Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    The Influence of Mind Mapping Method in Dental Hygiene Education towards Knowledge ofPrimary School Students in Banda Aceh, Indonesia

    No full text

    PENERAPAN STIMULASI ORAL MOTOR EXERCISEUNTUK MENINGKATKAN REFLEK HISAP BAYI BBLR DENGAN PENDEKATAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG NICU RSUD DR. DORIS SYLVANUS KOTA PALANGKARAYA

    No full text
    Latar Belakang: Reflek hisap yang masih lemah menyebabkan bayi mempunyai reflek menelan yang lemah pula. Bayi dengan reflek hisap yang lemah menyebabkan bayi tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara maksimal. Salah satu masalah keperawatan yang sering muncul pada bayi BBLR adalah ketidakmampuan menelan makanan. Untuk mengatasi hal ini maka diupayakan untuk memberi stimulasi oral untuk meningkatkan reflek hisap. Salah satu upaya untuk meningkatkan reflek hisap yaitu intervensi pemberian stimulasi Oral Motor Exercise.Tujuan: Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan reflek hisap dari pemberian stimulasi Oral Motor Exercise pada bayi BBLR dengan defisit nutrisi di Ruangan NICU RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.Metode: Terapi dilakukan selama 3 hari berturut-turut sebanyak 1 kali sehari dengan durasi 15 menit dan dievaluasi menggunakan lembar Infant Breastfeeding Assessment Tool (IBFAT) pada pertemuan hari pertama dan hari terakhir.Hasil: Evaluasi akhir penerapan terapi inovasi stimulasi oral motor exercise menunjukkan adanya peningkatan reflek hisap ditandai dengan didapatkannya hasil observasi IBFAT hari ke-3 bayi BBLR pada hari terakhir yaitu 12 (kuat). Kesimpulan dari hasil asuhan keperawatan yaitu penerapan stimulasi Oral Motor dapat membantu meningkatkan reflek hisap dalam mengatasi masalah defisit nutrisi.Kata Kunci: bayi BBLR, reflek hisap, stimulasi oral motor exercise

    ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN KRITIS DENGAN EARLY MOBILIZATION: HEAD OF BED 30 SAMPAI 45 DERAJAT DI RUANG ICU RSUD DR. DORIS SYLVANUSPROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    No full text
    Latar belakang: Kelemahan otot berpotensi diperburuk oleh periode bedrest yang lama karena sedasi dan imobilisasi. WHO melaporkan pasien kritis di Intensive Care Unit prevalensinya meningkat per tahunnya. Tercatat 9,8 24,6% pasien koma dan dirawat di Intensive Care Unit per 100.000 penduduk, serta kematian akibat penyakit kritis hingga kronik di dunia meningkat sebanyak 1,1-7,4 juta.Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan pasien kritis dengan early mobilization: head of bed 30 sampai 45 derajat di Ruang ICU RSUD dr. Doris Sylvanus Kalimantan Tengah.Metode: Studi kasus dengan analisis deskriptif, jumlah sampel yaitu 3 pasien. Instrumen menggunakan alat ukur derajat (busur derajat) dan SOP yang ditetapkan. Intervensi diberikan selama 5 hari.Hasil asuhan keperawatan: Masalah keperawatan yaitu gangguan mobilitas fisik dengan intervensi yang dilakukan yaitu pemberian posisi early mobilization: head of bed 30 sampai 45 derajat. Implementasi yang dilakukan pada ketiga pasien memberikan early mobilization: head of bed 30 sampai 45 derajat. Evaluasi menunjukkan adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian implementasi early mobilization: head of bed 30 sampai 45 derajat.Rekomendasi: Intervensi pemberian early mobilization: head of bed 30 sampai 45 derajat diharapkan dapat menambah referensi tindakan dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien kritis serta dijadikan intervensi perawat mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien pasien kritis sebagai tindakan nonfarmakologi

    PENERAPAN THERAPY FOOT MASSAGE DENGAN MENGGUNAKAN MINYAK SEREH WANGI UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    No full text
    Latar belakang: Tindakan sectio ceasarea akan menimbulkan nyeri karena proses pembedahan pada dinding abdomen dan dinding rahim. Nyeri dapat menyebabkan mobilisasi pasien terbatas sehingga activity daily living (ADL) terganggu. Hal tersebut membuat proses menyusui pasien dengan bayi menjadi terhambat. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri post sectio ceasarea adalah therapy foot massage dengan menggunakan minyak sereh wangi. Massage dilakukan di kaki karena terdapat banyak saraf-saraf yang terhubung ke organ dalam tubuh. Tujuan: Penerapan Ini adalah untuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi sectio ceasarea.Metode: Desain studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah responden 3 pasien, instrument yang digunakan adalah numeric rating scale (NRS). Therapy foot massage dengan menggunakan minyak sereh wangi dilakukan selama 2 hari dengan waktu 20 menit. Hasil asuhan keperawatan : Sebelum therapy foot massage dengan menggunakan minyak sereh wangi diberikan kepada Ny. R, Ny. D dan Ny. E tingkat skala nyeri yang dialami oleh ketiga pasien pada nyeri sedang (4-6), dan setelah diberikan therapy foot massage dengan menggunakan minyak sereh wangi skala nyeri dari ketiga pasien menurun menjadi nyeri ringan (1-3). Dengan demikian penulis mengambil kesimpulan bahwa penerapan therapy foot massage dengan menggunakan minyak sereh wangi dapat menurunkan nyeri pada pasien post operasi sectio ceasarea

    ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TEKNIK PURSED LIPS BREATHING (PLB) TERHADAP TINGKAT SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PPOK DI RUANG GARDENIA RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

    No full text
    Latar belakang : Penyakit paru obstruktif kronis atau sering disingkat PPOK adalah istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka Panjang. PPOK penyakit yang ditandai oleh keterbatasan jalan napas progresif yang disebabkan oleh reaksi peradangan abnormal. Gejala pada PPOK adalah sesak napas saat beraktivitas, batuk produktif, dan mengi. Penanganan pasien PPOK mendapatkan terapi untuk mengurangi obstruksi jalan napas dengan memberikan hidrasi untuk mengencerkan secret meliputi terapi farmakologi seperti pemberian brokodilator dan teknik non farmakologi dengan latihan pernapasan dengan latihan otot inspirasi seperti pursed lips breathing.Tujuan : Untuk menerapkan Asuhan Keperawatan dengan teknik pursed lips breathing pada pasien PPOK dengan masalah pola napas tidak efektif.Metode : Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus, jumlah subjek yang digunakan adalah 3 pasien dilakukan penerapan selama 3 hari berturut-turut selama 30 menit.Hasil Asuhan Keperawatan : Masalah keperawatan yang muncul adalah pola napas tidak efektif. Tindakan yang dilakukan yaitu mengobservasi frekuensi napas, mengobservasi nilai saturasi oksigen, mengobservasi kemampuan melakukan latihan pursed lips breathing, mengajarkan teknik pursed lips breathing. Evaluasi yang dilakukan yaitu berdasarkan pada tujuan dan kriteria hasil yang disusun pada tahap perencanaan dengan melihat perubahan yang terjadi pada pasien kelolaan.Diskusi : Hasil penerapan yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut pada ketiga pasien setelah dilakukan pursed lips breathing terlihat mengalami perbaikan setiap harinya dengan dilakukan evaluasi menggunakan lembar observasi keefektifan pola napas didapatkan hasil sebelum dan sesudah dilakukan pursed lips breathing mengalami peningkatan keefektifan pola nafas pada pasien dengan sesak napas berkurang, kemampuan melakukan latihan pursed lips breathing meningkat, saturasi meningkat dan respirasi rate mengalami perubahan. Sehingga dapat dikatakan setelah penerapan masalah pola napas tidak efektif dapat teratasi.Rekomendasi : Penerapan pursed lips breathing pada pasien PPOK yang mengalami ketidakefektifan pola nafas mampu meningkatkan nilai saturasi oksigen dan mengurangi sesak napas. Disarankan untuk menerapkan latihan pursed lips breathing bagi pasien PPOK dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas sebagai tindakan mandiri keperawatan di lapangan

    PENERAPAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI WILAYAH KERJA UPTD PUKESMAS LAMPULO KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Latar belakang : Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan pada wilayah Puskesmas Lampulo dengan adanya jumlah kenaikan angka hipertensi, pasien hipertensi cenderung menggunakan terapi farmakologi dengan mengkomsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah dan pasien masih ada yang belum mengetahui terapi secara non farmakologi seperti rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan : Mengetahui keefektifan penerapan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode : Jenis Penelitian menggunakan desain studi kasus berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah responden 3 orang, menggunakan kuesioner dan SOP rendam kaki air hangat. Rendam kaki air hangat dilakukan selama 15 menit sebanyak 1 kali dalam sehari selama 3 hari berturut-turut. Hasil Asuhan Keperawatan : Rendam kaki air hangat diberikan kepada Ny. A terjadi penurunan tekanan darah secara stabil, tekanan darah awal Ny. A 162/95 mmHg turun menjadi 150/90 mmHg. Pada klien ke 2 yang bernama Ny.S terjadi penurunan tekanan darah, tekanan darah awal Tn. M 170/98 mmHg turun menjadi 160/88 mmHg. Pada klien ke 3 yang bernama Ny.U terjadi penurunan tekanan darah, yang mulanya Ny. U 150/94 mmHg turun menjadi 138/84 mmHg. Dengan demikian penulis mengambil kesimpulan bahwa penerapan rendam kaki air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada klien untuk menurunkan hipertensi. Rekomendasi : Penerapan rendam kaki air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada klien hipertensi, serta tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya

    PENGGUNAAN HAND SANITIZER BERBAHAN DAUN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) TERHADAP JUMLAH ANGKA KUMAN TANGAN PENJAMAH WARUNG MAKAN KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2023

    No full text
    Hand sanitizer sebagai antiseptik dapat digunakan untuk menghambat perkembangan bakteri dan menurunkan jumlah angka kuman. Daun kunyit mengandung senyawa kimia flavonoid, etanol, saponin, tanin, dan steroid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan hand sanitizer daun kunyit terhadap jumlah angka kuman tangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experiment dengan rancangan pre and post test design. Sampel yang diperiksa sebanyak 12 sampel. Metode penelitian dengan cara pemeriksaan angka kuman tangan sebelum dan sesudah menggunakan hand sanitizer berbahan daun kunyit. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Rata rata penurunan angka kuman sesudah diberi perlakuan dosis 50 ml sebesar 51.7 CFU/cm2 dan dosis 75 ml sebesar 3 CFU/cm2. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan pada dosis 50 ml nilai Sig 0.109 > 0.05 dan dosis 75 ml nilai Sig. 0.109 > 0.05 yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna dalam pengaruh penggunaan hand sanitizer berbahan daun kunyit terhadap jumlah angka kuman tangan penjamah. Hasil perhitungan efektivitas variasi dosis menunjukkan nilai presentase dosis 50 ml sebesar 31.1% dosis 75 ml sebesar 98.4% yang artinya efektivitas dosis 75 lebih tinggi dalam menurunkan jumlah angka kuman tangan penjamah. Simpulan penelitian ini bahwa ada pengaruh penggunaan hand sanitizer berbahan daun kunyit terhadap jumlah angka kuman tangan penjamah, akan tetapi secara statistik tidak ada perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer berbahan daun kunyit terhadap jumlah angka kuman tangan penjamah

    EFEKTIVITAS BERBAGAI KOMBINASI OVITRAP BERBAHAN PLASTIK DAN ATRAKTAN TERHADAP JUMLAH TELUR AEDES AEGYPTI YANG TERPERANGKAP TAHUN 2023

    No full text
    Latar belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.. Tahun 2021 terjadi 73.518 kasus DBD dan jumlah kematian sebanyak 705 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas kombinasi jenis bahan ovitrap dan atraktan terhadap jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap. Metode penelitian eksperimen dengan desain Quacy Experiment dengan rancangan penelitian menggunakan Posttest only design with nonequivalent groups. Penelitian ini menggunakan dua belas buah ovitrap dengan kontrol jenis bahan ovitrap kaleng dan kontrol jenis atraktan air sumur diamati selama dua siklus dengan tiga replikasi. Jenis bahan plastik yang digunakan yaitu PET (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyenthylene), dan PP (Polypropylene) dan atraktan yang digunakan yaitu air rendaman sabut kelapa konsentrasi 25% dan air rendaman jerami konsentrasi 25%. Hasil analisis Anova Faktorial menunjukkan bahwa jenis bahan dan jenis bahan x jenis atraktan mendapatkan p > 0,05, sehingga Ho diterima artinya tidak ada perbedaan signifikan antara berbagai jenis bahan plastik dan kombinasi ovitrap berbahan plastik dan atraktan terhadap jumlah telur nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap. Hasil analisis Anova Factorial menunjukkan bahwa jenis atraktan mendapatkan hasil p ? 0,05, sehingga Ho ditolak artinya ada perbedaan signifikan berbagai jenis atraktan. Simpulan jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap dipengaruhi oleh jenis atraktan yang digunakan dibandingkan dengan jenis bahan plastik yang digunakan. Ovitrap dengan berbagai jenis bahan plastik tidak berpengaruh terhadap jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap. Interaksi antara jenis bahan dan atraktan tidak ada perbedaan signifikan

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇