215 research outputs found

    Studi Pengaruh Kedalaman Lubang Tembak terhadap Fragmentasi Hasil Peledakan pada PT. Pamapersadanusantara Site PT. Kideco Kalimantan Timur

    No full text
    Kedalaman lubang ledak sangat berpengaruh pada fragmentasi hasil peledakan, dimana semakin dangkal kedalaman lubang ledak maka boulder yang dihasilkan semakin besar.Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui kedalaman lubang ledak yangefektifdan menghasilkan fragmentasi yang baik. Data-data yang diambil pada penelitian ini yaitu data geometri peledakan meliputi: Burden, Spasi, Tinggi Jenjang, Stemming, Powder factordan ukuran fragmentsi. Untuk pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung dilapangan serta interview dengan crew dan pengawas selama kegiatan berlangsung peledakan berlangsung dan didapatkan rata-rata kedalaman setiap lokasi pada PIT Roto Selatan adalah: 7F IB 4/6 (7,7 m), 7A IB 4/5 (7,6 m), 8D2 18 WALL (7,7 m), 8C2 CB (7,8 M), 2C3 PILAR 18 (7,7 m), 3F IB 13 (7,3 m), 7B2 CB (7,8 m).Untukfragmentasi dan faktor batuan didapatkan hasil: 7F IB 4/6 (7,39%), (5,21), 7A IB 4/5 (24,08%), (6,45), 8D2 18 WALL(8,38%), (5,21), 8C2 CB (5,68%), (5,04), 2C3 PILAR 18 (9,23%), (5,06), 3F IB 13 (3,13%), (4,46), 7B2 CB (14,28%), (5,86).Dari hasil penelitian di atas bahwa kedalaman dan faktor batuan yang berbeda akan menghasilkan fragmentasi yang berbeda semakin dalam lubang tembak maka fragmentasi yang di hasilkan akan semakin baik

    Pelayanan pariwisata ramah muslim berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) di Firdaus Fatimah Zahra Semarang

    No full text
    IKHSAN FALDIVIAN AFANDI, NIM (1901036157), penelitian ini berjudul “Pelayanan Pariwisata Ramah Muslim Berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) Di Firdaus Fatimah Zahra, Semarang” pelayanan dalam kualitas destinasi harus selalu terjaga, untuk itu perlunya pembentukan sdm yang baik”. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengukur penerapan pariwisata ramah muslim di Firdaus Fatimah Zahra (2) Menganalisis index services (pelayanan) wisata Firdaus Fatimah Zahra berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) pada aspek ACES (Acces, Communication, Environtment, Service). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, untuk teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa : 1. Penerapan pariwisata ramah muslim di Firdaus Fatimah Zahra sudah berjalan dengan baik seperti penerapan akses wisata, komunikasi yang diterapkan dari pemandu wisata ke pengunjung, kemahiran dalam menjelaskan tentang isi lokasi tersebut serta kemahiran dalam membimbing pengunjung untuk melaksanakan simulasi haji dan umroh, lingkungan pendukungnya cukup baik dengan menerapkan selalu menjaga kebersihan dilokasi wisata dan didalam destinasi lingkungan luar destinasi, dan pembatasan aturan berpakaian serta keamanan yang terjaga dengan baik, pariwisata ramah mencakup layanan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh semua wisatawan tanpa memandang kepercayaan mereka, dengan penyediaan aksebilitas yang baik, informasi yang jelas, akomodasi ramah ligkungan dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. 2. Pelayanan masjid yang sangat memadai, akses makanan halal, akomodasi jangkauan akses makanan halal, komunikasi penyampaian ramah kepada pengunjung, lingkungan yang mendukung dengan penerapan pembatasan ramah muslim, pemasaran komunikasi melalui platfrom media sosial belum terlaksana dan perlu adanya sdm yang menunjang untuk memenuhi kegiatan promosi di platfrom tersebut untuk kedepannya

    Kecenderungan pembelian terhadap produk bertanggungjawab sosial dalam kalangan generasi muda Muslim di Malaysia / Nurul Iffah Mohammad Afandi

    No full text
    Kajian mengenai kecenderungan pembelian produk bertanggungjawab sosial banyak bertumpu kepada kecenderungan keseluruhan pengguna dan tidak memberi fokus kepada pengguna Muslim. Unsur keagamaan khususnya Hablumminallah dan Hablumminannas juga tidak diberi perhatian dalam mengkaji mengenai kecenderungan pembelian produk bertanggungjawab sosial. Oleh itu, kajian ini dilakukan bagi mengenal pasti kecenderungan pembelian produk bertanggungjawab sosial dalam kalangan pengguna Muslim generasi muda di Malaysia berdasarkan elemen Hablumminallah dan Hablumminannas serta kesan demografi pengguna tersebut dalam mempengaruhi pembelian mereka. Kajian ini penting bagi membantu syarikat pengeluar produk mengetahui faktor dan elemen yang dianggap penting dalam mempengaruhi pembelian pengguna Muslim generasi muda di Malaysia. Edaran soal selidik telah digunakan dan sebanyak 437 borang telah dianalisis menggunakan perisian SPSS. Ujian-T, ANOVA serta korelasi Pearson telah digunakan bagi menganalisis dan membuktikan hipotesis kajian. Analisis yang dijalankan menunjukkan bahawa kebanyakan faktor demografi (jantina, peringkat pengajian dan zon pengajian) adalah tidak signifikan dalam mempengaruhi kecenderungan pembelian produk bertanggungjawab sosial. Manakala faktor bidang pengajian dan urbaniti pula hanya mempunyai kesan yang signifikan kepada sebahagian kecil faktor pembelian. Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa pengguna lebih mementingkan elemen Hablumminannas daripada Hablumminallah walaupun kedua-dua elemen tersebut mempunyai hubungan yang positif. Daripada analisis elemen Hablumminannas sendiri pula, pengguna menunjukkan penekanan yang ebih mendalam kepada dimensi produk berorientasikan manusia (produk bertanggungjawab komersial dan produk bertanggungjawab komuniti) berbanding dengan dimensi produk bertanggungjawab terhadap alam sekitar dan ekosistem walaupun ketiga-tiga dimensi tersebut turut mempunyai hubungan yang positif

    PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPILIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN ASIA MUSLIM CHARITY FOUNDATION SUMATERA UTARA

    No full text
    Rendahnya kinerja karyawan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Sumatera Utara untuk mencapai target programnya seperti Training Da’i dengan Target 800 peserta pelatihan dalam setahun namun hanya mencapai rata-rata 333 peserta, pada program Pendidikan Bahasa Arab dengan target rata-rata 201 peserta baru namun hanya mencapai rata-rata 167 peserta baru, akan berpotensi kepada gagalnya sebuah organisasi mencapai tujuannya. Kinerja karyawan sangat penting untuk memastikan bahwa sebuah organisasi dapat mencapai tujuannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan (X1) terhadap kinerja (Y), bagaimana pengaruh motivasi (X2) terhadap kinerja (Y), bagaimana pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap kinerja (Y) serta untuk mengetahui pengaruhnya secara Bersama – sama pengaruh kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Sumatera Utara. Popolasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Sumatera Utara 2019 dimana seluruhnya berjumlah 37 orang. Dengan menggunakan Teknik pengumpulan data angket (Questioner), kemudian dilakukan analisis data menggunakan Teknik uji asumsi klasik, regresi berganda, uji t, uji f dan koefisien determinan. Dimana berdasarkan hasil pengujian tersebut diperoleh hasil penelitian bahwa secara parsial, kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y), motivasi (X2) berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja (Y), disiplin kerja (X3) bepengaruh positif dan siginfikan terhadap kinerja (Y), serta diperoleh hasil bahwa kepemimpinan (X1), motivasi (X2), dan disiplin kerja (X3) berpengaruh positif dan siginifikan kinerja (Y) karyawan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Sumatera Utar

    Muslim Minority in Myanmar: A Case Study of Myanmar Government and Rohingya Muslims

    No full text
    &lt;p&gt;The discrimination suffered by Rohingya Muslims is increasingly blewed up in media in last decade. The peak of the discriminatory treatment against Rohingya Muslim by Myanmar government is the unavailability of shelter from Myanmar government. In the perspective of international law, Myanmar government's actions constitute a serious violence, because it ignores the rights of its citizens. Even a series of massacres and inhumane treatment became a major offense committed by Myanmar government in terms of humanity. This attracted international attention in solving the problem. This article illustrated the fate of Rohingyas who are not given citizenship rights by Myanmar government. It also revealed the irony of Muslims of Rohingya life who are discriminated by the government of Myanmar, both in the practical as well as in the political context.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diskriminasi yang diderita oleh Muslim Rohingya semakin mengemuka di media dalam dekade terakhir. Puncak perlakuan diskriminatif terhadap Muslim Rohingya adalah tidak tersedianya tempat tinggal dari pemerintah Myanmar. Dalam perspektif hukum internasional, tindakan pemerintah Myanmar ini merupakan bentuk kekerasan yang serius, karena mengabaikan hak warganya. Selain itu serangkaian pembantaian dan perlakuan tidak manusiawi menjadi pelanggaran besar yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar dalam hal kemanusiaan. Hal ini menarik perhatian dunia internasional dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut. Artikel ini selain menggambarkan nasib warga Rohingya yang tidak diberikan hak kewarganegaraan oleh pemerintah Myanmar, juga mengungkap ironi Muslim dari kehidupan Rohingya yang didiskriminasi oleh pemerintah Myanmar, baik dalam praktik maupun dalam konteks politik.&lt;/p&gt;</jats:p

    Hak Kewarisan Istri Bersama Saudara Suami yang Muslim dan Non-Muslim Menurut Hukum Islam dan Hukum Perdata Barat (Analisis Putusan MA No. 51K/AG/1999)

    No full text
    Selain yurisprudensi yang dibuat oleh Mahkamah Agung mengenai hak waris Non-Muslim yang dialihkan menjadi wasiat wajibah. Kedua, putusan akhir dari Majelis Hakim adalah dengan cara mengalihkan hak waris bagi ahli waris Non-Muslim menjadi wasiat wajibah. Namun ada beberapa hal yang sekiranya perlu diperhatikan, yaitu perlunya keterbukaan informasi terutama informasi seputar bidang peradilan, baik saat proses peradilan berlangsung sampai dengan adanya Putusan Pengadilan yang dikeluarkan baik dari Pengadilan tingkat pertama sampai dengan tingkat Mahkamah Agung, juga perlu diperhatikan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi adanya perbedaan jarak, waktu, dan kesempatan yang dimiliki oleh seseorang (yang dalam kondisi tidak memungkinkan) dalam menjalani proses pengadilan

    Mekanisma Istibdal dalam pembangunan tanah wakaf di Terengganu / Mohd Afandi Mat Rani

    No full text
    The acquisition of wakaf land by the authority body is considered ijtihadiyah matter in fiqh. It is based on the concept of maslahah 'ammah and istibdal. Rulings relating to wakaf istibdal has not been addressed specifically by Muslim scholars in their literature. Whereas, the practise of waqaf istibdal has long been implemented in Malaysia by the authirised body for the sake of economic development. Hence a study is necessary to examine such practise and the specific rulings relating to it. This study, therefore attempts to see the istibdal as mechanisme to sustain the perpetuity of wakaf land acquired by the state authority. A case study has been conducted at Majlis Agama Islam and Adat Istiadat Melayu Terengganu (MAIDAM). Several principles and istibdal methods applicable in Islamic law have been suggested in this study. It is believed that they would be able to mould towards a dynamic and comprehensive sustainable fiqh wakaf consistent with the current development in this country

    Al-Qur'an dan Psikologi

    No full text
    Viewed from various aspects, al-Qur'an has long talked about psychology before the West exposed this concept. Even when by definition the concept of psychology is still "shifting in search" of the true form of meaning, Al-Qur'an explicitly explains the psychological concepts related to everything that concerns of human both from physical and psychic reviews. Al-Quran reviews about the human physical includes insan, ins, nas or unas, basyar, and bani adam or zurriyat adam. While the review of the soul/psychic is broader that start from an-nafs, ar-ruh and al-jism with all sorts of diversity of meaning and intent. Ditinjau dari berbagai aspek, al-Quran telah lama membicarakan&nbsp; psikologi sebelum dunia&nbsp; Barat&nbsp; memaparkan konsep ini. Bahkan ketika secara definisi konsep psikologi masih “bergeser mencari” bentuk arti yang sesungghuhnya, al-Quran telah secara gamblang menjelaskan konsep-konsep psikologis berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut manusia&nbsp; baik dari tinjauan fisik maupun psikis. Tinjau al-Quran tentang fisik&nbsp; manusia mencakup insan, ins, nas atau unas, basyar, dan&nbsp; bani adam atau zurriyat adam. Sementara tinjauan tentang jiwa/psikis lebih luas yang dimulai dari an-nafs, ar-ruh dan al-jism dengan segala macam keberagaman arti dan maksudnya

    Sumber Dana dan Persepsi Tentang Bunga Bank oleh Pedagang Muslim (Studi Pedagang di Pasar Basah di Kota Kendari Tahun 2015)

    No full text
    Abstract  Fatwa of  The Council of Indonesian Ulama (Majelis Ulama Indonesia, MUI) Number 1/ 2004 imply that  bank interest equal to usury. The purpose of this study was to determine Muslim traders' perceptions of interest, and their consistency in the behavior of loan applications.  Methods of data collection used in this study was questionnaires to Muslim traders of Wet Mandonga Market Kendari City. Samples taken in this research were 30 respondents with census sampling technique. The data were analyzed using percentage. The level of consistency of respondents is calculated by the share of the number of respondents who consider the bank interest equal to usury and do not make loans with conventional scheme, to the total respondents. The results showed that all Muslim traders in the Wet Market Mandonga Kendari City have understood that the interest is equal to usury However there are 16.67 percent of respondents whose equity is usury, where 6.67 percent of which comes from loan shark. The consistency of perception and application of the understanding of interest money on Muslim traders reached 83.33 percent. Abstrak Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 1 Tahun 2004  membawa pesan bahwa bunga bank sama dengan riba. Penelitian ini mengkaji persepsi pedagang muslim tentang bunga, dan konsistensinya terhadap perilaku pengajuan pinjaman modal. Metode pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner bagi pedagang muslim di  Pasar Basah Mandonga Kota  Kendari. Sampel pada penelitian ini  berjumlah 30 orang pedagang, yang ditentukan berdasarkan metode sensus. Metode analisis yang digunakan yaitu matriks empat kuadran dan persentase. Tingkat konsistensi responden dihitung dengan persentase jumlah responden yang menganggap bunga bank sama dengan riba yang sekaligus tidak melakukan pinjaman  dengan tambahan bunga, terhadap total responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pedagang muslim di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari telah memahami bahwa bunga pinjaman uang sama dengan riba. Meskipun demikian terdapat 16,67 persen  responden yang permodalannya bersifat ribawi yang 6,67 persen diantaranya bersumber dari rentenir. Adapun konsistensi persepsi dan aplikasi dari pemahaman akan bunga uang pada pedagang muslim mencapai 83,33 perse

    Gerakan Sosial Intelektual Muslim Organik dalam Transformasi Sosial

    No full text
    Antonio Gramsci’s idea of organic intellectuals that dedicate their life to improve social life has been actually inherited within Indonesian Muslim intellectuals. The main characteristic of them is not conceptualizing and publishing their own interest in the context of academic field, but expressing and advocating social aims. This article attempts to capture Indonesian organic intellectual movement was fashioned from the era of HOS Cokroaminoto in colonial era until the existence of Non-Governmental Organization (NGO) in the present time. The history of Indonesia has witnessed that such movement has actively promoted social purposes and aspirations. Although, in its progress, organic intellectual movement is always challenged by the regime (policy oriented studies), it always comes with its own academic-emancipatory explanation for social problems. After Reformation Era, the goal of this movement focuses on advocating society against global capitalism which is expressed in—for example—World Trade Organization (WTC) and Multi-National Corporation (MNC). Another finding of this paper is that there are many NGOs in Indonesia based on Islamic values although their activists do not work on the name of Islam. The reason behind this view is that because all Muslim activists work on religious normative exercise social, economic, political, cultural, environment problems.</p
    corecore