Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Duolingo Terhadap Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di Kelas V UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala I Kota Makassar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan bahasa Inggris yang belum optimal dan membutuhkan peningkatan di kelas V UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala I Kota Maakassar. Tujuan penelitian yaitu (1) untuk menggambarkan penggunaan aplikasi Duolingo (2) Untuk mengetahui keterampilan berbicara bahasa Inggris (3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Duolingo terhadap peningkatan berbicara bahasa Inggris di kelas V UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala I Kota Makassar. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk quasi eksperimental design tipe nonequivalent control group design dengan variabel bebas penelitian ini adalah penggunaan aplikasi Duolingo dan variabel terikat keterampilan berbicara bahasa Inggris. Populasi pada penelitian ini adalah kelas V sebanyak 26 siswa. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes lisan berbicara bahasa Inggris berupa pre-test dan post-test serta lembar observasi guru terlaksana pembelajaran menggunakan aplikasi Duolingo. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deksriptif dan uji analisis data ststistik inferinsial. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Gambaran kegiatan pembelajaran menggunakan aplikasi Duolingo berlangsung baik. Hal ini dapat dilihat dari keterlaksanaan penggunaan aplikasi Duolingo beradap pada kategori sangat baik. (2) hasil tes siswa menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara bahasa Inggris, hal tersebut dibuktikan dengan nilai post-test pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi dibanding kelas kontrol yang hanya kategori sedang dan (3) terdapat pengaruh penggunaan aplikasi Duolingo terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris di kelas V UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala I Kota Makassar
Sinergi Progresivisme dan Esensialisme dalam Filsafat Pendidikan: Integrasi Nilai, Inovasi dan Implementasinya dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Perkembangan pendidikan di era modern menuntut adanya pembaruan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan peserta didik. Namun demikian, pembaruan tersebut tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tantangan ini semakin relevan seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, kreativitas, pembelajaran bermakna, serta penguatan karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan landasan filosofis yang mampu menjembatani tuntutan modernitas dengan nilai-nilai keislaman yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengintegrasikan dua aliran filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, dalam kerangka pendidikan Islam, serta menelaah relevansinya terhadap penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada peserta didik, pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis proyek. Sementara itu, esensialisme berperan penting dalam menjaga nilai-nilai fundamental Islam seperti akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta penguasaan pengetahuan pokok. Integrasi kedua aliran ini menciptakan keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai, sehingga mampu melahirkan model pembelajaran pendidikan Islam yang dinamis, relevan dengan zaman, dan berakar kuat pada nilai spiritual Islam
Implementasi Pendidikan Anti Korupsi dalam Pembelajaran PPKN di Sekolah Menengah Kejuruan
Penelitian ini meneliti penerapan pendidikan anti-korupsi dalam pengajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini berfokus pada peran sekolah sebagai institusi utama dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan disiplin sebagai dasar sikap anti-korupsi. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan kontribusi pembelajaran PPKn dalam mengurangi perilaku koruptif, menjelaskan cara penerapan pendidikan anti-korupsi dalam proses belajar, serta mengidentifikasi tantangan dan langkah-langkah optimalisasi yang diterapkan di SMK Raudlatul Hasan Curahdami Bondowoso. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn memberikan kontribusi pada penanaman nilai anti-korupsi melalui pengintegrasian materi, penggunaan metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif, serta teladan yang diberikan oleh pengajar. Pendidikan anti-korupsi dilaksanakan melalui kegiatan diskusi kasus, pembelajaran berbasis proyek, dan pembiasaan perilaku jujur serta disiplin di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan, seperti terbatasnya integrasi materi dalam kurikulum, kekurangan sumber belajar khusus, dan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya mendorong partisipasi siswa. Upaya perbaikan dilakukan dengan menyusun materi yang lebih relevan, meningkatkan keterampilan pengajar, membangun budaya sekolah yang mendukung nilai-nilai anti-korupsi, dan menjalin kerja sama dengan pihak luar. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan anti-korupsi melalui PPKn perlu dilaksanakan secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan agar dapat membentuk karakter siswa SMK secara efektif
Menurunnya Rasa Nasionalisme Dikalangan Generasi Muda Diera Digital
The rapid development of technology and globalization in the digital era have brought about significant changes in the mindsets, behaviors, and lifestyles of Indonesia's young generation. Easy access to global information has led to a greater familiarity with foreign cultures than with national culture, resulting in a decline in nationalism and concern for national values. This study aims to analyze the factors causing the decline in nationalism among the younger generation and to find effective solutions to revitalize it. The research method used is a descriptive qualitative approach with a literature review approach, which examines various literature and data related to the phenomenon of nationalism in the digital era. The results indicate that the main causes of the decline in nationalism are the influence of foreign cultures, excessive use of social media, and weak character education in the family and school environment. Possible efforts include strengthening civic education, instilling the values of Pancasila, and utilizing digital media to revitalize patriotism
Efektifitas Program Dakwah Podcast di IAIDU Asahan
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi metode dakwah dari konvensional menuju media berbasis digital, salah satunya melalui podcast. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran umum program dakwah podcast di Institut Agama Islam Darul Ulum (IAIDU) Asahan Sumatera Utara, menganalisis efektivitas program tersebut, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dakwah podcast di IAIDU Asahan Sumatera Utara merupakan inovasi dakwah digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern, khususnya mahasiswa dan generasi muda. Program ini diselenggarakan secara berkala melalui berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube, dan media sosial kampus, dengan konten yang mencakup kajian akidah, ibadah, akhlak, motivasi keislaman, serta isu-isu keagamaan kontemporer. Pengelolaan program melibatkan dosen, mahasiswa, dan tim media kampus, dengan narasumber yang kompeten dan kredibel di bidang keilmuan Islam Dari aspek efektivitas, program dakwah podcast IAIDU dinilai cukup efektif dalam menyampaikan pesan dakwah. Hal ini ditunjukkan oleh luasnya jangkauan audiens, kualitas materi yang relevan dan kontekstual, respon pendengar yang positif, serta dampak terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran keagamaan. Dari aspek pesan dakwah, materi disampaikan secara sistematis, komunikatif, dan persuasif dengan pendekatan dakwah bil hikmah, sehingga mudah dipahami dan diterima oleh audiens dengan latar belakang yang beragam Dampak program dakwah podcast terlihat pada peningkatan pemahaman keislaman, tumbuhnya kesadaran religius, serta perubahan perilaku keagamaan audiens secara bertahap, seperti meningkatnya motivasi beribadah dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Adapun faktor pendukung program ini meliputi dukungan institusional, ketersediaan narasumber yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kualitas teknis produksi yang belum optimal, kurangnya konsistensi jadwal tayang, dan promosi yang belum maksimal
Nilai Pendidikan Islam Tentang Keadilan dalam Perspektif Al Qur'an Surat Al Hujurat Ayat 9
This study aims to: (1) analyze the concept of justice in the perspective of the Qur’an, particularly in Surah Al-Hujurat verse 9, as interpreted by classical and contemporary mufassirun; (2) identify the values of Islamic education related to justice embedded in the verse; (3) explain the relevance of these educational values to educational practices in Indonesia; and (4) describe the implementation of the value of justice in Islamic educational institutions in Indonesia. This research employs a qualitative approach using a library research method, drawing upon Qur’anic exegesis (tafsir), Islamic education literature, and modern educational studies. The findings indicate that mufassirun such as Ibn Kathir, Al-Tabari, and M. Quraish Shihab emphasize that Surah Al-Hujurat verse 9 commands the fair, objective, and impartial resolution of conflicts among Muslim groups. Justice in this verse is viewed as a manifestation of Allah’s attribute Al-‘Adl, making human justice a reflection of divine values. The mufassirun assert that the guidance of this verse is not limited to large-scale conflicts but is also applicable to social, familial, organizational, and educational contexts. The Islamic educational values derived from the verse include deliberation (shura), reconciliation (islah), honesty, objectivity, social responsibility, and the enforcement of justice. These values are highly relevant to Indonesia’s national education principles, particularly those emphasizing character education, non-violence, and a culture of peace. The implementation of justice values in Islamic educational institutions is reflected in character-based curricula, institutional governance, disciplinary policies, and teacher training in conflict management. Surah Al-Hujurat verse 9 contains fundamental Islamic educational values, including justice (al-‘adl), social responsibility, peace-building, anti-violence (anti-bullying), truth enforcement, dialogue and deliberation, and brotherhood (ukhuwwah). These values serve as a moral and ethical foundation for Islamic education in shaping learners who are just, peaceful, and civilized. The study concludes that the values of justice articulated in the verse are strongly relevant to educational practices in Indonesia, particularly in strengthening character education, managing school conflicts, fostering an equitable and anti-bullying school culture, developing value-based curricula, and nurturing teachers as role models of justice and professionalism. The study recommends strengthening justice-oriented policies in Islamic educational institutions, enhancing teachers’ competencies in conflict resolution, expanding future research on practical implementations of justice values, and utilizing these findings as a reference for formulating value-based educational policies
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Media Crossword Puzzle Terhadap Hasil Belajar IPAS Pada Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar khususnya pada kemampuan kognitif peserta didik kelas V SD Negeri 04 Metro Timur pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang positif pada penggunaan model Problem Based Learning berbasis media Crossword Puzzle terhadap hasil belajar khususnya pada kemampuan kognitif peserta didik. Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental Desain dengan jenis Nonequivalent Control Group Desain. Populasi berjumlah 83 peserta didik dan sampel yang digunakan 56 peserta didik, sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes.Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model Problem Based Learning berbasis media Crossword Puzzle terhadap hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SD Negeri 04 Metro Timur
Analisis Kemampuan Dosen Sejarah Peradaban Islam dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Semester Berbasis Outcome-Based Education
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya pada aspek perumusan capaian pembelajaran, keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Sub-CPMK, serta keterkaitannya dengan materi, metode, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen, yaitu menganalisis dua dokumen RPS mata kuliah Sejarah Peradaban Islam yang disusun oleh dosen berbeda berdasarkan prinsip dan indikator OBE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen pada umumnya telah memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun struktur RPS berbasis OBE, yang tercermin dari kesesuaian CPMK dengan CPL serta kelengkapan komponen perencanaan pembelajaran. Namun demikian, masih ditemukan keterbatasan pada aspek keterpaduan antar komponen, terutama dalam pemetaan yang jelas dan eksplisit antara CPMK, Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, dan asesmen, sehingga orientasi pembelajaran berbasis capaian hasil belajar belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education, khususnya pada mata kuliah Sejarah Peradaban Islam, sehingga kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan
Pelatihan Membuat Sarapan Pagi Sehat dan Lomba Membuat Sushi di GKJW Jemaat Manukan
Sarapan bergizi memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme, konsentrasi, dan ketahanan fisik harian, namun sebagian anggota masyarakat masih mengabaikannya karena keterbatasan waktu, rendahnya literasi gizi, dan kurangnya keterampilan memasak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis jemaat GKJW Manukan dalam menyiapkan menu sarapan sehat berbahan lokal melalui analisis terhadap perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah intervensi. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang mencakup ceramah edukasi gizi, demonstrasi memasak, dan lomba pembuatan sushi kreatif. Sebanyak 25 peserta terlibat dalam kegiatan, dengan pengumpulan data melalui pretest–posttest serta kuesioner evaluasi untuk menilai peningkatan pengetahuan dan respons peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pentingnya sarapan sehat, yaitu dari 36% pada pretest menjadi 84% pada posttest, disertai antusiasme tinggi dalam sesi praktik dan kompetisi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teori dan praktik kuliner dalam konteks pemberdayaan komunitas efektif untuk meningkatkan literasi gizi, kemampuan memasak, serta kolaborasi keluarga dalam menyiapkan makanan sehat. Secara praktis, model pelatihan ini berkontribusi sebagai strategi edukasi yang dapat direplikasi pada komunitas lain untuk mendukung perilaku makan sehat dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga
Model Kepemimpinan Pendidikan Kewirausahaan di SMK: Integrasi Pembelajaran Berbasis Industri dan Teaching Factory dalam Membangun Ekosistem Wirausaha Sekolah
Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan pendidikan kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis industri dan Teaching Factory untuk membangun ekosistem wirausaha sekolah yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka pada jurnal bereputasi dan buku akademik, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru kewirausahaan, guru produktif, serta mitra dunia usaha dan dunia industri, serta observasi terhadap praktik pembelajaran dan aktivitas Teaching Factory di SMK. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi, pengodean, dan penarikan kesimpulan dengan validitas data dijamin melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan sentral dalam mensinergikan pembelajaran berbasis industri dan Teaching Factory serta menumbuhkan budaya inovasi sekolah. Integrasi tersebut berdampak pada penguatan kompetensi kewirausahaan, kemandirian murid, dan peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Simpulan penelitian bahwa keberhasilan pendidikan kewirausahaan SMK memerlukan kepemimpinan visioner dan kolaboratif sebagai penggerak utama ekosistem wirausaha sekolah