Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN SUDUT ULIR TURBIN DAN DEBIT AIR TERHADAP PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK MIKROHIDRO
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan solusi potensial untuk
memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan
listrik nasional. Salah satu jenis turbin yang sesuai untuk sistem mikrohidro dengan
head rendah adalah turbin ulir Archimedes. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang sistem PLTMH menggunakan turbin ulir dan menganalisis pengaruh
variasi sudut kemiringan ulir (20°, 25°, dan 30°) serta debit air (4, 5, dan 6
liter/detik) terhadap performa sistem berupa daya, torsi, dan efisiensi. Metode yang
digunakan adalah pendekatan eksperimen melalui perancangan prototipe fisik dan
pengujian langsung di lapangan. Data diambil melalui pengukuran tegangan, arus,
dan kecepatan putaran turbin serta generator, kemudian dihitung nilai daya dan
efisiensi sistem. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi sudut kemiringan 25° dan
debit air 6 L/detik memberikan performa paling optimal, dengan daya maksimum
sebesar 1,939 watt dan efisiensi tertinggi sebesar 4,705%. Sudut ulir 25° terbukti
mampu mengarahkan aliran air ke bilah turbin dengan sudut serang yang paling
efisien, sehingga menghasilkan putaran turbin dan generator yang lebih tinggi.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa baik sudut kemiringan maupun debit air
berpengaruh signifikan terhadap performa PLTMH. Temuan ini juga membuka
peluang pengembangan teknologi energi terbarukan berskala kecil yang ramah
lingkungan dan berdaya guna
Exploring The Rice Supply Chain in Semarang City : An Educational Game Concept
This study introduces an educational game designed to enhance tudents' understanding of the rice supply chain in Semarang City. The primary research objective is to provide an interactive learning tool that immerses players in the complexities of the supply chain, from rice cultivation to consumer delivery, while highlighting the roles of various stakeholders and the impact of government interventions. The study employs a qualitative approach, using interactive model to integrate case study analysis and educational game development. Data collection involves semi-structured interviews with key stakeholders and field visits, while thematic and comparative analyses are used to evaluate supply chain dynamics. By incorporating real-world examples of supply chain optimization, the game provides students with hands-on experience in analyzing market dynamics, resource allocation, and technological advancements in agribusiness. This approach not only deepens engagement with complex economic structures but also prepares students for careers in logistics, policymaking, and sustainable enterprise development
Model Pendampingan Keuangan oleh Pemerintah Desa: Transformasi Pembukuan UMKM Berbasis Potensi Lokal
UMKM merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat desa yang berbasis pada potensi lokal. Namun, banyak pelaku UMKM menghadapi kendala dalam aspek pengelolaan keuangan, terutama pencatatan yang rapi dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa Mernung dalam memberikan edukasi dan pendampingan pembukuan keuangan kepada pelaku UMKM sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, praktik pencatatan manual dan digital, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman peserta tentang pembukuan meningkat secara signifikan, dengan sekitar 80% peserta menyatakan siap melakukan pencatatan harian menggunakan buku tulis maupun aplikasi Monefy. Temuan ini menguatkan teori pemberdayaan masyarakat yang menyatakan bahwa akses terhadap informasi dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas individu secara berkelanjutan. Simpulan dari proyek ini adalah bahwa edukasi pembukuan yang dilakukan secara partisipatif dan kontekstual mampu membentuk kebiasaan baru yang lebih profesional dalam pengelolaan usaha mikro. Proyek ini memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi keuangan di tingkat desa dan mendorong replikasi program serupa di wilayah lain dengan karakteristik yang sejenis
BUDIDAYA TANAMAN TERONG UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA KALINANAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi budidaya tanaman terong (Solanum melongena) sebagai alternatif usaha tani dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalinanas, Kabupaten Blora. Latar belakang penelitian ini adalah penurunan produksi padi dan jagung akibat perubahan iklim dan serangan hama yang berdampak pada menurunnya pendapatan petani. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok bersama petani lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya terong memiliki potensi ekonomi yang tinggi dengan masa panen singkat, perawatan relatif mudah, dan harga jual yang stabil. Dalam satu musim tanam, rata-rata pendapatan petani meningkat dari Rp6.500.000 menjadi Rp9.500.000, atau naik sekitar 46,15%. Selain berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga, kegiatan ini juga mendorong perubahan sosial positif, seperti peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya perempuan, dalam kegiatan pertanian, serta tumbuhnya semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya terong dapat menjadi strategi pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Diperlukan dukungan lebih lanjut dalam bentuk pelatihan teknis, akses pasar, dan kelembagaan petani untuk memastikan keberlanjutan dan replikasi program di wilayah lain
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KEMAMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata berbasis kearifan lokal di Desa Kemambang, Kabupaten Semarang. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisa menggunakan SWOT dan analisis tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan, merumuskan strategi pemberdayaan, serta mengevaluasi dampak keterlibatan masyarakat melalui model Community-Based Tourism (CBT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan desa wisata dihadapkan pada rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya dukungan pemerintah. Strategi pemberdayaan yang dilakukan mencakup pelatihan, penguatan Pokdarwis, promosi digital, dan kemitraan eksternal, meskipun masih belum berjalan optimal. Meskipun demikian, pendekatan CBT telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan rasa memiliki masyarakat, pelestarian budaya, dan membuka peluang ekonomi baru, meskipun belum sepenuhnya menjadi sumber penghidupan utama. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor dan penguatan kapasitas lokal untuk memastikan keberlanjutan desa wisata berbasis kearifan lokal
BERKARYA SENI KALIGRAFI ASMAUL HUSNA DENGAN TEKNIK JUMPUTAN PADA SISWA KELAS X MAN 2 TEGAL
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran yang dilakukan dalam berkarya seni kaligrafi Asmaul Husna dengan teknik jumputan, serta untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai karakteristik setelah melakukan pembelajaran berkarya seni kaligrafi Asmaul Husna dengan teknik jumputan. Medote penelitian yang digunakan yaitu melalaui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian inkuiri naturalistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran berkarya seni kaligrafi Asmaul Husna dengan teknik jumputan dapat berjalan dengan baik, namun belum maksimal pada karya yang dihasilkan peserta didik. Karya yang dihasilkan peserta didik menunjukkan nilai rata-rata yang tergolong dalam kategori cukup. Pada kelas X A diperoleh nilai rata-rata 66,2, kelas X B diperoleh nilai rata-rata 68,4, dan kelas X C diperoleh nilai rata-rata 66,2. Hasil nilai karya pada masing-masing kelas diperoleh nilai tertinggi 80 yang didominasi peserta didik perempuan, dan nilai terendah 60 yang didominasi peserta didik laki-laki. Respon peserta didik pada proses pembelajaran menunjukkan bahwa proses pembelajaran menarik, menyenangkan, dan peserta didik mendapat pengalaman belajar baru dengan perolehan persentase masing-masing sebesar 18%. Proses pembelajaran mudah dilakukan dengan perolehan persentase 13%, kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dengan perolehan persentase 15%, serta peserta didik dapat memahami makna Asmaul Husna yang digunakan sebagai motif dalam berkarya seni kaligrafi dengan teknik jumputan diperoleh persentase 18%. Proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat menanamkan berbagai nilai-nilai karakter positif yang dapat diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG) PADA SISWA JURUSAN BISNIS DARING DAN PEMASARAN (BDP) (Studi Kasus Program Alfamart Class di SMK Negeri 9 Kota Semarang)
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) penting diterapkan bagi Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) ini bertujuan agar lulusan SMK siap untuk masuk ke
dunia kerja dengan kemampuan yang dibutuhkan, ini sesuai dengan tujuan dari
SMK itu sendiri yakni melatih siswa agar memiliki keterampilan dan pengetahuan
yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Pentingnya kerjasama erat antara sekolah
dan dunia usaha/dunia industri (DU/DI) merupakan bagian dari implementasi
kebijakan pendidikan sistem ganda. Dalam kerjasama ini, sekolah dan DU/DI harus
bekerja bersama sejak awal dalam proses penyusunan kurikulum dan materi
pelajaran. Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) di SMK Negeri 9 Semarang
telah mengimplementasikan PSG melalui program Alfamart Class. Program
Alfamart Class ini merupakan salah satu bentuk dari pengembangan program PSG
yang ada di SMK sebagai implementasi kerjasama antara pihak sekolah dengan PT
Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Tujuan dari penelitian ini adalah
mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana kurikulum, materi, metode, media,
evaluasi pembelajaran yang digunakan, serta bagaimana dengan hasil pembelajaran
yang akan diperoleh siswa setelah lulus dari Alfamart class.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi
observasi, wawancara, dan studi dokumen. Uji keabsahan data menggunakan
triangulasi metode dan sumber. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi program Alfamart class
ini sejalan dengan karakteristik Pendidikan Sistem Ganda (PSG), yang menekankan
kolaborasi antara sekolah dan industri. Materi yang diajarkan tidak hanya memenuhi
kurikulum akademis tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri. metode
pembelajaran yang digunakan pada program Alfamart class SMK Negeri 9
Semarang lebih mengutamakan model pembelajaran berbasis proyek (PJBL). Media
pembelajaran Alfamart class di SMK Negeri 9 Semarang sudah mendekati standar
industri meskipun belum sepenuhnya ideal. Evaluasi pada program Alfamart
dilakukan pada perencanaan proses pembelajaran dan pada hasil. Pada hasil
pembelajaran di Alfamart kelas secara numerik dan kompetensi sudah sangat baik
Pada Alfamart kelas ini juga memberikan benefit kepada siswa untuk bisa langsung
bekerja diterima bekerja di Alfamart.
Saran dari perneliti untuk kerjasama ini perlu dipertahankan karena
kurikulum yang digunakan sudah sangat baik dan menunjang kegiatan PSG. Untuk
materi yang diajarkan diharapkan selalu up-to-date dengan kebutuhan industry.
Sebaiknya berikan lebih banyak waktu siswa untuk praktik di business center (BC)
agar siswa dapat lebih explore dibidang ritel. Media, sarana dan prasaranan sudah
cukup memadai, namun alangkah lebih bainya lebih ditingkatkan lagi. Evaluasi dan
hasil pembelajaran juga sangat baik dan harus dipertahankan
TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA KASIMPAR KECAMATAN PETUNGKRIYONO, KABUPATEN PEKALONGAN
Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan,
merupakan wilayah berbukit dengan topografi curam dan curah hujan tinggi,
menjadikannya sangat rentan terhadap bencana tanah longsor. Data BPS tahun 2024
mencatat 19 kejadian tanah longsor di Jawa Tengah, dan pada awal tahun 2025,
Desa Kasimpar mengalami longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan
infrastruktur. Tingginya kerugian ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran
masyarakat akan potensi bencana dan kurangnya kesiapsiagaan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi seluruh
Kepala Keluarga (KK) di Desa Kasimpar yang berjumlah 263 KK. Sampel diambil
dengan Teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 72 KK.
Variabel penelitian ini adalah kesiapsiagaan masyarakat. Teknik pengumpulan data
terdiri dari tes, kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang di
gunakan adalah analisis tingkat kesiapsiagaan, statistik deskriptif dan analisis SIG.
Berdasarkan hasil penelitian tingkat kesiapsiagaan penduduk Desa
Kasimpar menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat termasuk dalam kategori
“cukup siap” menghadapi tanah longsor. Parameter pengetahuan penduduk berada
pada kategori tinggi, parameter sikap berada pada kategori sangat siap, parameter
rencana tanggap darurat berada pada kategori siap, parameter sistem peringatan
bencana berada pada kategori siap, dan parameter terakhir mobilisasi sumber daya
berada pada kategori siap. Meskipun aspek pengetahuan tergolong tinggi, namun
kelemahan ditemukan pada aspek mobilisasi sumber daya dan sistem peringatan
bencana. Hasil pemetaan SIG mendukung temuan tersebut, di mana wilayah dengan
kemiringan curam dan jenis tanah gembur cenderung berada di zona kerawanan
tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas masyarakat melalui
pelatihan evakuasi, penyediaan jalur evakuasi aman, serta kolaborasi antara
pemerintah desa dan lembaga kebencanaan.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kesiapsiagaan yang dimiliki
penduduk Desa Kasimpar dalam menghadapi bencana tanah longsor tergolong siap.
Meskipun masyarakat Desa Kasimpar menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang
tinggi secara keseluruhan, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan sistem
peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya melalui sosialisasi, pelatihan, dan
simulasi bencana yang lebih masif dan menyeluruh. Pemerintah daerah diharapkan
selalu berkoordinasi dengan BPBD agar informasi terkait kebencanaan dapat
disampaikan dengan cepat sebelum bencana itu terjadi. Dengan adanya bantuan dari
BPBD diharapkan dapat membantu organisasi dalam meminimalkan risiko bencana
tanah longsor
PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SMPS FATHUL HUDA SAYUNG KABUPATEN DEMAK
Penelitian ini dilatarbelakangi ketidakmampuan guru IPS dalam
berkreativitas untuk mengajar . Hal ini disebabkan bahwa kegiatan pembelajaran
berlangsung satu arah dimana guru menjelaskan di depan kelas, sedangkan siswa
mendengarkan penjelasan serta mencatat apa yang telah disampaikan oleh guru.
Ketidakmampuan ini berdampak negatif terhadap kurang maksimalnya hasil
Penilaian Tengah Semester di kelas VII SMPS Fathul Huda Sayung. Tujuan
penelitian yakni 1) Mengetahui kreativitas guru dalam mengajar mata pelajaran
IPS di SMPS Fathul Huda Sayung, 2) Mengetahui hasil belajar siswa mata
pelajaran IPS di SMPS Fathul Huda Sayung, 3) Mengetahui pengaruh antara
kreativitas guru dalam mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
IPS di SMPS Fathul Huda Sayung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain Quasi
Eskperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Populasi
penelitian ini yakni semua kelas VII di SMPS Fathul Huda Sayung tahun ajaran
2023/2024. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel
penelitian yakni kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII C sebagai kelas
eksperimen. Keabsahan data untuk uji coba instrumen tes mengandalkan uji
validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran, dan uji daya pembeda. Adapun
analisis data dengan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis.
Hasil penelitian yakni 1) Kreativitas guru berbentuk penggunaan model
problem based learning berbasis outdoor learning. Respon siswa terhadap
kreativitas guru tergolong cukup dengan tingkat keberterimaan sebesar 61%. Hal
ini menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa memahami dan menghargai
pendekatan yang digunakan oleh guru. 2) Hasil belajar kelas kontrol terjadi
kenaikan rerata pada posttest. Hasil belajar kelas eksperimen terjadi kenaikan
rerata pada posttest. 3) Kreativitas guru berpengaruh signifikan terhadap hasil
belajar IPS peserta didik kelas VII C di SMPS Fathul Huda Sayung pada materi
interaksi sosial. Pengaruh juga diikuti oleh kelas kontrol yang menggunakan
metode konvensional. Namun, terjadi perbedaan antara kelas eksperimen dengan
kelas kontrol dimana kelas eksperimen lebih berpengaruh daripada kelas kontrol
KUALITAS BUSANA READY TO WEAR DENGAN TEKNIK UPCYCLE LIMBAH BUSANA
Produksi massal busana memberikan dampak negatif yaitu meningkatnya jumlah
limbah tekstil, kain perca dan pakaian bekas menjadi limbah yang sering dijumpai
sehingga diperlukan kesadaran untuk menerapkan sustainable fashion guna
meminimalisir limbah yang akan berdampak pada lingkungan. Teknik upcycle
dapat dilakukan untuk mengurangi limbah dengan mendaur ulang pakaian bekas
celana denim dan kaos menjadi busana ready to wear yang berkualitas dan
kekinian, dan memanfaatkan kain perca tenun troso dan katun toyobo sebagai
hiasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas busana ready to wear dengan
teknik upcycle limbah tekstil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan desain penelitian pre-experimental menggunakan jenis one shot case study.
Prosedur dalam penelitian ini yaitu : tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan,
evaluasi dan penyelesaian. Variabel penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu
kualitas busana ready to wear dengan teknik upcycle limbah tekstil. indikator yang
digunakan yaitu desain, bahan baku, dan teknik produksi. Pengumpulan data
menggunakan cara observasi dengan lembar pengamatan yang diberikan kepada 8
panelis ahli dan 12 panelis terlatih. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik
deskriptif persentase. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan nilai rata
rata kualitas busana ready to wear sebesar 89% dengan indikator desain sebesar
90%, bahan baku 91%, dan teknik produksi 89%. Berdasarkan penelitian tersebut
diketahui bahwa busana ready to wear termasuk dalam kategori “sangat tinggi’
sehingga dapat dikatakan bahwa produk busana yang telah dibuat berkualitas. Saran
yang diberikan untuk penelitian ini adalah memberikan pelapis pada hiasan shasiko,
memperbaiki kelonggaran serta memperhatikan kerapihan juga kekuatan jahitan,
dan menggunakan bahan baku dengan karakteristik atau komponen yang hampir
sama