kosong dan datar, dan dekorasi pada objek. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis semi abstrak dekoratif. Mulai dari perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan pengamatan pribadi penulis. Melalui keenam karya lukis ini dapat memberikan informasi berupa pesan moral bahwa anak autis perlu mendapat perhatian dan perlakuan selayaknya dari masyarakat. Karya penciptaan ini bisa menjadi wacana dan perenungan bagi masyarakat untuk menghargai hasil karya seni lukis semi abstrak sehingga yang muncul adalah persepsi positif terhadap anak autis. Manfaat bagi dunia pendidikan terkait tema prilaku anak autis yang diwujudkan ke karya lukis semi abstrak dapat menambah wawasan apresiasi bagi peserta didik dan memberi pemahaman kepada para pendidik tentang prilaku unik anak autis yang membutuhkan perlakuan khusus
Biografi Ramadhan KH dan penulisan biografi
Telah banyak ditulis biografi tentang seseorang yang mana baik penulis atau akademis yang terhubung maupun penulis non akademis. Cara pandang berbeda – Beda terhadap tokoh yang ditulis adalah karakter dari seorang penulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. yaitu menjelaskan atau mengkarakterisasi data yang telah dikumpulkan melalui tahapan seperti Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Biografi dan otobiografi sangat banyak ditulis dan ditebitkan yang mana tujuan dalam penulisan tersebut mengarah pada politik, dedikasi, adanya inspirasi dan lainnya. Adanya hal tersebut menjadikan lahirnya beberapa bentuk biografi berdasarkan bidang yang digeluti oleh seorang individu dalam kehidupan. Bermasyarakat antara lain: biografi tokoh politik, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh juang, tokoh inspirasi dan lainnya.
Haji Ramadhan Kartadimadja atau biasa dipanggil Ramadhan K.H., merupakan seorang tokoh sastrawan, ia kemudian memfokuskan dirinya untuk menulis dan mengarang cerita-cerita, namun tidak disangka, ia berhasil mendapatkan penghargaan dari BMKN karena tulisannya yang cukup bagus, kemudian Ramadhan melanjutkan tulisannya. Puncak dari semua itu ialah, Ramadhan K.H diundang sejumlah tokoh dan pejabat Negara seperti, presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, Soeharto, Soemitro, Gobel, Bang Ali, Hoegeng dan masih banyak lainnya.
Metode penelitian yang dilakukan penulis, dalam penelitian mengenai Ramadhan KH menggunakan metode penelitian sejarah yang terbagi dalam empat tahapan. Tahapan pertama adalah heuristik, tahapan kedua adalah kritik, tahapan ketiga adalah interpretasi, dan tahapan terakhir adalah historiografi. menggunakan pendapat kuntowijoyo yang mengutip dari John A. Garraty, sekalipun mikro, biografi atau catatan tentang hidup seseorang menajdi bagian dalam mosaik sejarah yang lebih besar, sehingga ada yang berpendapat bahwa, sejarah adalah penjumlahan dari biografi, zaman yang menjadikan latar belakang biografi, lingkungan sosio-politik kehidupan tokoh memang mudah dipahami melalui biografi.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam perjalanan sebagai seorang pengarang dan sastrawan, tentu banyak karya-karya yang pernah ditulis oleh Ramadhan K.H. Ramadhan K.H yang cukup aktif dalam dunia tulis-menulis di Indonesia menjadikannya sebagai salah seorang yang mendapatkan beberapa penghargaain selain lewat BMKM
PENGARUH MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI POTONG DI PETERNAKAN BAPAK MUHAMMAD SYUPI’I DUSUN JAMBUER KAMPUNGBARU DESA BALESARI KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG
Bedasarkan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Perternakan Bapak
Muhammad Syupi’i Dusun Jambuer Kampungbaru Desa Balesari Kecamatan
Ngajum Kabupaten Malang, dapat disimpulkan bahwa :
1. manajemen pemberian pakan pada sapi potongnya sudah cukup bagus,
namun harus ditingkatkan lagi.
2. Kandungan Gizi Pakan yang diberikan di peternakan tersebut sudah
memenuhi kebutuhan untuk sapi potong.
3. Pengaruh pemberian pakan sudah bagus dapat dilihat dari hasil
pertambahan bobot badannya rata – rata bisa mencapai dua kg dari data
diatas
BENTUK DAN MAKNA PADA RAGAM HIAS MASJID JAMI’ PITI MUHAMMAD CHENG HOO PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam hias dan makna
simboliknya pada Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah
ragam hias Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga. Data penelitian
diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data
dilakukan dengan ketekunan pengamatan. Analisis data dengan reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk
dan makna ragam hias yang terdapat di Masjid Cheng Hoo Purbalingga dipengaruhi
oleh perpaduan budaya khas Cina, Jawa dan Arab. Bentuk dan makna pada ragam
hias, yaitu: (1) Ornamen motif banji (swastika) pada dinding pagoda, (2) Simbol
bulan dan bintang, (3) Plafon (langit-langit) pagoda, (4) Plafon (langit-langit)
mihrab, (5) Ornamen pada dinding pembatas riwaqs, (6) Ornamen motif jalinan
berpadu bunga, (7) Ornamen pada pintu, (8) Ornamen pada jendela, (9) Ornamen
pada ventilasi, (10) lampion. Adapun bentuk ragam hias di atas memiliki makna
simbolik sebagai berikut: (1) Ornamen motif banji (swastika) pada dinding pagoda
memaknai umat muslim yang sempurna. (2) Simbol bulan bintang dimaknai simbol
cahaya ilahi. (3) Plafon (langit-langit) pagoda memaknai bahwa Allah Maha
menciptakan alam semesta. (4) Plafon mihrab memaknai empat Khalifah Rasyidin.
(5) Ornamen dinding pembatas riwaqs memaknai simbol kesucian, kekuatan dan
kebahagiaan. (6) Ornamen motif jalinan berpadu bunga memaknai persatuan umat
Islam untuk bersatu di atas landasan agama Islam. (7) Ornamen pada pintu
menggambarkan gua Tsur dan sarang laba-laba. (8) Ornamen pada jendela
memaknai hal kebaikan. (9) Ornamen pada ventilasi memaknai petunjuk arah ridho
Allah Swt. (10) Lampion memaknai makmur (banyak rezeki)
TEKNIK SINEMATOGRAFI DALAM MENYAMPAIKAN PESAN NASIONALISME PADA PROGRAM TAYANGAN INDONESIA BAGUS EDISI MAUMERE DI NET TV
Pentingnya rasa nasionalime dalam negeri ini harus dimiliki disetiap daerah. Oleh karena itu program acara yang memuat pesan nasionalisme sangat bermanfaat untuk kelangsungan kehidupan di Indonesia. Pada kali ini peneliti mencoba meneliti program acara Indonesia Bagus pada edisi Maumere, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini berjudul “Peran Teknik Sinematografi dalam menyampaikan pesan Nasionalisme dalam program Indonesia Bagus edisi Maumere di NET TV”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran teknik sinematografi dalam menyampaikan pesan Nasionalisme pada tayangan ini.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis data bahan visual untuk menganalisis proses dan motif objek penelitian. Analisis terhadap karya audio visual ini berdasarkan pada unsur-unsur teknik sinematografi, diantaranya: shot size, camera angle, camera movement, composition. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, yaitu berupa program acara Indonesia Bagus edisi Maumere.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sinematografi dalam program ini sangat mempengaruhi terciptanya pesan nasionalisme. Pemilihan gambar yang tepat dan sesuai dapat memberikan efek terhadap kedalaman emosi dan imajinasi penonton. Teknik eye level angle dominan dalam setiap adegannya, memotivasi penonton agar ikut merasakan adanya rasa nasionalisme yang ada pada daerah tersebut dan memberikan kesan psikologis kesejajaran dan kesetaraan antara setiap orang di adegan tersebut. Kemudian shot size long shot dan medium shot banyak dipakai agar memperlihatkan kepada penonton banyak aktivitas sikap nasionalisme di daerah tersebut. Pergerakan kamera track in dominan pada tayangan ini membuat para penonton mengembara dalam keindahan panorama pemandangan yang dihasilkan. Kemudian untuk komposisi rata-rata sama yang mana bertujuan membuat gambar semenarik mungkin untuk dilihat dan tidak membuat bosan penonton.
Adapun dalam beberapa adegan atau scene yang terdapat beberapa pesan nasionalisme, diantaranya: memiliki rasa cinta tanah air, bangga menjadi bagian dari bangsa dan masyarakat Indonesia, menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan, mengakui dan menghargai sepenuhnya keanekaragaman yang ada pada bangsa Indonesia, toleransi beragama, kebersamaan dan tolong menolong.
Kata kunci : Sinematografi, Dokumenter, Nasionalisme
BENTUK DAN MAKNA PADA RAGAM HIAS MASJID JAMI’ PITI MUHAMMAD CHENG HOO PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam hias dan makna simboliknya pada Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah ragam hias Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo Purbalingga. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan makna ragam hias yang terdapat di Masjid Cheng Hoo Purbalingga dipengaruhi oleh perpaduan budaya khas Cina, Jawa dan Arab. Bentuk dan makna pada ragam hias, yaitu: (1) Ornamen motif banji (swastika) pada dinding pagoda, (2) Simbol bulan dan bintang, (3) Plafon (langit-langit) pagoda, (4) Plafon (langit-langit) mihrab, (5) Ornamen pada dinding pembatas riwaqs, (6) Ornamen motif jalinan berpadu bunga, (7) Ornamen pada pintu, (8) Ornamen pada jendela, (9) Ornamen pada ventilasi, (10) lampion. Adapun bentuk ragam hias di atas memiliki makna simbolik sebagai berikut: (1) Ornamen motif banji (swastika) pada dinding pagoda memaknai umat muslim yang sempurna. (2) Simbol bulan bintang dimaknai simbol cahaya ilahi. (3) Plafon (langit-langit) pagoda memaknai bahwa Allah Maha menciptakan alam semesta. (4) Plafon mihrab memaknai empat Khalifah Rasyidin. (5) Ornamen dinding pembatas riwaqs memaknai simbol kesucian, kekuatan dan kebahagiaan. (6) Ornamen motif jalinan berpadu bunga memaknai persatuan umat Islam untuk bersatu di atas landasan agama Islam. (7) Ornamen pada pintu menggambarkan gua Tsur dan sarang laba-laba. (8) Ornamen pada jendela memaknai hal kebaikan. (9) Ornamen pada ventilasi memaknai petunjuk arah ridho Allah Swt. (10) Lampion memaknai makmur (banyak rezeki). Kata Kunci: bentuk, makna, ragam hias, masjid Cheng Ho
Kecemasan Stigma Politik dalam Seni Instalasi
Di Indonesia, wacana tentang PKI masih tabu untuk dibahas secara gamblang. Ketabuan pembahasan tentang PKI bahkan masih melekat sampai saat ini. Hal yang masih tabu termasuk mengenai stigma pada keluarga ex simpatisan PKI. Pemberian Stigma PKI pada keluarga ex simpatisannya memunculkan sebuah kesakitan batin yang mendalam bagi keluarga korban stigmatisasi. Salah satu korban dari stigmatisasi ini adalah kakek dari penulis. Kesemuanya itu dihadirkan melalui bahasa visual instalasi dengan metode yang merujuk pada Practice Based Research, proses kerja tidak hanya dengan menghadapi objek, tetapi harus berada di dalam bersama objek dan larut melalui proses pengerjaan objek tersebut (prinsip in and through). Metode struktur mengembangkan kreativitas dari David Campbell sebagai rujukan yaitu preparation, concentration, incubation, illumination, verification/ production. Kecemasan, ketakutan dan gangguan mental yang dimiliki oleh kakek penulis, menjadi landasan dasar dalam pembuatan karya ini. Pandangan dan penghayatan penulis pada kisah kehidupan kakeknya digambarkan dalam bentuk siluman binatang buas dengan menggunakan pendekatan Gadamer.
Gambaran siluman binatang buas dijadikan penulis sebagai metafora, untuk mengungkapkan ancaman yang dilakukan oleh para pelaku stigma serta bayangan dijadikan gambaran stigma yang menempel. Demikian juga tentang dampak kecemasan pada korban yang terstigmatisasi. Berangkat dari konsep penciptaan yang diangkat menghasilkan sepuluh karya dengan judul: Everything is Ok, MASK Dancing, Sexy Killer, Like a Toys, Ngedos Pari, Teror otak, Chair Hypnotist, Hypocrite Hypnotist, Gusar, dan Berulang-ulang. Ungkapan kecemasan ini akan disajikan ke dalam proses karya seni instalasi bayangan
EPISTEMOLOGI BAYANI, IRFANI DAN, BURHANI MUHAMMAD ABED AL-JABIRI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MEREKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
In recent times, the learning of Islamic Religious Education (PAI) has been perceived to be closer to a radical religious perspective and intolerant behavior. This perspective is very likely to develop because PAI is indeed constructed ideologically. This ideological style is because the PAI curriculum comes from products of Islamic thought in the dogmatic era of codification. PAI dogmatism is caused by the partiality of epistemology in the construction of the PAI curriculum. In order to be able to get out of the ideological-dogmatic style, this partiality must be stopped. PAI can utilize the epistemological division carried out by Muhammad Abed Al-Jabiri. Al-Jabiri developed three epistemologies in comprehensive Arabic reasoning. The epistemology consists of bayani, irfani, and burhani reasoning. These three epistemologies can break the epistemological partiality of PAI and replace it to become more comprehensive and integrative. This article aims to find the formula for the three epistemological relations of al-Jabiri in order to reconstruct the PAI curriculum. The author uses a literature study of the work of Muhammad Abed Al-Jabiri to find a theoretical framework for the epistemology of bayani, irfani, and burhani. This framework was then formulated in the PAI curriculum and looked for the form of relations between the three epistemologies. The author developed an integrative circular relationship pattern using a thematic learning approach on PAI. Through thematic learning, the construction of knowledge built into PAI learning is the result of the integration of three epistemologies that are circularly interconnected. Through this approach also, students will be accustomed to constructing knowledge using three epistemologies in an integrative and circular manner
PENERAPAN ALGORITMA DETEKSI TEPI CITRA METODE SOBEL DAN PREWIT DENGAN DESKRIPSI BAHASA PEMROGRAMAN PYTHON
PENERAPAN ALGORITMA DETEKSI TEPI CITRA METODE SOBEL DAN PREWITT DENGAN DESKRIPSI BAHASA PEMROGRAMAN PYTHON
(Studi Kasus: Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur)
Muhammad Sulthan Al Aulia Ramadhan 1725083
Dosen Pembimbing 1 : Ir. Jasmani M.,Kom
Dosen Pembimbing 2 : Feny Arafah., ST., MT
ABSTRAKSI
Pengolahan citra digital merupakan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas citra dan proses identifikasi citra untuk memperkaya informasi yang bersumber pada citra tersebut. Penulisan ini bertujuan untuk membandingkan metode deteksi tepi pada pengolahan citra digital. Deteksi tepi merupakan sebuah proses di mana proses tersebut berfungsi untuk mendeteksi garis tepi yang membatasi dua wilayah citra. Deteksi tepi itu sendiri bertujuan untuk menandai bagian yang menjadi detail citra, dan memperbaiki serta mengubah citra. Penulisan ini membahas tentang perbandingan hasil deteksi tepi dengan metode Sobel dan Prewitt dengan menggunakan aplikasi Python sebagai bahasa pemrogramannya. Hasil dari perbandingan kedua metode tersebut adalah metode sobel lebih baik dalam melakukan pengolahan kualitas citra untuk penghitungan deteksi tepi menggunakan input citra Pleiades dan Sentinel untuk pengujiannya dengan menggunaan metode Sobel dan Prewitt sehingga menghasilkan output dari nilai MSE yaitu pada citra Pleiades menggunakan metode sobel nilai MSE yang di dapat adalah 16169.68 dan nilai metode Prewitt 16219.05 sedangkan pengolahan citra Sentinel yang diolah menggunakan metode Sobel menapatkan nilai MSE 27904.02 dan metode Prewitt 27964.11, dan dari 2 metode dan 2 citra tersebut nilai Sobel memiliki nilai yang rendah dibandingkan menggunakan metode Prewitt yang dimana metode Sobel lebih unggul dibandingkan metode Prewitt, dan dengan hasil perhitungan PSNR dimana nilai deteksi tepi citra Pleiades metode sobel menghasilkan nilai 27.419 dB dan dengan metode Prewitt 27.779 db,sedangkan pengolahan citra sentinel dengan metode deteksi tepi sobel memperoleh nilai 27.966 dB dan metode Prewitt yaitu 27.962 dB yang dimana metode sobel lebih besar nilainya dan lebih bagus karena pendeteksian noise yang lebih sedikit.
Kata kunci: deteksi tepi, pengolahan citra, prewitt, python, sobe
- …
