1,723,746 research outputs found

    Paradigma Keilmuan PAI Menurut M. Amin Abdullah

    Get PDF
    Pendidikan agama Islam memiliki kedudukan yang sangat vital dalam diskursus keilmuan dalam rangka mewujudkan generasi Islam yang kompatebel sesuai dengan tuntunan syariatnya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Persoalan pendidikan agama Islam muncul kepermukaan ketika dihadapkan dengan berbagai paradigma. Permasalahan dikotomi keilmuan, metodologi, kurikulum dan muatan materi pendidikan agama Islam cenderung selfish, stagnation, linear dan normative. Jika pendidikan Agama Islam bertahan dan komitmen dengan pandangan yang demikian, maka pendidikan agama Islam belum menjadi resolution dalam menjawab berbabagai tantangan kontemporer. Pemikiran seperti ini memiliki keunikan pada intelektual muslim Indonesia M. Amin Abdullah. Sehingga sangat diperlukan penelitian dalam bentuk Tesis ini dengan rumusan sebagai berikut. Bagaimana paradigma keilmuan PAI menurut M. Amin Abdullah? Bagaimana implikasi pemikiran M. Amin Abdullah dalam pendidikan agama Islam? dengan tujuan untuk mengetahui Paradigma keilmuan PAI Menurut M. Amin Abdullah dan untuk mengetahui Implikasi pemikiran M. Amin Abdullah dalam pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian ini library research karena itu penelitian ini bersifat diskriftif- analitik dengan pendekatan filosofis. Metode analisis data mendunakan interpretasi analisis dengan pola deduktif dan induktif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini tentang paradigma keilmuan PAI menurut M. Amin Abdullah dapat disumpulan bahwa. Perlu upaya rekonstruksi kurikulum, metodologi dan materi dengan berbagai pendekatan keilmuan. Pendidikan agama Islam tidak seharunya hanya menekankan pada aspek doktinal-teologis, tetapi harus memperhatikan kondisi historis yang mengitarinya di era kontemporer. Secara kelembagaan implikasi pemikiran M. Amin Abdullah memilik pengaruh yang cukup signifikan terutama pada pendidikan Islam secara umum di berbagai perguruan tinggi Islam. oleh sebab itu pemikirannya banyak dijadikan rujukan oleh banyak kalangan, dosen, guru, peneliti, pemerhati pendidikan, dan akademiki perguruan tinggi Islam dan umum, negeri maupun swasta

    TEOLOGI KEBINEKAAN DALAM PEMIKIRAN M. AMIN ABDULLAH

    Get PDF
    Pembahasan kebinekaan dirasa penting karena pada akhir-akhir ini beberapa aliran, kelompok, pemahaman, ataupun pandangan ada yang menginginkan “mono”. Sedang agama dengan cabang ilmunya yang bersentuhan dengan filsafat dan erat dengan permasalahan realitas adalah teologi atau ilmu kalam. Adapun toko yang masih berperan penting hingga saat ini yang menyuarakan kebersamaan dalam keberagaman melalui teologi adalah M. Amin Abdullah. Kebinekaan merupakan keniscayaan realitas yang tidak dapat dihindarkan, apalagi ditunjang dengan budaya modernisasi dan globalisasi. Persentuhan agama dengan realitas kebinekaan berhubungan dengan keadilan, kedamaian, serta kebersamaan. Wacana kebinekaan yang akan dibahas adalah pluralisme, multikulturalisme, globalisasi dan postmodern, serta humanisme, meskipun tidak hanya itu wacana kebinekaan. Pembahasan wacana kebinekaan dipertemukan dengan teologi (Islam) pemikiran M. Amin Abdullah yang dirasa sesuai dan mencerahkan pandangan beragama kekinian. Sehingga rumusan masalahnya adalah, Bagaimana perkembangan isu-isu atau wacana kebinekaan? Bagaimana pemikiran M. Amin Abdullah tentang kebinekaan dalam konteks teologi Islam? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah filsafat (analisiskritis). Adapun metode pengumpulan data melalui dokumentasi, dan pengolahan data menggunakan Deskripsi, Interpretasi, dan Analisis. “Deskripsi” digunakan untuk mengungkapkan atau memaparkan pemikiran M. Amin Abdullah. “Interpretasi” digunakan untuk menerangkan maksud dari pemikiran M. Amin Abdullah. Sedang “Analisis” digunakan untuk menguraikan pemikiran M. Amin Abdullah lebih rinci yang ada hubungannya dengan teologi kebinekaan. Hasil dari penelitian ini adalah perkembangan dan isu-isu wacana kebinekaan: Pluralisme terbentuk dari pemahaman dan kepercayaan. Paham pluralisme adalah sikap toleransi, dialog, menghormati, saling mengerti dan memahami dalam keberagaman (kebinekaan) dan perbedaan; Multikulturalisme dari keberagaman budaya menjadi keberagaman cara pandang hidup. Adapun multikulturalisme dengan perbedaan-perbedaan di dalamnya digolongkan menjadi empat, yaitu; Cultural Diversity, Imaging Diversity, Minority Diversity, Counter Of Diversity; Globalisasi dan Postmodern yaitu keberagaman yang muncul dari ilmu pengetahuan modern dan dinetralkan paradigma postmodern dengan membongkar hegemoni dan kemutlakan; Humanisme bukan hanya meninggikan akal, namun juga etika dan agama. Adapun menurut M. Amin Abdullah teologi adalah rumusan pikiran akal manusia dalam situasi waktu dan sosial tertentu. Teologi Pluralisme dan Multikulturalisme yaitu adanya persamaan dalam esensi agama, serta perlunya hubungan doktrinal-teologis, filsafat, dan kulturalsosiologis; Hermeneutik (Teologi Kebinekaan) yaitu interpretasi dialog antar teks dan konteks, serta adanya integrasi-interkoneksi; Teologi Humanisme yaitu pentingnya keseimbangan akal dan spiritual, adanya paham komunitas dunia dan etika pemihakan kepada kemanusiaan

    Sinergi Islam Dan Politik Dalam Manuver M. Amin Rais

    No full text
    Sinergi antara Islam dan politik telah menjadi topik penting dalam konteks perkembangan politik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, Manuver M. Amin Rais, seorang politisi dan cendekiawan Muslim terkemuka, telah memainkan peran yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan sinergi antara Islam dan politik dalam manuver M. Amin Rais, dengan fokus pada kontribusinya dalam konteks Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif, penelitian ini mempelajari karya tulis, pidato, dan tindakan politik M. Amin Rais untuk mengungkap perspektifnya tentang Islam dan perannya dalam politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manuver M. Amin Rais mencoba mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip-prinsip politik dalam upaya memperjuangkan keadilan, kebebasan, dan keadilan sosial di Indonesia. Ia mengadvokasi pentingnya pemahaman Islam yang moderat dan inklusif dalam merumuskan kebijakan publik. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dan kontroversi yang dihadapi oleh sinergi Islam dan politik dalam manuver M. Amin Rais. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran dan pengaruh Manuver M. Amin Rais dalam mengembangkan sinergi antara Islam dan politik di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan untuk memahami dinamika hubungan antara agama dan politik dalam konteks yang lebih luas

    TASAWUF DALAM PEMIKIRAN M. AMIN SYUKUR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP MASYARAKAT URBAN

    Get PDF
    Tesis dengan judul “Tasawuf dalam Pemikiran M. Amin Syukur dan Kontribusinya Terhadap Masyarakat Urban” ini ditulis oleh Saskia Isna Aulia (NIM. 1880511220004) dengan Dosen Pembimbing Prof. Dr. H. Mujamil Qomar, M.Ag. dan Dr. H. Teguh, M.Ag. Kata Kunci: Tasawuf, Pemikiran M. Amin Syukur, Masyarakat Urban. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kerusakan yang semakin merajalela sebagai akibat dari perkembangan IPTEK yang semakin pesat. Masyarakat modern mengalami krisis spiritualitas, terutama masyarakat urban yang paling terdampak atas fenomena ini. Kemudian tasawuf menampakkan eksistensinya di tengah-tengah krisis tersebut dan menawarkan beberapa konsep ajarannya yang berfokus pada perbaikan diri, Namun ternyata masih banyak orang yang menganggap tasawuf sebagai ilmu yang kuno dan ketinggalan zaman. Dalam hal ini, seorang M. Amin Syukur kemudian berusaha menggagas tasawuf yang lebih moderat dan mudah dipahami untuk seluruh kalangan. Sehingga tasawuf dapat dijadikan sebagai obat dari krisis yang tengah melanda masyarakat urban. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konsep tasawuf dalam pemikiran M. Amin Syukur?; (2) Bagaimana penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menurut M. Amin Syukur?; (3) Bagaimana kontribusi tasawuf terhadap masyarakat urban dalam pemikiran M. Amin Syukur?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menangkap proposisi konsep tasawuf dalam pemikiran M. Amin Syukur; (2) Menangkap proposisi penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menurut M. Amin Syukur; (3) Menangkap proposisi kontribusi tasawuf terhadap masyarakat urban dalam pemikiran M. Amin Syukur. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 5 buku karya M. Amin Syukur: (1) Tasawuf Kontekstual: Solusi Problem Masyarakat Urban; (2) Tasawuf Sosial; (3) Tasawuf Bagi Orang Awam: Menjawab Problem Kehidupan; (4) Menggugat Tasawuf: Sufisme dan Tanggung Jawab Sosial Abad 21; (5) Tasawuf dan Krisis. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku, artikel, maupun jurnal yang relevan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model qualitative content analysis Krippendorf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep tasawuf dalam pemikiran M. Amin Syukur berbasis pada riyadhah dan mujahadah yang terdiri dari takhalli, tahalli, dan tajalli yang bertujuan mengendalikan hawa nafsu serta pengaktualisasian diri manusia menjadi insan kamil yang kemudian memiliki dampak secara sosial; (2) Penerapan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menurut M. Amin Syukur telah terdapat dalam rukun Islam, namun secara keseluruhan terdapat 8 macam, yaitu shalat, dzikir, berdoa, ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah) dan ibadah qurban, puasa, ibadah haji, mendidik anak berbasis pendidikan sufistik sejak dini, dan berbakti kepada kedua orang tua; (3) Kontribusi tasawuf terhadap masyarakat urban dalam pemikiran M. Amin Syukur yaitu berfokus pada penyadaran tanggung jawab moral dan perbaikan akhlak, yang kemudian oleh M. Amin Syukur dibagi menjadi 6 isu dengan tawaran konsepnya masing-masing, meliputi isu spiritualitas, isu keberagaman agama, isu sosial dan ekonomi, isu kerusakan lingkungan, isu politik, dan isu perkembangan keilmuan

    Pendidikan Islam Multikultural dalam Prespekti M. Amin Abdullah

    No full text
    Islamic education in multicultural societies faces serious challenges due to the rise of religious exclusivism, identity polarization, and the impacts of globalization and digital transformation. These conditions demand a conceptual formulation of Islamic education that is inclusive, dialogical, and responsive to social diversity. This study aims to analyze the concept of multicultural Islamic education from the perspective of M. Amin Abdullah and to examine its relevance for the development of Islamic education in the era of Society 5.0. This research employs a qualitative approach with a literature review and intellectual biography design, using primary sources from M. Amin Abdullah’s works and relevant scholarly literature. Data analysis is conducted through qualitative content analysis combined with a hermeneutic approach. The findings indicate that multicultural Islamic education in M. Amin Abdullah’s perspective is grounded in the integration–interconnection paradigm, which connects normative Islamic teachings with the realities of social pluralism. This paradigm encourages Islamic education to foster not only individual piety but also social piety oriented toward humanitarian ethics, interreligious dialogue, and social responsibility. The study concludes that M. Amin Abdullah’s thought holds strategic relevance in addressing the challenges of Islamic education in the Society 5.0 era, particularly in developing inclusive, adaptive, and humane Islamic education

    M. Amin Syukur’s Socio-Sufism: Bridging Spiritual and Social Piety

    Get PDF
    The esoteric aspect of Islam, namely sufism, can provide essential values in influencing people's views and attitudes in their lives that, in turn, motivate them to achieve their goals in life as individuals and as a collective society. This study aims to analyse sufism as part of Islamic teachings, emphasising aspects of social morality (equality, compassion, mutual help, tolerance, ukhuwwah or brotherhood) initiated by M. Amin Syukur. This study applies a qualitative method using a content analysis approach. The results discovered that M. Amin Syukur promotes social sufism, i.e., sufism that concerns social life. Such sufism has characteristics, namely humane, empirical, and functional. M. Amin Syukur's Sufistic idea is rich in human values for creating social order and good community relations.Contribution: This study provides a new understanding that the function of sufism in society can be measured by its role, i.e. its contribution to society. Those who perform spiritual journey (sālik) must be active in all aspects of life, such as economy, politics, and society. Such Sufism by M. Amin Syukur is called social sufism. 

    Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif M. Amin Abdullah

    Get PDF
    Integrasi agama dan sains dalam perspektif M. Amin Abdullah menekankan pentingnya pendekatan interkonektif yang melibatkan dialog antara ilmu keislaman, ilmu sosial-humaniora, dan ilmu alam. Menurutnya, dikotomi antara agama dan sains harus diatasi melalui paradigma integratif-interkonektif yang menekankan harmoni antara wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang holistik terhadap realitas, di mana agama tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai inspirasi etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan integrasi ini, M. Amin Abdullah mengusulkan pembaharuan pendidikan tinggi Islam melalui rekonstruksi kurikulum yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan pendekatan ilmiah untuk menjawab tantangan kontemporer secara komprehensif

    Problematika Masyarakat Modern dan Solusinya Dalam Buku "Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern" Karya M. Amin Syukur (Tinjauan Psikoterapi Sufistik)

    Get PDF
    ABSTRAKSI Skripsi yang berjudul Problematika Masyarakat Modern dan Solusinya dalam Buku “Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern” Karya M. Amin Syukur, ini bertujuan untuk mengetahui ragam problematika masyarakat modern dan solusinya dalam buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur dan penyelesaian problematika masyarakat modern dalam buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur, ditinjau dari psikoterapi sufistik. Penelitian ini merupakan penelitian library research (penelitian kepustakaan), dan sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur, dan content analysis (analisis isi), yaitu menganalisis isi dalam buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur. Modernitas, selain membawa dampak positif pada kemudahan-kemudahan bagi manusia, juga membawa dampak negatif yang berupa degradasi moral, kehampaan spiritual, hilangnya makna dalam hidup, keterasingan, dan neurosis. Banyak pemikir yang mencoba untuk memberikan solusi atas berbagai problematika yang melanda manusia modern ini, dan salah satunya adalah M. Amin Syukur dengan ajaran tasawufnya. Buku Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern karya M. Amin Syukur adalah buku yang memuat problem-problem manusia modern dan sekaligus solusi yang diberikan oleh M. Amin Syukur. Problem-problem manusia modern yang terdapat di dalam buku tersebut di antaranya adalah problem keluarga, problem spiritual, problem ibadah, problem moral, dan lain sebagainya. Adapun solusi yang diberikan oleh M. Amin Syukur adalah dengan mengajak manusia untuk mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf. Dari sini dapat diketahui bahwa dalam memberikan solusi atas problematika masyarakat modern M. Amin Syukur selain memberikan jawaban atas problem-problem tersebut juga mengajak manusia untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf. Sehingga, jika ditinjau dari sudut tasawuf dan psikoterapi, M. Amin Syukur secara tidak langsung dalam memberikan solusi problematika masyarakat modern menggunakan pendekatan psikoterapi sufistik. Hal ini tidaklah aneh jika dilihat dari latar belakang M. Amin Syukur sendiri, yaitu sebagai Guru Besar Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo dalam Ilmu Tasawuf

    INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF M. AMIN ABDULLAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan agar para pembaca terutama para Umat Islam mendapatkan bahan bacaan dan referensi sehingga timbul motivasi untuk membahas dan meneliti serta memperdalam kembali tentang Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif M. Amin Abdullah. Agar dengan demikian muncullah sebuah gambaran tentang bagaimana pendidikan Islam dan sains dapat saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain, sehingga dapat menciptakan pendidikan yang lebih holistik dan seimbang antara agama dan sains. Jenis penelitian menggunakan Library Research yang berarti riset kepustakaan, yang mana teknik yang digunakan dalam mengumpulkan datanya berdasarkan dokumentasi melalui bukti-bukti peninggalan yang tertulis seperti tulisan yang bersumber dari buku, jurnal, dan lainnya yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa M. Amin Abdullah menawarkan pandangan yang memperkuat integrasi antara agama dan sains, menekankan bahwa keduanya dapat saling melengkapi. M. Amin Abdullah menekankan pentingnya interpretasi teks agama yang kontekstual dan dinamis. Ia percaya bahwa pemahaman yang berkembang tentang sains dapat mendorong reinterpretasi ajaran agama, sehingga tidak terjebak dalam dogma. Ini memberikan ruang bagi dialog yang konstruktif antara keduanya. Kesimpulannya, Amin Abdullah mendukung pendekatan holistik yang melihat agama dan sains sebagai dua jalan yang dapat saling mendukung dalam pencarian kebenaran, mendorong umat untuk beradaptasi dan berpikir kritis dalam memahami dunia

    Integrasi Agama dan Sains: Dari Tokoh Pembaharuan M. Amin Abdullah

    Get PDF
    Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui integrasi agama dan sains dalam sudut pandang M. Amin Abdullah. Metode penelitian yang penulis lakukan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Sumber data berasal dari buku dan jurnal ilmiah yang membahas tentang integrasi agama dan sains dalam sudut pandang M. Amin Abdullah. Berdasarkan hasil kesimpulan bahwa pemikirannya memberikan kontribusi signifikan dalam menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Melalui konsep "interkoneksi keilmuan", ia menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dan transdisipliner dalam membangun pemahaman ilmu yang lebih komprehensif. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada aspek rasional dan empiris, tetapi juga memperhitungkan dimensi etika dan spiritual. Implementasi gagasan integrasi agama dan sains telah diterapkan dalam sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih interdisipliner. Namun, penerapan konsep ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti paradigma dikotomis yang masih kuat, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan metodologi dan sumber daya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang mencakup penguatan kurikulum berbasis integrasi, peningkatan kapasitas dosen, kolaborasi antar lembaga pendidikan, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, pemikiran M. Amin Abdullah mengenai integrasi agama dan sains memiliki dampak luas dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat. Dengan menerapkan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta sistem pendidikan yang lebih holistik, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Meskipun masih menghadapi tantangan, konsep ini memberikan arah baru bagi perkembangan ilmu yang lebih harmonis antara aspek spiritual dan rasional, sehingga mampu menjawab tantangan globalisasi dan modernisasi secara lebih bijaksana
    corecore