Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
    2217 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VI SDN.106828 SUMBEREJO KECAMATAN PAGAR MERBAU KABUPATEN DELI SERDANG

    Full text link
    Ilmu Pengetahuan Sosial adalah bidang studi yang mempelajari, menelaah,menganalisis, gejala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan refleksi awal pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas VI SDN.106828 Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran belum optimal. Hal ini disebabkan adanya beberapa kendala dari guru, siswa dan metode pembelajaran yang digunakan. Kondisi tersebut memerlukan suatu perbaikan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi siswa. Peneliti mengambil solusi untuk melaksanakan PTK menggunakan model Make a Match. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah model Make a Match dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar IPS siswa kelas VI SDN.106828 Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang.Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus dengan 2 kali pertemuan setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VI SDN.106828 Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang.Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai presentase ketuntasan klasikal 69,23%, kemudian meningkat pada siklus II yaitu presentase ketuntasan klasikal mencapai 88.46%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN.106828 Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang.Saran yang diusulkan peneliti adalah guru hendaknya melakukan pembelajaran yang inovatif dan menarik,misalnya dengan menerapkan model pembelajaran Make a Match ketika mengajar. Selain itu siswa harus dilibatkan secara aktif selama proses belajar mengajar berlangsung

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE AMATCH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VA SDN 106814 TEMBUNG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG

    Full text link
    Ilmu Pengetahuan Sosial adalah bidang studi yang mempelajari, menelaah,menganalisis, gejala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan refleksi awal pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas VA SDN 106814 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran belum optimal. Hal ini disebabkan adanya beberapa kendala dari guru, siswa dan metode pembelajaran yang digunakan. Kondisi tersebut memerlukan suatu perbaikan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi siswa. Peneliti mengambil solusi untuk melaksanakan PTK menggunakan model make a match. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah model make a dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar IPS siswa kelas VA SDN 106814 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus dengan 2 kali pertemuan setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VA SDN 106814 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai presentase ketuntasan klasikal 60,12 % dan, kemudian meningkat pada siklus II yaitu presentase ketuntasan klasikal mencapai 75,57 % dan 85.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA SDN 106814 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.Saran yang diusulkan peneliti adalah guru hendaknya melakukan pembelajaran yang inovatif dan menarik misalnya dengan menerapkan model pembelajaran make a match ketika mengajar. Selain itu siswa harus dilibatkan secara aktif selama proses belajar mengajar berlangsung

    Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Dengan Menggunakan Metode Percakapan Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas IX-3 SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang T.A 2017/2018

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, dengan menggunakan  Metode Percakapan dengan sasaran utama untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara pada pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX-3 SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah masalah rendahnya keterampilan siswa dalam berbicara pada materi memperagakan teks percakapan di telepon di Kelas IX-3 SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah dengan penggunaan Metode Percakapan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada materi pokok memperagakan teks percakapan di telepon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan menggunakan  Metode Percakapan. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka peneliti melakukan observasi dan tes. Adapun observasi yang dilakukan meliputi observasi guru dan siswa. Sedangkan tes dilaksanakan pada pre tes, siklus I dan II. Dari hasil observasi yang diperoleh dari 20 orang siswa pada tes awal (pre tes) hanya terdapat 5 siswa yang terampil berbicara dengan persentase 25%. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 57,75. Maka dilakukan siklus I untuk melihat peningkatan keterampilan berbicara siswa. Dari siklus I diperoleh hasil 13 siswa yang terampil berbicara dengan persentase 65% dan  nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 71,7. Pada siklus I keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan sebesar 40% dibandingkan pada pre tes. Namun hasil tersebut belum mencapai target yang diharapkan oleh peneliti yaitu siswa yang terampil berbicara mencapai 80%. Selanjutnya peneliti melakukan siklus II agar hasil yang diperoleh siswa sesuai dengan yang diharapkan. Dari siklus II diperoleh hasil 18 siswa dinyatakan terampi berbicara dengan persentase 90% dan nilai rata-rata yang diperoleh siswa 83. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran  dengan menggunakan Metode Percakapan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX-3 SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Dari hasil temuan peneliti di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu dengan menggunakan Metode percakapan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX-3 SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang T.A 2017/2018 dapat diterima. &nbsp

    Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Reading: Memahami Makna Teks Tulis Fungsional Dan Esai Pendek Sederhana Berbentuk Narrative Dan Report Melalui Metode Snowball Drilling Di Kelas IX-B SMPN 2 Pahae Jae T.P 2016/2017

    Full text link
    Metode Snowball Drilling adalah metode pembelajaran yang dilakukan guru dengan memberikan bentuk latihan yang dituliskan di dalam selembar kertas dan kemudian kertas tersebut dibentuk menjadi bola- bola salju yang akan dilemparkan atau digelindingkan kepada setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMPN 2 Pahae Jae Kelas IX-b   dalam Reading: Memahami Makna Teks Tulis Fungsional Dan Esei Pendek Sederhana Berbentuk Narrative dan report melalui Metode Snowball Drilling T.P 2016/2017, termasuk peningkatan aktivitas dan respon belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisis dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Pahae Jae kabupaten Tapanuli Utara dengan subjek penelitian siswa Kelas IX-b  sejumlah 20 orang. Data aktifitas siswa diperoleh dari hasil observasi melalui instrumen penilaian aktifitas, data hasil belajar diperoleh dari hasil tes akhir hasil belajar setiap siklus, dan data respon belajar siswa diperoleh dari hasil tes melalui instrumen penilaian respon. Hasil penelitian menunjukkan,  (1) pada siklus 1 nilai rata-rata aktifitas belajar siswa 70,5 %, nilai rata-rata hasil belajar siswa 66,75 %, dan nilai rata-rata respon belajar 72,00 %, (2) pada siklus 2, nilai aktifitas belajar siswa rata-rata adalah 85,75 %, nilai rata-rata hasil belajar 75,25 %, dan nilai rata-rata respon belajar siswa 85,5 %. Berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar sesuai data hasil pada siklus 1 dan siklus 2  menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMPN 2 Pahae Jae Kelas IX-b   dalam Reading: Memahami Makna Teks Tulis Fungsional Dan Esei Pendek Sederhana Berbentuk Narrative dan report melalui Metode Snowball Drilling   T.P 2016/2017. &nbsp

    Implementasi Knowledge Management di Lembaga Pendidikan SD Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta

    Full text link
    Knowledge management merupakan salah satu cabang dari pengetahuan yang mulai berkembang di era modern, era dimana informasi bergerak dengan cepatnya sehingga menuntut ilmu pengetahuan juga mengalami perkembangan. Perkembangan ilmu pengetahuan, dalam ranah manajemen menawarkan solusi bagi suatu organiasi atau lembaga untuk mencapai tujuannya dengan pencapaian keunggulan yang kompetitif. Salah satu bukti dari perkembangan ilmu pengetahuan adalah lahirnya konsep knowledge management (manajemen pengetahuan). Dalam perspektif organisasi, knowledge managemen merupakan aktifitas organisasi memperoleh pengetahuan, menata, mempertahankan, menerapkan, berbagi, dan memperbaharui segala bentuk pengetahuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep knowledge management yang dilakukan di Sekolah Islam Al-Azhar Yogyakarta. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan data bersifat deskriptif analisis  melalui studi kasus. Data diperoleh dengan wawancara dengan Wakabid Kurikulum SD Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan di lembaga pendidikan tersebut dilihat dari aspek pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Berbagi pengetahuan di lembaga pendidikan Islam Al-Azhar dilakukan melalui pengetahuan tacit individu yang dibagi dengan pengalaman dalam interaksi sosial sehari-hari. Untuk membuat pengetahuan baru, dilakukan dengan mengadakan pertemuan, workshop, seminar dan sebagainya

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DALAM MEPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA DI KELAS IX SMP NEGERI 1 PATUMBAK

    Full text link
    Penelitan ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yakni suatu pencermatan terhadapsemua kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi di dalamsebuah kelas (Suharsllni krikunto, dkk:16:2007). Tempat penelitiantindakan kelas ini adalah di SMP Negeri 1 Patumbak kelas IX TahunPelajaran 2013/2014. dan waktu penyelenggaraan penelitian iniadalah pada semester I (ganjil) mulai dari bulan September 2013sainpai bulan Desember 2013. Subjek penelitian tindakan kelas iniadalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Patumbak Tahun Pelajaran2013/2014 yang berjumlah 29 siswa. Data-data tes hasil belajar,aktivitas belajar siswa terhadap model pembelajaran Generatifselarna kegiatan belajar mengajar tersusun, kemudian dianalisis,sehingga dapat disimpulkan sesuai dengan rumusan masalah. (1)Data aktivitas siswa menurut kedua pengamatan pengamat padaSiklus I antara lain: menulis/membaca (43,8%), bekeja (28,3% ),bertanya sesama teman (12,5%), bertanya kepada guru (12,5%), danyang tidak relevan dengan KBM (2,9%). Dan Data aktivitas siswamenurut pengamatan pada Siklus II antara lain: menulis/membaca(22,2%), bekerja (48,7%), bertanya sesama teman (14,8%), bertanyakepada guru (13,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM (1,3%).(2) Dengan menerapkan model pembelajaran Generatif, hasil belajarsiswa dari Siklus I ke Siklus berikutnya mengalami perbaikan. Hasilbelajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Generatifpada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 9 orang siswa tuntassecara individu, sedangkan kelas tidak tuntas. Pada Siklus II, tuntassecaia individu sebanyak 26 orang siswa, sedangkan kelas adalahtuntas dengan rata-rata siklus I dan siklus II adalah 70,4 dan 84,5dan persentase ketuntasan klasikal adalah 3 1,05% pada siklus I dan89,65% pada siklus II.Kata Kunci: Model Pembelajara

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN DENGAN METODE ACTIVE LEARNING DI KELAS IX-1 SMP NEGERI 1 PANCUR BATU TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Full text link
    Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan metode Active Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Keterampilan Materi unsur seni rupa murni nusantara Pada Manusia Di Kelas IX SMP Negeri 1 Pancur Batu TA 2015/2016. Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Active Learning pada pelajaran Keterampilan Materi Unsur Seni rupa murni nusantara dengan menyebutkan tema dan gayanya Di Kelas IX SMP Negeri 1 Pancur Batu TA 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek seluruh siswa kelas IX sebanyak 39 orang siswa.  Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 2 siklus yang terdiri perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan test hasil belajar. Sebagai tolak ukur keberhasilannya adalah apabila hasil belajar siswa meningkat, bila tingkat ketuntasan klasikal sebesar > 70. Berdasarkan analisis data dari test  hasil yang dilakukan pada awal tindakan  tersebut maka dapat diketahui dari 40 orang siswa kelas IX terdapat sebanyak 5 orang siswa 12,5% mendapat nilai tuntas, dan sebanyak 35 orang siswa 87,5% belum tuntas. Pada siklus I terdapat sebanyak 27 orang siswa 67,5% mendapat nilai tuntas, dan sebanyak 13 orang siswa 32,5% belum tuntas. Pada siklus II terdapat sebanyak 38 orang siswa 95% mendapat nilai tuntas, dan sebanyak 2 orang siswa 5% belum tuntas. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Active Learning dapat meningkatkan hasil  belajar siswa pada mata pelajaran Keterampilan materi Unsur seni rupa murni nusantara; tema dan gaya di kelas IX SMP Negeri 1 Pancur Batu TA 2015/2016. Oleh karenanya guru perlu menerapkan metode pembelajaran Active Learning sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok Unsur Seni rupa murni nusantara dengan menyebutkan tema dan gayanya

    2,193

    full texts

    2,217

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇