1,722,661 research outputs found
Nuansa tafsir sufi dalam penafsiran QS. Al-Fatihah Nasaruddin Umar di Chanel Youtube: Nasaruddin Umar Official
Di era digital banyak mufassir yang memanfaatkan media sosial sebagai media penafsiran Al-Qur’an di era sekarang. Banyak kajian-kajian yang tersebar di media sosial, mulai dari media sosial Facebook, Twitter, dan Youtube. Salah satunya mufassir yang melakukan kajian Tafsirdi medial sosial adalah Prof. Nasaruddin Umar, beliau menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an di chanel youtube nasaruddin Umar Official. Panelitian ini mengkaji Nuansa Tafsir Sufi al-Fa>tihah di chanel youtube Nasaruddin Umar Official.
Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (Library research). Dengan sumber utama Kajian Tafsirsufi surah al-Fa>tihah ayat ke empat, lima dan enam. Pada pertemuan ke 219, 223, 226 di chanel youtube Nasaruddin Umar Official. Dan didukung sumber sekunder dari leteratrul lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam proses penelitian menggunakan metode deskriptif analisis.
Penelitian ini menunjukan bahwa penafsiran yang dilakukan oleh Nasaruddin Umar Pada surah al-Fa>tihah ayat empat, lima dan enam memiliki kevalidan Tafsir sufi can dalam penafsiran menggunakan corak sufi isyari’
KONSEP TAQARRUB MENURUT NASARUDDIN UMAR (1959-SDS)
ABSTRAK
Skripsi ini merupakan hasil penelitian tokoh tentang pemikiran taqarrub menurut Nasaruddin Umar. Adapun dasar yang melatarbelakangi penelitian ini ialah adanya hubungan erat antara peran pemikiran ketokohan dengan persoalan moral dan spiritual masyarakat umat muslim yang mampu menjawab tantangan zaman. Nasaruddin Umar salah satu tokoh yang memiliki pandangan yang komprehensif yang relevan dengan kondisi umat Islam saat ini. Skripsi ini mencoba menggali kembali solusi-solusi yang pernah ditawarkan oleh tasawuf dalam upaya untuk mendekatkan kembali manusia kepada Tuhan-Nya. Jenis penelitian ini adalah riset kepustakaan (library research) melalui pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dari karya-karyanya kemudian menganalisis dengan metode content analysis. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh manusia modern, terutama umat Islam, dan untuk memahami dengan baik bagaimana melakukan taqarrub (mendekati diri) kepada Allah, tujuan kedua memaparkan dan mendeskripsikan seperti apa konsep taqarrub prespektif Nasaruddin Umar. Dari pembahasan tentang konsep Taqarrub menurut Nasaruddin Umar, peneliti memperoleh temuan-temuan antara lain: Taqarrub menurut Nasaruddin Umar jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. ada banyak jalan menuju Allah baik menjalankan ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah. Ada tiga konsep taqarrub menurut Nasaruddin Umar. Pertama, Tasawuf sebagai Jalan Taqarrub. Kedua, Tafakkur dan Tadzakkur sebagai Jalan Taqarrub. Ketiga, Akhlakul Karimah sebagai Jalan Taqarrub.
Kata Kunci: Konsep, Taqarrub, Nasaruddin Uma
TOLERANSI NASARUDDIN UMAR SEBAGAI SOLUSI MENANGGULANGI RADIKALISME ATAS NAMA AGAMA
Radicalism is synonymous with violence in carrying out its actions. Even today the radicalism movement in the name of religion as a vehicle to achieve their goals. There needs to be an effort to tackle radicalism in Indonesia. The effort is to instill religious tolerance. This study aims to examine the concept of tolerance according to Nasaruddin Umar. That in instilling a tolerant attitude is expected to be able to overcome radicalism. This study uses a qualitative method, with a literature review approach. Books, scientific articles, and other sources that are believed to be sources of research data. This study found that tolerance according to Nasaruddin Umar is respecting and respecting the rights of others. In implementing tolerance, he is committed to tackling radicalism in Indonesia. Several efforts were made to establish the Nasaruddin Umar Office and to promote the importance of tolerance in society through social media.Keywords: Nasaruddin Umar; radicalism; toleranc
THE CONCEPT OF ISLAMIC SPIRITUAL HAPPINESS (a Review of Nasaruddin Umar’s Thought)
This article is a review of a book written by Nasaruddin Umar, titled “Doors towards Happiness: Learning 9 Art of Happy Life in the World and the Hereafter/ Pintu-Pintu Menuju Kebahagiaan: Belajar 9 Seni Hidup Bahagia di Dunia dan Akhiratâ€. This study aims to photograph his unique ideas about Spiritual Happiness. Then, the author offers it as a theoretical review of Islamic Psychology, in response to the problem of happiness in Western-modern psychology. Through this study, the author showed Nasaruddin Umar's influence on the views of some Sufis such as Ibn ‘Arabi and ‘AbdulKarim al-JillÄ« in interpreting happiness. In addition, the author seeks to map several important principles used as the foundation of theory, both theoretical and practical.Â
KESETARAAN GENDER: STUDI KOMPERASI PEMIKIRAN NASARUDDIN UMAR DAN MURTADHA MUTHAHHARI.
ABSTRAK
Sulaiman (2022): Kesetaraan Gender: Studi Komperasi Pemikiran
Nasaruddin Umar dan Murtadha Muthahhari.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu konsep kultural yang berupaya
membuat pembedaan dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik
emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang di masyarakat.
Konsep gender mengacu kepada seperangkat sifat, peran, tanggung jawab, fungsi,
hak dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan
budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh dan dibesarkan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan konsep
kesetaraan gender saat kini, bagaimana kesetaraan gender menurut Nasaruddin
Umar dan Murtadha Muthahhari, dan bagaimana karakteristik konsep kesetaraan
gender menurut keduanya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan
(library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan
data yang ada di pustaka, membaca, mencatat serta mengolah bahan yang
berkenaan dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa konsep
kesetaraan gender yang ditawarkan oleh Nasaruddin Umar cendrung mengangkat
posisi perempuan setara dengan laki-laki. Pemikiran Nasaruddin Umar ini lebih
mengarahkan pembahasannya pada penafsiran terhadap al-Quran dengan
menggunakan perspektif keadilan gender dalam mengungkapkan relasi sosial
antara laki-laki dan perempuan. Adapun kesetaraan gender menurut Nasaruddin
Umar adalah laki-laki dan perempuan sama-sama sebagai hamba, laki-laki dan
perempuan sebagai khalifah di muka bumi, laki-laki dan perempuan menerima
perjanjian primordial, Adam dan Hawa terlibat secara aktif dalam drama kosmis
dan laki-laki dan perempuan berpotensi meraih prestasi. Sedangkan kesetaraan
gender menurut Murtadha Muthahhari adalah perempuan dan laki-laki samasama
manusia, perempuan dan laki-laki mendapatkan kabahagiaan yang sama,
Laki-laki dan perempuan telah mendapatkan haknya sejak lahir, dan perempuan
dan laki-laki mendapat hak pendidikan yang sama. Sedangkan karakteristik
Nasaruddin Umar adalah seorang intelektual terkenal di Indonesia yang banyak
melakukan kajian dan presentasi tentang diskursus gender. Sementara Murtadha
Muthahhari adalah seorang tokoh, penulis, pemikir dan pembaharu Islam serta
tulisan-tulisannya telah mendapat sambutan dan penghargaan yang tinggi oleh
kalangan umat Islam, baik di dalam maupun di luar negeri.
Kata Kunci: Kesetaraan, Gender, Studi Perbandinga
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN SUFISTIK NURCHOLISH MADJID DAN NASARUDDIN UMAR
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang pemikiran sufistik menurut Nurcholish Madjid
dan Nasaruddin Umar. Tasawuf termasuk aspek esoteris Islam yang merupakan
bentuk ihsan dalam memahami konsep hubungan ketuhanan dengan
hambanya.Tasawuf menjadi kunci utama dalam melaksanakan ajaran Islam selain
dari mengamalkan syariat dan akidah Islam.Tasawuf tidak dapat difahami dengan
logika saja, maka tidak heran jika individu yang mengedepankan logika ia akan
kesusahan dalam memahami tasawuf. Dalam penelitian ini ada dua pertanyaan
yang menjadi rumusan masalah yaitu: pertama, bagaimana pemikiran tasawuf
menurut Nurcholish Madjid dan Nasaruddin Umar, kedua, apa saja aspek
persamaan dan perbedaan pemikiran tasawuf Nurcholish Madjid dan Nasaruddin
Umar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode analisis
deskriptif dan komparatif. Pembahasan penelitian ini hanya memfokuskan hanya
pada komparasi pemikiran tasawuf Nurcholosh Madjid dan Nasaruddin Umar.
Nurcholis Madjid memaknai tasawuf sebagai kesadaran seorang manusia terhadap
sikapnya untuk melawan atau memberikan keseimbangan bagi pola pikir sufi
klasik agar upaya ini dapat dikenali oleh sufi terdahulu. Dari makna tersebut ia
menghadirkan konsep yang diartikan sebagai nilai-nilai spritual yang harus
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Nasaruddin Umar memaknai
tasaswuf pada intinya mensucikan diri dari polusi pemikiran materialistis yang
masuk kedalam pemikiran komprehensif. Jadi, tidak hanya fokus kepada akal tapi
memberikan ruang spritual dan hati untuk referensi kehidupan. Nurcholish Madjid
mempunyai pandangan tasawuf yang bercorak neosufisme sedangkan Nasaruddin
Umar bercorak Falsafi.
Kata kunci: komparatif, Tasawuf Neo-Sufisme, dan Tasawuf Falsafi
Konsep Tasawuf Modern dalam Pemikiran Nasaruddin Umar
Tasawuf pada zaman dahulu sangat terasa di kalangan masyarakat, peran Tasawuf sangat membawa dampak yang sangat positif. Rasa persatuan yang sungguh erat, jiwa gotong royong yang sungguh terasa. Berbeda dengan zaman modern ini, dimana mulai lunturnya beberapa konsep kehidupan yang saling mengasihi dan mencintai sesama umat manusia atau bahkan sesama muslim. Terjadi di dewasa ini, bahwa umat manusia atau umat muslim telah hilang daya nalar kehidupan yang cinta damai dan saling mengasihi dan munculnya rasa saling membenci satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Nasaruddin Umar tentang konsep Tasawuf Modern, dan juga pandangan Nasaruddin Umar tentang Impikasi Tasawuf Modern dalam tinjauan pemikiran Nasaruddin Umar. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan Deskriptif Analitif, serta konsep triangulasi yakni: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi ini dilakukan di tempat pengajian yang diadakan oleh Nasaruddin Umar sebagai Informan Kunci. Dan proses wawancara dilakukan langsung bersama Informan kunci di Rumahnya.Berdasarkan hasil data yang diperoleh dilapangan dan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa: Pemahaman konsep Tasawuf Modern adalah dengan meninggalkan segala praktek Tasawuf yang memisahkan diri dari kehidupan dunia dan menggantikannya dengan praktek Tasawuf yang tidak memisahkan diri dari tatanan sosial kemasyarakatan. Tasawuf itu pada intinya mensucikan diri dari polusi pemikiran materealistis yang masuk kedalam pemikiran komprehensif
Feminism Paradigm in Gender Equality Argument of Nasaruddin Umar
The idea of gender equality, that dominates contemporary men-women relation discourse, makes a number of Muslim thinkers trying to reinterpretation some of the religious doctrines that are considered as biased. At this point the scripture became the main target of the review, because of its position as a major source of religious doctrines. This effort has been done by Nasaruddin Umar through the book "Argument Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur'an". By using the hermeneutics and semantics methods, his study focused on the historical study of Arab society and the meaning of vocabulary in the Qur'an that are directly related to gender issues. Nasaruddin saw the primary mission of the Qur'an is actually a liberating womens from the Arab patriarchist and similarity to the relations between men and women. But, the structure of the language and culture of Arab societies have been "trapped" word of God. Its makes a misunderstood that Islam helped to perpetuate the culture. This paper attempts to prove the strong influence of feminism paradigm in the Nasaruddin's thought, and that so impressed coercion meaning of vocabulary and verses of the Qur'an adapted to the paradigm. The imposition of meaning occurs on the distinction of the meaning of the word al-Rijal / rajul and al-dzakar. The first emphasis on the quality and culture, the second emphasis on the biological aspects. But unfortunately, Nasaruddin was inconsistent using the sense that it provides itself. In addition, this paper provides a critical assessment of his socio-historical approach to build gender equality argument. Here the author found the reckless of Nasaruddin in seeing the socio-historical context of Arab society before and during the revelation of al-Qur'an. This makes his analysis tend to amplify and redirect the reason feminism espoused
Esoterisme Pemikiran Gender Nasaruddin Umar
Esotericism in Gender Thought Nasaruddin UmarThe dimension of esotericism in Nasaruddin Umar's gender thinking has become a style of gender thinking that is very possible to be transformed as a strategy of gender mainstreaming in the current era. The issue of gender equality expressed in its gender thinking refers to a variety of esoteric dimensions by combining the concepts of nature and form so that dependence on the text does not trap in an interpretation that is embedded in the structure of the text itself. With the esotericism of gender thinking that he developed, understanding gender issues that are more accommodating to the philosophical values of Sufism leads him to elaborate a lot of the nature of human creation as God's noble and glorified creation without having to be suppressed with issues of gender injustice.AbstrakDimensi esoterisme dalam pemikiran gender Nasaruddin Umar telah menjadi gaya berpikir gender yang sangat mungkin untuk ditransformasikan sebagai strategi pengarusutamaan gender di era saat ini. Masalah kesetaraan gender yang diekspresikan dalam pemikiran jender mengacu pada berbagai dimensi esoteris dengan menggabungkan konsep-konsep alam dan bentuk sehingga ketergantungan pada teks tidak menjebak dalam interpretasi yang tertanam dalam struktur teks itu sendiri. Dengan esoterisme pemikiran gender yang ia kembangkan, memahami isu-isu gender yang lebih akomodatif terhadap nilai-nilai filosofis tasawuf menuntunnya untuk menguraikan banyak sifat ciptaan manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia dan mulia tanpa harus ditekan dengan masalah gender ketidakadilan.Â
Konsep Tasawuf Modern dalam pemikiran Nasaruddin Umar
Tasawuf pada zaman dahulu sangat terasa di kalangan masyarakat, peran Tasawuf sangat membawa dampak yang sangat positif. Rasa persatuan yang sungguh erat, jiwa gotong royong yang sungguh terasa. Berbeda dengan zaman modern ini, dimana mulai lunturnya beberapa konsep kehidupan yang saling mengasihi dan mencintai sesama umat manusia atau bahkan sesama muslim. Terjadi di dewasa ini, bahwa umat manusia atau umat muslim telah hilang daya nalar kehidupan yang cinta damai dan saling mengasihi dan munculnya rasa saling membenci satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Nasaruddin Umar tentang konsep Tasawuf Modern, dan juga pandangan Nasaruddin Umar tentang Impikasi Tasawuf Modern dalam tinjauan pemikiran Nasaruddin Umar. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan Deskriptif Analitif, serta konsep triangulasi yakni: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi ini dilakukan di tempat pengajian yang diadakan oleh Nasaruddin Umar sebagai Informan Kunci. Dan proses wawancara dilakukan langsung bersama Informan kunci di Rumahnya. Berdasarkan hasil data yang diperoleh dilapangan dan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa: Pemahaman konsep Tasawuf Modern adalah dengan meninggalkan segala praktek Tasawuf yang memisahkan diri dari kehidupan dunia dan menggantikannya dengan praktek Tasawuf yang tidak memisahkan diri dari tatanan sosial kemasyarakatan. Tasawuf itu pada intinya mensucikan diri dari polusi pemikiran materealistis yang masuk kedalam pemikiran komprehensif
- …
