Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENERAPANOPERATORTURUNANWIGNER-DUNKLPADA PERSAMAANKLEIN-GORDONDALAMMEKANIKA KUANTUMRELATIVISTIK

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang modifikasi operator turunan Wigner-Dunkl dalam persamaan Klein-Gordon pada mekanika kuantum relativistik. Persamaan Klein Gordon yang awalnya menggambarkan dinamika partikel relativistik dikembangkan dengan memasukkan pendekatan operator turunan Wigner-Dunkl dengan memper hitungkan simetri refleksi. Penelitian ini dilakukan secara teoritis melalui kajian literatur dan formulasi matematis, dengan tujuan untuk memperoleh solusi matema tis persamaan Klein-Gordon dan persamaan kontinuitasnya yang telah dimodifikasi dengan operator turunan Wigner-Dunkl, baik dalam kondisi tanpa medan eksternal maupundenganpengaruhmedanelektromagnetik. Hasilmenunjukkanterbentuknya solusi baru persamaan Klein-Gordon yang merepresentasikan simetri refleksi dan menghasilkan bentuk persamaan kontinuitas yang tidak konservatif akibat suku in homogen. Aplikasi pada osilator harmonik menunjukkan perubahan struktur nilai eigen energi dan solusi baru yang tidak diperoleh dari pendekatan umum. Penelitian ini mengindikasikan bahwa operator turunan Wigner-Dunkl memiliki potensi besar dalam memperluas kerangka teoritis fisika kuantum, terutama pada sistem yang melibatkan simetri refleksi dan medan eksterna

    STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS MASYARAKAT DESA GONDANG KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang potensi agrowisata di Desa Gondang yang merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Kendal yang berkategori berkembang. Oleh karena itu, diperlukan analisis kualitas agrowisata untuk mengetahui tingkat kualitas pada suatu objek wisata dan merumuskan strategi pengembangan guna pengembangan wisata yang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas agrowisata lalu mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan agrowisata serta merumuskan strategi pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Desa Gondang. Data yang digunakan yaitu kuesioner kualitas agrowisata dan kuesioner persepsi stakeholder untuk strategi pengembangan agrowisata. Penelitian ini berlokasi di Desa Gondang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi dan kuesioner. Populasi area penelitian ini yaitu Kampung Kaktus, Kampung Alpukat dan Budidaya Jamur dengan teknik sampling purposive sampling. Populasi sosial pada penelitian ini adalah kepala desa Gondang, pengelola obyek agrowisata dan POKDARWIS Desa Gondang dengan teknik sampling yaitu Total Sampling karena jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas agrowisata dan faktor pendukung serta faktor penghambat pengembangan agrowisata. Teknik keabsahan meliputi uji validitas dan uji realibilitas. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan analisis SWOT. Hasil penelitian diketahui kualitas agrowisata Desa Gondang kategori sangat baik diantaranya atraksi dan SDM, kategori baik ialah pelayanan, kebersihan dan aksesibilitas, kategori rendah ialah promosi dan fasilitas. Faktor pendukung pengembangan Agrowisata meliputi lokasi strategis di lereng gunung dengan pemandangan indah, dukungan pemerintah, fasilitas homestay, serta keterlibatan aktif Pokdarwis dalam promosi dan pengelolaan wisata. Faktor penghambat agrowisata meliputi kurangnya partisipasi masyarakat, fasilitas yang belum memadai, aksesibilitas terbatas, promosi yang kurang efektif, persaingan dengan agrowisata lain, dan risiko bencana alam yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan. Strategi pengembangan Agrowisata Desa Gondang dirumuskan melalui analisis SWOT, dengan hasil menunjukkan posisi pada kuadran 1 (strategi SO) yang mengindikasikan potensi besar untuk pertumbuhan berbasis kekuatan internal dan peluang eksternal. Strategi pengembangan mencakup pelestarian keunikan agrowisata, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan, promosi efektif, serta pendekatan berbasis masyarakat untuk memastikan keterlibatan aktif penduduk serta mempertahankan suasana asli agrowisata dengan tidak mengubah mata pencaharian penduduknya sebagai petani. Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan agrowisata melalui program pemberdayaan dan pelatihan untuk menciptakan keterlibatan aktif yang mendukung keberlanjutan agrowisata. Menerapkan strategi promosi yang efektif dengan memanfaatkan media sosial serta meningkatkan frekuensi postingan promosi agrowisata Desa Gondang. Meningkatkan fasilitas berupa toilet yang layak, dan tempat parkir pada agrowisata

    REFORMULASI KEBIJAKAN PEMBATASAN SYARAT DIVERSI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK GUNA MENGHINDARI STIGMA PRISONISASI DAN LABELISASI ANAK

    No full text
    Sistem Peradilan Pidana Anak adalah rangkaian proses penyelesaian perkara Anak yang berhadapan dengan hukum, berawal dari tahap penyelidikan, penuntutan, persidangan, hingga pembimbingan pasca pemidanaan. Diversi merupakan upaya proses pengalihan penyelesaian perkara anak dari jalur proses peradilan pidana ke meknisme lain di luar proses peradilan pidana. Dalam pelaksanaanya terdapat syarat diversi yang disebutkan pada Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana yang menyebutkan bahwa diversi dapat dilaksanakan jika tindak pidana yang dilakukan oleh anak diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Adanya pembatasan syarat diversi ini tidak selaras dengan tujuan diversi yang disebutkan pada Pasal 6 UU SPPA dan asas kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai reformulasi kebijakan pembatasan syarat diversi dalam sistem peradilan pidana anak guna menghindari stigma prisonisasi dan labelisasi anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan pembatasan syarat diversi sudah sesuai dengan pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan bagaimana urgensi reformulasi kebijakan pembatasan syarat diversi dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, perbandingan hukum, dan kasus. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif atau doktrinal, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dari studi kepustakaan, artikel hukum, dan analisis dokumen terkait peraturan perundang-undangan tentang diversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan syarat diversi belum sesuai dengan ketentuan sistem peradilan pidana anak karena bertentangan dengan tujuan diversi sebagai penyelesaian perkara di luar proses pengadilan. Pembatasan diversi yang hanya berlaku untuk tindak pidana dengan ancaman di bawah 7 tahun dan bukan pengulangan, menyebabkan tidak semua perkara anak dapat diselesaikan melalui diversi. Dapat disimpulkan bahwa urgensi reformulasi syarat pembatasan diversi dalam Pasal 7 ayat (2) perlu disesuaikan dengan tujuan diversi dan asas kepentingan terbaik bagi anak. Dengan membandingkan praktik diversi di Negara Irlandia. Pengelitian ini menyarankan idealnya diversi diterapkan untuk semua tindak pidana anak tanpa batasan ancaman pidana penjara maupun pengulangan tindak pidana. Sehingga perubahan ini akan memperkuat sistem peradilan pidana anak yang berorientasi pada prinsip perlindungan anak

    PENGEMBANGAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS MATERI KERAJAAN-KERAJAAN HINDU BUDHA DAN ISLAM KELAS VII MTS ARROHMAN 01 BULU KABUPATEN REMBANG

    No full text
    Pelaksanaan pembelajaran IPS di MTs Arrohman 01 Bulu masih bersifat konvensional dengan metode berupa ceramah dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang membuat peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Hasil belajar peserta didik juga masih banyak yang dibawah kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli dan menganalisis hasil respon peserta didik terhadap media pembelajaran monopoli pada materi Kerajaan-kerajaan Hindu Budha dan Islam di MTs Arrohman 01 Bulu. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg&Gall yang tahapannya telah dibatasi menjadi 7 tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Subjek penelitian terdiri atas 1 orang ahli materi, 1 orang ahli media, dan 16 peserta didik kelas VII di MTs Arrohman 01 Bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi oleh ahli materi sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, ahli media sebesar 96,15% dengan kategori sangat baik, serta ahli praktikalitas sebesar 93,18% dengan kategori sangat baik. Hasil respon peserta didik sebesar 90,06% dengan kategori sangat baik. Hasil validasi oleh validator ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli sangat layak digunakan. Data hasil respon peserta didik juga menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli materi Kerajaan-kerajaan Hindu Budha dan Islam mendapat respon yang sangat baik dari peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran monopoli pada materi Kerajaan-kerajaan Hindu Budha dan Islam sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran di MTs Arrohman 01 Bulu

    PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SISTEM PENERANGAN MOBIL TIPE TROUBLESHOOTING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENDIAGNOSIS KERUSAKAN

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi dibidang Pendidikan saat ini sudah sangat memudahkan para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMK Negeri 2 Demak didapati bahwa sejumlah alat peraga yang ada sudah usang dan banyak yang mengalami kerusakan parah serta tidak adanya alat peraga yang menjelaskan mengenai troubleshoting sehingga menyebabkan proses pembelajaran kurang berjalan baik menyebabkan siswa sulit untuk dapat memahami materi sistem penerangan mobil yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan alat peraga sistem penerangan mobil tipe troubleshooting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendiagnosisi kerusakan. Pada penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan membandingkan hasil kelompok eksperimen dan kontrol. Sampel penelitian adalah 62 siswa yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, angket dan tes. Hasil uji kelayakan yang dilakukan ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa alat peraga sistem penerangan mobil tipe troubleshooting dinilai layak dengan skor rata-rata 79% dan 88,5%. Hasil perhitungan menunjukan bahwa pada kelas eksperimen menggunakan alat peraga sistem penerangan mobil tipe troubleshooting menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,59 dan masuk kategori “sedang”. Sedangkan pada kelas kontrol rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,18 yang berarti masuk kategori “rendah”. Nilai tersebut membuktikan bahwa perlakuan pada kelas eksperimen memberikan peningkatan yang lebih tinggi dari pada kelas kontrol

    MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN WISATA PANTAI JETIS KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Kawasan wisata pantai memiliki potensi sebagai daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga menyimpan potensi risiko bencana, khususnya tsunami. Bencana ini dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur serta korban jiwa. Pantai Jetis, yang terletak di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup rentan terhadap ancaman tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi risiko tsunami di Pantai Jetis, mengidentifikasi penerapan mitigasi struktural dan non-struktural, serta memberikan rekomendasi perbaikan mitigasi yang lebih efektif di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan lokasi di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Populasi penelitian mencakup pelaku usaha, masyarakat setempat, dan pemangku kepentingan terkait mitigasi bencana. Sampel dipilih melalui metode purposive sampling. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi potensi tsunami, mitigasi struktural dan non struktural, serta kekurangan mitigasi yang ada. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan serta data sekunder juga digunakan, peta bahaya tsunami BMKG. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan potensi risiko dan efektivitas mitigasi di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Pantai Jetis termasuk dalam kategori bahaya tinggi hingga sedang terhadap tsunami, yang terbagi dalam empat zona risiko (Zona Merah, Oranye, Kuning, dan Hijau). Mitigasi struktural yang diterapkan di kawasan ini meliputi pemasangan breakwater, groin, dan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS, Tsunami Warning System/TWS). Sementara itu, mitigasi non-struktural meliputi edukasi kepada masyarakat, latihan evakuasi, dan sosialisasi mengenai sistem peringatan dini. Meskipun lebih dari 97% responden memahami prosedur evakuasi, masih terdapat kendala pada keterbatasan jalur evakuasi yang ada di kawasan wisata. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar upaya mitigasi di Pantai Jetis diperkuat. Salah satu langkah penting adalah peningkatan infrastruktur, seperti penambahan jalur evakuasi yang lebih jelas dan pemasangan rambu evakuasi yang mencolok. Selain itu, pengembangan sistem peringatan dini melalui aplikasi mobile juga perlu dilakukan untuk mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat dan wisatawan. Evaluasi terhadap infrastruktur yang ada, termasuk breakwater dan groin, perlu dilakukan secara berkala. Diperlukan juga edukasi lebih lanjut mengenai bangunan tahan gempa bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan wisata. Masyarakat Desa Jetis juga diimbau untuk berpartisipasi dalam latihan evakuasi secara rutin dan mendukung penanaman mangrove sebagai bentuk mitigasi alami untuk mengurangi dampak tsunami

    DETERMINAN PDRB DI DAERAH TERTINGGAL INDONESIA (Studi Kasus 5 Provinsi : Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Tengah)

    No full text
    Daerah tertinggal merupakan suatu daerah yang masyarakat dan wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Daerah tertinggal bisa diketahui salah satu caranya yaitu dengan melihat kondisi pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah tersebut. Kondisi pertumbuhan ekonomi ini bisa dilihat dengan angka PDRB dalam periode tertentu di daerah tersebut. PDRB adalah nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengatur satuan yang akurat dan bertujuan menganalisis hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini akan diukur dampak pengaruh PAD, dana perimbangan, IPM dan sekolah terhadap PDRB di daerah tertinggal Indonesia. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data panel. Metode yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) untuk mengetahui pengaruhnya dalam jangka pendek maupun panjang. Periode penelitian yang digunakan adalah sejak 2014 hingga 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel PAD berpengaruh terhadap PDRB baik dalam jangka pendek maupun panjang. Variabel Dana perimbangan tidak berpengaruh terhadap PDRB baik dalam jangka pendek maupun panjang. Variabel IPM berpengaruh terhadap PDRB baik dalam jangka pendek maupun panjang. Variabel Infrastruktur berpengaruh terhadap PDRB baik dalam jangka pendek maupun Panjang

    PERBEDAAN KUALITAS ORGANOLEPTIK, TINGKAT KESUKAAN, KADAR AIR DAN KADAR ABU PADA ROTI BUN SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG PISANG KEPOK KUNING (MUSA ACUMINATA (L.))

    No full text
    Roti bun tepung pisang kepok kuning merupakan produk eksperimen yang terbuat dari subtitusi tepung pisang kepok kuning, tepung terigu, yeast, gula, telur, bread improver, susu bubuk, garam, mentega, dan air. Tepung pisang kepok dapat menjadi alternatif pengganti tepung terigu karena gluten free dan memiliki indeks glikemik rendah. Untuk membuat roti bun eksperimen, diperlukan penambahan tepung pisang kepok kuning dengan kadar pati sebagai pengikat adonan. Pada penelitian ini dilakukan subtitusi tepung terigu dan tepung pisang kepok kuning dengan perbandingan (100% : 0%), (95% : 5%), (90% : 10%), dan (85% : 15%). Pembuatan produk roti bun tepung pisang kepok kuning ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik, tingkat kesukaan, dan untuk mengetahui kadar air serta kadar abu dalam roti bun eksperimen berdasrkan syarat mutu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perlakuan subtitusi tepung terigu dan tepung pisang kepok kuning dengan perbandingan (100% : 0%), (95% : 5%), (90% : 10%), dan (85% : 15%). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas organoleptik dengan 4 aspek (warna, aroma, rasa, dan tekstur), tingkat kesukaan, dan uji laboratorium kadar air dan kadar abu. Metode analisis data yang digunakan adalah ANOVA dan uji lanjut Tukey menggunakan SPSS versi 25. Penelitian ini menunjukkan hasil adanya perbedaan kualitas organoleptik terhadap roti bun subtitusi tepung pisang kepok kuning ditinjau dari aspek warna dan aroma, sedangkan pada rasa dan tekstur tidak terlihat adanya perbedaan. Ditinjau dari aspek warna, sampel roti bun dengan warna terbaik yaitu sampel roti bun F0 (100% : 0%) dengan kriteria remah putih kekuningan dan kulit kecoklatan merata. Ditinjau dari aspek aroma, sampel roti bun dengan aroma terbaik yaitu sampel roti bun F0 (100% : 0%) dengan kriteria aroma khas roti manis dan tidak ada aroma yang mengganggu. Ditinjau dari aspek rasa, sampel roti bun subtitusi tepung pisang kepok kuning memiliki rasa yang cukup manis. Ditinjau dari aspek tekstur, semua sampel roti bun subtitusi tepung pisang kepok memiliki tekstur yang empuk. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa sampel roti bun yang paling disukai ditinjau dari aspek warna dan aroma adalah sampel F0 (100% : 0%) dengan kriteria “sangat suka” dan “suka”, sedangkan pada aspek rasa dan tekstur sampel yang paling disukai adalah sampel F3 (85% : 15%) dengan kriteria “suka”. Hasil uji laboratorium kadar air, sampel F0 (100% : 0%) merupakan sampel dengan kadar air tertinggi yaitu 32,68%, sedangkan hasil uji laboratorium kadar abu, sampel F3 (85% : 15%) merupakan sampel dengan kadar abu tertinggi yaitu 2,14%. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya perbedaan pada aspek warna dan aroma, sedangkan pada aspek rasa dan tekstur tidak ada perbedaan, produk yang paling disukai masyarakat adalah F0, kadar air sesuai SNI 2018, dan kadar abu sesuai SNI 1995. Saran penelitian ini adalah tepung pisang kepok kuning memiliki warna kecoklatan, sehingga memengaruhi hasil roti bun, sehingga perlu adanya peneltian lanjutan untuk menjadikan warna tepung menjadi lebih baik

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN IPS SMP NEGERI 13 SEMARANG

    No full text
    Hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Semarang pada pembelajaran IPS diketahui masih sangat rendah yang disebabkan kurang tepat penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi pencapaian belajar siswa yang menerapkan model problem based learning dalam pembelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 13 Semarang 2) mengetahui hasil belajar siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 13 Semarang 3) mengukur efektivitas penerapan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 13 Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantatif dengan jenis penelitian eksperimen dan desain penelitian True Eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 13 Semarang dengan jumlah kelas 8 yang berjumlah 297 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang diterapkan sebanyak 66 orang. Metode pengumpulan data menggunkan soal uraian sebanyak 11 soal, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sampel t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dibuktikan melalui uji-t yang menunjukkan hasil taraf signifikan 0,05 menunjukkan bahwa thitung >ttabel atau 8.498>2,042 dengan nilai signifikan sebesar. Karena nilai thitung>ttabel dan signifikan <0,05 maka mengacu pada ketentuan pengambilan keputusan hipotesis dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diteriman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII pada materi mobilitas sosial. Saran dari penelitian ini adalah guru hendaknya menerapkan model pembelajaran kreatif, efektif, dan inovatif yang harus diterapkan di dalam kelas. Model pembelajaran yang inovatif, sehingga peserta didik tidak bosan dan lebih tertarik pada penyampaian materi saat pembelajaran. Pembelajaran IPS dapat meningkatkan minat dan keterlibatan peserta didik, sehingga mereka lebih antusias dan tidak merasa bosan saat menerima materi. Pendekatan ini juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik

    AKIBAT HUKUM PRAKTIK JUAL BELI SKINCARE SHARE IN JAR TANPA PENCANTUMAN PENANDAAN LARANGAN ATAU PERHATIAN PADA SKINCARE YANG MENGANDUNG AHA 10% DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH

    No full text
    Share in jar merupakan konsep kemasan dengan membagi isi dari produk ukuran asli yang kemudian pembagiannya dialihkan ke dalam sejumlah kemasan wadah dengan ukuran lebih kecil dari kemasan asli produk. Penelitian ini berfokus pada: 1) Bagaimana Parktik jual beli skincare share in jar dalam perspektif hukum ekonomi syariah. 2) Bagaimana akibat hukum praktik jual beli skincare share in jar dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulaitatif dengan jenis penelitian non doktrinal atau penelitian hukum empiris. Penelitian ini mengambil lokasi di marketplace yang menjual skincare share in jar dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah. Sumber data yang digunakan berasal dari data primer, data sekunder, dan data tersier dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian diuji validitasnya menggunakan metode cross check tringulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) praktik jual beli skincare share in jar di lapangan hanya mencantumkan nama produk, isi kemasan dan tanggal expirednya saja dan itu murni merupakan ide dari pelaku usahanya sendiri karena tidak mengetahui ada undang undang yang mengatur selain itu para pelaku usaha belum mendapatkan izin dari pemilik brand yang mereka jual share in jar nya. Dengan alasan kemasan pada skincare share in jar terbatas tidak bisa memuat informasi produk sesuai dengan kemasan full size atau kemasan aslinya. 2) dengan tidak mencantumkan penandaan informasi produk yang lengkap dan tidak mendapatkan izin dari pemilik brand yang mereka share in jar kan berakibat praktik jual belinya mengandung cacat produk atau bisa disebut dengan tadlis. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) Dalam hukum ekonomi syariah praktik jual beli skincare share in jar yang tidak mencantumkan penandaan mengenai informasi produk disebut tadlis sehingga mengandung darar. Agar transaksinya menjadi sah maka bagian tadlis yang mengandung darar nya harus dihilangkan yaitu dengan cara mencantumkan penandaan informasi produk yang benar dan harus mendapatkan izin dari pemilik brand yang di share in jar kan. 2) Transaksi yang mengandung tadlis pada dasarnya tetap sah selama memenuhi syarat dan rukun jual beli sebagaimana terdapat dalam ketentuan DSN MUI Tahun 2017 tentang Akad Jual Beli. Akan tetapi meskipun transaksinya dihukumi sah, namun dalam transaksi yang mengandung tadlis maka akan menimbulkan akibat hukum bagi pelaku usaha yaitu berdosa karena telah menyembunyikan informasi produk/cacat produk

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇