Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FISIKA PjBL-STEM BERDIFERENSIASI UNTUK PENGUATAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA
Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki
kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil
Pelajar Pancasila menjadi program pengembangan karakter yang sangat krusial
pada kurikulum merdeka. Hal itu ditandai dengan adanya Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5) tiap fase. Dalam praktiknya, proyek penguatan Profil Pelajar
Pancasila yang dilaksanakan di sekolah tidak berjalan secara optimal, ada
ketimpangan antara tujuan ideal P5 dan praktik implementasinya di lapangan.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pelaksanaannya cenderung sebagai ajang
pamer atau kegiatan seremonial yang berfokus pada tampilan mewah saja.
Ketimpangan dalam pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat
ditanggulangi dengan pembelajaran di kelas yang secara konsisten berbasis
penguatan Profil Pelajar Pancasila. Supaya proses pembelajaran dapat berjalan
dengan optimal, diperlukan panduan yang jelas, sistematis, dan kontekstual, serta
mampu memandu jalannya pelaksanaan pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah menyediakan Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi untuk
menguatkan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk : 1)
Menganalisis karakteristik Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi untuk
menunjang Profil Pelajar Pancasila, 2) Menganalisis kelayakan Modul Ajar PjBL
STEM Berdiferensiasi untuk menunjang Profil Pelajar Pancasila, 3) Menganalisis
keefektifan Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi untuk menunjang Profil
Pelajar Pancasila, 4) Menganalisis Profil Pelajar Pancasila setelah implementasi
modul ajar. Metode Penelitian yang digunakan adalah Research and Development
(R&D) dengan model pendekatan ADDIE. Tahap yang dilakukan dalam penelitian
ini adalah 1) Analisis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5)
Evaluation. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas dengan
jumlah 72 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Ajar PjBL
STEM Berdiferensiasi memiliki karakteristik diferensiatif, komprehensif, dan
mendorong pembelajaran aktif yang berbasis pada penguatan Profil Pelajar
Pancasila. Hasil validasi ahli juga menyatakan bahwa Modul Ajar PjBL-STEM
Berdiferensiasi sangat layak dengan skor V-Aiken sebesar 0,94 . Hasil implementasi
pembelajaran menyatakan bahwa Modul Ajar PjBL-STEM Berdiferensiasi efektif
untuk menunjang capaian pembelajaran dengan skor N-gain sebesar 0.33 kategori
sedang, serta dapat menunjang Profil Pelajar Pancasila dengan skor N-Gain
maksimal 0,7 kategori tinggi pada aspek dimensi kritis dan kreatif. Hasil observasi
menyatakan bahwa peserta didik menunjukkan aspek pada tiap 6 dimensi Profil
Pelajar Pancasila, dengan skor V-Aiken sebesar 0,94 kategori sangat baik dan
menunjukkan hasil positif pada kelas eksperimen, pada kategori sangat
berkembang
KAJIAN KERENTANAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PESISIR KABUPATEN KENDAL
Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai panjang yang menjadikan
negara Indonesia tidak lepas dari persoalan kebencanaan lingkungan pesisir. Pesisir
utara Pulau Jawa memiliki kondisi yang lebih rentan bencana karena dipengaruhi
oleh proses kompleks aktivitas laut khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Kejadian
bencana di Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi,
perubahan iklim menjadi penyebab utama dari bencana hidrometeorologi. Wilayah
dalam kategori bahaya berdasarkan proyeksi gelombang laut adalah Kabupaten
Kendal. Disisi lain Kabupaten Kendal menjadi lokasi pengembangan kawasan
industri yang dapat memberikan dampak terhadap fenomena perubahan iklim.
Analisis kerentanan masyarakat wilayah pesisir Kabupaten Kendal menjadi faktor
utama yang harus diperhatikan, karena akses data dan informasi terkait kerentanan
wilayah pesisir dapat membantu penyusunan strategi penghidupan masyarakat
terkait penanganan masalah kebencanaan perubahan iklim. Metode yang digunakan
adalah mixed method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif..
Analisis data menggunakan perhitungan sensitivitas, keterpaparan dan kapasitas
adaptasi yang menghasilkan nilai kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan
wilayah yang masuk kategori sangat rentan adalah Desa Bandengan dan Desa
Banyutowo. Kontributor yang menjadikan nilai kerentanan tinggi pada Desa
Bandengan adalah pada indikator persentase luas sawah, persentase lahan
produktif, dan kepadatan penduduk. Sedangkan kontributor yang menjadikan nilai
kerentanan tinggi pada Desa Banyutowo adalah kepadatan bangunan, persentase
lahan produktif, dan kepadatan penduduk
PENGARUH PENGGUNAAN INFRARED DAN MASSAGE GUN BERDASARKAN MASA NYERI TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA OTOT GASTROCNEMIUS
Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak
menyenangkan karena kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial atau yang
bisa digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut. Salah satu penyebabnya yaitu
adanya DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Nyeri karena DOMS terjadi
selama dua puluh empat jam setelah latihan, puncak nyeri yaitu terjadi pada waktu
empat puluh delapan sampai tujuh puluh dua jam setelah berolahraga. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan infrared dan
massage gun berdasarkan masa nyeri dua puluh empat jam dan empat puluh delapan
jam terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen atau kuantitatif dengan
desain faktorial dua kali dua. Populasi terdiri dari enam puluh sembilan orang
dengan sampel sebanyak empat puluh orang yang diambil dengan teknik purposive
sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan alat infrared, massage gun, dan
Visual Analog Scale (VAS). Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji
paired sample t-test dan uji Wilcoxon test dengan taraf signifikansi P < 0,05.
Hasil penelitian yaitu, sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan
dari penggunaan infrared dengan masa nyeri duapuluh empat jam terhadap
penurunan nyeri otot gastrocnemius, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari
penggunaan infrared terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius yang sudah
dialami selama empat puluh delapan jam. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan
dari penggunaan massage gun terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius yang
sudah dialami selama dua puluh empat jam. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan
dari penggunaan massage gun terhadap penurunan nyeri otot gastrocnemius yang
sudah dialami selama empat puluh delapan jam, dan (5) Terdapat interaksi antara
infrared dan massage gun berdasarkan masa nyeri terhadap penurunan masa nyeri
otot gastrocnemius.
Simpulan yang didapat yaitu penggunaan infrared dan massage gun
berdasarkan masa nyeri duapuluh empat jam dan empat puluh delapan jam terhadap
penurunan nyeri otot gastrocnemius teruji memberikan pengaruh yang signifikan.
Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan supaya memperhatikan jumlah
penggunaan atau treatment yang dilakukan supaya mendapatkan hasil yang
optimal
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE MATERI ASAM BASA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS DAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, dan keefektifan E�LKPD berbasis Multiple Intelligence materi asam basa dalam meningkatkan kecerdasan
logis matematis dan interpersonal peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah
model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Instrumen yang
digunakan meliputi tes kecerdasan logis matematis (pre-test dan post-test), lembar
observasi kecerdasan interpersonal, dan angket respon peserta didik. Data pre-test dan post�test kecerdasan logis matematis dianalisis menggunakan uji N-Gain, sedangkan
peningkatan kecerdasan interpersonal dianalisis melalui observasi pada awal dan akhir
pembelajaran. Hasil uji kelayakan E-LKPD berbasis Multiple Intelligence oleh ahli materi
dan ahli media menunjukkan skor masing-masing sebesar 98,76% dan 96,11% dengan
kategori sangat valid. Uji keterbacaan memperoleh skor 86% yang termasuk kategori
sangat baik. Analisis peningkatan kecerdasan logis matematis menunjukkan skor N-Gain
sebesar 0,60 dengan kategori peningkatan sedang. Kecerdasan interpersonal peserta didik
mengalami peningkatan dengan skor rata-rata 76,29% pada kategori baik dan 82,73% pada
kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD
berbasis Multiple Intelligence materi asam basa layak digunakan dan efektif dalam
meningkatkan kecerdasan logis matematis dan interpersonal peserta didik
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN MEMBATIK DI DESA SINGONEGORO KABUPATEN BLORA
Pemberdayaan perempuan di wilayah perdesaan menjadi salah satu upaya strategis untuk mengatasi tantangan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. Di Desa Singonegoro, tradisi Batik Serut dikembangkan melalui program pelatihan nonformal sebagai sarana untuk meningkatkan kemandirian perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses dan dampak dari program pelatihan membatik tersebut terhadap pemberdayaan perempuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil mengimplementasikan kelima tahap pemberdayaan secara sistematis dan berkelanjutan. Proses tersebut mencakup tahap pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Simpulan dari penelitian ini yaitu pelatihan membatik ini merupakan sebuah model pemberdayaan komunitas berbasis potensi lokal yang efektif, bukan sekadar transfer keterampilan. Nilai kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada identifikasi strategi pemberdayaan yang canggih di tingkat desa, seperti penerapan dukungan pemasaran yang sengaja dikurangi secara bertahap untuk membangun otonomi para pengrajin
NILAI RELIGIUS DAN NILAI EDUKASI PADA PERTUNJUKAN LINGIEK LIKE DI KABUPATEN ACEH SELATAN
Lingiek Like merupakan salah satu pertunjukan kesenian Islami yang
memadukan tari dan musik(syair) dari Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh sosial budaya masyarakat Aceh Selatan terhadap
nilai religius pada pertunjukan Lingiek Like. Selain itu, penelitian ini juga akan
menganalisis peran pertunjukan Lingiek Like sebagai proses edukasi di masyarakat
Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan
pendekatan pendidikan seni dan sosiologi tari. Data yang dihasilkan dari penilitian
ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di desa Blang
Bladeh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keadaan sosial budaya berpengaruh
pada nilai religius dalam pertunjukan Lingiek Like. Selain faktor sejarah Aceh
pernah menjadi kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara pada Abad ke-16,
penerapan sistem peraturan otonomi Islam daerah khusus berpengaruh terhadap
pembentukan nilai religius pada pertunjukan Lingiek. Terdapat nilai religius pada
pertunjukan Lingiek Like dilihat dari gerak dan syair yang menginterpretasikan
sejumlah nilai-nilai edukasi yang dapat berimplikasi di masyarakat Aceh Selatan.
Dengan demikian, dapat dipahami pertunjukan Lingiek Like merupakan bagian dari
pewarisan kebudayaan melalui proses pendidikan dengan seni sebagai “alat”nya
PENGEMBANGAN DIGITAL WORKSHEET BERDIFERENSIASI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI GUNUNG MURIA DENGAN MODEL PJBL STREAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Kekayaan keanekaragaman hayati lereng Gunung Muria berpotensi besar menjadi
sumber belajar kontekstual untuk mengasah literasi sains dan keterampilan berpikir
kreatif peserta didik, terutama dengan dukungan pembelajaran berbasis proyek
(PjBL) dan teknologi informasi (IT). Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan digital worksheet berdiferensiasi model PjBL-STREAM (Science,
Technology, Religious, Engineering, Art, and Mathematics). Metode yang
digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define,
Design, Develop, Disseminate) dan desain uji coba nonequivalent control group.
Data dikumpulkan melalui instrumen tes (literasi sains dan keterampilan berpikir
kreatif) dan non-tes (angket kelayakan, keterbacaan, literasi sains sikap, dan rubrik
penilaian kreativitas desain taman). Teknik pengambilan sampel dengan bentuk
purposive sampling. Subyek uji coba melibatkan 135 peserta didik dari 3 sekolah
di lereng Gunung Muria dan terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol.
Teknis analisis data dengan SPSS mencakup uji N-Gain dan uji-t independen. Hasil
menunjukkan digital worksheet yang dihasilkan interaktif, mudah digunakan,
relevan, dan kontekstual. Validasi ahli menunjukkan kelayakan sangat tinggi (0,90),
keterbacaan tinggi (4,3), peningkatan signifikan pada semua variabel (p < 0,05),
dan rata-rata skor literasi sains serta keterampilan berpikir kreatif melampaui KKTP
(70). Disimpulkan bahwa digital worksheet berkontribusi dalam peningkatan
literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa terkait keanekaragaman hayati
Gunung Muria
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN MODUL PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK SWADAYA TEMANGGUNG
Penelitian ini untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran Project
Based Learning yang dilengkapi dengan modul praktikum dalam meningkatkan
minat berwirausaha siswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat lebih
termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran, serta memperoleh pengalaman
nyata yang dapat mendorong mereka untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi
experimental design dengan pola Nonequivalent Control Group Design. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran
(BDP) SMK Swadaya Temanggung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
yaitu sampel jenuh yang mana semua individu digunakan sebagai sampel dalam
penelitian. Sampel penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas XI BDP 2
sebagai kelas eksperimen dan XI BDP 1 sebagai kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi awal dan akhir, kuesioner, wawancara,
dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menerapkan uji normalitas, uji
homogenitas, uji paired sample T-test, dan uji N-Gain Score.
Melalui uji paired sample t-test, hasil menunjukkan nilai signifikansi (2
tailed) sebesar 0.000, yang berarti Ha diterima dan terdapat perbedaan signifikan
antara minat berwirausaha siswa sebelum dan sesudah pembelajaran
menggunakan model tersebut. Hasil observasi menunjukkan bahwa skor rata-rata
observasi akhir kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan observasi awal,
mengindikasikan peningkatan minat berwirausaha. Penggunaan modul praktikum
juga berperan dalam meningkatkan minat siswa untuk menjadi wirausaha, yang
terlihat dari ketertarikan siswa dalam memilih kewirausahaan sebagai pekerjaan.
Hasil analisis nilai n-gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki n-gain
sebesar 0.7506 (kategori tinggi), sementara kelas kontrol sebesar 0.3304 (kategori
sedang), menggarisbawahi efektivitas model pembelajaran PjBL dalam
meningkatkan minat berwirausaha siswa.
Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran project-based learning
berbantuan modul praktikum efektif digunakan dalam pembelajaran Perencanaan
Bisnis. Guru disarankan untuk dapat meningkatkan keterampilan fasilitasi dalam
memberikan panduan dan motivasi selama proses proyek
ANALISIS PERBANDINGAN WACANA MATERI G30S DALAM BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH DI ERA REFORMASI
Tujuan dari adanya penelitian ini adalah : 1) Memahami bagaimana wacana
materi G30S disajikan dalam buku teks pelajaran Sejarah di Era Reformasi. 2)
Memahami aspek-aspek perbandingan wacana materi G30S yang disajikan dalam
buku teks pelajaran Sejarah di Era Reformasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan
metode analisis wacana kritis Norman Fairclough. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan melalui sumber data utama berupa buku teks pelajaran
Sejarah Kelas XII di Era Reformasi terbitan dari PT Penerbit Erlangga meliputi
buku teks KTSP tahun 2006, K13 tahun 2013, dan Kurikulum Merdeka tahun 2022.
Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode validitas
semantik serta menggunakan teknik analisis data merujuk pada model
perbandingan wacana yang berfokus pada teknis materi, struktur buku, dan aspek�aspek kewacanaan (kausalitas, kronologi, komperhensivitas, dan kontinuitas).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Wacana yang tersaji pada ketiga
buku teks mengasosiasikan peristiwa G30S terhadap dimensi sosial, relasi kuasa,
dan praktik-praktik institusional yang memposisikan PKI sebagai wacana dominan
sekaligus aktor utama peristiwa dengan menampilkan retorika teks kebahasaan
yang menonjolkan pesan-pesan intertekstualitas yang bernuansa ideologisasi nilai.
2) Berdasarkan pada perbandingan wacana, perbedaan yang ada sebagian besar
terdapat pada tata letak baik secara teknis materi, struktur materi yang menyusun
alur narasi maupun aspek-aspek kewacanaan yang menjelaskan kompleksitas
peristiwa. Pada struktur buku, alur narasi disusun berdasarkan pada latar belakang,
kronologi, dan efek pasca peristiwa. Sementara itu, pada aspek kewacanaan
didapati bahwa ketiga buku teks masih disusun dengan pola-pola yang tidak jauh
berbeda baik secara aspek kausalitas, kronologi, komperhensivitas, dan kontinuitas,
serta didapati terdapat dua buku teks yang belum mampu untuk mengakomodir
versi peristiwa dan ragam perspektif yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan
kesadaran sejarah secara kritis terhadap wacana atau isu-isu yang bersifat
kontroversial. Bagi pihak penerbit buku, diharapkan mampu menampilkan wacana
materi G30S dalam perspektif yang lebih beragam dan memberikan pandangan
alternatif untuk melihat realitas sejarah di masa lalu. Bagi peneliti berikutnya,
penelitian ini dapat menjadi tinjauan teoritis untuk mengadvokasi isu-isu
kontroversial dalam penulisan wacana buku teks pelajaran Sejarah serta disarankan
untuk menggunakan sumber pembanding yang lebih beragam dan luas
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI BERNALAR KRITIS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AJIBARANG
Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran menekankan penguatan karakter,
termasuk dimensi bernalar kritis sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila.
bernalar kritis adalah suatu kegiatan melalui cara berpikir tentang ide atau gagasan
yang berhubungan dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran guru Pendidikan Pancasila dalam
penerapan kemampuan bernalar kritis pada pembelajaran Pendidikan Pancasila
siswa kelas 11 di SMA Negeri 1 Ajibarang serta mengkaji faktor pendukung dan
penghambatnya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan
dalam penelitian ini yaitu guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan Konseling,
dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi,
wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Guru Pendidikan Pancasila berperan
penting dalam penerapan kemampuan bernalar kritis siswa kelas XI di SMA Negeri
1 Ajibarang, yaitu sebagai pembimbing, fasilitator, motivator, dan teladan. Rencana
pembelajaran Pendidikan Pancasila sudah sesuai dengan elemen bernalar kritis
dalam modul ajar serta alur perkembangan dimensi bernalar kritis dalam keputusan
Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. Guru menjalankan perannya
secara maksimal serta melakukan evaluasi pembelajaran melalui asesmen untuk
menilai ketercapaian tujuan. 2). Secara internal, hambatan yang muncul antara lain
perbedaan kemampuan berpikir kritis antar siswa, motivasi belajar yang fluktuatif,
serta keterbatasan waktu pembelajaran yang tidak cukup untuk mengeksplorasi
materi secara mendalam. Sementara itu, hambatan eksternal mencakup
keterbatasan sarana pendukung seperti waktu pembelajaran yang terbatas,
lingkungan sosial yang kurang mendukung kebiasaan berpikir kritis, serta beban
administratif guru yang menyita waktu.
Saran peneliti bagi guru Pendidikan Pancasila adalah membiasakan
penggunaan pertanyaan tingkat tinggi untuk mendorong siswa berpikir kritis. Pihak
sekolah diharapkan memberikan dukungan yang lebih optimal guna menunjang
proses berpikir kritis. Selain itu, perlu adanya pelatihan rutin bagi guru untuk
memperkuat kompetensi pedagogis dan manajemen kelas. Terakhir,
penyederhanaan beban administratif guru perlu dipertimbangkan agar waktu dan
energi guru dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan
pengembangan karakter siswa, termasuk dalam aspek bernalar kritis