UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN IPS TERPADU YANG MENYENANGKAN DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK
Pelajaran IPS Terpadu sangat penting untuk siswa.IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.Pada jenjang SMP / MTs, mata pelajaran IPS Terpadu memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Through social subject learners can be directed to an Indonesian citizens of a democratic and responsible and peace loving citizens of the world (KTSP, 2006). Melalui pelajaran IPS, siswa mengenal perannya dalam kehidupan bermasyarakat.IPS Ilmu Pengetahuan Sosial adalah pelajaran yang mengkaji realitas yang paling dekat atau realitas di sekitar kita. Jika belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam atau sekarang lebih sering disebut sains prakteknya di laboratorium, maka IPS tidak ada labornya. Laboratoriun IPS, adalah masyarakat. Dimana saja adalah laboratorium untuk belajar IPS. Kantor lurah, maka kita bisa mengetahui struktur pemerintahan yang terkecil di masyarakat. Museum, kita bisa menggali banyak hal tentang sejarah. Masyarakat merupakan wilayah yang sangat luas, dimana kita sulitmenjangkau satu per satu.Dimana sering kali, semua hal yang terkait dengan masyarakat bisa dikaji dengan IPS Terpadu.Pengalaman pribadi kita pun, bagian dari masyarakat yang seakan sah-sah saja diajarkan kepada anak didik.Saya pernah memberikan tugas ke muridmurid saya untuk memberikan analisanya terhadap fenomena “Lebaran” secara IPS. Bagaimanakah Lebaran dilihat secara Ekonomi, Geografi, Sosiologi dan Sejarah. Mereka hanya perlu menjelaskan Lebaran dikaitkan dengan empat bagian IPS terpadu dalam satuparagraf sederhana. Jawaban yang diberikan murid sungguh bermacam ragam dan sangat menyenangkan membacanya. Pembelajaran IPS, Ilmu Pengetahuan Sosial sering saya pelesetkan menjadi pelajaran IlmuPengetahuan Santai karena pelajaran ini memiliki tujuan yang sederhana yaitu agar siswa bisa menjadi warga negara yang baik
ANALISIS YURIDIS EKSISTENSI PASAL 2 DAN PASAL 3 UU NOMOR 31 TAHUN 1999 YANG TELAH DIUBAH DENGAN UU NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DITUJUKAN KEPADA PEGAWAI NEGERI
Bahwa eksistensi Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang ditujukan kepada Pegawai Negeriditentukan oleh subjek deliknya adalah setiap orang yang karena kedudukan atau jabatan dalam pemerintahan karena Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 mengatur ketentuan yang bersifat umum sedangkan Pasal 3 mengatur ketentuan yang bersifat khusus, namun apabila dalam waktu dan tempat dan objeknya yang sama saling dihadapkan antara ketentuan yang bersifat umum dengan ketentuan yang bersifat khusus maka yang diterapkan adalah yang bersifat khusus (lex spesialis derogat lex generalis), maka apabila dijumpai dakwaan yang demikian harus dipandang sebagai dakwaan alternatif sehingga dalam hal ini hakim dapat mengenyampingkan Pasal 2 UU Nomor 31 tahun 1999 tanpa mempertimbangkan dengan rinci dimana letak tidak terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana dalam pasal tersebut dan dapat langsung menggunakan, menerapkan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 terhadapPegawai Negeri
IMPROVED STUDENT LEARNING THROUGH MOTIVATIONAL COUNSELING SERVICES GROUP IN SMP MUHAMMADIYAH 28 BARUS ACADEMIC YEAR 2015-2016
The problem in this research is the low student motivation because of the lack of the role of guidance and counseling in schools . In this research to increase student motivation researcher uses group counseling services . This study aims to (1) To determine the increase in student motivation before and after tutoring services group in the experimental group in the Junior Muhammadiayah Barus 28 Academic Year 2015-2016 , (2) To determine the increase in student motivation before and after conventional services on the control group in SMP Muhammadiyah 28 Barus Academic Year 2015-2016. This type of research is true experimental design with shapes pretest- posttest control group design. The study population eighth grade students of SMP Muhammadiyah 28 Barus totaling 2 class . The research sample VIIIA grade students as an experimental class of 10 students and the class as a class VIIIB control as many as 10 students . As a data collection tool is questionnaire . Analysis of the data using the Wilcoxon signed rank test using SPSS version 20.00. On the results of the hypothesis test score Z for -2.809b with Asymp.Sig ( 2 - tailed) 0.005 ≥ 0.05. And the results of the second hypothesis test score Z for -2.803b with Asymp.Sig ( 2 - tailed) 0.005 ≥ 0.05 so it can be concluded that the first and second hypothesis tested in this study can be accepted , because of the statistical analysis are differences significant in improving students' motivation before and after treatment group counseling services . On average posttest experimental class of 167.1000 while posttest control class is 155.9000. Based on the above findings, it can be concluded that there is an increase in student motivation through group counseling services in SMP Muhammadiyah 28 Barus Academic Year 2015-2016
THE TEACHER'S GUIDANCE AND COUNSELLING EFFORTS IN IMPROVING STUDENT UNDERSTANDING ABOUT THE DANGERS OF SMOKING IN SENIOR HIGH SCHOOL 6 PADANGSIDIMPUAN ACADEMIC YEAR 2015-2016
This research is based upon the student's understanding of the problems still low about the dangers of smoking. As for the goal to be achieved is to know the teacher's guidance and counselling efforts in improving student understanding about the dangers of smoking in SMA Negeri 6 Padangsidimpuan academic year 2015-2016 located on JL. Sutan Soripada Noble No. 25 a. Teacher guidance and counselling is an informant in this research. On the research of this kind of research used the qualitative case study method. Qualitative research i.e. research methods were used to examine the conditions of natural objects, where the researcher as a key instrument. Engineering data collection done in triangulation (combined) that is doing the observation (observation), interview (interview), the study of documentation and a combination of the three. Based on the results of interviews with informants researchers HS (BK teacher), the efforts of teacher guidance and counselling in improving student understanding about the dangers of smoking in this school is by granting the existing services in the guidance and counselling as well as supporting activities. Furthermore, efforts are being made to reduce the problem of students who smoke in the school environment this is the strict sanctions, the granting of services on the issue of smoking. But even though the school has given strict sanctions in cooperation between teachers BK with parents is very important to help alleviate this problem. Because without the support of parents the school will not get over it in full this time because the students more in the family environment. BK teacher has made the program planning, organizing, implementing, monitoring and assesment in student improve understanding about the dangers of smoking. In this case we as teachers BK has made the annual program planning, semiannual, monthly, weekly up to daily. As for the results of our efforts as a teacher in improving students ' understanding of BK on the danger of smoking was already beginning to look in stages where it can be known once given services, guidance and direction from the teacher area students problem BK has begun to wane. Probably because our teacher BK already gives a description of smoking, and the dangers therein
RESPONS FISIOLOGIS DOMBA LOKAL DENGAN PERBEDAAN WAKTU PEMBERIAN PAKAN DAN PANJANG PEMOTONGAN BULU
Meningkatan produktivitas domba lokal perlu dilakukan dengan perbaikan manajemen, baik manajemen pakan maupun pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efisiensi waktu pemberian pakan, pemotongan bulu dan interaksinya terhadap respons fisiologis domba lokal. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pemukiman Transmigrasi Perusahaan Inti Rakyat Pola Ternak (UPT PIR Nak) Barumun Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas, berlangsung selama tiga bulan mulai bulan Januari hingga Maret 2014. Domba yang digunakan sebanyak 24 ekor dengan bobot badan 15,91+3,69 kg. Rancangan statistik yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4, dimana faktor A (A1= pemberian pakan pukul 08.00 dan 16.00 WIB, A2= pemberian pakanwaktu malam hari pukul 20.00 dan 04.00 WIB) dan faktor B (B1=panjang bulu 0 cm,B2=panjang bulu 1 cm,B3=panjang bulu 2 cm, B4=panjang bulu alami). Parameter yang diamati adalah suhu tubuh, rLaju respirasi dan laju denyut jantung, setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 3 ulangan, Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA), jika hasilnya berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan waktu pemberian pakan dan pemotongan bulu pada domba lokal mempengaruhi suhu tubuh pagi. Perlakuan waktu pemberian pakan pada pukul 20.00 dan 04.00 WIB berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap respirasi siang dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap denyut jantung malam. Pemotongan panjang bulu 2 cm berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap suhu tubuh pagi, respirasi pagi, denyut jantung malam danberpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap respirasi siang.Kata-kata kunci: domba lokal, fisiologis, waktu pemberian pakan, pemotongan bul
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS L.) SECARA MONOKULTUR
ujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pengaruh pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan rajungan, dan mengetahui pakan yang terbaik dalam meningkatkan efek pertumbuhan rajungan (Portunus pelagicus) yang dibudidayakan secara monokultur.Metode Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pemberian pakan yang berbeda yaitu : daging kerang (A), ikan rucah (B) dan daging kerang + ikan rucah (A+B) dimana semua pakan diberikan 10% dari bobot tubuh Rajungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata dari pertumbuhan berat mutlak dengan pemberian pakan yang berbeda. Sedangkan pertumbuhan panjang karapas, lebar karapas, tingkat kelangsungan hidup tidak berbeda nyata pada pemberian pakan yangberbeda. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi (66,25 gram), panjang karapas (0,91 cm), lebar karapas 1,07, tingkat kelangsungan hidup 90%, persentase rajungan molting 7,5 % didapatkan pada pemberian pakan ikan rucah. Ikan rucah menghasilkan pertumbuhan rajungan yang paling baik dalam pembudidayaan secara monokultur.Kata kunci : rajungan, pakan, monokultu
THE USE OF CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL)METHOD TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING MASTERY AT THE GRADE XI SMK NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN
The researcher interviewed teacher of English about speaking mastery of students at the grade XI administration and teacher of English divide to into three category low quality were S and N, middle quality were DP and R and high quality were NN and NHL.After that the researcher observation six students to know their speaking mastery, the researcher gave some questions in English but students with low ability could not answered and just smile, then, students with middle ability could responded however combine English and Indonesian language and the last students with high ability could responded with English language.The researcher helped students to improve their speaking mastery using Contextual Teaching Learning (CTL) Method and used Cinderella text to know the result of this method especially about their pronunciation, grammar, intonation and vocabulary