Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
“Pengembangan Modul Pembelajaran Berbicara Teks Pidato Persuasif Bermuatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Flipbook Bagi Peserta Didik SMP”
Analisis bahan ajar yang digunakan peserta didik dalam pembelajaran
berbicara teks pidato persuasif pada fase D kelas VIII SMP menunjukkan
penjelasan materi pidato persuasif sangat terbatas. Kemudian, keterampilan
berbicara peserta didik belum memenuhi kompetensi yang diharapkan, serta soal
latihan yang digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik masih sedikit.
Selain itu, ditemukan pula belum adanya integrasi muatan Profil Pelajar Pancasila
(berkebhinekaan global dan gotong royong). Hal tersebut menjadikan
pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan
Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook sangat dibutuhkan, seabab pada era
digital saat ini pendidik dituntut untuk semakin adaptif dengan memanfaatkan
teknologi dalam pembelajaran.
Adapun tujuan penelitian ini, yaitu (1) menelaah kebutuhan
pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan
Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP, (2)
mendeskripsikan prinsip-prinsip pengembangan modul pembelajaran berbicara
teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi
peserta didik SMP, (3) memaparkan desain prototipe modul pembelajaran
berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis
Flipbook bagi peserta didik SMP, dan (4) mendeskripsikan kelayakan dan hasil
validasi ahli terhadap pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato
persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik
SMP.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan atau
Research and Development (R&D) Sugiyono. Melalui pertimbangan akademik
yang ada, penelitian ini dibatasi dengan melakukan lima tahapan penelitian, yakni
potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan
perbaikan desain. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket analisis
kebutuhan pendidik dan peserta didik, prinsip pengembangan modul pembelajaran
berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis
Flipbook bagi peserta didik SMP, dan lembar penilaian dosen ahli. Penelitian ini
menganalisis kebutuhan pendidik dan peserta didik terhadap prototipe yang
dikembangkan untuk dijadikan sebagai dasar atau acuan pengembangan prototipe
modul yang selanjutkan akan divalidasi oleh dosen ahli materi dan ahli media.
Berdasarkan validasi prototipe yang dilakukan oleh dosen ahli
disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif
bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP
termasuk dalam kategori baik. Oleh karena itu, modul pembelajaran yang
dikembangkan ini layak digunakan dalam pembelajaran berpidato persuasif
Romantisme Dalam Antologi Puisi Paroles Karya Jacques Prévert : Kajian Hermeneutika Schleiermacher
Dalam penelitian ini peneliti memilih salah satu antologi puisi dari Jacques
Prévert yang berjudul Paroles sebagai objek penelitian. Paroles adalah kumpulan
puisi pertama yang diterbitkan oleh Prévert pada tahun 1945. Kumpulan Puisi
Paroles berisi 95 puisi yang dia buat antara tahun 1930 dan 1944. Peneliti memilih
5 puisi yang berjudul Barbara, Déjeuner Du Matin, Cet Amour, Pour Toi Mon
Amour, dan Paris at Night.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan kajian
hermeneutika Schleiermacher, dengan objek material antologi puisi Paroles :
Barbara, Déjeuner Du Matin, Cet Amour, Pour Toi Mon Amour, dan Paris at
Night karya Jacques Prévert. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan
makna dan wujud romantisme serta mengungkapkan bagaimana Prévert
mengekspresikan perasaannya terhadap cinta dan kehidupan melalui karya
karyanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik
dan data yang dianalisis berupa kata, frasa, dan kalimat dari dalam puisi tersebut
dan dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam puisi Barbara, terdapat
peristiwa pertemuan singkat di tengah hujan yang membangkitkan ingatan akan
cinta yang hilang, menggambarkan peran kenangan dalam membentuk pengalaman
emosional. Pada puisi Déjeuner du Matin, momen pagi yang dipenuhi rasa
canggung dalam sebuah relasi yang tampak dingin dan terasing dihadirkan. Cet
Amour merefleksikan kompleksitas cinta melalui berbagai nuansa emosi, mulai dari
kebahagiaan hingga penderitaan, menjelajahi kedalaman perasaan manusia. Puisi
Pour toi Mon Amour menggunakan simbol-simbol hadiah yang beragam untuk
membentuk pertanyaan tentang makna cinta, mencerminkan keragaman cara
mengekspresikan kasih sayang. Sementara dalam Paris At Night, kerinduan dan
harapan untuk bersatu dengan orang yang dicintai dipresentasikan melalui
gambaran momen sederhana namun sarat makna. Unsur romantisme tergambar
melalui penggunaan simbol-simbol yang kuat, gaya bahasa sederhana namun
mendalam, serta citraan imajinatif. Dinamika kompleks emosi cinta, mulai dari
kegembiraan hingga kesedihan, disertai refleksi mengenai kenangan, kerinduan,
dan dampak perang, juga terlihat. Selain itu, elemen-elemen alam seperti hujan
sering disisipkan untuk memperkuat intensitas emosional, menjadikannya kaya
makna dan interpretasi
KEEFEKTIFAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI
Peserta didik kurang mendapatkan pengalaman langsung dalam proses
pembelajarannya dan membuat peserta didik kesulitan dalam memiliki pemahaman
konsep dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
keefektifan model experiential learning berbantuan media audio visual terhadap
pemahaman konsep IPAS siswa kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen.
Populasi penelitian ini meliputi siswa sekolah dasar kelas V pada gugus Waru
Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Sampel penelitian sebanyak 126 siswa kelas
V sekolah dasar yang diambil menggunakan teknik random sampling. Metode
pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan
kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan SPSS dengan melakukan uji coba
pada soal pre-test dan post-test untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya
pembeda dan tingkat kesukaran soal. Uji normalitas digunakan sebagai prasyarat
analisis selanjutnya uji hipotesis menggunakan uji n-gain dan uji t-test untuk
mengetahui seberapa efektif dan perbedaan pemahaman konsep dengan
menggunakan model experiential learning berbantuan media audio visual. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa buku panduan proses pembelajaran dengan model
experiential leraning berbantuan media audio visual dinyatakan layak untuk
digunakan sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran. Model experiential learning
berbantuan media audio visual terhadap pemahaman konsep IPAS memperoleh
nilai N-Gain sebesar 80,39 dengan kategori tinggi dan tingkat efektivitas
memperoleh kategori efektif pada kelas eksperimen. N-Gain pada kelas kontrol
memperoleh nilai sebesar 69,44 dengan kategori sedang dan tingkat efektivitas
memperoleh kategori cukup efektif serta terdapat berbedaan yang signifikan pada
pemahaman konsep. Model experiential learning yang diterapkan dengan media
audio visual pada kelas eksperimen menunjukkan hasil yang efektif terhadap
pemahaman konsep IPAS siswa dibandingkan dengan penerapan model
experiential learning tanpa bantuan media audio visual pada kelas kontrol
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP BUDAYA ORGANISASI MELALUI PENDEKATAN THE ORGANIZATIONAL CULTURE ASSESSMENT INSTRUMENT (OCAI).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap budaya
organisasi pada karyawan PT. Saraswanti. Penelitian ini melibatkan 108 karyawan yang
dipilih menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain kausal. Instrumen yang digunakan untuk mengukur gaya
kepemimpinan adalah Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) versi 5x yang telah
diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Sementara itu, budaya organisasi diukur
menggunakan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Data dianalisis
menggunakan teknik regresi yang diolah dengan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap budaya
organisasi di PT. Saraswanti. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis
dalam pengembangan strategi kepemimpinan dan penguatan budaya organisasi di
perusahaan
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LKPD DAN PHET SIMULATIONS
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model Discovery
Learning Berbantuan LKPD dan PhET Simulations dan mendeskripsikan kemampuan
penalaran matematis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang
digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Subjek
penelitian yang dipilih sebanyak 6 siswa berdasarkan tingkat motivasi belajar pada
kelas VII F SMP Negeri 11 Semarang tahun ajaran 2024/2025. Analisis data kuantitatif
meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji ketuntasan klasikal, uji perbedaan rata
rata, dan uji perbedaan proporsi. Analisis data kualitatif meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Discovery Learning Berbantuan
LKPD dan PhET Simulations efektif terhadap kemampuan penalaran matematis siswa,
dan (2) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi mampu memenuhi keempat
indikator kemampuan penalaran matematis dengan baik; subjek dengan kategori
motivasi belajar sedang mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran
matematis matematis; dan subjek dengan kategori motivasi belajar rendah hanya
mampu memenuhi dua indikator kemampuan penalaran matematis. Rekomendasi yang
diberikan ialah (1) Discovery Learning Berbantuan LKPD dan PhET Simulations dapat
digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk mengembangakan
kemampuan penalaran matematis; (2) guru sebaiknya sering melatih siswa agar mampu
meningkatkan kemampuan penalaran matematis yang baik dan siswa yang masih
memiliki kemampuan penalaran matematis kurang, disarankan untuk lebih aktif dalam
proses belajar mengajar dan lebih berani dalam bertanya ataupun menyampaikan
pendapat dalam berdiskusi serta lebih banyak berlatih soal-soal penyelesaian masalah
yang mengandung indikator-indikator kemampuan penalaran matemati
PENGARUH GAYA PENGASUHAN (Parenting Style) DAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KETERAMPILAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI
Dukungan dari orang tua dan teman sebaya berkontribusi dalam membantu anak
beradaptasi dan diterima di lingkungan sosial selama masa prasekolah. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh dari gaya pengasuhan
orang tua dan penerimaan teman sebaya terhadap keterampilan intrepersonal anak usia dini
di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model
penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini melibatkan anak usia 4-6 tahun, orang
tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak dengan rentang usia 4-6 tahun, dan guru yang
mengajar di Raudlatul Athfal Kabupaten Pati. Dengan sampel sebanyak 99 orang tua dan 92
guru yang dipilih dengan menggunakan cluster sampling. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui kuesioner dan google form dengan skala likert untuk mengukur gaya
pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua, penerimaan teman sebaya dan keterampilan
interpersonal anak usia dini.
Hasil analisis menyatakan terdapat pengaruh antara gaya pengasuhan orang tua
terhadap keterampilan interpersonal anak usia dini. Berdasarkan pembuktian bahwa nilai
Fhitung 19,094 > 3,091 (Ftabel) dan dibuktikan nilai pvalue 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien
determinasi (R-Square) sebesar 28%. Adapun hasil besaran sumbangan efektif variabel
gaya pengasuhan orang tua (parenting style) dan penerimaan teman sebaya terhadap
keterampilan interpersonal anak usia dini pada variabel gaya pengasuhan orang tua
(parenting style) memiliki nilai skor sebesar 15% terhadap keterampilan interpersonal anak
usia dini, hal ini menunjukkan bahwa sebesar 85% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak
diukur dalam penelitian ini. Pada variabel penerimaan teman sebaya memiliki skor
sumbangan efektif sebesar 15% terhadap keterampilan interpersonal anak usia dini, hal ini
menunjukkan bahwa sebesar 85% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam
penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa gaya pengasuhan dan penerimaan teman sebaya
adalah dua faktor penting yang saling memengaruhi dalam perkembangan keterampilan
interpersonal anak usia dini.
Saran untuk orang tua hendaknya mengadopsi gaya pengasuhan otoritatif. Gaya
pengasuhan ini dapat mendukung perkembangan keterampilan interpersonal anak secara
optimal di berbagai lingkungan serta membantu mereka tumbuh sesuai dengan tahapan
perkembangannya. sedangkan untuk pendidik dapat secara aktif berkontribusi dalam
mendukung perkembangan keterampilan interpersonal anak melalui pendekatan yang
menyelaraskan lingkungan sekolah dan keluarga, melalui kegiatan seperti lokakarya atau
seminar parenting
OPTIMALISASI HYPERPARAMETER CNN-LSTM MENGGUNAKAN GRID SEARCH UNTUK KLASIFIKASI CHURN PELANGGAN DI SEKTOR INDUSTRI TELEKOMUNIKASI
Churn pelanggan merupakan tantangan signifikan bagi suatu perusahaan,
khususnya di sektor industri telekomunikasi, karena dapat berdampak terhadap
pendapatan dan keberlangsungan bisnis. Tingkat persaingan dan inovasi yang
semakin tinggi menekankan pentingnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang
memengaruhi churn pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan
mengklasifikasikan pola perilaku pelanggan menggunakan dataset IBM Telco
Customer Churn, yang memuat informasi perilaku pelanggan. Dalam penelitian ini,
teknik pembelajaran mesin berbasis Convolutional Neural Network–Long Short
term Memory (CNN-LSTM) digunakan untuk membangun model klasifikasi churn.
Selain itu, dilakukan penerapan teknik data balancing SMOTEENN dan
hyperparameter tuning menggunakan grid search yang bertujuan untuk
memperoleh model dengan kinerja optimal. Hasil penelitian menunjukkan
kombinasi CNN-BiLSTM-SMOTEENN memiliki akurasi sebesar 91.84%, dimana
mengungguli akurasi model-model lain yang dibandingkan. Analisis lebih lanjut
menunjukkan kombinasi metode, hyperparameter tuning, jenis LSTM, dan
penerapan teknik data balancing SMOTEENN memiliki pengaruh terhadap
peningkatan performa model dalam klasifikasi churn pelanggan di sektor industri
telekomunikasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi pola churn pelanggan, sehingga
dapat menerapkan strategi yang efektif untuk mempertahankan pelanggan
PEMULIHAN LOGAM BERHARGA DARI BATERAI ION LITIUM BEKAS DENGAN METODE REDUKSI KARBOTERMIK DAN HIDROMETALURGI BERBASIS ANORGANIK
Peningkatan jumlah limbah baterai ion litium (LIB) bekas akibat pertumbuhan
kendaraan listrik menimbulkan tantangan lingkungan sekaligus peluang
pemanfaatan kembali logam-logam berharga. Penelitian ini bertujuan memulihkan
logam berharga seperti kobalt (Co), nikel (Ni), mangan (Mn), dan litium (Li) dari
baterai ion litium bekas menggunakan kombinasi metode reduksi karbotermik dan
hidrometalurgi. Reduksi karbotermik dilakukan pada suhu 700°C untuk memecah
struktur senyawa kompleks dan mereduksi oksida logam dalam material katoda
baterai menjadi senyawa logam dengan tingkat oksidasi lebih rendah, diikuti proses
leaching menggunakan H₂SO₄ 2 M dan H₂O₂ 5% pada suhu 80°C selama 60 menit
dengan rasio padat-cair 50 g/L. Kondisi optimal ini menghasilkan efisiensi leaching
>95% untuk keempat logam. Selanjutnya, pemisahan logam dilakukan melalui
presipitasi bertahap menggunakan NaOH dan Na₂CO₃. Penghilangan aluminium
secara selektif terjadi pada pada pH 3,5 dengan efisiensi 99,67%, sementara logam
NMC (Ni, Mn, Co) mencapai efisiensi pemulihan >99% pada pH 13. Litium
diendapkan sebagai Li₂CO₃ pada suhu 95°C dengan efisiensi presipitasi tertinggi
99,23% pada rasio mol Na₂CO₃ terhadap Li⁺ sebesar 1:1,3. Efisiensi pemulihan
logam dihitung berdasarkan konsentrasi logam hasil leaching dan presipitasi yang
dianalisis menggunakan ICP-OES, sedangkan perubahan massa, fasa, dan bilangan
oksidasi logam pada blackmass sebelum dan sesudah reduksi karbotermik
dikarakterisasi melalui TGA/DSC, XRD, dan XPS. Metode ini diharapkan dapat
menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk pengelolaan limbah baterai ion litium,
sekaligus berpotensi menyediakan bahan baku sekunder bagi industri baterai
SINTESIS KOMPOSIT ZnO/HYDROXYAPATITE UNTUK FOTODEGRADASI ZAT WARNA METILEN BIRU
Sebagian besar industri pewarna dan tekstil menghasilkan sejumlah besar limbah
cair yang bersifat karsinogenik dan beracun yang mencemari lingkungan. Metilen
biru merupakan limbah pewarna yang bersifat kationik, lebih beracun dan
karsinogenik serta tidak mudah terdekomposisi dibandingkan dengan pewarna
anionik. Metode fotodegradasi dipilih karena penguraian metilen biru menjadi
molekul yang sederhana dan berbobot molekul rendah dan tidak beracun. ZnO
dapat menjadi katalis untuk fotodegradasi karena memiliki stabilitas kimia tinggi
terhadap radiasi dan suhu tinggi, potensial oksdasi yang sangat baik, ukuran yang
dapat dikontrol, serta sintesis yang sederhana. Hidroksiapatit (HAp) berfungsi
sebagai pendukung yang meningkatkan luas permukaan, menghambat laju
rekombinasi, meningkatkan aktivitas katalis ZnO. Pada penelitian ini komposit
ZnO/HAp disintesis dengan metode presipitasi in situ dengan menggunakan
prekursor Zn(NO3)2∙6H2O dan hidroksiapatit (HAp) komersial. Komposit
ZnO/HAp telah berhasil disintesis dan dikarakterisasi menggunakan data X-ray
Diffraction (XRD), Surface Area Analyzer (SAA) metode BET-BJH, Fourier
Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan UV-Vis Diffuse Reflectance
Spectrocopy (UV-Vis DRS). Pola difraksi XRD mengkonfirmasi bahwa adanya
puncak 2θ gabungan dari ZnO dan HAp dari ZnO/HAp dengan ukuran kristal 22,67
nm. Data spektrum FTIR mengonfirmasi bahwa terdapat puncak yang sesuai
dengan puncak ZnO dan HAp, seperti gugus CO32-, gugus PO43-, gugus Zn-O dan
gugus -OH. Analisis SAA metode BET-BJH mengkonfirmasi bahwa luas
permukaan ZnO/HAp dan ZnO memiliki luas permukaan masing-masing sebesar
5,879 dan 7,33 m2/g. Data UV-Vis DRS mengkonfirmasi bahwa band gap
ZnO/HAp sebesar 3,11 eV dan ZnO sebesar 3,12 eV. Studi fotokatalitik komposit
ZnO/HAp cenderung efektif dalam proses fotodegradasi. Efisiensi degradasi
metilen biru pada konsentrasi 20 ppm sebesar 98,59 dan 74,14% pada konsentrasi
40 ppm
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN CEFAZOLIN 2 GRAM SEBAGAI PROFILAKSIS TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI PADA PASIEN BEDAH CAESAR DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG
Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi pasca operasi
yang paling sering terjadi, termasuk pada tindakan bedah caesar. Penggunaan
antibiotik profilaksis yang tepat merupakan strategi penting dalam mencegah ILO.
Namun, kejadian ILO masih dapat ditemukan meskipun antibiotik telah diberikan
sesuai pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan
antibiotik profilaksis terhadap kejadian infeksi luka operasi pada pasien bedah
caesar di RSUP Dr. Kariadi Semarang, serta menganalisis hubungan antara
ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis dengan kejadian ILO.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross
sectional. Data diambil dari 96 rekam medis pasien bedah caesar yang menerima
antibiotik profilaksis. Evaluasi dilakukan terhadap ketepatan jenis antibiotik, dosis,
waktu, dan rute pemberian, serta faktor-faktor risiko lain. Analisis hubungan
ketepatan penggunaan antibiotik dan faktor resiko terhadap kejadian infeksi luka
operasi dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien (100%)
menerima antibiotik profilaksis berupa cefazolin 2 gram intravena dalam waktu <60
menit sebelum insisi. Meskipun demikian, terdapat 4 pasien (4%) yang mengalami
ILO. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
ketepatan antibiotik profilaksis dengan kejadian ILO (p>0,05). Namun, terdapat
hubungan signifikan antara usia kehamilan dan kejadian ILO (p=0,022), di mana
pasien dengan kehamilan aterm memiliki risiko lebih tinggi