191 research outputs found
Pengaruh Kebijakan Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Perum Pegadaian Cabang Pasar Merah Medan
Cara departemen personalia untuk meningkatkan prestasi kerja adalah
dengan memberikan kompensasi yang sesuai dengan kebutuhan karyawan. Jika
kompensasi yang diterima dapat memberikan kepuasan bagi karyawan, maka
karyawan akan bekerja lebih giat dengan disiplin yang tinggi. Hal ini mendukung
agar prestasi kerja karyawan dapat meningkat. Berdasarkan penelitian
pendahuluan yang dilakukan pada Perum Pegadaian Cabang Pasar Medan,
penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut : "Apakah kebijakan
pemberian kompensasi berpengaruh positif terhadap prestasi kerja karyawan di
Perum Pegadaian Cabang Pasar Merah Medan".
Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui hubungan kebijakan
pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan di Perum
Pegadaian Cabang Pasar Merah Medan. Data yang diperoleh berupa data
sekunder dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah Metode statistik dengan
menggunakan analisa regresi linier sederhana.
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab IV terdahulu, dapat ditarik
kesimpulan bahwa kebijakan pemberian kompensasi berpengaruh positif terhadap
prestasi kerja di Perum Pegadaian Cabang Pasar Merah Medan. Hal itu terbukti
bahwa berdasarkan perhitungan regresi linier diperoleh harga a adalah 15,23 dan
harga b adalah 0, 715. Sedangkan harga t hitung dikonsultasikan dengan harga t
tabel dengan taraf kesalahan 5%, dengan dk = 32-1 = 31, ditetapkan harga t tabel
5% = 2,042. Berdasarkan perhitungan tersebut bahwa t hitung (3,535) lebih besar
dari t tabel. Jadi koefisien korelasi parsialnya signifikan pada 5% dengan
demikian H0 diterima. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinan adalah
29,38 %. Artinya bahwa prestasi kerja pegawai Perum Pegadaian Cabang Pasar
Merah dipengaruhi oleh kebijakan pemberian kompensasi sebesar 29,38%
sedangkan 70,62% dipengaruhi oleh variabel lain diluar kontribusi penelitian ini
Keragaan Morfologi dan Kandungan Antosianin Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Munte dan Kecamatan Payung, Kabupaten Karo
Keragaan morfologi dan kandungan antosianin padi beras merah (Oryza sativa L.) pada Kecamatan Munte dan Kecamatan Payung di Kabupaten Karo. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi morfologi dan kandungan antosianin padi beras merah (Oryza sativa L.). Penelitian ini dimulai dari Juni 2017dan selesai pada Januari 2018 di kecamatan Munte dan Kecamatan Payung Kabupaten Karo.Metode survei deskriptif menggunakan panduan International Rice Research Institute (IRRI). Teknik penentuan lokasi secara sengaja dan pengamblan sampel secara kebetulan.Uji kandungan antosianin menggunakan metode analitik dengan menghomogenkan sampel. Hasil eksplorasi didapatkan 72 genotipe yang dibagi menjadi tiga lokasi lahan. Berdasaran uji kandungan antosianin didapatkan lahan A memiliki kandungan tertinggi yaitu 0,5 mg/100 g dan terendah yaitu lahan B 0,08 mg/100 g
Ketahanan Pangan Melalui Edukasi Vertical Garden di Desa Munte
Ketahanan pangan menjadi kebutuhan penting warga Desa Munte dalam menghadapi Pembangunan Berkelanjutan SDGs (Sustainable Development Goals). Tepat di desa Munte, masih banyak warga yang belum memahami cara bertani dengan mudah, seperti penanaman sayur sistem polybag atau yang biasa disebut Vertical Garden. Dengan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peningkatan ketahanan pangan bagi masyarakat melalui pelatihan penggunaan sistem tanam polybag. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan menanam sayuran dilahan pekarangan rumah. Pelatihan ini dilakukan melalui pendekatan praktik langsung yang dipandu oleh formulator pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyemaian benih, mengisi koker dengan tanah subur, dan penggunaan peptisida pada tanaman. Masyarakat dibagi ke dalam beberapa RT/RW berdasarkan domisili tempat tinggalnya. Setiap wilayah RT/RW dibagikan sebanyak 40 tanaman sayuran yang meliputi sawi, bayam merah, dan kangkung. Pelatihan ini diikuti oleh 8 perwakilan dari setiap RT/RW yang menjadi penanggung jawab kerja sama untuk perawatan tanaman sayuran tersebut. Manfaat dari kegiatan ini meliputi peningkatan masyarakat desa Munte dalam memenuhi kebutuhan sayuran disamping daerah yang meliputi daerah pesisir yang dimana akan sulit untuk tumbuhan akan tetapi hal ini dapat teratasi dengan penggunaan vertikal garden. Dan juga Program ini dapat membuktikan bahwa pelatihan penanaman sayuran menggunakan polybag mampu meningkatkan tata cara untuk bertani yang efektif dan mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi tantangan ketahanan di masa akan mendatang
Keragaan Morfologi dan Kandungan Antosianin Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) pada kecamatan Munte dan Kecamatan Payung di Kabupaten Karo
The aim of this research is to obtain morphological information and anthocyanin content of red rice (Oryza sativa L.). This research started from June 2017 to January 2018 in Munte and Payung of Karo Regency. Descriptive survey method using International Rice Research Institute (IRRI) guidance. Location determination using purposive method and accidental technique for sampling. Anthocyanin content test using analytical method by homogenizing the sample, and mitotic analysis was performed by method without simple pre-treatment. Exploration results obtained 72 genotypes are divided into three land locations. Based on anthocyanin content test obtained A land has the highest content of 0.5mg / 100gr and the lowest is B land 0.08mg / 100gr. In chromosome observations the results obtained still need to optimize the fixation time and squash method with pre-treatment and without pre-treatment.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi morfologi dan kandungan antosianin padi beras merah (Oryza sativa L.). Penelitian ini dimulai dari Juni 2017dan selesai pada Januari 2018 di kecamatan Munte dan Kecamatan Payung Kabupaten Karo. Metode survei deskriptif menggunakan panduan International Rice Research Institute (IRRI). Teknik penentuan lokasi secara sengaja dan pengamblan sampel secara kebetulan. Uji kandungan antosianin menggunakan metode analitik dengan menghomogenkan sampel, dan analisis kromosom dilakukan dengan metode tanpa pra-perlakuan sederhana. Hasil eksplorasi didapatkan 72 genotipe yang dibagi menjadi tiga lokasi lahan. Berdasaran uji kandungan antosianin didapatkan lahan A memiliki kandungan tertinggi yaitu 0,5mg/100gr dan terendah yaitu lahan B 0,08mg/100gr. Pada pengamatan kromosom hasil yang didapatakan masih perlu optimalisasi waktu fiksasi dan metode squash dengan pra-perlakuan dan tanpa pra-perlakuan.Skripsi Sarjan
Keragaan Morfologi dan Kandungan Antosianin Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) pada kecamatan Munte dan Kecamatan Payung di Kabupaten Karo
The aim of this research is to obtain morphological information and anthocyanin content of red rice (Oryza sativa L.). This research started from June 2017 to January 2018 in Munte and Payung of Karo Regency. Descriptive survey method using International Rice Research Institute (IRRI) guidance. Location determination using purposive method and accidental technique for sampling. Anthocyanin content test using analytical method by homogenizing the sample, and mitotic analysis was performed by method without simple pre-treatment. Exploration results obtained 72 genotypes are divided into three land locations. Based on anthocyanin content test obtained A land has the highest content of 0.5mg / 100gr and the lowest is B land 0.08mg / 100gr. In chromosome observations the results obtained still need to optimize the fixation time and squash method with pre-treatment and without pre-treatment.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi morfologi dan kandungan antosianin padi beras merah (Oryza sativa L.). Penelitian ini dimulai dari Juni 2017dan selesai pada Januari 2018 di kecamatan Munte dan Kecamatan Payung Kabupaten Karo. Metode survei deskriptif menggunakan panduan International Rice Research Institute (IRRI). Teknik penentuan lokasi secara sengaja dan pengamblan sampel secara kebetulan. Uji kandungan antosianin menggunakan metode analitik dengan menghomogenkan sampel, dan analisis kromosom dilakukan dengan metode tanpa pra-perlakuan sederhana. Hasil eksplorasi didapatkan 72 genotipe yang dibagi menjadi tiga lokasi lahan. Berdasaran uji kandungan antosianin didapatkan lahan A memiliki kandungan tertinggi yaitu 0,5mg/100gr dan terendah yaitu lahan B 0,08mg/100gr. Pada pengamatan kromosom hasil yang didapatakan masih perlu optimalisasi waktu fiksasi dan metode squash dengan pra-perlakuan dan tanpa pra-perlakuan.Skripsi Sarjan
PERBANDINGAN METODE AHP DAN MAUT PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU TERBAIK DI MAS DARUL MUTAALIMIN TANAH MERAH KEC. GUNUNG MERIAH KAB. ACEH SINGKIL
The best teachers are those with profound knowledge and the ability to inspire and motivate their students. Teachers are also unsung heroes who pave the way for acquiring knowledge. Therefore, their role is crucial in educating the next generation to advance the nation. This research aims to identify the best teachers by comparing decision support system methods, specifically AHP and MAUT, to assist schools in selecting the best teachers. The study develops a system to facilitate the determination of the best teacher based on criteria set by the school. The research not only compares the two methods but also uses suitability formulas to determine the most appropriate method. With this decision support system and the methods employed, it is hoped that the MAS Darul Muta’alimin Tanah Merah will be better equipped to make decisions regarding the selection of the best teacher
ARSITEKTUR MASJID MERAH PANJUNAN KOTA CIREBON
AbstrakPerkembangan ajaran agama ditandai dengan adanya pembangunan tempat peribatannya. Cirebon yang terkenal dengan sebutan “kota wali” merupakan salah satu tongggak berkembangnya ajaran Islam di pantai utara wilayah Kerajaan Pajajaran. Pembangunan Masjid Merah yang diprakasai oleh Syekh Syarif Abdurrahman dibangun pada tahun 1480 Masehi. Bangunan Masjid Merah tidak terlepas dari seni arsitektur dengan segala ornamennya berbentuk piring porselin yang dipasang di dinding tembok dan juga terbuat dari susunan bata merah sehingga mesjid ini dinamakan Masjid Merah, serta didukung oleh tiga unsur kebudayaan besar. Saat ini Masjid Merah ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh Pemerintah Kota Cirebon. Sebagai benda cagar budaya perlu adanya pemeliharaan berkesinambungan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai objek wisata sejarah dan budaya atau sebagai pembelajaran bagi generasi muda untuk menghormati karya leluhurnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data dan informasi di bidang kebudayaaan mengenai seni arsitektur Masjid Merah Panjunan di Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. AbstractThe development of religion is characterized by the construction of its place of worship. Cirebon which is known as the "city of wali" is a milestone in the development of Islam in the north coast area of the Kingdom of Pajajaran. The construction of Masjid Merah (the Red Mosque) was initiated by Syekh Syarif Abdurrahman in 1480 CE. The mosque was made of red bricks and has plates mounted on the walls as its ornament depicting harmony of three cultures which make it considered cultural heritage by local government. As the object of cultural heritage the mosque needs to be conserved for the benefit of historical and cultural tourism attraction or as learning experience for younger generation in respecting the work of their predecessors. This study aims to giving data and information in cultural area, especially architecture of the Red Mosque of Panjunan in Cirebon. The author conducts a descriptive-analytical method, and datat are obtained through primary and secondary sources.</jats:p
ANALISIS KRITIS KEBERADAAN SYAFAQ ABYADH DAN IMPLIKASINYA PADA PENETAPAN AWAL WAKTU SALAT ISYA (STUDI KASUS PANTAI BAROMBONG, LOSARI, AKKARENA, MUNTE)
Penetapan awal dan akhir waktu salat erat kaitannya dengan fenomena matahari. Namun persoalan muncul ketika keberadaan syafaq menimbulkan perdebatan dalam menentukan awal waktu salat isya, atas dasar itu sangat penting untuk diteliti dengan melakukan pengematan di pantai Barombong, Losari, Akkarena, dan munte yang merupakan lokasi terjangkau dari peneliti untuk memberi kepastian hukum. Sehingga masalah yang diangkat dalam penelitian ini terkait keberadaan syafaq abyadh di empat pantai dan implikasinya terhadap penetapan awal waktu salat isya. berdasarkan pemasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan syafaq abyadh di tempat pantai tersebut untuk mengetahui penetapan awal waktu salat isya. Setelah penelitian dilakukan di empat pantai tersebut hasil yang diperoleh yaitu hanya ada satu Pantai yang penulis dapat temukan fenomena syafaq abyadh yaitu Pantai Barombong. dengan proses matahari sudah tidak dapat diamati oleh pengamat yang berada diatas tepi pantai namun cahayanya masih terlihat akibat pembiasan dari unsur-unsur atmosfer bumi yang disebut dengan senja atau syafaq dengan tahapan yang diawali munculnya syafaq ahmar atau senja merah saat posisi matahari berada pada ketinggian -1˚ hingga -12˚ di bawah ufuq barat lalu memudar kemudian muncul sisa-sisa cahaya berwarna putih yang disebut syafaq abyadh pada posisi -13˚ di ufuk barat setelah itu cahaya menghilang disaat posisi matahari berada pada ketinggian -14˚. Namun tiga pantai lainnya yang terlihat hanya berupa fenomena syafaq ahmar yang muncul disaat posisi matahri berada pada ketinggian -1˚ hingga -13˚ dibawah ufuk barat yang disebabkan kondisi cuaca dan atmosfer yang tidak mendukung
POTRET KEMISKINAN DI KARANGSOGA DALAM BEKISAR MERAH
This text try to discuss simply about sociology theory with literature sociology approach, especially genetic structuralism in Bekisar Merah, a novel by Ahmad Tohari. The background knowledge in Bekisar Merah is author react to the citizen as a response from social situation development at that time (about 1960). With genetic structuralism method application, it could be know vision du mone (the vision of life) of Ahmad Tohari in the from careness and sideneness to defend “wong cilik” which have been degraded as a result from development unjustness. The Javanese Mosiiem color, Karangsogo village like ngalah, nrima ing pandum, urip mung saderma nunut, manungsa saderma ngalkoni can not be separated from the author’s background. Tohari also criticize about morality decline as a result from development and human economy greed by corruption and collusion practices
Key words: sociology, structuralism, genetic, vision, life, set of problem, socia
Pengembangan Agrowisata Merah Jambu Berbasis Wisata Edukasi Di Kabupaten Karanganyar
This study aims to find out what developments should be done by Merah Jambu Agrotourism in order to become an education-based Agrotourism in Karanganyar Regency. Through education-based agro-tourism development efforts, it is hoped that it can help improve the economy of the community around the agro-tourism area and education can become a new attraction that can attract tourists. In this study, the author uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques were carried out by means of library research, observation, interviews and documentation, data analysis techniques used were data reduction, data presentation and conclusion drawing. Next, test the validity of the data in this study using the triangulation technique. Based on the results of the study, it can be found that the problems that exist in the Merah Jambu Agrotourism are the absence of attractions and also the lack of facilities in the Merah Jambu agrotourism. Therefore, the need for agro-tourism development as in the tourism development theory by Cooper, namely A4 (Attractions, Accessibility, Amenity, and Ancillary) and the development of education-based attractions in agro-tourism in the form of agricultural education tourism systems in plantation areas and the use of restaurants as facilities for workshops can be realized. by Merah Jambu Agrotourism to become an education-based Agrotourism in Karanganyar Regency
- …
