UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENERAPAN ASAS PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DALAM PROSES HUKUM PIDANA: STUDI KASUS TERHADAP KASUS PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN OLEH APARAT PENEGAK HUKUM DI INDONESIA
Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan prinsip fundamental yang harus dilindungi dan dihormati dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam proses hukum pidana. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik di lapangan ada pelanggaran HAM oleh aparat penegak hukum, seperti penyiksaan, penangkapan sewenang- wenang, dan kriminalisasi yang merugikan tersangka.Faktor-faktor yang menyebabkan penyalahgunaan kewenangan oleh aparat termasuk lemahnya pengawasan, rendahnya integritas aparat, serta adanya tekanan eksternal. Dampak dari pelanggaran HAM ini mencakup hilangnya kepercayaan publik terhadap sistem hukum, yang mengarah pada krisis legitimasi negara. Untuk itu, lembaga pengawas seperti Komnas HAM dan Ombudsman memiliki peran penting dalam mengawasi, menyelidiki, dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki sistem hukum. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan pengawasan, reformasi sistem hukum, peningkatan pendidikan HAM bagi aparat dan masyarakat, serta peran aktif lembaga pengawas dalam melindungi HAM dan mencegah penyalahgunaan kewenangan
PEMBERIAN UANG PESANGON TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI PERUSAHAAN
Ketika terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) banyak pekerja yang menuntut haknya. Berdasarkan Pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima oleh pekerja. Berdasarkan Undang-Undang itu pula banyak dari pengusaha yang merasa keberatan untuk memberikan uang pesangon karena dirasa cukup memberatkan. Karena bagi pengusaha uang pesangon adalah biaya (cost) yang harus dikeluarkan, sedangkan bagi pekerja uang pesangon adalah sarana atau alat untuk memenuhi kehidupan baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya selama menganggur setelah terkena PHK. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Data penelitan ini adalah bahan pustaka yang membahas mengenai kewajiban memberikan uang pesangon sebagai akibat PHK, dengan bahan sumber primer yaitu Undang- Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, digunakan untuk membahas secara normatif tentang kewajiban membayar uang pesangon sebagai akibat PHK. Sedangkan sumber sekundernya, buku-buku, jurnal, artikel dan lainnya yang mempunyai relevansi dengan permasalahan yang dikaji
TINJAUAN LITERATUR: MENGADOPSI PEMIKIRAN IBNU SINA UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN KEPERAWATAN DAN BIMBINGAN KONSELING
Pemikiran Ibnu Sina, seorang polymath dari dunia Islam abad pertengahan, memberikan kontribusi penting dalam berbagai bidang, termasuk kedokteran dan psikologi. Dalam layanan keperawatan dan bimbingan konseling modern, ide-ide Ibnu Sina tentang kesehatan holistik—yang mencakup dimensi fisik, mental, dan spiritual—dapat diadopsi untuk mengoptimalkan pelayanan. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan mengeksplorasi relevansi pemikiran Ibnu Sina dalam konteks keperawatan dan bimbingan konseling. Penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip utama dari pemikiran Ibnu Sina, seperti keseimbangan tubuh dan jiwa, pentingnya lingkungan dan gaya hidup dalam kesehatan, serta pendekatan berbasis etika dan empati dalam pelayanan. Temuan menunjukkan bahwa implementasi prinsip ini dapat meningkatkan kualitas perawatan dengan menekankan pendekatan individual yang komprehensif dan humanis. Dalam bimbingan konseling, gagasan Ibnu Sina tentang penyembuhan jiwa dapat diterapkan untuk menangani masalah emosional dan sosial melalui intervensi yang lebih adaptif dan berbasis nilai. Artikel ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai Ibnu Sina dalam kurikulum pendidikan keperawatan dan konseling, serta dalam pengembangan kebijakan layanan untuk menciptakan praktik yang lebih holistik dan berkelanjutan
PERMASALAHAN ANAK PENDEK (STUNTING): PENYEBAB, FAKTOR RESIKO DAN PENCEGAHAN
Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini di perparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang optimal. Analisa temuan diuraikan ke bentuk kualitatif deskriftif, selanjutnya peneliti membina hubungan baik dengan responden, menggali informasi akurat, berinteraksi lansung dengan responden. Kriteria responden yang dipilih adalah keluarga yang memiliki anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Sedangkan informan sebanyak 3 orang terdiri dari Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu. Adapun kesimpulan hasil penelitian faktor penyebab dan resiko terjadinya anak pendek (stunting) yaitu: 1) Genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan. Kenyataannya faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor gizi, lingkungan dan pelayanan kesehatan. 2) Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. 3) Pengetahuan ibu rendah, pola asuh yang salah, 4) Pelayanan kesehatan yang tidak memadai (Unicef, 1990). 5) Lingkungan sanitasi hygiene yang buruk. 6) Status sosial ekonomi rendah, pendidikan keluarga terutama pendidikan ibu rendah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi untuk mencengah dan menurunkan faktor resiko stunting di indonesia khususnya di desa Singali
BAHAN PENGENTAL YOGURT DARI EKSTRAK KULIT KAYU BALAKKA (Phyllantus emblica)
Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan Kulit Kayu Balakka sebagai bahan pengental alami dalam pembuatan yoghurt. Balakka (Phyllanthus emblica) merupakan salah satu tanaman kearifan lokal Tapanuli Bagian Selatan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Laboratorium Sistematika Tumbuhan Herbarium Medanense (MEDA) Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Kimia Organik/Proses Kimia FMIPA Universitas Sumatera Utara dari Maret hingga Juli 2024, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan kimia Tanaman Balakka dan mengevaluasi proses pembuatan yoghurt dengan Ekstrak Kulit Kayu Balakka. Metode yang digunakan meliputi pembuatan ekstrak air dari Kulit Kayu Balakka dan pengujian kandungan kimianya, seperti terpenoida, flavonoid, tanin, dan polifenol. Hasil menunjukkan bahwa Ekstrak Kulit Kayu Balakka dapat meningkatkan kualitas yoghurt, dengan uji organoleptik menunjukkan perbandingan optimal antara yoghurt dan Ekstrak Kulit Kayu Balakka adalah 1 : 1 (Y1B1). Kandungan Tanin dan Polifenol pada Ekstrak Kulit Kayu Balakka memberikan pengaruh terhadap kekentalan yoghurt, dikarenakan keduanya mengandung asam fenolik dimana asam fenolik memiliki fungsi sebagai aktivitas enzim yang bersifat koagulan. Penelitian ini menyoroti potensi ekonomi dan manfaat kesehatan dari penggunaan Balakka dalam industri makanan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahan alami ini
LITERASI EKOLOGI: POTENSI DAN TANTANGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI ERA SOCIETY 5.0
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi serta tantangan literasi ekologi dalam pendidikan lingkungan di era society 5.0. Penulisan artikel dilakukan melalui kajian pustaka mengenai literasi lingkungan dari berbagai pustaka yang dibaca. Literasi ekologi adalah kemampuan dan pengetahuan dalam menyikapi isu-isu lingkungan serta tindakan pemecahan masalah lingkungan. Di era Society 5.0, yang ditandai dengan integrasi teknologi canggih seperti artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), big data, dan augmented reality (AR), pendidikan lingkungan menghadapi tantangan dan potensi yang signifikan. Namun, meskipun potensi besar ini, tantangan yang dihadapi meliputi kesenjangan digital, keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil, serta kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum pendidikan yang relevan
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat gambaran dari distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Hasil analisis ini akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memudahkan interpretasi sebagai temuan penelitian. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai sudah baik, ini terlihat dalam peranan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen bencana yang baik, ini terlihat dari bagaimna pemerintah melakukan kerja sama dengan bebagai instansi yang ada di pemerintahan Kabupaten sinjai dalam melakukan proses penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Sinjai yang di dasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor sudah baik, sebagaimana diketahui masyarakat ikut berpartisipasi dalam ikut penyuluhan/sosialisi yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi/dinas terkait lainnya, masyarakat juga ikut dalam menjaga pondasi penahan tebing yang telah dibangun sebagai penopang tebing yang curam agar tidak terjadi pengikisan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi. Masyarakat juga selalu tanggap dalam menyikapi himbauan dari pemerintah seperti peringatan prabencana dan keikutsertaan dalam pengadaan logistik dan bahan pembuatan pondasi penahan tebing. Kata kunci: penanggulangan bencana, risiko tanah longsor
RELASI SOSIAL ANTAR CONTENT CREATOR TIKTOK PADA KALANGAN ANAK MUDA DI KOTA MEDAN
Penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terbentuknya hubungan sosial antar Content Creator melalui aplikasi Tiktok sebagai media sosialnya, mendeskripsikan bentuk hubungan sosial yang terjadi antar Content Creator pada aplikasi Tiktok sebagai media sosialnya, untuk mengetahui apa saja dampak yang dihasilkan dari adanya hubungan sosial antar Content Creator Tiktok . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun lokasi penelitian pada penelitian ini adalah di Kota Medan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial antar Content Creator Tiktok Pada Kalangan Anak Muda meliputi (1) Aplikasi Tiktok menjadi media pembentuk hubungan sosial antar Content Creator Tiktok di Kota Medan yaitu adanya kolaborasi, duet dan stitch, komunitas dan hashtag, engagement. (2) bentuk hubungan sosial yang terjadi antar Content Creator Tiktok Pada Kalangan Anak Muda yaitu adanya kompetisi, dukungan dan sorakan, kerjasama pemasaran, event dan pertemuan, reaksi dan respon. (3) dampak dari adanya hubungan sosial antar Content Creator Tiktok pada kalangan anak muda yaitu adanya mendukung kreativitas, akses terhadap informasi, dapat membangun komunitas, pembelajaran dan pertumbuhan profesional
FENOMENA IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI PENGEMUDI OJEK ONLINE (OJOL) DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif utama ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, mengetahui dampak positif dan dampak negative yang dialami oleh ibu rumah tangga dalam bekerja sebagai pengemudi ojek online di Kecamatan Medan Helvetia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, adanya ibu rumah tangga yang memilih bekerja sebagai pengemudi ojek online karena mengikuti teman nya sehingga ibu rumah tangga memilih untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online, hal tersebut yang memicu ibu rumah tangga yang memilih bekerja sebagai pengemudi ojek online hanya untuk mengisi waktu luang nya saja ketika ia sudah menyelesaikan tanggung jawab nya dirumah, selain itu ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online hanya sebagai sampingan nya saja karena ia sudah memiliki pekerjaan utama nya yaitu berjualan. Adapun dampak positif yang dirasakan oleh informan ketika bekerja sebagai pengemudi ojek online seperti bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga, serta penghasilan yang diperoleh ibu-ibu yang bekerja sebagai pengemudi ojek online dapat memenuhi kebutuhan sekunder. Dan juga dengan bekerja sebagai pengemudi ojek online dimana profesi ini banyak menghabiskan waktu diluar rumah sehingga dapat menambah relasi atau pertemanan di luar rumah. Selain itu ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengemudi ojek online juga dapat meningkatkan kemampuan nya dalam berkendara serta kemampuan berbicara dengan orang yang baru dikenal
Intervensi Sosial : Alternatif Sanksi Pidana Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkotika
Artikel ini akan menganalisis bagaimana intervensi sosial dalam rehabitasi menjadi tujuan dari penanggulangan penyalahgunaan narkotika dan bagaimana intervensi sosial dalam rehabilitasi menjadi bentuk penghukuman pidana bagi korban atau pecandu penyalahgunaan narkotika. Metode penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian pustaka. Dengan sifat penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu normatif dan penekatan ilmu sosial. Untuk pengumpulan data yang digunakan yaitu sumber bahan primernya dan sumber hukum sekundernya dengan analisis deskriptif dengan teori pemidanaan, rehabilitasi, sosial sebagai pisau analisis untuk menjawab permasalahan dalam rumusan masalah. Hasil penelitian adalah Rehabilitasi medis dan sosial sebagai metode dan aspek dalam intervensi sosial dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika dalam kebijakan rehabilitasi dan Intervensi sosial dalam rehabilitasi sebagai bentuk pemidanaan terhadap korban/pecandu penyalahgunaan narkotika yang diberlakukan oleh Negara untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum merupakan untuk kesejahteraan kehidupan dari kebijakan rehabilitasi baik medis dan sosial yang dimana penghukuman penjatuhan pidana berfokus untuk pengobatan dan penanggulangan serta pencegahan untuk tidak terjadinya kemudian hari peyalahgunaan narkotika. Intervensi sosial yang dilakukan oleh Negara dalam kebijakan pemberian rehabilitasi kepada korban atau pecandu narkotika sebagai upaya terhadap individu maupun komunitas dengan perubahan yang terencana sebagai upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok sasaran perubahan dalam hal individu, keluarga dan kelompok