Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODUL AJAR FISIKA PjBL-STEM BERDIFERENSIASI UNTUK PENGUATAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA

    No full text
    Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila menjadi program pengembangan karakter yang sangat krusial pada kurikulum merdeka. Hal itu ditandai dengan adanya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tiap fase. Dalam praktiknya, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dilaksanakan di sekolah tidak berjalan secara optimal, ada ketimpangan antara tujuan ideal P5 dan praktik implementasinya di lapangan. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pelaksanaannya cenderung sebagai ajang pamer atau kegiatan seremonial yang berfokus pada tampilan mewah saja. Ketimpangan dalam pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat ditanggulangi dengan pembelajaran di kelas yang secara konsisten berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila. Supaya proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal, diperlukan panduan yang jelas, sistematis, dan kontekstual, serta mampu memandu jalannya pelaksanaan pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi untuk menguatkan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis karakteristik Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi untuk menunjang Profil Pelajar Pancasila, 2) Menganalisis kelayakan Modul Ajar PjBL STEM Berdiferensiasi untuk menunjang Profil Pelajar Pancasila, 3) Menganalisis keefektifan Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi untuk menunjang Profil Pelajar Pancasila, 4) Menganalisis Profil Pelajar Pancasila setelah implementasi modul ajar. Metode Penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pendekatan ADDIE. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah 1) Analisis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas dengan jumlah 72 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Ajar PjBL STEM Berdiferensiasi memiliki karakteristik diferensiatif, komprehensif, dan mendorong pembelajaran aktif yang berbasis pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hasil validasi ahli juga menyatakan bahwa Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi sangat layak dengan skor V-Aiken sebesar 0,94 . Hasil implementasi pembelajaran menyatakan bahwa Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi efektif untuk menunjang capaian pembelajaran dengan skor N-gain sebesar 0.33 kategori sedang, serta dapat menunjang Profil Pelajar Pancasila dengan skor N-Gain maksimal 0,7 kategori tinggi pada aspek dimensi kritis dan kreatif. Hasil observasi menyatakan bahwa peserta didik menunjukkan aspek pada tiap 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila, dengan skor V-Aiken sebesar 0,94 kategori sangat baik dan menunjukkan hasil positif pada kelas eksperimen, pada kategori sangat berkembang

    KAJIAN KERENTANAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PESISIR KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai panjang yang menjadikan negara Indonesia tidak lepas dari persoalan kebencanaan lingkungan pesisir. Pesisir utara Pulau Jawa memiliki kondisi yang lebih rentan bencana karena dipengaruhi oleh proses kompleks aktivitas laut khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Kejadian bencana di Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi, perubahan iklim menjadi penyebab utama dari bencana hidrometeorologi. Wilayah dalam kategori bahaya berdasarkan proyeksi gelombang laut adalah Kabupaten Kendal. Disisi lain Kabupaten Kendal menjadi lokasi pengembangan kawasan industri yang dapat memberikan dampak terhadap fenomena perubahan iklim. Analisis kerentanan masyarakat wilayah pesisir Kabupaten Kendal menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, karena akses data dan informasi terkait kerentanan wilayah pesisir dapat membantu penyusunan strategi penghidupan masyarakat terkait penanganan masalah kebencanaan perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah mixed method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.. Analisis data menggunakan perhitungan sensitivitas, keterpaparan dan kapasitas adaptasi yang menghasilkan nilai kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan wilayah yang masuk kategori sangat rentan adalah Desa Bandengan dan Desa Banyutowo. Kontributor yang menjadikan nilai kerentanan tinggi pada Desa Bandengan adalah pada indikator persentase luas sawah, persentase lahan produktif, dan kepadatan penduduk. Sedangkan kontributor yang menjadikan nilai kerentanan tinggi pada Desa Banyutowo adalah kepadatan bangunan, persentase lahan produktif, dan kepadatan penduduk

    PENGARUH PENGGUNAAN INFRARED DAN MASSAGE GUN BERDASARKAN MASA NYERI TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA OTOT GASTROCNEMIUS

    No full text
    Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan karena kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial atau yang bisa digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut. Salah satu penyebabnya yaitu adanya DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Nyeri karena DOMS terjadi selama dua puluh empat jam setelah latihan, puncak nyeri yaitu terjadi pada waktu empat puluh delapan sampai tujuh puluh dua jam setelah berolahraga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan infrared dan massage gun berdasarkan masa nyeri dua puluh empat jam dan empat puluh delapan jam terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen atau kuantitatif dengan desain faktorial dua kali dua. Populasi terdiri dari enam puluh sembilan orang dengan sampel sebanyak empat puluh orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan alat infrared, massage gun, dan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji paired sample t-test dan uji Wilcoxon test dengan taraf signifikansi P < 0,05. Hasil penelitian yaitu, sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan infrared dengan masa nyeri duapuluh empat jam terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan infrared terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius yang sudah dialami selama empat puluh delapan jam. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan massage gun terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius yang sudah dialami selama dua puluh empat jam. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan massage gun terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius yang sudah dialami selama empat puluh delapan jam, dan (5) Terdapat interaksi antara infrared dan massage gun berdasarkan masa nyeri terhadap penurunan masa nyeri otot gastrocnemius. Simpulan yang didapat yaitu penggunaan infrared dan massage gun berdasarkan masa nyeri duapuluh empat jam dan empat puluh delapan jam terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius teruji memberikan pengaruh yang signifikan. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan supaya memperhatikan jumlah penggunaan atau treatment yang dilakukan supaya mendapatkan hasil yang optimal

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE MATERI ASAM BASA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS DAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, dan keefektifan E�LKPD berbasis Multiple Intelligence materi asam basa dalam meningkatkan kecerdasan logis matematis dan interpersonal peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Instrumen yang digunakan meliputi tes kecerdasan logis matematis (pre-test dan post-test), lembar observasi kecerdasan interpersonal, dan angket respon peserta didik. Data pre-test dan post�test kecerdasan logis matematis dianalisis menggunakan uji N-Gain, sedangkan peningkatan kecerdasan interpersonal dianalisis melalui observasi pada awal dan akhir pembelajaran. Hasil uji kelayakan E-LKPD berbasis Multiple Intelligence oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan skor masing-masing sebesar 98,76% dan 96,11% dengan kategori sangat valid. Uji keterbacaan memperoleh skor 86% yang termasuk kategori sangat baik. Analisis peningkatan kecerdasan logis matematis menunjukkan skor N-Gain sebesar 0,60 dengan kategori peningkatan sedang. Kecerdasan interpersonal peserta didik mengalami peningkatan dengan skor rata-rata 76,29% pada kategori baik dan 82,73% pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis Multiple Intelligence materi asam basa layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan kecerdasan logis matematis dan interpersonal peserta didik

    PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN MEMBATIK DI DESA SINGONEGORO KABUPATEN BLORA

    No full text
    Pemberdayaan perempuan di wilayah perdesaan menjadi salah satu upaya strategis untuk mengatasi tantangan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. Di Desa Singonegoro, tradisi Batik Serut dikembangkan melalui program pelatihan nonformal sebagai sarana untuk meningkatkan kemandirian perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses dan dampak dari program pelatihan membatik tersebut terhadap pemberdayaan perempuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil mengimplementasikan kelima tahap pemberdayaan secara sistematis dan berkelanjutan. Proses tersebut mencakup tahap pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Simpulan dari penelitian ini yaitu pelatihan membatik ini merupakan sebuah model pemberdayaan komunitas berbasis potensi lokal yang efektif, bukan sekadar transfer keterampilan. Nilai kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada identifikasi strategi pemberdayaan yang canggih di tingkat desa, seperti penerapan dukungan pemasaran yang sengaja dikurangi secara bertahap untuk membangun otonomi para pengrajin

    NILAI RELIGIUS DAN NILAI EDUKASI PADA PERTUNJUKAN LINGIEK LIKE DI KABUPATEN ACEH SELATAN

    No full text
    Lingiek Like merupakan salah satu pertunjukan kesenian Islami yang memadukan tari dan musik(syair) dari Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sosial budaya masyarakat Aceh Selatan terhadap nilai religius pada pertunjukan Lingiek Like. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisis peran pertunjukan Lingiek Like sebagai proses edukasi di masyarakat Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pendidikan seni dan sosiologi tari. Data yang dihasilkan dari penilitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di desa Blang Bladeh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keadaan sosial budaya berpengaruh pada nilai religius dalam pertunjukan Lingiek Like. Selain faktor sejarah Aceh pernah menjadi kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara pada Abad ke-16, penerapan sistem peraturan otonomi Islam daerah khusus berpengaruh terhadap pembentukan nilai religius pada pertunjukan Lingiek. Terdapat nilai religius pada pertunjukan Lingiek Like dilihat dari gerak dan syair yang menginterpretasikan sejumlah nilai-nilai edukasi yang dapat berimplikasi di masyarakat Aceh Selatan. Dengan demikian, dapat dipahami pertunjukan Lingiek Like merupakan bagian dari pewarisan kebudayaan melalui proses pendidikan dengan seni sebagai “alat”nya

    PENGEMBANGAN DIGITAL WORKSHEET BERDIFERENSIASI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI GUNUNG MURIA DENGAN MODEL PJBL STREAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

    No full text
    Kekayaan keanekaragaman hayati lereng Gunung Muria berpotensi besar menjadi sumber belajar kontekstual untuk mengasah literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik, terutama dengan dukungan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dan teknologi informasi (IT). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan digital worksheet berdiferensiasi model PjBL-STREAM (Science, Technology, Religious, Engineering, Art, and Mathematics). Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dan desain uji coba nonequivalent control group. Data dikumpulkan melalui instrumen tes (literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif) dan non-tes (angket kelayakan, keterbacaan, literasi sains sikap, dan rubrik penilaian kreativitas desain taman). Teknik pengambilan sampel dengan bentuk purposive sampling. Subyek uji coba melibatkan 135 peserta didik dari 3 sekolah di lereng Gunung Muria dan terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Teknis analisis data dengan SPSS mencakup uji N-Gain dan uji-t independen. Hasil menunjukkan digital worksheet yang dihasilkan interaktif, mudah digunakan, relevan, dan kontekstual. Validasi ahli menunjukkan kelayakan sangat tinggi (0,90), keterbacaan tinggi (4,3), peningkatan signifikan pada semua variabel (p < 0,05), dan rata-rata skor literasi sains serta keterampilan berpikir kreatif melampaui KKTP (70). Disimpulkan bahwa digital worksheet berkontribusi dalam peningkatan literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa terkait keanekaragaman hayati Gunung Muria

    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN MODUL PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK SWADAYA TEMANGGUNG

    No full text
    Penelitian ini untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran Project Based Learning yang dilengkapi dengan modul praktikum dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran, serta memperoleh pengalaman nyata yang dapat mendorong mereka untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi experimental design dengan pola Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) SMK Swadaya Temanggung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh yang mana semua individu digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Sampel penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas XI BDP 2 sebagai kelas eksperimen dan XI BDP 1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi awal dan akhir, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menerapkan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample T-test, dan uji N-Gain Score. Melalui uji paired sample t-test, hasil menunjukkan nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0.000, yang berarti Ha diterima dan terdapat perbedaan signifikan antara minat berwirausaha siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model tersebut. Hasil observasi menunjukkan bahwa skor rata-rata observasi akhir kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan observasi awal, mengindikasikan peningkatan minat berwirausaha. Penggunaan modul praktikum juga berperan dalam meningkatkan minat siswa untuk menjadi wirausaha, yang terlihat dari ketertarikan siswa dalam memilih kewirausahaan sebagai pekerjaan. Hasil analisis nilai n-gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki n-gain sebesar 0.7506 (kategori tinggi), sementara kelas kontrol sebesar 0.3304 (kategori sedang), menggarisbawahi efektivitas model pembelajaran PjBL dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran project-based learning berbantuan modul praktikum efektif digunakan dalam pembelajaran Perencanaan Bisnis. Guru disarankan untuk dapat meningkatkan keterampilan fasilitasi dalam memberikan panduan dan motivasi selama proses proyek

    ANALISIS PERBANDINGAN WACANA MATERI G30S DALAM BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH DI ERA REFORMASI

    No full text
    Tujuan dari adanya penelitian ini adalah : 1) Memahami bagaimana wacana materi G30S disajikan dalam buku teks pelajaran Sejarah di Era Reformasi. 2) Memahami aspek-aspek perbandingan wacana materi G30S yang disajikan dalam buku teks pelajaran Sejarah di Era Reformasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui sumber data utama berupa buku teks pelajaran Sejarah Kelas XII di Era Reformasi terbitan dari PT Penerbit Erlangga meliputi buku teks KTSP tahun 2006, K13 tahun 2013, dan Kurikulum Merdeka tahun 2022. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode validitas semantik serta menggunakan teknik analisis data merujuk pada model perbandingan wacana yang berfokus pada teknis materi, struktur buku, dan aspek�aspek kewacanaan (kausalitas, kronologi, komperhensivitas, dan kontinuitas). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Wacana yang tersaji pada ketiga buku teks mengasosiasikan peristiwa G30S terhadap dimensi sosial, relasi kuasa, dan praktik-praktik institusional yang memposisikan PKI sebagai wacana dominan sekaligus aktor utama peristiwa dengan menampilkan retorika teks kebahasaan yang menonjolkan pesan-pesan intertekstualitas yang bernuansa ideologisasi nilai. 2) Berdasarkan pada perbandingan wacana, perbedaan yang ada sebagian besar terdapat pada tata letak baik secara teknis materi, struktur materi yang menyusun alur narasi maupun aspek-aspek kewacanaan yang menjelaskan kompleksitas peristiwa. Pada struktur buku, alur narasi disusun berdasarkan pada latar belakang, kronologi, dan efek pasca peristiwa. Sementara itu, pada aspek kewacanaan didapati bahwa ketiga buku teks masih disusun dengan pola-pola yang tidak jauh berbeda baik secara aspek kausalitas, kronologi, komperhensivitas, dan kontinuitas, serta didapati terdapat dua buku teks yang belum mampu untuk mengakomodir versi peristiwa dan ragam perspektif yang ada. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejarah secara kritis terhadap wacana atau isu-isu yang bersifat kontroversial. Bagi pihak penerbit buku, diharapkan mampu menampilkan wacana materi G30S dalam perspektif yang lebih beragam dan memberikan pandangan alternatif untuk melihat realitas sejarah di masa lalu. Bagi peneliti berikutnya, penelitian ini dapat menjadi tinjauan teoritis untuk mengadvokasi isu-isu kontroversial dalam penulisan wacana buku teks pelajaran Sejarah serta disarankan untuk menggunakan sumber pembanding yang lebih beragam dan luas

    PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI BERNALAR KRITIS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AJIBARANG

    No full text
    Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran menekankan penguatan karakter, termasuk dimensi bernalar kritis sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila. bernalar kritis adalah suatu kegiatan melalui cara berpikir tentang ide atau gagasan yang berhubungan dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran guru Pendidikan Pancasila dalam penerapan kemampuan bernalar kritis pada pembelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas 11 di SMA Negeri 1 Ajibarang serta mengkaji faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini yaitu guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan Konseling, dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Guru Pendidikan Pancasila berperan penting dalam penerapan kemampuan bernalar kritis siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Ajibarang, yaitu sebagai pembimbing, fasilitator, motivator, dan teladan. Rencana pembelajaran Pendidikan Pancasila sudah sesuai dengan elemen bernalar kritis dalam modul ajar serta alur perkembangan dimensi bernalar kritis dalam keputusan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. Guru menjalankan perannya secara maksimal serta melakukan evaluasi pembelajaran melalui asesmen untuk menilai ketercapaian tujuan. 2). Secara internal, hambatan yang muncul antara lain perbedaan kemampuan berpikir kritis antar siswa, motivasi belajar yang fluktuatif, serta keterbatasan waktu pembelajaran yang tidak cukup untuk mengeksplorasi materi secara mendalam. Sementara itu, hambatan eksternal mencakup keterbatasan sarana pendukung seperti waktu pembelajaran yang terbatas, lingkungan sosial yang kurang mendukung kebiasaan berpikir kritis, serta beban administratif guru yang menyita waktu. Saran peneliti bagi guru Pendidikan Pancasila adalah membiasakan penggunaan pertanyaan tingkat tinggi untuk mendorong siswa berpikir kritis. Pihak sekolah diharapkan memberikan dukungan yang lebih optimal guna menunjang proses berpikir kritis. Selain itu, perlu adanya pelatihan rutin bagi guru untuk memperkuat kompetensi pedagogis dan manajemen kelas. Terakhir, penyederhanaan beban administratif guru perlu dipertimbangkan agar waktu dan energi guru dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan karakter siswa, termasuk dalam aspek bernalar kritis

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇