17604 research outputs found
Sort by
The role of electronic word of mouth, conventional media, and subjective norms on the intention to purchase Sharia insurance services
Abstract The aim of this study was to investigate the
effect of electronic word of mouth (eWOM) and conventional
media on subjective norms and intention to purchase
Sharia insurance in Indonesian Muslim society. The
research data consisted of 458 Muslim clients who were
members of an online community and also policy holders
of Sharia insurance in the three largest cities in Indonesia:
Jakarta, Semarang, and Surabaya. This study used purposive
sampling and structural equation modeling. The
research showed that eWOM and conventional media can
affect subjective norms. Additionally, subjective norms
have a significant effect on the intention to purchase among
Sharia insurance customers. This study validated the
importance of the variables of eWOM and conventional
media in influencing subjective norms and intention to
purchase. For Sharia insurance company management, this
study can serve as a very useful reference in drafting and
formulating campaign strategies. This study also justifies
the integrated relationship between eWOM and conventional
media with subjective norms and intention to purchase
Sharia insurance
PERANCANGAN ALAT PENGASAPAN IKAN DENGAN PENDEKATAN METODE QFD DAN ANTHROPOMETRI
Industri pengolahan ikan asap semakin maju, tapi pengolahan ikan asap di desa Bandaharjo masih kalah bersaing dengan industri besar. Karena di desa Bandarharjo masih menggunakan peralatan tradisional dan hanya bisa memproduksi sekitar 30 ikan sekali panggang. Oleh sebab itu ditugas akhir ini penulis ingin merancang alat pengasapan ikan yang lebih praktis dan kapasitas yang lebih banyak. Perancangan alat pengasapan ikan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) dan Anthropometry. Hasil data Benchmarking berdasarkan 30 responden menuntut 9 faktor yaitu keamanan, kenyamanan, mudah digunakan, perawatan, harga, kapasitas, awet, material, lama waktu produksi bahwa produk pengasapan ikan ini lebih unggul dibanding produk pesaing. Dalam perancangan alat pengasapan ikan dimensi anthropometry yang digunakan adalah jangkauan tangan, tinggi mata posisi duduk dan kapasitas produksi. Hasil olah data pendekatan metode Quality Function Deployment (QFD), dan Anthropometry produk alat pengasapan ikan lebih unggul dari segi kebutuhan konsumen keamanan saat digunakan di dapatkan nilai yaitu 4.53. Kapasitas perancangan alat pengasapan ikan produksi dihasilkan kurang lebih 100 potong ikan asap maka alat ini lebih efektif dibanding pesaing
Perancangan Tata Letak Divisi Making pada CV Evergreen Buana Prima Sandang dengan metode Systematic Layout Planning
CV Evergreen Buana Prima Sandang adalah sebuah industri yang bergerak di bidang garment yang terletak di Jalan Melati RT 07 RW 02, Kadirojo II, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman . Perusahaan ini dibangun untuk memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat dan dibangun dengan target kapasitas produksi 40.000 lusin per bulan. Untuk memenuhi target kapasitas tersebut maka perusahaan harus menentukan jumlah mesin yang harus disediakan oleh perusahaan dan bagaimana cara menyusun mesin-mesin tersebut menjadi layout produksi yang efektif dan efisien. Layout merupakan hal yang sangat penting dalam industri manufaktur karena akan menentukan kelancaran produksi yang akan berdampak langsung pada produktifitas perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah mesin yang harus disediakan dan bagaimana penerapan layout yang baik pada divisi making CV Evergreen Buana Prima Sandang. Dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning, didapatkan perhitungan jumlah mesin yang harus disediakan perusahaan yaitu sejumlah 120 unit mesin dengan rincian mesin obras sebanyak 79 unit, mesin overdeck kam 7 unit, overdeck corong 10 unit, overdeck karet 6 unit, overdeck kamput 1 unit, mesin jahit single needle 8 unit, mesin obras neci 1 unit, mesin pasang kancing dan lubang kancing masing-masing 3 unit, dan satu pasang mesin kancing jepret (snap button machine). Pada penentuan layout dipaparkan 2 layout alternatif tiap group yang selanjutnya dipilih layout alternatif dengan jarak perpindahan material terkecil
Perancangan Produk Meja Kerja Bantu Menjahit Karpet yang Ergonomis Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment (EFD) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA)
Di Jawa Tengah terdapat sebanyak kurang lebih 600 unit industri pengrajin karpet dan keset yang semakin hari memiliki tingkat permintaan yang semakin tinggi. Dalam memenuhi permintaan tersebut, para pengrajin karpet dituntut untuk bekerja lebih keras. Tuntutan kerja yang tinggi ini menyebabkan adanya ketergantungan bekerja sambil duduk menjadi besar. Hal tersebut berdampak pada kebutuhan sebuah fasilitas kerja yang dapat mengakomodasi kebutuhan penjahit dalam waktu tertentu. Hasil observasi yang dilakukan pada para pengrajin ditemukan bahwa para pekerja memiliki keluhan musculoskeletal. Begitu juga dengan analisa RULA pada beberapa postur aktivitasnya menghasilkan score 7 yang memiliki level resiko tinggi. Metode Ergonomic Function Deployment (EFD) digunakan untuk mendapatkan desain produk yang sesuai kebutuhan dan memiliki ukuran yang nyaman digunakan bagi pekerja penjahit karpet. Untuk perancangan sebuah fasilitas kerja yang ergonomis maka dilakukan perhitungan antropometri dengan data rentangan tangan untuk panjang meja kerja bantu jahit karpet dengan ukuran 166 cm, data jangkauan tangan untuk lebar meja kerja bantu jahit karpet dengan ukuran 116 cm, data tinggi siku duduk dan data tinggi popliteal duduk untuk tinggi meja kerja bantu jahit karpet dengan ukuran 73,5 cm. Hasil implementasi perbandingan sebelum dan sesudah menggunakan meja kerja bantu jahit karpet yang ergonomis dengan menggunakan Nordic Body Map diperoleh penurunan keluhan pada pekerja yang berarti kenyamanan yang dirasakan oleh para penjahit meningkat. Hasil ini menunjukkan ukuran dan desain meja kerja bantu menjahit tersebut nyaman digunakan untuk para pekerja
PERANCANGAN ALAT BANTU PEWARNAAN BATIK (COLET) DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN ANALISA RULA UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR KERJA
dengan duduk diatas kursi yaitu kain di letakkan di spanram. Keadaan sikap tubuh atau posisi ini menyebabkan pekerja melakukan pekerjaan statis (diam) rata-rata 3 jam per pewarnaan. Hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan pada beban otot statis. Berdasarkan Kuisioner Nordic Body Map awal, diketahui keluhan musculosketal yang dialami oleh pembatik yaitu 63% merasakan sakit pada leher bagian atas, 77% sakit pada leher bagian bawah, 83% sakit pada bahu kanan, 77% pada punggung, 87% sakit pada pinggang, 67% pada pergelangan tangan kanan, 63% pada lutut kanan dan 53% pada lutut kiri.Dalam rangka mengurangi beban otot statis maka peneliti mencoba untuk merancang alat alternatif yaitu alat bantu mencolet yang ergonomis sebagai pengganti spanram. Pendekatan yang dapat digunakan untuk merancang alat bantu pewarnaan colet yang ergonomis dilakukan dengan pendekatan anthropometri. Sedangkan untuk mengetahui dan menampung segala kebutuhan konsumen menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Setelah dilakukan penerapan produk alat bantu colet yang ergonomis, mengalami peningkatan kenyamanan kerja yang ditunjukkan dengan berkurangnya keluhan musculoskeletal yaitu 37% merasakan sakit pada leher bagian atas, 33% sakit pada leher bagian bawah, 37% sakit pada bahu kanan, 30% pada punggung, 40% sakit pada pinggang, 23% pada pergelangan tangan kanan, 27% pada lutut kanan dan 20% pada lutut kiri begitu pula dengan bagian tubuh lainnya.Dari analisis RULA diketahui para pengrajin batik mengalami penurunan skor RULA, pada saat menggunakan produk lama menunjukkan rata-rata sebesar 6 dan menurun saat menggunakan alat bantu colet yang ergonomis menjadi rata-rata sebesar 3, yang berarti postur kerja sudah baik dengan menggunakan produk tersebut