1,721,814 research outputs found
Leksikal Ekologis dalam Parno Adat Kerinci (Kajian Makna Metafora)
This article examines ecological metaphor, a branch and specification of studies in ecolinguistic science (interdisciplinary study between ecology and linguistics). The author observes the traditional Kerinci parno document delivered in a traditional wedding procession. From the collected data, the author finds that the parno contains ecological lexical with metaphorical traits parno. In accordance with the parno context that the author chose, the parno of marriage, the meaning of the metaphor in ecological lexical is the advice from ninik mamak (the custom leders) for the bride and groom. It also conveys the description of single men, and the description of agreement between the couple
Early Failure Detection and Diagnostics of High Speed Self Aligning Journal Bearing
Because of their high load carrying capacity and low cost, journal bearings are widely used to support
the rotor of industrial machinery with high loads, such as steam turbines, centrifugal compressors and
pumps. However, sudden catastrophic failure journal bearings can result in huge economic loss and
high safety problems. It is necessary to develop effective condition monitoring technologies to detect
and diagnose the failures at early stage and avoid such catastrophic failure. Previous researchers have
studied the low frequency vibration characteristics as well as the high frequency vibration and
acoustics emission for the early detection of journal bearing failure. However, these studies give
relatively little information to the vibro-acoustic characteristics of high speed self aligning journal
bearings. This paper focuses on the condition monitoring of high speed self aligning journal bearings
through vibro-acoustic analysis
Balti Famous fiddler Costache Parno
Costache Parno is one of the first well-known Bassarabian musicians who was born and lived in Balti. He did not know neither write nor read, but learned the notes and was the first fiddler, who taught music at city school, driven by a methodological rules and system. Parno Costache’s life was dedicated to art
Bentuk dan Makna Sastra Lisan Parno Kerinci di Desa Jujun
This study aims to describe and analyze the form and meaning of Parno Kerinci oral literature in Jujun, Kerinci Regency. This research approach is qualitative with descriptive type. The data in this study are utterances in the form of parno words in the Pusako Kenduri Ceremony at Jujun, Kerinci Regency, especially the form and meaning. The supporting data are the results of interviews with informants related to customary parno. The source of the data from this study is the parno text which has been recorded by the Jujun State Customary Density Institute. Data collection analysis techniques in this study were observation, documentation, observation, interviews, and notes. Based on the results of the study, it can be concluded that the form of traditional kerinci parno has its own uniqueness, because it is conveyed using the respective regional/village languages and delivered in beautiful language and rhythm.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk dan makna sastra lisan parno Kerinci di Jujun Kabupaten Kerinci. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dalam penelitiaan ini adalah tuturan yang berupa kata-kata parno dalam Upacara Kenduri pusako di Jujun Kabupaten Kerinci khususnya bentuk dan makna. Data pendukungnya adalah hasil wawancara peneliti dengan informan terkait dengan parno adat. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu teks parno yang sudah dibukukan oleh Lembaga Kerapatan Adat Negeri Jujun. Teknik analisis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, simak, wawancara, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk parno adat kerinci memiliki keunikan tersendiri, karena disampaikan dengan menggunakan bahasa daerah/desa masing-masing dan disampaikan dengan bahasa dan irama yang indah.This study aims to describe and analyze the form and meaning of Parno Kerinci oral literature in Jujun, Kerinci Regency. This research approach is qualitative with descriptive type. The data in this study are utterances in the form of parno words in the Pusako Kenduri Ceremony at Jujun, Kerinci Regency, especially the form and meaning. The supporting data are the results of interviews with informants related to customary parno. The source of the data from this study is the parno text which has been recorded by the Jujun State Customary Density Institute. Data collection analysis techniques in this study were observation, documentation, observation, interviews, and notes. Based on the results of the study, it can be concluded that the form of traditional kerinci parno has its own uniqueness, because it is conveyed using the respective regional/village languages and delivered in beautiful language and rhythm.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk dan makna sastra lisan parno Kerinci di Jujun Kabupaten Kerinci. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dalam penelitiaan ini adalah tuturan yang berupa kata-kata parno dalam Upacara Kenduri pusako di Jujun Kabupaten Kerinci khususnya bentuk dan makna. Data pendukungnya adalah hasil wawancara peneliti dengan informan terkait dengan parno adat. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu teks parno yang sudah dibukukan oleh Lembaga Kerapatan Adat Negeri Jujun. Teknik analisis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, simak, wawancara, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk parno adat kerinci memiliki keunikan tersendiri, karena disampaikan dengan menggunakan bahasa daerah/desa masing-masing dan disampaikan dengan bahasa dan irama yang indah
Yokki and the Parno Gry
Yokki is a young boy with a knack for telling imaginative stories. He belongs to a large family of travelers. When the livelihood of his family begins to be unsuccessful, Yokki lifts their spirits as they sit around the campfire and he tells them the stories about the Parno Gry. This mystical white horse can fly the family to lands where work is plenty and harvests are bountiful. This story helps spread cheer throughout the family—until one day the Parno Gry actually comes to visit
EKSISTENSI NILAI-NILAI PARNO ADAT DALAM TRADISI MASYARAKAT KERINCI SEBAGAI ALAT KONTROL SOSIAL
EKSISTENSI NILAI-NILAI PARNO ADAT DALAM TRADISI MASYARAKAT KERINCI SEBAGAI ALAT KONTROL SOSIAL
(Studi Fenomenologi terhadap Eksistensi Parno Adat pada Masyarakat Kerinci Provinsi Jambi)
Tomy Lovendo
Program Studi Pendidikan Sosiologi, Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat Kerinci khususnya generasi muda terhadap nilai-nilai yang terdapat di dalam Parno Adat dalam berbagai tradisi masyarakat Kerinci. Parno Adat merupakan tradisi yang sangat penting untuk mengontrol tindakan masyarakat Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah tokoh adat, budayawan Kerinci dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor-faktor yang menyebabkan Parno Adat di Kerinci masih dipertahankan adalah kokohnya sistem pemerintahan Adat Kerinci, kekerabatan orang Kerinci sangat kuat, penegakan hukum adat yang masih konsisten ; (2) Gambaran nilai-nilai Parno Adat dalam tradisi masyarakat Kerinci sehingga berfungsi sebagai alat kontrol sosial yaitu nilai hukum, nilai tanggung jawab, nilai saling menghormati, nilai toleransi, nilai sopan santun dan nilai kebersamaan atau gotong royong ; (3) Upaya masyarakat Kerinci untuk mempertahankan eksistensi Parno Adat dalam setiap tradisi adat setempat yaitu selalu melaksanakan Parno Adat pada tiap acara adat, menjadikan Parno Adat sebagai event budaya daerah untuk daya tarik wisatawan, serta memberikan pengajaran khusus Parno Adat bagi masyarakat di tiap wilayah adat.
Kata Kunci : Eksistensi, Kontrol Sosial, Nilai, Parno Adat
MAKNA SOSIAL DIALOG PARNO ADAT DALAM RITUAL KENDURI SKO MASYARAKAT KERINCI
Tesis ini mengkaji tentang. “Makna Sosial Dialog Parno Adat Dalam Ritual
Kenduri Sko Masyarakat Kerinci.” Pertanyaan utama dalam penelitian ini yaitu:
Bagaimanakah Konteks Sosial di dalam Tradisi Lisan Dialog Parno Adat? Dan
Bagaimana Fungsi Tradisi Lisan Dialog Parno Adat Dalam Ritual Kenduri Sko Bila
Disandingkan Dengan Teori Four Functions Of Folklore Oleh William R.
Bascom?. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dengan
melakukan observasi mendalam terhadap lembaga adat di Kerinci hadir secara
langsung dan melakukan observasi melihat ritual kenduri sko masyarakat kerinci
serta melakukan penelusuran data lapangan dengan mengikuti sejumlah aktivitas
masyarakat. Penulis juga melakukan wawancara kepada petinggi adat serta
masyarakat yang mengikuti acara ritual kenduri sko masyarakat Kerinci.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dialog Parno Adat menghasilkan
suatu makna sosial yang sangat berarti di dalam kehidupan masyarakat Kerinci,
yang mana mengandung banyak nilai-nilai kehidupan seperti nilai budaya, agama,
dan nilai moral yang terdapat di dalam dialog Parno Adat. Penelitian ini juga
menunjukkan serta menegaskan bahwa dialog Parno Adat merupakan sastra lisan
khas masyarakat Kerinci. Sejatinya dialog Parno Adat memiliki ragam bentuk yang
terdapat di dalam ritual masyarakat Kerinci. Namun, dialog Parno Adat, yang
terdapat di dalam ritual Kenduri Sko memiliki perbedaan dari dialog adat pada
umumnya. Pertama dialog Parno Adat dalam ritual Kenduri Sko bersifat mengikat,
sehingga hasil dari dialog diputuskan langsung oleh petinggi adat, setiap keputusan
yang dihasilkan tidak dapat disanggah dan dirubah. Kedua, setiap delegasi atau
utusan adat seperti Ninik Mamak, Uhang Tuo Cerdik Pandai, Alim Ulama, Dan
Tokoh Masyarakat, hanya punya hak suara untuk mengiyakan dari putusan dialog
yang disampaikan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa fungsi tradisi lisan
dialog Parno Adat di dalam ritual Kenduri Sko masyarakat Kerinci, related dengan
teori four functions of folklore yaitu: Amusement, tradisi lisan bentuk dari
kesenangan. Mirror of culture, tradisi lisan merupakan cerminan dari kebudayaan.
Expression of beliefs and attitudes, tradisi lisan melahirkan suatu ekspresi,
keyakinan, dan sikap. Serta Maintaning conformity to accepted behaviors, tradisi
lisan menjaga kesesuaian dari perilaku yang diterima
MENELUSURI TRADISI LISAN PARNO (PANGKU PARBAYO) ADAT DESA KOTO MAJIDIN, KABUPATEN KERINCI SEBAGAI WUJUD IDENTITAS MASYARAKAT
Introduction: This article discusses the oral tradition of the people of Koto Majidin village, namely parno adat Data Cellection Method: The stages in oral tradition research include literature studies and observation. Analysis Data: To trace the traditional parno tradition of Koto Majidin Village, qualitative research was used with a descriptive method, namely trying to describe and explain traditional customs so that they could know the substance of the parno. Furthermore, this study uses a cultural theme analysis. Results and Dicussions: Oral tradition is a tradition that has been passed down from one generation to the next. With the progress of the development of human life and the development of science, the oral tradition has been eliminated from people\u27s lives. In the lives of urban people, this oral tradition has begun to disappear. But the existence of this oral tradition can still be found in rural areas. One of them is in Koto Majidin Village, Kab. Kerinci, namely the parno adat oral tradition. Parno adat whose existence still exists in traditional community celebrations, if not reviewed. So it is feared that there will be extinction. Conclusion: This analysis is used to conduct culture-oriented research by looking for red threads that are related associated with values, ethos, and culture. The results of this study, if viewed from the values contained in the customary community of Koto Majidin Village are religious, agrarian and humanist societies. Furthermore, the values of the traditional parno wisdom of Koto Majidin Village relate to ideological values and advice
Cultural and Religious Harmony: The Philosophical Significance of Parno Adat in Koto Payang Village
Kerinci merupakan salah satu daerah yang memiliki warisan budaya yang membentuk kehidupan sehari-hari penduduknya, seperti Kerinci Hilir hingga Kerinci Mudik. Kekayaan tersebut berupa bahasa, adat istiadat, dan tradisi khas seperti tradisi Parno Adat. Tradisi ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, namun bentuk manifestasi mendalam dari prinsip-prinsip sakral yang menjadi identitas lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dasar-dasar filosofis dari tradisi Parno Adat di Desa Koto Payang, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Penelitian ini akan mengungkap kompleksitas laten dari sebuah fenomena budaya yang selama ini kurang mendapat perhatian di luar komunitas terdekatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bidang etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara yang berpusat pada tokoh-tokoh adat terkemuka dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parno Adat di Koto Payang mengandung makna filosofis yang diekspresikan melalui tradisi lisan, termasuk puisi, pantun, dan metafora dalam bahasa lokal yang berbeda. Parno Adat juga mencerminkan kepercayaan budaya dan pengetahuan adat yang mempengaruhi prinsip-prinsip etika dan moral masyarakat. Pelestarian tradisi ini dijaga oleh “Sekao Tigo Takah,” sebuah kelompok pemimpin adat yang bertanggung jawab untuk menjamin kepatuhan yang ketat terhadap aturan-aturan adat. Kerinci is a region that has a cultural heritage that defines the daily lives of the community, from Kerinci Hilir to Kerinci Mudik. This heritage consists of language, culture, and traditions such as the Parno Adat tradition. This tradition is more than just a ceremonial activity, but a manifestation of the deep values of local identity and sacred principles. The research aims to explore the philosophical bases of the Parno Adat tradition in Koto Payang Village, Kerinci Regency, Jambi Province. It reveals the latent complexity of a cultural phenomenon that has received low attention from outside the community. This study represents qualitative research in the communication ethnography field. The data was collected by interviews with leading local figures in the tradition. Findings show that Parno Adat in Koto Payang contains philosophical meanings expressed with oral traditions, including poetry, pantun, and metaphors in different local languages. Parno Adat also represents cultural beliefs and adat science that affects the ethical and moral principles of the community. The tradition's preservation is guarded by the “Sekao Tigo Takah,” a group of adat leaders that are responsible for securing strict adherence to adat rules
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PARNO ADAT PERKAWINAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TIGO LUHAH SEMURUP KERINCI : SUATU KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Parno Adat Pernikahan dan Persepsi Masyarakat Tigo Luhah Semurup Kerinci. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan wawancara dengan narasumber. Dan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan teori yang diterapkan dapat dikatakan dalam Parno adat pernikahan Tigo Luhah Semurup terdapat delapan nilai pendidikan karakter dari jumlah semuanya ada delapan belas sesuai yang dikemukakan pada teori. Selain itu keberadaan Parno adat dilingkup masyarakat memiliki kedudukan yang cukup baik. Hal itu didapat dari hasil wawancara dengan narasumber yang beralamat didaerah tigo luhah semurup. Dari beberapa pendapat narasumber didapatkan Parno adat perkawinan ini sangat penting dan diperlukan didalam masyarakat. Terutama untuk laki-laki dan perempuan yang akan menikah tentu harus mengetahui hal atau nasehat yang sangat penting untuk kehidupan kedepannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengertian Parno itu merupakan sebuah penyampaian kata-kata adat yang dilakukan oleh ketua adat daerah Tigo Luhah Semurup. Kemudian keberadaan Parno adat sangat memiliki pengaruh didalam kehidupan masyarakat dikarenakan Parno adat ini dapat juga dikatakan sebagai aturan dalam hidup masyarakat. Hal itu diperkuat oleh hasil penelitian terhadap persepsi masyarakat tentang Parno adat. Berdasarkan pengalaman melaksanakan penelitian dilapangan mengenai analisis nilai pendidikan karakter dan wawancara dengan narasumber peneliti menyarankan yang sekiranya berguna bagi peneliti selanjutnya yaitu pengembangan penelitian dengan diperdalam metode penelitiannya
- …
