260 research outputs found
Hubungan Kepercayaan Pada Pengobatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Penyakit Kronis di Puskesmas Waena Kota Jayapura
Hidayati, Rahma. 2023 “HUBUNGAN KEPERCAYAAN PADA PENGOBATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PENYAKIT KRONIS DI PUSKESMAS WAENA KOTA JAYAPURA” Skripsi Program Studi Farmasi Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Cenderawasih, Jayapura.
Kepercayaan pada pengobatan berkaitan dengan hasil pasien, salah satunya seperti kepatuhan pada penyakit kronis. Pasien penyakit kronis dengan pengobatan jangka panjang memiliki masalah yang sering terjadi yaitu ketidakpatuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk megetahui hubungan kepercayaan pada pengobatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien kronis di Puskesmas Waena Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah cross sectional menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana pengambilan sampel sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan yaitu Medication Adherence Report Scale-10
(MARS-10) dan Beliefs about Medicines Questionnaires (BMQ) dan dianalisis menggunakan uji Spearman rho dan nilai signifikan ≤0.05. Hasil penelitian diperoleh total sampel 225 responden. Hasil karakteristik yang dominan antara lain usia >60 tahun (57.3%), perempuan (60.9%), menikah (88.9%), pendidikan SMA (48%), IRT (40.4%), 1 (90.7%), non Papua (56.9%), penggunaan rokok 0 batang (89.9%), penyakit hipertensi (26.7%), dan tidak patuh (57.8%). Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara necessity (p-value 0.00), concern (p-value 0.01), overuse (p-value 0.04) dengan kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya terdapat hubungan signifikan antara
kepercayaan pengobatan pada skala necessity, concern, overuse terhadap kepatuhan minum obat. H0 diterima maka tidak terdapat hubungan kepercayaan pengobatan pada
skala harm terhadap kepatuhan minum obat.
Kata kunci : Kepercayaan, Pengobatan, Penyakit Kroni
PENDAMPINGAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN TEPUNG IKAN DENGAN METOEDE PAR
Desa manera yang terletak di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone, merupakan daerah pesisir yang berada di sepanjang pesisir teluk Bone yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada potensi hasil perikanan dan kelautan. Kebiasaan nelayan menumpuk begitu saja ikan tangkapannya di atas palka dengan es balok yang minim menyebabkan mutunya cepat merosot terutama pada musim tangkap, nelayan biasanya memperoleh ikan dalam jumlah besar. Sebagian membusuk saat sampai di daratan, akhirnya menjadi limbah yang mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat nelayan desa Manera dalam mengelola ikan dan limbah menjadi tepung ikan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Metode pendampingan yang digunakan adalah Partisifatory Action Riset (PAR), yang dimulai dengan riset pendahuluan, inkulturasi, pengorganisasian masyarakat, merencanakan dan melakukan berbagai aksi perubahan dan melakukan evaluasi serta refleksi. Manfaat yang diperoleh masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah ikan menjadi tepung ikan yang bernilai ekonomis. Selain itu, manfaat juga dirasakan oleh masyarakat nelayan baik ditinjau dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, pendapatan masyarakat dapat meningkat melalui pengolahan limbah ikan menjadi produk tepung ikan serta prospek usahanya masih cerah, sedangkan manfaat untuk lingkungan adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit karena semua sisa atau limbah ikan tidak terbuang percuma, tetapi dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tepung ikan
Eksplorasi Hasil Belajar, Aktivitas Siswa dan Respon Siswa pada Penerapan Metode Kerja Kelompok dan Metode Tutor Sebaya pada Pembelajaran Remedial kelas XI AP SMK Negeri 1 Watampone, Materi pokok Trigonometri
ABSTRAK
RAHMA HIDAYATI DARWIS. Eksplorasi Hasil Belajar, Aktivitas Siswa dan Respon Siswa pada Penerapan Metode Kerja Kelompok dan Metode Tutor Sebaya pada Pembelajaran Remedial kelas XI AP SMK Negeri 1 Watampone, Materi pokok Trigonometri (dibimbing oleh Hisyam Ihsan dan Asdar)
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratif yang bertujuan (i) mendeskripsikan hasil eksplorasi hasil belajar, aktivitas siswa dan respon siswa pada penerapan metode tutor sebaya pada pembelajaran remedial materi Trigonometri di kelas XI AP SMK Negeri 1 Watampone, (ii) Mendeskripsikan hasil eksplorasi hasil belajar, aktivitas siswa dan respon siswa pada penerapan metode kerja kelompok pada pembelajaran remedial materi Trigonometri di kelas XI AP SMK Negeri 1 Watampone, dan (iii) Mendeskripsikan hasil eksplorasi perbandingan hasil belajar, aktivitas siswa dan respon siswa pada penerapan metode tutor sebaya dan metode kerja kelompok pada pembelajaran remedial materi Trigonometri di kelas XI AP SMK Negeri 1 Watampone.
Lokasi penelitian ini adalah SMK Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone, dengan subjek penelitian yaitu siswa remedial di kelas XI AP. Instrumen yang digunakan adalah (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Lembar Kerja Siswa (LKS), (3) Tes Hasil Belajar, (4) Lembar Observasi Aktivitas Siswa (5) Angket Respon Siswa.
Deskripsi hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Hasil belajar siswa yang diajar dengan Metode Tutor Sebaya pada pembelajaran Remedial dilihat secara klasikal berdasarkan pada nilai KKM, telah mencapai kriteria nilai di atas KKM sebanyak 35 orang atau sekitar 100%. Aktivitas siswa pada setiap pertemuan dalam pembelajaran ini minimal berada pada kategori baik serta respons siswa terhadap perangkat dan pembelajaran termasuk dalam kategori positif. (2) Hasil belajar siswa yang diajar dengan Metode Kerja Kelompok pada pembelajaran Remedial dilihat secara klasikal berdasarkan pada nilai KKM, telah mencapai kriteria nilai di atas KKM sebanyak 33 orang atau sekitar 94%. Aktivitas siswa pada setiap pertemuan dalam pembelajaran ini minimal berada pada kategori baik serta respons siswa terhadap perangkat dan pembelajaran termasuk dalam kategori positif., dan (3) Analisis hasil belajar, dilihat pada metode tutor sebaya lebih tuntas secara klasikal dari pada metode kerja kelompok dalam pembelajaran remedial. Hasil analisis aktivitas siswa, setiap pertemuan pada metode tutor sebaya lebih besar dari pada metode kerja kelompok dalam pembelajaran remedial. Hasil analisis respon siswa, pada metode tutor sebaya lebih besar dari pada metode kerja kelompok dalam pembelajaran remedial.
Kata kunci: eksplorasi, tutor sebaya, kerja kelompok, remedial, trigonometri
ABSTRACT
RAHMA HIDAYATI DARWIS. 2014. The Exploraton of Learning Result, Students’ Activity, and Students’ Response on the Implementation of Group Work Method and Peer Tutoring Method on Remedial Learning of Trigonometry Subject Material of Grade XI AP at SMKN 1 Watampne (Supervised by Hisyam Ihsan and Asdar).
The study was a quantitative research with explorative approach which aimed at describing (i) the exploration result of the result of learning, student’s activity, and students’ response on the implementation of peer tutoring method on remedial learning of Trigonometry subject material of grade XI AP at SMKN 1 Watampone, (ii) the exploration result of the result of learning, student’s activity, and students’ response on the implementation of group work method on remedial learning of Trigonometry subject material of grade XI AP at SMKN 1 Watampone, (iii) the exploration result of the comparison of learning result, student’s activity, and students’ response on the implementation of peer tutoring method and group work method on remedial learning of Trigonometry subject material of grade XI AP at SMKN 1 Watampone.
The site of the study was SMKN 1 Watampone in Bone district. The subject was the students taking remedial in grade XI AP. The instruments used were (1) the lesson plan, (2) students’ worksheet, (3) learning test result, (4) observation sheet of students’ activity, and (5) questionnaire of students’ response.
The result of the study revealed that (1) the students’ learning result taught by peer tutoring method on remedial learning based on KKM value had achieved the criteria score above KKM with 35 students or 100%. Students’ activity in each meeting was minimalli in good category, and students’ response toward devices and learning included in positive category, (2) the learning result of students who taught by employing group work method on remedial learning based on KKM value had achieved the criteria score above KKM with 33 students or 94%. Students’ activity in each meeting was minimally in good category, and students’ response toward devices and learning included in positive category, and (3) analysis of learning result based on peer tutoring method was complete classically compared to group work method in remedial learning. The result of analysis on students’ activity in each meeting of peering tutoring method was greater than group work method. The resul of analysis on students’ response of peer tutoring method was greater than group work method in remedial learning.
Keywords: exploration, comparison, peer tutoring, group work, remedial, trigonometr
Perancangan Mesin Pengiris Singkong Tenaga Ganda
ABSTRAK Faristya Anggella Putri dan Rahma Hidayati. 2016. Mesin Pengiris Singkong Tenaga Ganda. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki, M.Pd. (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes Kata Kunci: Singkong, pengiris, produksi. Singkong merupakan tanaman umbi-umbian yang mengandung karbohidrat. Masyarakat Indonesia sudah mengenal singkong sebagai bahan makanan, bahkan menjadikannya sebagai makanan pokok. Seiring dengan perkembangan jaman, olahan singkong menjadi semakin bervariatif, salah satunya adalah keripik. Permintaan konsumen semakin meningkat, sehingga produsen keripik singkong kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen. Pada awalnya pengirisan singkong dilakukan manual dengan memanfaatkan tenaga manusia. Pengerjaan secara manual ini dilakukan dengan cara mengiris singkong yang dipegang oleh para pekerja ke pisau yang sudah dipasang pada suatu meja kayu. Hasil irisan singkong yang dikerjakan secara manual sangat sedikit yaitu lebih kurang 18 kg/jam. Hasil ini tidak sebanding dengan permintaan konsumen, sehingga beberapa produsen keripik singkong mulai beralih dengan menggunakan mesin pengiris singkong. Mesin pengiris singkong tenaga ganda adalah suatu mesin pengiris dengan menggunakan penggerak motor listrik dan engkol pemutar manual. Engkol dapat digunakan ketika listrik padam, sehingga produsen tetap dapat memproduksi keripik. Kelebihan dari mesin pengiris singkong tenaga ganda ini pada desainnya yang portable, sehingga tidak memerlukan tempat yang luas untuk penempatannya, menggunakan tambahan engkol dengan sistem manual yang bertujuan agar mesin tetap dapat dioperasikan saat listrik padam, serta jumlah pisau pengiris dan tempat singkong berjumlah tiga, sehingga hasil produksi lebih banyak. Disamping mempunyai kelebihan, mesin ini juga mempunyai kekurangan yaitu apabila pisau tumpul maka harus memesan pisau dengan ukuran yang telah ditentukan karena pisau tidak dijual di pasaran. Selain itu apabila pekerja bekerja menggunakan tuas/engkol, maka tempat singkong yang digunakan hanya 1 saja sehingga tempat singkong yang lainnya tidak terpakai. Perawatan mesin pengiris singkong tenaga ganda ini cukup mudah. Setelah selesai menggunakan mesin, mesin cukup dilap dan dibersihkan dari sisa-sisa potongan singkong yang menempel menggunakan kain basah, memberikan pelumasan pada gear box dan rantai tiap satu bulan sekali sehingga mesin tetap bekerja dengan baik, serta mengganti komponen mesin yang rusak atau tidak layak pakai dengan komponen yang baru
Pengaruh Word of Mouth Communication terhadap Proses Keputusan Penggunaan Jasa pada PT Fauzi Haya Tour & Travel
Word of mouth ( WOM ) communication or word of mouth is a powerful
marketing strategy in introducing a product or service . Particularly in this case
is the product of service where consumers often pay close attention service usage
and then recounted his experience on other potential customers . In line with the
increasing use of services in an era of globalization and the increasingly modern
era , especially the travel company , which is currently in great demand by
Indonesian society who need convenience and time efficiency in achieving a
certain place , it will take more marketing expertise.
This research is aimed to determine the effect of organic word of mouth
and amplified word of mouth against the decision to use the services at PT Fauzi
Haya Tour & Travel.
The sample used in this research were 96 respondents. Data analysis that used in
this research were instrument test, classical instrument test, multiple linear
regression analysis, hypothesis test (test F and test T) and the coefficient of
determination (R2
).
Based on the multiple linear regression result is the word organic has a
mouth influence The positive and significant Decision Against the use of services
with a regression coefficient of 0.568 Rated thitung > ttabel namely 4.905 while
amplified word has a mouth influence one negative but significant Decision
Against the use of services by the regression coefficient - 0155 Rated thitung >
ttabel namely -1548 . Both give effect Decision Against Purchase of 20.8 %118 HalamanSkripsi Sarjan
Hubungan Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan
organizational citizenship behavior pada pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung
Morawa. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara kepuasan kerja dengan
organizational citizenship behavior pada pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung
Morawa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan teknik total sampling, dengan subjek sebanyak 68 orang. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan alat ukur skala kepuasan kerja dan
skala organizational citizenship behavior. Analisis data pada penelitian ini menggunakan IBM
SPSS 20 dengan teknik korelasi product-moment, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar
0,655 dengan signifikansi (p) = 0,000; (p≤0,01) yang artinya ada hubungan yang signifikan
antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior. Sumbangan efektif dari
kedua variabel ditunjukkan oleh nilai R2 = 0,429 yang berarti bahwa variabel kepuasan kerja
mempengaruhi variabel organizational citizenship behavior sebesar 42,9% dan 57,1% sisanya
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain kepuasan kerja seperti budaya dan iklim organisasi,
kepribadiann dan suasana hati (mood), masa kerja, jenis kelamin dan sebagainya.The study aims to determine the relationship between work satisfaction with organizational
citizenship behavior on employees in BPJS Ketenagakerjaan Branch Tanjung Morawa. The
hypothesis proposed that there is positive relationship between work satisfaction with
organizational citizenship behavior on employees in BPJS Ketenagakerjaan Branch Tanjung
Morawa. Researcher used total sampling to determine the subject of research, there are 68
respondents. This research used quantitative method with work satisfaction scale and
organizational citizenship behavior scale as a measurement. Data analysis on this research
using IBM SPSS 20 with product-moment correlation method, obtained 0,655 of correlation
coefficient and 0,000 (p≤0,01) of significant (p) which showed that there is positive
relationship between work satisfaction with organizational citizenship behavior. Effective
donation from two variables showed by R2 = 0,429 which means work satisfaction affects by
42,9% to organizational citizenship behavior and 57,1% affected by others like organizational
culture and climate, personality and mood, tenure, gender and etc
Komunikasi Politik dan Branding Pemimpin Politik Melalui Media Sosial: A Conceptual Paper
The presence of digital media, such as social media allows us to connect without any limitations of space and time. Consumption of social media brings changes in various aspects of life, including the habits of communicating and interacting in today's network society. In the political field, social media creates opportunities for political leaders to carry out political communication. As a strategic political communication channel, social media plays a role in receiving and responding to public aspirations. In fact, the use of social media for campaigns by political leaders shows a trend of increasing popularity and electability due to the influence of branding on social media. The use of social media by political leaders in building specific branding is at the core of this article. Political leaders optimize their personal social media accounts for political communication. The positive perception of the public allows for an increase in popularity and electability which brings to the national political stage. This article is a conceptual paper that analyzes the concept of branding in politics in the era of digital political communication by utilizing social media. The author uses relevant literature reviews from previous studies. This article reveals that several political leaders that have been studied have optimized social media to carry out political communication to their citizens. They display digital content to gain public support and trust, and display branding as a populist, professional, humanist, and responsible political leader
Analisis Portofolio Optimal Perusahaan Terdaftar di IHSG dengan Metode CAPM dan Markowitz
The research aims to analyse the most optimal portfolio models from the various companies listed on the IDX with CAPM and Markowitz methods. With a descriptive quantitative approach, the study described the optimal portfolio models calculated using CAPM and Markowitz methods. A total of 9 companies were selected as samples with purposive technique. The results of this study show that 9 companies can form an optimal portfolio either by CAPM method or by Markowitz method.Keywords: Markowitz, Capital Asset Pricing Model, optimal portofoli
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penanganan Henti Jantung di Wilayah Jakarta Utara
Cardiac Arrest is one of the most common conditions of emergency in the public. First aid from first responder can prevent the risk of death and disability. The public knowledge in handling the emergency on cardiac arrest is necessary to investigate because knowledge is the basis for taking action. Many incidents of cardiac arrest in the community that cannot be saved because of their ignorance to provide emergency response. This research aims at identifying the public knowledge in the handling of cardiac arrest emergency . This research applies an analytical-descriptive method with number of respondents involved of 250 persons selected randomly based on a cluster sampling technique. The data collected uses a questionnaire and analysis with a Univariate and bivariate Statistics. The results shows that 55.6 % respondents have low knowledge on handling the cardiac arrest emergency. There was a significant relationship between level of knowledge with education level, sources information and BLS training experience. Within the interval estimation of 95%, the respondent’s knowledge varies from 13.48 to 14.07 (low). Further research can be done by additional the region coverage and developing aspects of BLS attitudes and skills
- …
