1,721,094 research outputs found

    Mitos Asal Usul Manusia Jawa: Paramayogo Ronggowarsito

    No full text
    Paramayoga merupakan karangan pendahulu dari Pustakaraja Purwa, sebuah karya prosa terbesar dari Ronggowarsito. Paramayoga adalah dongeng tentang asal usul manusia Jawa dan sejumlah fakta geografis di Nusantara. Sebagai sebuah dongeng tentu Paramayoga ini bersifat irasional dan mitis. Sinkretismenya yang sangat kuat secara paksa menyusun suatu garis silsilah dari Nabi Adam, dewa-dewa Hindu hingga dewa-dewa Nusantara -- tentulah memperkuat irasionalitas itu. Akan tetapi, sebuah mitos memiliki nalarnya sendiri; bagaimanapun kisah ini merupakan salah satu cara orang Jawa dalam menjelaskan dunia

    Progam Tahun Kunjungan Museum Ronggowarsito 2012

    Get PDF
    Museum Ronggowarsito Central Java is one of the oldest museums in Semarang, Central Java. However, high potential that the museum has not obtained tourist attraction. The current number of visitors Museum Ronggowarsito Central Java has decreased continuously especially during the years 2010 - 2012. This makes the need for programs in Museum Ronggowarsito Central Java in order to raise their visit and find out what programs are carried out by the government to increase visits.This study is a qualitative research. The data source for this study is primary data obtained from interviews with sources and informants. Data analysis was performed with the interactive model analysis.Based on the results of research, Museum Ronggowarsito Central Java programs currently are not able to increase the number of tourists visiting Museum Ronggowarsito Central Java, system collection demonstration at Museum Ronggowarsito Central Java is still less representative, and Museum Ronggowarsito Central Java should increase promotional programs to increase tourist visits to the Museum of Central Java Ronggowarsito

    REDESAIN MUSEUM JAWA TENGAH RONGGOWARSITO

    Get PDF
    BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Berangkat dari Semarang is Gateway to Java, kota Semarang merupakan pintu gerbang menuju Jawa Tengah. Semua wisatawan yang akan menuju Jawa Tengah akan melewati kota Semarang sebagai kota transit maupun dapat juga dijadikan tujuan wisata. Sebagai ibu kota Jawa Tengah tentunya semarang harus dapat mewakili seluruh kebudayaan daerah yang ada di Jawa Tengah. Oleh karena itu, Semarang harus mempunyai wadah guna menampung cerminan kebudayaan daerah yang sudah ada di Jawa Tengah baik yang modern maupun yang sudah sangat kuno yang perlu dijaga kelestariannya. Selama ini Jawa Tengah sudah mempunyai tempat yang tepat untuk mewadahi kebudayaan daerah di Jawa Tengah. Tempat tersebut yang selama ini kita kenal dengan nama Museum Ronggowarsito. Namun Museum Ronggowarsito adalah museum umum yang mengoleksi artefak-artefak penting yang ditemukan di propinsi Jawa Tengah. Untuk display kebudayaan daerah dirasa sangat kurang karena hanya disediakan 2 area dari 8 area yang ada. Hal ini tidak sepadan dengan fungsi museum sebagai pusat perkenalan kebudayaan antar daerah di propinsi Jawa Tengah. Letak museum ini berada dalam kawasan bundaran Kali Banteng yang merupakan kawasan ramai yang boleh dianggap sebagai pintu gerbang menuju kota Semarang. Apabila datang dari arah Jakarta dengan perjalanan darat sebelum memasuki kota Semarang akan melewati dahulu bundaran Kali Banteng. Begitu juga apabila kita menempuh dengan perjalanan udara, keluar dari pintu gerbang Bandara Internasional Ahmad Yani, pelancong akan dihadapkan langsung dengan wajah museum Ronggowarsito. Hal ini seharusnya menjadi sebuah kelebihan yang dapat menonjolkan sisi arsitektural sebuah museum yang membuat masyarakat umum penasaran dan tertarik masuk ke dalamnya. Sangat bertolak belakang dengan yang ada sekarang ini, bangunan Museum Ronggowarsito tidak mempunyai hal yang spesial dari bangunan-bangunan di sekitarnya, sehingga hirarki yang seharusnya didapat menjadi hilang dengan sendirinya. Dari semua fenomena itulah, sebuah Museum Ronggowarsito harus berubah mejadi sebuah museum yang selain menampung koleksi artefak prasejarah dan perjuangan rakyat Jawa Tengah dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tetapi juga museum yang dapat mencerminkan seluruh kebudayaan setiap daerah yang ada di Jawa Tengah dan menjadi ajang promosi bagi setiap daerah untuk menarik wisatawan. Di samping fungsi yang diperbaharui, bangunan museum juga harus diperbaharui menjai lebih modern agar tidak terkesan terlalu formal, tetapi masih mencerminkan budaya Jawa Tengah. 1.2. TUJUAN DAN SASARAN 1.2.1. Tujuan Memperoleh suatu judul Tugas Akhir yang jelas dan layak, dengan suatu penekanan desain yang sesuai dengan karakter bangunan yang akan dibuat yaitu museum Ronggowarsito baru yang modern dan monumental. 1.2.2. Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah perencanaan dan perancangan museum Ronggowarsito yang baru, berdasarkan kebutuhan dan aspek perancangan ( design guide lines aspect ). 1.3. MANFAAT Dapat bermanfaat sebagai pengetahuan dan penambah wawasan pembaca pada umumnya, mahasiswa arsitektur pada khususnya yang akan mengajukan produk Tugas Akhir. 1.4. RUANG LINGKUP BAHASAN 1.4.1. Substansial Ruang lingkup perencanaan dan perancangan kembali Museum Ronggowarsito, yakni bangunan tunggal yang terdiri dari ruang display dan fasilitas pendukung lainnya beserta perancangan tapak yang ada di dalamnya. 1.4.2. Spasial Perencanaan dan perancangan kembali Museum Ronggowarsito berada dalam kawasan Kali Banteng Semarang pada khususnya dan Propinsi Jawa Tengah pada umunya. 1.5. METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan yang dilakukan dalam penulisan ini adalah Metode deskriptif, yaitu dengan mengadakan pengumpulan data. Pengumpulan data ini ditempuh melalui studi pustaka/studi literature dan observasi lapangan, untuk kemudian dianalisa dan dilakukan suatu pendekatan yang menjadi dasar penyusunan konsep program perencanaan dan perancangan. Tahap pengumpulan data yang dimaksud dilakukan melalui : a. Study Literatur Yaitu dengan mempelajari literature baik dari buku-buku maupun browsing internet mengenai teori, konsep dan standar perencanaan dan perancangan museum. b. Study Banding Melakukan perbandingan terhadap hasil-hasil observasi yang dilakukan pada beberapa bangunan yang berfungsi sama untuk analisa dan criteria yang diterapkan pada mseum yang akan diprogramkan 1.6. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Laporan ini disusun melalui urutan–urutan pembahasan yang disajikan secara sistematis sehingga dapat mempermudah langkah–langkah didalam penyusunan, adapun ururtan pembahasannya adalah sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang yang berhubungan dengan berbagai alasan diredesainnya Museum Jawa Tengah Ronggowarsito. Latar belakang ini kemudian diikuti dengan penjelasan – penjelasan lain berupa , Tujuan dan sasaran, Manfaat, Lingkup pembahasan, Metode pembahasan. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA Membahas tentang tinjauan museum yang membahas definisi “museum”, karakteristik, bentuk dan kegiatan. Selanjutnya diuraikan tentang tinjauan museum yang membahas studi komparasi fasilitas – fasilitas untuk kemudian diambil kesimpulan dari data yang ada. BAB III. TINJAUAN MUSEUM JAWA TENGAH RONGGOWARSITO Membahas tentang tinjauan umum kota Semarang dan tinjauan khusus tentang kawasan Kali Banteng serta tapak atau site dari Museum Jawa Tengah Ronggowarsito. BAB IV. KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi mengenai kesimpulan dari proses pengkajian tinjauan pustaka mengenai Museum Jawa Tengah Ronggowarsito. Dan juga berisi mengenai batasan dan anggapan yang berkaitan dengan aspek – aspek arsitektur, sesuai dengan tinjauan museum. BAB V. PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang dasar – dasar pendekatan, macam pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Disamping itu juga diungkapkan tentang pendekatan arsitektur konstektual museum. BAB VI. KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Pada bab ini dibahas mengenai program dasar perencanaan dan perancangan Museum Ronggowarsito, penekanan desain, setelah itu diikuti dengan program dasar perancangan berupa program tapak. 1.7. ALUR PIKI

    MUSEUM RONGGOWARSITO

    Get PDF
    Lahirnya Museum di Indonesia tidak dapat terpisahkan dari kelahiran Bataviasch Genootschap van Kusten en Wattenschappen pada 24 April 1778. dalam empat tahun awal berdirinya telah mengarap bidang pengetahuan seperti IPA, ilmu bumi dan kebudayaan., sejarah, kesusastraan, kesehatan dan peranian. Museum ini didirikan oleh Bataviasch Genootschp yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya museum nasional. Bersamaan dengan berdirinya museum Bataviasch Genootschap van Kusten en Wattenschappen berdiri juga museum purbakala ( etnografi ) dan sebuah perpustakaan. Sehingga sampai sekarang banyak museum yang mempunyai koleksi yang beragam pula. Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, termasuk museum propinsi terbesar di Indonesia dalam hal jumlah koleksi dan keluasan bangunan terletak pada Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 1 Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, persis di sebelah bundaran Kalibanteng. Terletak dekat bandara Ahmad Yani di Semarang dan hanya 4 km jauhnya dari pusat kota ke arah barat. Museum ronggowarsito dirancang sesuai dengan standar museum di Asia tenggara. Luas bangunan kira-kira 8.438 m persegi. Yang mencakup pendopo, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, dll

    Filsafat politik Jawa : analisis hermeneutik Serat-serat R.N. Ronggowarsito

    Get PDF
    Skripsi ini berisi pengkajian serat yang diarahkan pembahasan filsafat politik Jawa Ronggowarsito dengan pembacaan hermeneutika. Hal ini dilatarbelakangi oleh praktik politik dewasa ini (baik manuver ataupun prinsip) yang cenderung picik/amoral, yang sekaligus menjadi penyebab menurunnya nilai esensi politik itu sendiri. Upaya revitalisasi khazanah lokal (serat) yang ada di nusantara, juga yang mendasari penelitian ini; sebagai upaya anti tesis dari sentimensi dan zonasi pengetahuan yang menjamur di Indonesia. Penelitian ini menjawab dua rumusan masalah. Pertama, bagaimana konsepsi dan konstruksi filsafat politik Jawa pada serat-serat R.N. Ronggowarsito. Kedua, bagaimana konstruksi filsafat politik Jawa R.N. Ronggowarsito berdasarkan analisis hermenetika faktisitas Heidegger. Penelitian ini berbasis studi pustaka kualitatif dengan mengambil data primer berupa serat karya R.N. Ronggowarsito, serta data sekunder berupa literatur jurnal, buku, dan situs internet. Penelitian ini menggunakan teknik content analysis dengan mengintegrasikan spirit hermeneutika faktisitas Heidegger, yang tidak hanya mengembalikan ide ke masa terbentuknya teks, namun mencoba memproyeksikan ide teks sesuai kemunculan faktisitas masa kini-masa depan (geworfener entwurf). Hasil dari penelitian ini, pertama, konstruksi konsep filsafat politik Ronggowarsito berdasar pada prinsip Jawa, Islam, etika deontologi-utilitas, yang direkonstruksi olehnya. Filsafat politik Jawa Ronggowarsito mengandung prinsip anti imagologi dan prinsip utama adagium “suro diro joyoningrat lebur dening pangastuti”. Ronggowarsito memandang khora (ruang kebernegaraan), secara ideal harus dihuni elemen wajib: Pemimpin Cendekia, Rakyat Pangastuti (ber-nous-berspiritualitas), dan produk ideologi. Kedua, produk analisis hermeneutika faktisitas yang mengarah pada proyeksi masa depan (Entwurf) adalah bahwa quo vadis “sura dira jayaningrat lebur denging pangastuti” itu mengarah pada pemaknaan ‘tidak menyerah’, ‘tidak pasif’, serta sikap bijak dalam mempertahankan kebenaran. Ketika khora dihadapkan kepada musuh yang menggunakan siasat politik biological warfare, khora harus siap bersikap membalas dengan sepadan. Pada konteks zaman ini, manuver dalam diam Ronggowarsito, berwujud perlawanan dalam perang siber: digital. Konstruksi filsafat Ronggowarsito juga sejalan dan berperan sama dengan sustainable development 2030

    Company Profile Museum Ronggowarsito Berbasis Website

    No full text
    ABSTRAK Museum Ronggowarsito terdapat koleksi peninggalan sejarah ilmu, seni, dan budaya yang ada di Jawa Tengah. Peninggalan budaya yang bernilai tinggi banyak tersebar dikawasan Jawa Tengah, baik yang hampir punah maupun yang masih berkembang saat ini. Perkembangan budaya Jawa Tengah berlangsung sepanjang masa sesuai dengan pasang surut kehidupan. Dalam garis perkembangannya tidak sedikit pengaruh luar yang masuk. Hal ini disebabkan wilayah Jawa Tengah pada posisi yang strategis dari berbagai aspek mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Pengaruh budaya luar cenderung mempercepat proses kepunahan kebudayaan asli Jawa Tengah. Penulis berharap masyarakat kota Semarang dan warga masyarakat Indonesia pada umumnya, dapat mengetahui dan tetap melestarikan peninggalan sejarah melalui koleksi yang terdapat di Museum Ronggowarsito. Software yang digunakan dalam pembuatan Company Profile Museum Ronggowarsito Berbasis Website adalah Adobe Dreamweaver CS3, Adobe Flash CS3, Adobe Photoshop CS3, Corel Draw X4, dan Xampp sebagai penyimpan database

    Konsep Ma'rifat dalam serat wirid hidayat jati karya Ronggowarsito

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ma’rifat dalam Serat Wirid Hidayat Jati Ronggowarsito. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menerapkan objek penelitian literatur yang dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan. Hasil dan pembahasan penelitian ini mencakup konseptualisasi ma’rifat dalam tasawuf, biografi Ronggowarsito dan Serat Wirid Hidayat Jati serta ma’rifat dalam Serat Wirid Hidayat Jati. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa Serat Wirid Hidayat Jati sebagai karya monumental dari seorang sufi Jawa yaitu Ronggowarsito, berisi pemaparan ajaran Ma’rifat yang berimplikasi pada kebijaksanaan yang memuat laku kebaikan dalam kehidupan. Penelitian ini merekomendasikan untuk penelitian lebih lanjut dengan perspektif yang holistik

    Dinamika Kepemimpinan Madrasah Aliyah Ronggowarsito Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Tahun 1981-2014

    No full text
    ABSTRAK   Nugroho, Danang Bakti. 2015. Dinamika Kepemimpinan Madrasah Aliyah Ronggowarsito Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Tahun 1981-2014. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum.   Kata Kunci: Dinamika, Madrasah Aliyah Ronggowarsito, Desa Tegalsari   Lembaga Pendidikan Islam yang berada di Desa Tegalsari yang kental dengan sejarahnya yaitu Madrasah Aliyah Ronggowarsito dan eksistensi madrasah yang sampai saat ini masih mendapat kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya serta madrasah ini memiliki kekhasan tersendiri yaitu memiliki mata pelajaran Pendidikan Ilmu Ronggowarsito. Ketiga alasan tersebut yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti lebih lanjut tentang MA Ronggowarsito. Dari latar belakang peneliti meneliti MA Ronggowarsito, peneliti menetapkan dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Ronggowarsito, (2) Bagaimana dinamika kepemimpinan Madrasah Aliyah Ronggowarsito pada tahun 1981-2014. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Ronggowarsito dan (2) Untuk mendeskripsikan dinamika kepemimpinan Madrasah Aliyah Ronggowarsito pada tahun 1981-2014. Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Secara garis besar makna kata dinamika ialah selalu bergerak. Pergerakan sejarah yang terjadi pada Madrasah Aliyah Ronggowarsito yang berdiri tahun 1981 hingga sekarang mengalami pasang surut dalam kepemimpinan kepala sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya MA Ronggowarsito, serta untuk mendeskripsikan dinamika kepemimpinan MA Ronggowarsito pada tahun 1981-2014. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik yaitu pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sumber) yaitu menguji kebenaran informasi baik dari segi materi maupun substansi, meliputi kritik ekstern untuk menilai keautentikan sumber dan kritik intern untuk menilai kebenaran isi sumber dan kesaksian. Interpretasi yaitu mencari makna dari fakta-fakta yang telah diperoleh, dan historiografi yaitu penulisan sejarah. Metode sejarah lisan digunakan karena untuk menggali informasi dari pelaku sejarah melalui wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sejarah berdirinya MA Ronggowarsito diawali dengan berdirinya sebuah Pendidikan Guru Agama yang ada di Desa Tegalsari. MA Ronggowarsito berdiri pada tanggal 18 April Tahun 1981 yang disahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia yaitu H. Alamsjah Ratu Perwiranegara. Berdirinya MA Ronggowarsito dengan bantuan Bapak Presiden Soeharto. MA Ronggowarsito didirikan oleh Drs. Achmad Daini. Beliau menjadi kepala sekolah pertama yaitu tahun 1981-1984. (2) dinamika kepemimpinan MA Ronggowarsito pada tahun 1981 sampai dengan 2014 menggambarkan pentingnya dari seorang kepala sekolah membawa sebuah nama besar sekolahnya. Kepala sekolah MA Ronggowarsito pada tahun 1981-1984 yaitu Drs. Achmad Daini. Kedua, Bapak Drs. Mahfudz Wibisono tahun 1984-1994. Ketiga, Bapak Drs. Harsono tahun 1994-2004. Keempat, Bapak Drs. H. Moch. Djahid tahun 2004-2007. Kelima, Bapak Drs. Fatchurrochman tahun 2007-2008. Keenam sekaligus kepala sekolah saat ini yaitu Bapak Drs. H. Abdul Manaf tahun 2008 – sekarang. Dapat disimpulkan bahwa keadaan setiap tahunnya di MA Ronggowarsito ini mengalami dinamika khususnya dalam kepemimpinan yang harus mendapatkan perhatian lebih. Melalui penelitian ini, para tenaga pendidik diharapkan mampu menghadirkan nuansa sekaligus inovasi baru  untuk setiap sekolahnya agar lebih diminati oleh masyarakat

    REDESAIN MUSEUM RONGGOWARSITO JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER

    No full text
    Kota Semarang merupakan gerbang utama menuju Jawa Tengah. Semua wisatawan yang akan menuju Jawa Tengah akan melewati kota Semarang sebagai kota transit maupun dapat juga dijadikan tujuan wisata. Selama ini Jawa Tengah sudah mempunyai tempat yang tepat untuk mewadahi kebudayaan daerah di Jawa Tengah. Tempat tersebut yang selama ini kita kenal dengan nama Museum Ronggowarsito. Namun Museum Ronggowarsito adalah museum umum yang mengoleksi artefak-artefak penting yang ditemukan di provinsi Jawa Tengah. Untuk display kebudayaan daerah dirasa sangat kurang karena hanya disediakan 2 area dari 8 area yang ada. Hal ini tidak sepadan dengan fungsi museum sebagai pusat perkenalan kebudayaan antar daerah di propinsi Jawa Tengah. Perencanaan dan perancangan redesain Museum Ronggowarsito memiliki tujuan untuk mewujudkan sebuah wisata yang menarik, modern dan menjadi wadah dalam pelestarian koleksi museum. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan pusat rehabilitasi narkoba ini menggunakan metode, (1) Studi Literatur, dan (2) Studi Banding. Desain Museum Ronggowarsito menekankan konsep modern tetapi tidak lepas dari unsur kearifan lokal, sehingga untuk menerapkan konsep tersebut museum ronggowarsito ini nantinya akan menggunakan konsep arsitektur kontemporer, dengan konsep tersebut bangunan dapat menarik perhatian pengunjung sehingga pengunjung dapat mengetahui nilai sejarah koleksi

    PERENCANAAN PENINGKATAN RUAS JALAN RONGGOWARSITO KOTA SEMARANG (Ronggowarsito Road Betterment Design at Semarang Downtown)

    Get PDF
    Perencanaan peningkatan ruas jalan Ronggowarsito dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang terjadi selama jalan dipergunakan. Diantaranya adalah terjadinya penurunan tanah dan kerusakan perkerasan yang disebabkan oleh lalu lintas dan lingkungan. Rob adalah banjir air laut yang terjadi di daerah Pelabuhan Tanjung Emas, yang disebabkan oleh penurunan tanah dan meningkatnya permukaan air laut sebagai dampak dari pemanasan global. Kondisi ini berpengaruh terhadap kinerja jalan. Lalu lintas kontainer mendominasi jalan tersebut, karena merupakan akses masuk Pelabuhan Tanjung Emas. Perencanaan jalan Ronggowarsito sepanjang 310 meter menggunakan perkerasan paving block, yang didasarkan pada Standart British Port Association karena Indonesia belum mempunyai standart desain perkerasan paving. Selain itu, penggunaan perkerasan paving block dinilai memiliki massa yang lebih ringan daripada massa perkerasan kaku (rigid pavement) sehingga penurunan tanah yang terjadi dapat diminimalisir. Kata kunci: Land Subsidence, Paving Block, Perkerasan Kaku. vi ABSTRACT Ronggowarsito road betterment design is motivated by several problems that arise during operational the road. Among them the land subsidence of soil at the area of road and deterioration are of pavement that’s caused by traffic and environment. Rob is the sea causer flooded on the area of Tanjung Emas port, that’s caused by land subsidence and the increasing of sea water level as effect of global warming. It’s environment that influence to performance of the road. Container traffic is dominant heavy traffic that pasing on the road, because it is an access to the Tanjung Emas port. Planning of Ronggowarsito road along the 310 meters is using paving block pavement, that design is based on Standard British Port Association because Indonesia have no standart of design of paving pavement. Besides that, the application of paving pavement considered to have a lighter mass than the mass of a rigid pavement so the soil is subsidence that occurs can be minimized. Key words: Land Subsidence, Paving Block, Rigid Pavement
    corecore