Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    BENTUK DAN FAKTOR PARTISIPASI POLITIK GENERASI-Z DI KECAMATAN TAMAN, KABUPATEN PEMALANG DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk serta faktor partisipasi politik Generasi Z di Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang dalam Pemilihan Umum tahun 2024. Fokus utama dari penelitian ini adalah menganalisis keterlibatan politik Generasi Z baik secara aktif maupun pasif, serta mengungkap faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari enam orang Generasi Z sebagai pemilih pemula serta dua penyelenggara pemilu dari KPU dan PPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi politik Generasi Z di Kecamatan Taman lebih condong pada partisipasi aktif, terutama melalui kegiatan memilih dan diskusi politik di media sosial. Namun demikian, ditemukan juga bentuk partisipasi pasif seperti hanya menjadi pengamat politik serta sikap apatis dalam beberapa kasus. Faktor internal seperti minat politik, pengetahuan politik, dan motivasi pribadi turut membentuk kecenderungan partisipasi ini. Sementara itu, faktor eksternal seperti pengaruh keluarga, lingkungan pertemanan, dan paparan informasi melalui media sosial juga sangat signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z di wilayah tersebut berada pada tingkat partisipasi aktif, namun belum menyeluruh, karena masih terdapat hambatan dari sisi literasi politik dan rasa percaya terhadap institusi politik

    IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPS PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 30 SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik di kelas VII SMP Negeri 30 Semarang, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam untuk memahami fenomena yang diteliti. Wawancara dilakukan dengan informan yang relevan untuk mendapatkan informasi yang kaya dan kontekstual. Observasi dilakukan secara langsung di lokasi penelitian untuk menangkap detail situasi dan interaksi yang terjadi. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data dan memberikan gambaran historis terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 30 Semarang memberikan fleksibilitas bagi guru dalam merancang pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik, khususnya melalui pendekatan berbasis proyek (project-based learning). Faktor pendorong meliputi dukungan kepala sekolah, pelatihan guru, serta antusiasme peserta didik terhadap metode pembelajaran yang inovatif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya sumber daya pendukung, dan adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum yang masih memerlukan waktu. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS, tetapi memerlukan upaya lebih dalam mengatasi kendala untuk mencapai hasil yang optimal. Peningkatan kompetensi guru lebih di optimalkan sebagai upaya penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan anjuran Kementrian Pendidikan. Sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas yang sesuai untuk menunjang keberlangsungan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan dukungan pelatihan yang lebih intensif untuk guru dan peningkatan sarana pembelajaran, Implementasi Kurikulum Merdeka berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah

    PERLINDUNGAN KONSUMEN HAK ATAS INFORMASI BENAR JELAS DAN JUJUR DALAM JASA PELAKU USAHA BENGKEL SEPEDA MOTOR DI KOTA SEMARANG (STUDI PADA BENGKEL DI SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI)

    No full text
    Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dimasyarakat baik untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumen juga memiliki hak-hak yang harus dilindungi salah satunya adalah hak untuk mendapatkan informasi yang benar jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan jasa. Dalam penelitian ini pelaku usaha bengkel X disekaran gunungpati dalam menjalankan usahanya tidak memberikan informasi kepada konsumen. Sehingga permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana perlindungan konsumen hak atas informasi yang benar 2). Bagaimana tanggung jawab pelaku usaha bengkel apabila jasa servis tidak sesuai yang diperjanjikan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris atau yang kita kenal Non doktrinal. Penelitian ini dilakukan dibengkel X sepeda motor sekaran, gunungpati Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui obervasi wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. kemudian analisis data menggunakan deskriptif kualitatif Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1). Bahwa konsumen tidak mendaptkan perlindungan hukum atas hak-hanya akibat tidak diberikan informasi yang benar. Padahal hak-hak konsumen sudah jelas diatur dalam Pasal 4 UUPK 2). Bahwa pihak pelaku usaha bengkel tidak memberikan bentuk tanggung jawab apapun kepada konsumen atas kesalahanya melakukan pergantian suku cadang. Kesimpulan yang didapat yaitu: 1). konsumen tidak mendapatakan perlindungan hukum atas hak-haknya dari pelaku usaha. Padahal hak konsumen sudah diatur dalam Pasal 4 UUPK salah satunya hak koompensasi ganti rugi dari pelaku usaha akibat kesalahanya yang mengakibatkan kerugian kepada konsumen 2). Konsumen tidak mendapatkan tanggung jawab dari Pelaku usaha atas kesalahanya yang mengakibatkan kerugian dan malah memberikan pembebanan biaya. Saran, pelaku usaha harus memberikan informasi yang benar dalam menjalankan usahanya dan konsumen apabila tidak mendapatkan tanggung jawab diharapkan melaporkan kepada pihak yang berwenan

    PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) TERHADAP PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA MANGGARMAS KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN

    No full text
    Pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pengawas untuk memastikan pembangunan infrastruktur dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap proyek pembangunan infrastruktur di desa dan mendeskripsikan kendala dalam pelaksanaan fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap proyek pembangunan infrastruktur di desa beserta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Subjek dalam penelitian ini ialah kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala dusun, ketua RT, dan ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi teknik dan sumber. Kemudian, data dianalisis sesuai dengan konsep Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan BPD terhadap proyek pembangunan infrastruktur di Desa Manggarmas mencakup tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan hasil. Pengawasan BPD menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan yang dilakukan dapat dikatakan sebagai pengawasan efektif karena memenuhi tiga indikator yaitu penetapan standar atau alat ukur, evaluasi atau penilaian, dan tindakan perbaikan. Kemudian, BPD mengalami kendala internal berupa Sumber Daya Manusia (SDM). BPD juga berupaya mengatasi kendala tersebut. Saran peneliti dari kajian ini yaitu BPD perlu melakukan perbaikan dalam hal penulisan laporan dan meningkatkan pengawasan secara konsisten dengan mengupayakan semua anggota kritis dalam melaksanakan tugas. Kemudian, pihak pemerintah desa sebaiknya memberikan dukungan penuh kepada BPD untuk mengikuti bimtek dan meningkatkan komunikasi dengan BPD terkait pembangunan infrastruktur. Bagi masyarakat desa, peneliti memberikan saran untuk terlibat dalam mengawasi pembangunan dan memberikan saran dalam pelaksanaan pembangunan

    PERLINDUNGAN HUKUM KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH YAYASAN NAHDLATUL WATHON DALAM SENGKETA PERTANAHAN DI KELURAHAN SETONO KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Ketersediaan luas tanah yang relatif tetap (tidak berubah) membuat tidak tercukupinya penggunaan tanah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang pesat dan akan menimbulkan persoalan bagi yang memiliki perbedaan kepentingan. Salah satu sengketa pertanahan yang terjadi adalah antara Koperasi Pengusaha Batik Setono (KPBS) dengan Yayasan Nahdlatul Wathon Kelurahan Setono Kota Pekalongan dimana yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan juga koperasi yang bergerak di bidang ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Mengidentifikasi dan Menganalisis tukar menukar tanah dan bangunan antara Koperasi Pengusaha Batik Setono dengan Yayasan Nahdlatul Wathon 25 PP No. 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah 2) Mengidentifikasi dan Menganalisis perlindungan hukum bagi Yayasan Nahdlatul Wathon Kelurahan Setono sebagai Yayasan Pendidikan dalam Menguasai Objek Sengketa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kualitatif dengan yuridis empiris yang berdasarkan kenyataan dengan menggunakan studi kasus (case approach) dengan mengacu pada sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yakni wawancara para informan dan narasumber yang berkaitan dengan kasus sengketa pertanahan ini, observasi ke sekolah yang berada dinaungan Yayasan Nahdlatul Wathon, dan juga studi dokumentasi berbagai dokumen terkait. Sumber sekunder yang digunakan oleh penulis yakni undang-undang, peraturan yang berlaku, buku, artikel, serta segala bentuk penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kepemilikan hak atas tanah dan perlindungan hukum. Hasil penelitian ini meliputi akta tukar menukar tanah dan bangunan antara KPBS dan Yayasan Nahdlatul Wathon yang terjadi di tahun 1963 terbukti sah secara formal berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata dan Pasal 25 PP Nomor 10 Tahun 1961 karena disaksikan oleh pamong desa serta carik desa sebagai perwakilan desa, sehingga akta tersebut sah untuk pendaftaran tanah. Pemerintah, melalui Kantor Kemenag Kota Pekalongan dan Dinas Pendidikan belum memberikan perlindungan hukum efektif kepada Yayasan Nahdlatul Wathon dalam sengketanya dengan KPBS karena belum ada permohonan resmi serta Keputusan dari KPBS untuk tetap menempuh jalur pengadilan, meskipun demikan hak yayasan sebagai pemegang sertifikat telah dilindungi secara konsisten oleh putusan pengadilan

    PEDOMAN PENJATUHAN PIDANA PENJARA SUBSIDER PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI SEBAGAI PERWUJUDAN KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM

    No full text
    Korupsi menjadi suatu permasalahan yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa. Masifnya tingkat korupsi menimbulkan dampak yang membahayakan bagi kehidupan bangsa dan negara. Kerugian yang timbul ialah kerugian keuangan negara yang luar biasa. Berdasarkan data dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2019 hingga 2024 kurang lebih kerugian negara akibat tindak pidana korupsi berjumlah kurang lebih 236 Triliun. Pengembalian kerugian keuangan negara menjadi suatu urgensi dalam penanganan tindak pidana korupsi. Salah satu bentuk pengembalian kerugian keuangan negara sebagaimana yang termuat dalam ketentuan Pasal 18 ayat (1) UU PTPK ialah pembayaran uang pengganti. Pada konteks uang pengganti sebagai salah satu bentuk atau upaya mengembalikan kerugian keuangan negara terdapat permasalahan dalam pelaksanaannya. Uang pengganti sebagai pidana tambahan akan disubsiderkan menjadi pidana penjara dengan ketentuan apabila pelaku tidak mampu membayar uang pengganti setelah harta disita dan tidak cukup atau tidak memiliki harta untuk membayar uang pengganti tersebut sebagaimana termuat dalam Pasal 18 ayat (3) UU PTPK. Akan tetapi dalam pelaksanaan penjatuhan lama pidana penjara tersebut banyak terjadi disparitas yang menimbulkan ketidakadilan, dimana pidana penjara yang dijatuhkan lamanya tidak sebanding dengan nilai uang pengganti yang dijatuhkan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yuridis normatif dengan menganalisis terhadap peraturan yang ada dan studi dokumen yang terkait. Hasil penelitian menemukan terjadinya disparitas pada pelaksanaan penjatuhan pidana penjara sebagai pidana subsider berdasarkan beberapa putusan yang dianalisis, dimana nilai uang pengganti yang tinggi lama pidana penjaranya singkat dan sebaliknya. Kemudian dengan adanya hal tersebut dirumuskan suatau pedoman penjatuhan pidana penjara yang sedemikian rupa sebagai perwujudan keadilan dan kepastian hukum dengan mengkaji beberapa peraturan yang memiliki kemiripan sebagai bahan pembanding. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa dalam memutus pidana penjara subsider masih ditemukan banyak disparitas dalam tiap putusan. Pedoman penjatuhan pidana merupakan suatu hal yang penting sebagai upaya meminimalisir disparitas dalam tiap putusan

    UPAYA PENYELESAIAN BIDANG TANAH KLUSTER EMPAT DALAM SISTEM KOMPUTERISASI KEGIATAN PERTANAHAN DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANGKA

    No full text
    Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program prioritas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang bertujuan untuk mempercepat pendaftaran dan pemetaan bidang tanah secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, bidang tanah yang terdaftar diklasifikasikan ke dalam beberapa kluster, salah satunya adalah Kluster Empat (K4), yang mencakup bidang tanah yang telah terdaftar dan bersertifikat namun belum dipetakan secara digital dalam Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP). Di Kabupaten Bangka, permasalahan terkait bidang tanah K4 menjadi tantangan utama dalam mewujudkan data pertanahan yang lengkap, akurat, dan terintegrasi secara digital. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis empiris dengan jenis penelitian empiris kualitatif. Sumber data penelitian yaitu berasal dari data primer melalui wawancara, observasi/pengamatan, dan dokumentasi dan data sekunder melalui studi kepustakaan dari Undang-undang atau peraturan lainnya Adapun teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi/pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidang tanah Kluster 4 merupakan bidang tanah yang sudah bersertifikat akan tetapi belum terpetakan dalam sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan yang menyebabkan terjadinya bidang tanah Kluster 4 di Kabupaten Bangka terdapat 5 faktor yaitu (1) Bidang tanah yang tidak dipetakan; (2) Bidang tanah yang tidak diketahui dimana letak dan posisinya; (3) Adanya permohonan hak baru atas suatu bidang tanah; (4) Perbaikan secara berkala pada sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan: (5) Kesalahan teknis (human error), dalam upaya peningkatan kualitas data bidang tanah Kluster 4 Kantor Pertanahan Kabupaten Bangka mengalami 2 kendala yaitu kendala studio dan kendala lapangan oleh karena itu untuk mengupayakan agar bidang tanah di Kabupaten Bangka terpetakan semua Kantor Pertanahan Kabupaten Bangka langkah untuk mempercepat upaya peningkatan kualitas data yaitu melakukan perbaikan pengarsipan lalu melakukan survei lapangan secara langsung dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan yang terakhir adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bidang tanah Kluster 4 karena peran masyarakat sangat penting dalam penyelesaian bidang tanah Kluster 4 di Kabupaten Bangka

    ANALYSIS DETERMINANTS OF CURRENT ACCOUNT IN INDONESIA 1990-2022

    No full text
    Posisi neraca transaksi berjalan merupakan salah satu indikator penting dalam sistem perekonomian terbuka. Selama beberapa tahun, perkembangan neraca transaksi berjalan lebih banyak mengalami defisit daripada surplus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis determinan yang mempengaruhi neraca transaksi berjalan di Indonesia tahun 1990-2022 dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar, FDI, inflasi, keterbukaan perdagangan, dan rasio ketergantungan umur. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series dalam kurun waktu 1990-2022 dengan metode analisis Error Correction Model (ECM) menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variabel nilai tukar berpengaruh negatif terhadap neraca transaksi berjalan, FDI berpengaruh negatif terhadap neraca transaksi berjalan, dan keterbukaan perdagangan berpengaruh positif terhadap neraca transaksi berjalan. Dalam jangka panjang variabel FDI berpengaruh negatif, keterbukaan perdagangan berpengaruh positif, dan rasio ketergantungan umur berpengaruh negatif terhadap neraca transaksi berjalan

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PLATFORM QUIPPER SCHOOL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA UNTUK KELAS X SMK N 8 SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di SMK Negeri 8 Semarang. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode ceramah dan terbatasnya penggunaan laptop atau komputer. Dari permasalahan tersebut diperlukan pemberian materi dan penerapan mengenai platform Quipper School terhadapat peserta didik. Secara deskriptif bertujuan untuk mengetahui kecenderungan hasil belajar Informatika pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Quipper School dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode ceramah. Secara komparatif untuk mengetahui adanya efektivitas terhadap Quipper School hasil belajar siswa Informatika. Populasi yang digunakan keseluruhan siswa kelas X TJKT yang berjumlah 72 siswa dan sampelnya adalah kelas X TJKT 1 (eksperimen) dan TJKT 2 (kontrol) dengan jumlah siswa 36 siswa. Teknik pengumpulan data hasil belajar Informatika dengan melakukan tes berupa pertanyaan pilihan ganda. Kemampuan awal sampel diketahui dengan dokumentasi nilai Ujian Tengah Semester. Validitas butir soal dengan diperoleh 40 soal valid. Reliabilitas instrumen diuji dengan menggunakan Cronbach’s alpha, diperoleh 0,762. Teknik analisis data menggunakan uji t yang sebelumnya diuji prasyarat analisisnya yang meliputi uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas variant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hasil belajar Informatika antara kedua kelompok (eksperimen dan kontrol). Perbedaan rata-rata secara konsisten sekitar 8,387, menunjukkan bahwa satu kelompok secara konsisten melebihi kelompok lainnya dalam hal hasil belajar. Interval kepercayaan untuk perbedaan tersebut memberikan kisaran nilai yang masuk akal untuk perbedaan yang sebenarnya, yang kemungkinan besar antara 1,163 dan 15,611

    PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP MINAT BELAJAR PENDIDIKAN NONFORMAL DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK MANDIRI SEMARANG

    No full text
    Minat belajar merupakan aspek penting dalam proses pendidikan yang mencerminkan gairah, keinginan, serta kesukaan dalam belajar. Minat dapat timbul dengan adanya dorongan kuat dari diri sendiri. Selain diri sendiri minat juga timbul dari lingkungan sekitar dan orang terdekat. Dengan demikian dalam menumbuhkan minat belajar maka dibutuhkan lingkungan yang mendukung dan lingkungan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap minat belajar pendidikan nonformal di panti pelayanan sosial anak mandiri semarang serta untuk mengetahui tingkat lingkungan dan minat belajar anak pada panti pelayanan sosial anak semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan dua variabel yang terdiri dari lingkungan panti dan minat belajar. Populasinya adalah anak di panti pelayanan sosial anak mandiri semarang yang berjumlah 34 anak, dengan menggunakan Teknik sampel nonprobability sampling. Metode pengumpulan datanya menggunakan kuesioner yang diukur dengan skala likert. Teknik analisis datayang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas, kemudian untuk uji hipotesisnya menggunkan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan variabel lingkungan dan minat belajar di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Semarang tergolong baik atau sedang dan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan terhadap minat belajar pendidikan nonformal di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Semarang dengan nilai sebesar 0,000, yang dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇